My Life Journey

My Life Journey
XI YUAN.



Han Yuna membuka matanya perlahan, saat ia mendengarkan tangisan yang menyedihkan yang berasal dari seseorang yang kini tengah meringkuk di samping tetap tidurnya.


Sembari menyerngit bingung, ia lalu mengarahkan pandangan nya ke sekeliling dan mendapati bahwa ia telah kembali ketempat semula ia bangun.


"Hiks,..Hiks.."


Seakan tersadar dari pandangan nya, Han Yuna langsung menolehkan pandangan nya ke bawah tempat tidurnya, dan menemukan bahwa jie jie nya sedang menangis dalam posisi meringkuk di sana.


"jie jie,.." Han Yuna memanggil sekali, namun tidak ada balasan.


" jie jie,.. kau kenapa..??" sedikit bingung dan khawatir, Han Yuna lalu bangkit dan menghampiri jie jie baru nya itu.


" Jie jie,.. ada apa, kenapa kau menangis sampai begini.." sembari langsung jongkok di hadapan Xi Yuan yang sedang meringkuk, Han Yuna menyentuh pundak Xi Yuan yang kini tampak bergetar.


Tampak terkejut dengan sentuhan di pundak nya, Xi Yuan langsung mendongkakkan kepalanya dan mendapati bahwa Han Yuna sedang menatapnya khawatir.


"Mei mei,.. ini ka..kau kan,.." ucapnya yang terdengar sangat parau.


"Iya ini aku, jie jie.. memangnya siapa lagi yang ada di tempat ini, selain kita berdua.


kau kenapa jiejie,.. kenapa kau menangis sampai seperti ini.." ucap Han Yuna, sembari menyeka air mata yang terus mengalir dari sudut mata xi Yuan.


Namun belum sempat Han yuna menyelesaikan pekerjaan nya, Xi Yuan tiba tiba saja bangun dari posisinya dan langsung memeluk tubuh Han Yuna dengan sangat erat.


sedangkan saat ini, tubuh Han Yuna tiba tiba saja jadi membeku akibat dari pelukan yang tiba tiba itu.


" jie jie,.. ada apa dengan mu?" saat tersadar, Han Yuna langsung membalas pelukan itu dan mengelus punggung Xi Yuan dengan lembut.


" Hiks,.. hiks.. Mei mei, aku.. " seakan tidak sanggup berucap, Xi Yuan lalu semakin memeluk Han Yuna dengan erat.


" kau kenapa jie jie,.. apa ada yang mengganggumu tadi sewaktu memasak,.. beritahu aku. aku akan memberinya pelajaran."


" Ti,.. tidak mei mei,.. tidak ada yang menggangguku. aku hanya..."


" Hanya..?" karna terpotong, Han Yuna bertanya penasaran.


" Ak..aku hanya... ta.. tadi sewaktu aku su..sudah selesai memasak, aku membangun kan mu. ta.. tapi kau tidak mau bangun..


ta..tadi aku fikir, bahwa ka..kau sud..sudah."


tak sanggup melanjutkan kata katanya,


Xi Yuan lalu semakin membenamkan kepalanya di pundak Han Yuna.


Tersadar dengan maksud perkataan xi Yuan, Han Yuna lalu membelalakkan matanya tanpa sadar, namun sesaat kemudian, senyum lembut langsung terpampang di bibirnya.


" Apa jie jie takut kalau aku tidak akan bangun lagi.." bertanya dengan lembut, Han Yuna tampak merasa sedikit lucu dengan tingkah jie jie nya itu...


saat merasakan sedikit anggukan dari pelukan nya, Han Yuna lalu sedikit tersenyum dan menambahkan.


" Tapi aku saat ini, sudah bangun jie jie. lalu kenapa kau masih menangis... bukan kah sebelum nya kita sudah berjanji untuk balas dendam bersama-sama,.. jadi, tidak mungkin kan aku meninggalkan jie jie sendiri di sini untuk balas dendam.."


" Ta..tapi tadi, ka.. kau tidak mau bangun saat aku membangun kan mu.."


" Aku hanya sedikit kelelahan jie jie. makanya aku tertidur pulas, hingga tidak mendengarkan panggilan mu. Maafkan aku ya,.. dan lihatlah. bukan kah aku sudah ada disini,.. jadi jangan takut lagi. berhentilah menangis, atau nanti mata jie jie akan bengkak."


sembari melepaskan pelukan, Han Yuna menatap xi yuan yang matanya kini tampak sembab.


" Ak..aku" sembari terbata dan sesegukan, Xi Yuan perlahan membuka matanya yang terpejam dan menatap Han Yuna yang kini tersenyum lembut di hadapan nya.


" Ja..jangan pergi dan seperti ini lagi Mei mei.. ak..aku benar benar takut tadi. ku..kufikir kau sudah tidak ada lagi, ak.. aku bahkan.. berfikir untuk langsung menyusulmu tadi. ka..karna kau tau kan, di dunia ini,.. se..selain kau, aku tidak pu..punya siapa siapa lagi."


masih sesegukan, Xi Yuan mengeluarkan semua ucapan yang tadi tertahan.


" Jie jie.. mengapa kau berbicara seperti itu, lihat lah. aku masih baik baik saja. aku tidak mungkin meninggalkan mu di sini sendirian."


sembari menahan sesuatu yang hangat di matanya, Han Yuna lalu memeluk Xi Yuan dengan tulus.


" Aku janji, tidak akan pernah meninggalkan jie jie sendirian lagi mulai dari sekarang. aku akan selalu bersama dengan jie jie. "


" Benarkah??"


" iya.. aku janji. kita akan bersama sama membalaskan dendam lalu pergi berkelana setelah itu. apakah terdengar bagus.."


" Iya mei mei.. bagus sekali. aku mau... kita akan mengelilingi dunia ini dan mendapatkan banyak pengalaman."


di tengah pelukan hangat itu, kedua saudara angkat itu lalu mengucapkan sebuah janji yang akan mereka jalani di masa depan.


" oh ya jie jie. aku lapar,.. makanan yang tadi jie jie masak dimana?" sembari melepas pelukan, Han Yuna menatap xi Yuan yang sedang menyeka air matanya.


" oh iya.. aku lupa. tunggu mei mei.. aku akan menghangatkan nya kembali. karna kau sudah tertidur lebih dari setengah hari. dan kurasa makanan itu sudah dingin."


langsung berdiri, Xi Yuan lalu bergegas keluar dari gubuk sembari membawa obor. karna memang saat Han Yuna bangun, matahari sidah terbenam.


****


" Jie jie.." panggil Han Yuna sambil berbaring di ranjang kayu setelah mereka selesai makan.


" Iya mei mei, ada apa, apa kau membutuhkan sesuatu..?? ucap Xi Yuan sembari langsung duduk di atas ranjang yang di tidurinya.


" Aku tidak membutuhkan apa apa jie jie, aku hanya ingin bertanya satu hal"..


" Apa itu, tanyakan lah. aku akan menjawab bila memang tau jawabannya." ucap Xi Yuan sambil menatap Han yuna.


" Apa hutan tengkorak itu berbahaya,


dan apa saja yang menghuni hutan itu..??" tanya Han Yuna dengan memandangi langit langit gubuk tanpa menoleh padanya.


"Hutan tengkorak itu sangat berbahaya


mei mei, tidak sembarangan orang bisa memasukinya. hanya para kultifator tingkat tinggi yang bisa memasuki hutan itu.


itupun hanya bisa sampai lapisan ke 4 nya saja."


" kenapa bisa begitu..??"


" Itu karna didalam hutan itu terdapat aura pembunuh yang sangat pekat di setiap lapisannya. semakin dalam lapisannya maka semakin kuat pula aura pembunuh yang menekanmu. belum lagi di setiap lapisan dihuni oleh para beast monster yang kuat, sama seperti aura pembunuh, para monster juga begitu. yaitu semakin dalam lapisan yang kau masuki maka semakin kuat pula para beast yang menghuninya.


hanya itu yang ku tau tentang hutan itu.


oh ya...mengapa kau tiba tiba menanyakan hal itu kepada ku...??" tanya XiYuan pada Han Yuna dengan nada curiga.


" Tidak apa apa jie jie. aku hanya penasaran saja dengan hutan yang ada di dekat gubuk yang kita tinggali ini."


" Benarkah, hanya penasaran.."


"Iya jie jie. aku hanya penasaran saja."


"Baiklah aku percaya padamu. tidurlah hari sudah semakin larut." ujarnya.


" Baik, selamat malam jie jie"...


"Selamat malam juga mei mei"...