My Secret Bride

My Secret Bride
Bab54



Wajah Nasya tidak berhenti berseri-seri membayangkan bagaimana ekspresi Nicho saat tahu jika dirinya sedang mengandung putranya, kini tinggal menunggu satu malam lagi, besok malam mungkin akan menjadi hari terindah khususnya untuk dirinya dan suaminya. Nasya serta Alana sudah mendekorasi ruang tamu menjadi seindah mungkin, ia ingin memberikan kejutan pada suaminya tentang kehamilannya.


Ya, akhir akhir ini Nasya merasa menstruasi nya tidak teratur itu sebabnya ia pergi ke dokter Kandungan untuk mengetahui alasannya, karna jika dirinya memang ngidam mengapa tidak ada gejala seperti morning sickens atau sebagainya, dia sama sekali tidak merasakan hal hal yang biasa dialami ibu hamil sampai akhirnya ia pergi ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan nya. Apa yang dinantikannya kini ada di depan matanya dia sudah mengandung putra dari pria yang dicintainya ia bersyukur akan kehadiran putranya tapi dia juga berjanji akan menuntun Nicho agar mencintai kedua anaknya meski berbeda rahim.


"Sehat sehat sayang di perut mommy" ucap Nasya mengelus perut nya yang masih datar dimana buah hatinya bersemayam dengan wajah indah dihiasi penuh dengan senyuman.


"Baiklah malam ini kamu ingin makan apa baby?" tanyanya lagi pada janinnya seolah berbicara pada anaknya yang sudah lahir.


"Kamu tidak rewel, tidak seperti Daddy mu yang cerewet" ucap Nasya terus mengajak putranya berkomunikasi meskipun nyatanya dia hanya berbicara seorang diri.


Bagi Nasya ini adalah momen yang paling berharga dalam hidupnya, mengandung benih dari pria yang sangat dicintainya meskipun pada awal pernikahannya Nicho memperlakukannya jauh dari kata pantas.


Pagi Menyapa matahari sudah menonjolkan batang hidungnya ke permukaan bumi, menyinari manusia di siang hari itu adalah tugasnya seorang diri. Seperti saat ini Nasya sedang mencuci piring bekas makannya sendiri, tanpa dibantu bi Inah dia melakukan pekerjaannya seorang diri, dia hanya ingin mandiri tidak ingin selalu membebani orang lain, setidaknya meskipun dia tidak bisa memasak tapi Nasya pandai membersihkan ruangan.


"Apakah mommy harus ke kantor Daddy mu?" tanya Nasya pada perutnya. "Baiklah siang nanti kita ke kantor Daddy, aku yakin kamu pasti ingin di sapa oleh Daddy untuk pertama kalinya iya kan?" lanjutnya dengan wajah bersemu bahagia.


"Bi Inah, tolong siapkan makan siang untuk suamiku" teriak Nasya pada Bi Inah


"Iya siap Non" jawab Bi Inah tergesa gesa.


Sambil menunggu waktu makan siang tiba, Nasya memilih bersantai di balkon kamarnya dengan tabloid di tangannya, ia sedang sibuk memilah milih pakaian yang cocok dipakai ibu hamil.


"Sepertinya ini cocok untukku" ucap Nasya saat di layar beranda aplikasi marketplace menampakkan sebuah lingerie seksi yang menonjolkan bagian perutnya. "Daddy mu pasti sangat suka, aku yakin itu"


"Nona makanan sudah siap, ini sudah masuk waktu Tuan makan siang" teriak Bi Inah di luar kamar,


"Baik Bi" jawab Nasya segera mengganti bajunya dengan pakaian yang lebih tertutup namun masih terlihat anggun dan elegan. "Let's go Baby, aku yakin Daddy mu akan senang jika mommy datang ke sana"


Di sepanjang jalan menuju kantor suaminya bekerja Nasya tidak berhenti tersenyum sembari mengelus perut ratanya dia sudah tidak sabar menunggu sore hari, ingin melihat bagaimana reaksi suaminya saat tahu dirinya sedang berbadan dua.


"Nona apa anda sangat bahagia akan memiliki seorang putra?" tanya Mang Ucup saat matanya menangkap reaksi indah di wajah istri bos nya.


"Aku sangat bahagia, meskipun dia bukan seorang putra aku tetap bahagia karena dia adalah arti cinta yang sesungguhnya dalam pernikahan ini" ucap Nasya dengan mantap tanpa ragu.


***Ckitttttttt


Ahhhhhh


Brughhhhh***


"Wake up Baby"


"Dimana aku? mengapa ruangan ini sangat asing?"