My Secret Bride

My Secret Bride
Bab33



Jam Beker terus terusan berdering hingga membuat Nasya terbangun dari tidurnya, tangannya meraba raba ke samping untuk mematikan deringnya. Setelah mematikan dering beker disampingnya, Nasya menggerakkan otot-otot nya lalu membuka matanya, dia tersenyum saat membuka matanya yang pertama ia lihat adalah dada bidang tanpa berpakaian yang pamiliar di penglihatannya.


"Aku tau, kau tidak sampai hati meninggalkan aku yang sudah berstatus menjadi istrimu" lalu melonggarkan pelukan Nicho dan beranjak dari sana, tapi sebelumnya dia mengecup kening dan bibir Nicho sekilas yang masih pulas di alam mimpinya.


Nasya masuk ke bathroom membersihkan tubuhnya, lalu masuk ke walk in closet untuk mengambil satu set baju piyama tidur beserta underwear dan dalaman lainnya. Inilah adalah hari pertama memakai dalaman kembali setelah tubuhnya dirusak oleh Nicho habis habisan.


Nasya turun ke bawah membantu pelayan seperti biasanya, meskipun Nasya terlihat garang namun itu hanya topeng saja untuk menutup sifatnya yang sebenarnya.


"Hari ini masak apa?" tanya Nasya sambil menyenderkan tubuhnya di meja mini bar yang ada di dapur.


"Saya hanya memasak salad sayur dan pancake kesukaan nona saja" jawab bi Inah sambil menata sarapan di meja




Nasya membantu pelayan mencuci bekas memasak lalu setelah nya iya pergi ke atas kamar untuk membangun kan Nicho karma waktu sudah menunjukkan pukul 8 siang.


"Nich bangun, sudah pukul 8 apa kau tidak ingin bangun?" tanya Nasya sambil menggoyang goyangkan badan Nicho yang masih betah untuk tidur.


"Pergilah, jangan sentuh tubuhku j****g" ucap Nicho tanpa membuka matanya.


"Apa kau tidak ingin sarapan lebih dahulu?" tanya Nasya namun tidak mendapat respon dari Nicho, Nasya masuk ke walk in closet menyiapkan satu stel baju santai untuk Nicho, setelahnya ia kembali turun ke bawah dan duduk di meja sendirian.


"Apa kau sudah makan bi?" tanya Nasya pada pelayan yang berlalu lalang.


"Sudah Nona" jawab pelayan serempak.


"Bisakah kalian duduk saja temani aku makan?" pinta Nasya.


"Maaf Nona, tuan tidak mengijinkan kami duduk di meja makan" jawab salah satu pelayan yang umurnya mungkin seumuran dengannya.


"Pergilah, kalian sungguh memuakkan, sama persis dengan anjing yang harus menuruti semua perintah orang yang memelihara nya" ucapnya dengan nada menghina.


Setelah membereskan bekas makannya Nasya berniat untuk mencuci piring nya namun dilarang oleh BI Inah Karna merasa kesepian Nasya pergi ke belakang rumah melihat lihat taman yang baru kali ini dilihatnya.


"Benar Nona, saya Asep pengurus taman di sini, jika boleh tau ada kepentingan apa yang membawa Nona ke taman belakang?" tanya mang Asep sedikit takut saat Nona nya yang terkenal perusak datang ke kebun belakang yang hanya orang tertentu yang bisa masuk ke sana.


"Tidak apa apa, aku hanya ingin melihat lihat taman ini saja" jawab Nasya sambil berkeliling namun didikuti oleh mang Asep yang membuatnya heran. "Mengapa mengikuti ku?"


"Maaf Nona, saya takut tuan marah jika orang lain masuk ke taman belakang tanpa seijinnya" jawab Mang Asep hati hati.


"Orang lain?" tanya Nasya yang mulai tersulut emosi.


"Kau bilang aku orang lain? harusnya kau sadar sialan! jika aku tetap istri majikan mu meski hanya istri siri" bentak Nasya sambil menoyor jidat mang Asep dengan jari telunjuknya.


"Maaf Nona, tapi ini hanya perintah tuan, hanya saya dan bi Inah yang diijinkan masuk ke sini Nona"


"Apa suamiku memelihara j*****g lain selain aku?" tanya Nasya pada mang Asep.


"Nona jangan berkata seperti itu, anda bukan J****g" ucap Mang Asep hatinya teriris saat mendengar ucapan gadis belia yang mang Asep yakin jika Nasya sedang terpuruk.


"Kau sedang mengasihani ku Tua?" tanya Nasya mengejek


"Kasihanilah dirimu sendiri, tidak usah mengasihani orang yang jauh lebih baik dari anda!" tegurnya lalu berlalu keluar dari taman belakang.


"Hahahah,,,,, apa tadi? dia mengasihani ku?" tanya Nasya pada dirinya sendiri sambil tertawa sumbang. Namun saat sampai di ambang pintu Nasya melihat Nicho sudah berpakaian rapi namun tidak memakai baju yang telah di siapkannya tadi, Nicho berjalan menu ke arahnya dengan memegang kunci dan dompetnya tanpa menatap Nasya sedikitpun. Bahkan dia melewati Nasya yang sedang diam mematung memandang Nicho.


"Kau akan pergi kemana Nich?" tanya Nasya pada Nicho, dia tidak mendapat jawaban sama sekali berhenti berjalan pun tidak. Bahkan Nasya rela mengejar Nicho sampai depan demi mengingatkan nya makan.


"Apa kau tidak ingin sarapan dulu?" tanyanya lagi sambil mencegah Nicho yang akan duduk di kursi kemudi, namun Nicho tidak menjawab dia hanya menghempaskan tangan Nasya dengan kasar lalu menyalakan mesin mobilnya.


"Makanlah di luar, jangan sampai telat makan Nich" teriak Nasya pada Nicho yang sudah melaju sambil melambai lambaikan tangannya.


Saat ini wanita yang sangat populer Karna perhatian ke kekasihnya, berubah menjadi wanita yang memilukan yang berusaha mencari kasih sayang.


Ternyata lebih baik di siksa fisik habis habisan dibanding diabaikan dan di sembunyikan.