My Secret Bride

My Secret Bride
Bab27



Ruangan yang seharusnya rapi, namun saat ini menjadi bak kapal pecah. Tuan Orlando dan istrinya mencari dokumen surat wasiat Alm Tuan Alvaro yang hilang entah kemana. Dia mengeluarkan seluruh berkas bahkan mengacak acak berkas berkas perusahaan.


"Ini gimana pak? semua orang pasti tau jika kita hanya pengelola perusahaan bukan pemilik sah nya" ucap Nyonya Rita cemas pada suaminya.


"Terus saja kau pikirkan pandangan orang-orang arisan mu sialann!!" bentak Tuan Orlando kesal Karna istrinya hanya mencemaskan status sosial nya.


"Harusnya yang kau takutkan, hukuman di masa yang akan datang"


"Aku pun mencemaskan itu juga" jawab Nyonya Rita membela diri. "Sayang, mungkin kau lupa menyimpannya bukan di sini"


"Tidak aku memang menyimpannya di berkas-------" ucapan Tuan Orlando menggantung, ingatannya kembali pada saat percintaannya dengan j****g langganannya.


"Sialll!!!" umpat Tuan Orlando


"Kenapa sayang?" tanya Nyonya Rita pada suaminya yang mengumpat kesal.


"Aku ingat hanya dia yang tau dimana tempat penyimpanan surat wasiat itu...." ucapnya sambil merogoh ponsel di sakunya.


"Tapi saat terakhir bertemu dengannya aku sempat memeriksa berkas, dan surat wasiat itu masih ada" ucap Tuan Orlando mengehentikan aksinya yang akan memencet nomor seseorang.


"Dia siapa?" tanya Nyonya Rita sambil mendekap tangannya. "Apa si j****g Nasya?"


"Berhenti memanggilnya j****g! apa kau tidak sadar jika sifat laknat itu adalah warisan darimu sialann!"


"Okey, okey, katakan siapa yang kau maksud?"


"Iriana.... dia j****g yang biasa aku pakai, tapi tidak mungkin Karna saat terakhir memakainya berkas itu masih ada"


"Lalu siapa? apa kau sudah memeriksa cctv?"


"Bahkan lubang semut pun sudah aku periksa," jawabnya kesal dengan ucapan sang istri


"Lalu siapa?"


"Diamlah kau banyak bertanya!!" bentaknya. "Cobalah berpikir menggunakan otak bukan dengan omongan".


Tuan Orlando hanya bisa memijat pelipisnya, tidak masuk akal jika tidak ada pertanda sedikitpun. Bahkan baru kali ini perusahaannya kecolongan.


Flash back of


Sebelum menyetujui permintaan Tuan Orlando Nasya terlebih dahulu meminta bantuan pada Maxim agar mendekati ibunya yang sudah tidak asing di telinga para brondong.


Rita Florida, Sugar mommy yang menjadi incaran para brondong Karna keroyalan nya. Bahkan Nyonya Rita berani membayar 1 M dalam satu malam jika dia puas dengan servisan brondong nya.


"Max, bisakah kau membantuku? aku membutuhkan bantuan mu sangat Max" pinta Nasya memohon pada Maxim yang sedang duduk di hadapannya.


"Meskipun aku suka bermain dengan wanita, tapi aku adalah tipe pria pemilih, tidak semua wanita bisa menggugah selera ku" ucap Maxim dengan tatapan yang sengaja dialihkan.


"Ayolah Max,,, aku tidak menyuruhmu menyetubuhi ibuku sialan!" ucap Nasya sebal. "Aku hanya menyuruhmu menjebaknya dengan obat perangsang, lalu beri dia rangsangan sampai obatnya breaksi, setelah itu pindahkan dia ke kamar hotel ku, aku yakin kamu bisa mengurus masalah cctv"


"Lalu bagaimana dengan ucapan mu yang masih perawan?" tanya Maxim takut Tuan Orlando menyadari kebohongannya.


"Aku akan membuat selaput darah perawan, aku tau dia tidak bisa membedakan mana perawan dan mana bekasan, asalkan kau membuat si iblis itu benar benar mabuk"


"Setelahnya apa yang kau rencanakan?" tanya Maxim lagi Karna penasaran dengan ide gila Nasya.


"Antar aku ke perusahaan mengambil dokumen warisan Papah" ucapnya dengan tatapan menerawang.


"Aku yakin, lagi pula hanya ada brankas itu saja, tidak ada brankas yang lain lagi" jawab Nasya yakin.


"Bagaimana jika kita gagal?" tanya Maxim lagi


"Tidak apa gagal, pasti ada peluang yang lain asalkan aku tidak menyerah, dan kau pun tak lelah membantuku max,,"


"Lagi pula, itung itung membuat peluang goyangan halal untuk mamihku Iyah bukan?" tanya Nasya sambil menaik turunkan alisnya.


"Oke mari kita coba" jawab Maxim sambil tertawa terbahak bahak


Beberapa hari kemudian Maxim benar benar dapat membuat Rita terpesona dengan tubuhnya yang sexy. Melalui jasa gigolo akhirnya Maxim bisa di kenal oleh Nyonya Orlando, hingga di undang untuk melewati malam panjang bersama.


Setelah mendapat jadwal kencan dengan Nyonya Rita Maxim segera memberitahu Nasya tanggal waktu dan tempat yang di janjikan. Tanpa berpikir lama Nasya segera menghubungi Tuan Orlando untuk menjadwalkan kencan mereka.


Setelah setuju akhirnya mereka berangkat ke Hotel yang sama namun Maxim masuk lebih dulu memastikan layar monitor cctv yang ada di ruangan pengawas, bahkan dia memakai Bodyguard dari perusahaan jasa security perusahaan cabang milik Bastian.


Setelah di rasa aman Maxim segera memberitahu Nasya untuk masuk ke dalam. Lalu mereka pun memulai aksinya, setelah di rasa Tuan Orlando mabuk dan obat perangsang nya mulai beraksi Nasya segera menghubungi Maxim menyuruhnya membawa Nyonya Orlando ke kamarnya.


Setelah selesai Maxim menyimpan beberapa pengawal untuk menjaga kamarnya, dia juga membawa pengawal yang lain untuk menyabotase kamera pengawas perusahaan.


Sampai di rasa aman, Nasya dan Maxim beserta dua pengawal masuk ke dalam dan membuka brankas, bagaimana cara Nasya masuk? ia sudah mengambil acces card yang ada di saku celana Tuan Orlando.


Benar saja, setelah brankas terbuka, di sana benar benar ada surat wasiat papahnya untuknya. Bahkan dia sampai menangis sambil memeluk surat wasiat yang asli stempel papahnya, saking terharunya dengan perjuangannya selama ini.


Dia mempercayakan berkasnya pada Maxim agar mengurus nya bahkan dia mengambil berkas berkas perusahaan yang lain untuk menjaga jaga hal hal yang tak diinginkan.


Setelah di rasa kedua suami istri yang tak sadar usia tertidur pulas akibat pergumulannya, Nasya dan Maxim segera masuk ke posisi semula, seolah olah yang semalam mereka gagahi adalah j****g dan gigolonya.


*


*


*


"Apa kau tak ingin bersujud di bawah junior ku Botch? kau sudah menjadi istriku," ucapnya sambil terkekeh mengejek. "Bukankah pernikahan ini yang selalu kau halukan dari dulu?"


"Meski aku istrimu, aku bukanlah milikmu!" ucap Nasya dengan mata tajam yang menusuk. "Aku setuju menikah dengan mu hanya untuk menyelamatkan Maxim, bukankah jika kita mencintai seseorang kita harus melakukan segalanya meskipun itu di luar nalar?"


"Hahahah..... setelah apa yang kau lakukan pada Maxim kau masih bisa mengatakan cinta? sadarlah kau sudah mengkhianatinya Botch!" ejek Nicho


"Seperti ucapan ku sebelumnya, aku melakukannya hanya demi 15% saham Moon Group agar bisa menjadikan Maxim pengusaha, bukankah sudah biasa jika di balik ke suksesan seorang pria ada wanita hebat di belakangnya?" tanya Nasya pada Nicho yang hanya diam seribu bahasa.


"Bahkan Maxim tau, yang aku lakukan hanya untuknya bukan untuk orang lain" ucapnya lalu berlalu ke sana.


Benci tapi cemburu itulah Nicho saat ini dia tidak terima dengan pernyataan yang keluar dari bibir Nasya. Dia segera menarik lengan Nasya dan mengeluarkan pisau kecil yang ada di lacinya.


"Kau mau apa sialan?" teriak Nasya terkejut saat Nicho mengarahkan pisaunya pada tubuhnya.


"Aku hanya ingin mengukir namaku di tubuh anjing peliharaanku" ucapnya sambil menggoreskan pisaunya pada dada Nasya.


"Hentikan sialann!" teriak Nasya meronta dari kukungan Nicho saat ini.


"Berhenti meronta jika kau tidak ingin pisau ini menancap sampai jantung mu, aku hanya ingin membuat namaku di sini Botchh"


Jatuh sudah air mata Nasya yang di tahannya sejak tadi, dia bahkan tidak bisa berteriak Karna rasa sakitnya. Ia hanya bisa menangis dengan diam