
Aku menatap kembali bangunan kumuh di depanku ini sebelum akhirnya aku melangkahkan kakiku untuk memasukinya. aku terus melangkah hingga kakiku berhenti tepat di pintu masuk. ku dorong pintu itu hingga menimbulkan suara deritan kayu yang cukup keras. aku menatap isi bangunan itu begitu pintu terbuka dengan lebar. " Ya ampun jie jie, ini tempat kediaman atau sarang tikus sih,.. kok dalamnya penuh dengan tikus dan kotoran begini.." ucapku sembari menutupi hidungku karna begitu aku menatap isi dari bangunan itu, langsung nampak lah para tikus yang langsung lari memasuki lobang lobang yang terdapat dalam lantai bangunan dengan kotoran yang bertebaran dimana mana.
" hais.. aku sudah menduga hal ini sebelumnya mei mei, aku sudah tau bahwa mereka tidak akan mau menyuruh para pelayan untuk merawat tempat yang kita tinggali ini." ucap jie jie Yuan sembari menatapku.
" huh,... mereka sungguh tidak bermoral. lihat saja nanti akan kubalas semua perlakuan yang telah mereka lakukan ini kepadaku." ucapku sembari melangkahkan kaki keluar dari bangunan itu.
aku mengangkat tangan kananku dan menyentuh kalung yang berada di leherku begitu aku sudah berada di tempat ku semula.
"Gege Mo, Gege Han dan Gege xi, keluarlah. aku sedang memerlukan bantuan kalian." ucapku sembari menutup mata hingga beberapa saat kemudian keluarlah tiga buah bayangan dari kalung yang sedang ku pegang yang kemudian tiga bayangan itu berubah bentuk menjadi tiga orang pria dengan warna rambut yang berbeda beda.
" ada apa mei mei, mengapa kau memanggil kami..??" ucap gege Han sembari menatapku.
" kalian lihatlah bangunan itu. bangunan itu adalah tempat tinggal yang disediakan oleh kaisar Han untuk aku dan jie jie Yuan tinggal."
" Hah... gubuk reyot ini adalah tempat tinggal mu disini..??" ucap mereka bertiga serempak dengan nada terkejut.
" Yang benar saja, anjing saja tidak akan mau jika di suruh untuk tinggal di tempat yang seperti ini." ucap gege xi sembari menatap bangunan yang bisa dibilang jika tidak di renovasi dengan segera, maka bangunan itu akan roboh.
" apa mereka sudah bosan hidup dengan memberikanmu kediaman yang seperti ini..?? apa perlu Gege mu yang tampan ini memberikan mereka pelajaran supaya mereka menyadari apa yang mereka lakukan untukmu..?? ucap gege mo sembari berkacak pinggang dan menatap bangunan itu dengan tajam.
" sudahlah, aku meminta kalian keluar dari kalung dimensi bukan untuk menilai bangunan itu ataupun untuk memberi penghuni kekaisaran ini pelajaran. aku memanggil kalian karna aku ingin kalian merobohkan bangunan itu dan menggantinya dengan bangunan yang baru. bangunan yang luasnya lebih besar sedikit dari kediaman kami yang berada di hutan tengkorak.
bangunannya harus sama persis seperti rumah yang ku huni sebelumnya. baik itu dari bentuk kamar tidur, bentuk dapur dan ruang tamu. aku juga ingin kalian membuat lapangan yang akan kami gunakan untuk berlatih dan berolahraga lebih luas sedikit dari yang berada di hutan. dan satu lagi tambahkan pagar yang terbuat dari kayu untuk mengilingi kediaman yang akan kalian bangun nanti. supaya para hama pengganggu yang berada di istana ini sedikit kesulitan untuk memasuki kediaman ku nanti." ucapku sembari menatap mereka bertiga.
" baiklah jika itu yang yang mei mei inginkan. kami akan menyelesaikannya sebelum matahari terbenam. untuk saat ini, kalian pergi saja untuk berkeliling. nanti, setelah bangunannya selesai aku akan mengabari kalian lewat telepati." ucap gege Han sembari menatapku dan tersenyum.
" Baiklah kalau begitu, aku dan jie jie Yuan lebih baik masuk ke dalam kalung dimensi dulu. aku ingin mengistirahatkan tubuhku sebentar karna saat ini aku merasa tubuhku sedikit lelah dan lengket setelah menaiki kereta kuda hampir enam jam. ucapku sembari menarik tangan jie jie Yuan yang sedari tadi diam di sampingku untuk masuk kedalam kalung dimensi.
******
aku membuka mataku bersamaan dengan tubuhku dan jie jie Yuan yang telah pindah ke dalam istana yang berada di dalam dimensi ku. " baiklah jie jie, saat ini aku merasa sedikit lelah, jadi aku akan langsung memasuki kamarku saja." ucapku sembari melangkahkan kakiku memasuki istana dan berjalan menuju kamarku. namun baru beberapa langkah aku berjalan, aku sudah di kejutkan dengan munculnya Gege Lang, Gege long dan xie yu.
" selamat datang mei mei. setelah sekian lama akhirnya kau datang lagi ke sini. kupikir kau sudah lupa dengan keberadaan kami dan ruang dimensi ini, belum lagi tadi yang kau panggil keluar hanya Han, xi dan mo. dan kami kau biarkan di sini." ucap Gege Lang sembari menatapku dengan tatapan antara sendu dan sinis.
" nanti saja kau mengeluh ya Gege, saat ini tubuhku lelah. aku ingin beristirahat." ucapku sembari melangkahkan kakiku tanpa mempedulikannya.
" mei mei.. hei,.. apa kau sudah tidak memperdulikan ku lagi..?? ucap Gege Lang saat aku hanya berjalan dan mengacuhkannya saja.
aku terus melangkahkan kakiku hingga kakiku berhenti di depan dua buah pintu yang lumayan besar. aku menarik nafas berulang kali sebelum akhirnya aku membuka pintu berdaun dua itu, namun baru saja aku membuka pintu aku langsung di kejutkan dengan kehadiran sesosok manusia yang akhir akhir ini jarang sekali muncul. " Guan.." ucapku sambil berlari dan menghambur kepelukan ya begitu aku tiba di hadapannya. " aku sangat merindukanmu. mengapa beberapa bulan ini kau tidak pernah datang untuk menemui ku..?? ucapku sembari membenamkan kepalaku di dadanya dan menghirup dalam - dalam aroma Cendana yang keluar dari tubuhnya.
" maafkan aku permaisuri ku, bukannya aku tidak ingin menemui mu. namun akhir akhir ini, pekerjaanku sangat banyak hingga aku belum bisa untuk menemui mu." ucap Guan sembari memelukku dengan erat dan mencium puncuk kepalaku dengan lembut.
" baiklah, tidak apa apa. aku bisa memakluminya. oh ya, mengapa kau tiba tiba muncul disini..?? ucapku sembari melepaskan pelukan dan menatap wajah nya lekat lekat.
" karna aku sangat merindukanmu sayang.." ucapnya lembut sembari membelai wajahku dan membuka cadar yang aku kenakan. bulu kudukku tiba tiba saja merinding saat wajahnya mendekat ke wajahku begitu cadarku terlepas dan terjatuh di lantai. mataku terbelalak begitu aku merasakan sesuatu yang kenyal dan lembut menyentuh bibirku dan mengulumnya. jantungku berdegup dengan kencang saat dia tiba tiba saja menciumku. aku mencoba untuk menenangkan jantungku yang seakan akan akan copot dengan cara memejamkan mata dan mengikuti gerak bibir nya yang mulai mengulum bibirku. lama kami dalam posisi itu hingga beberapa waktu kemudian kami mulai kehabisan nafas dan Guan melepaskan pangutannya. " aku sangat menginginkanmu saat ini. namun aku tau bahwa kita belum bisa untuk melakukan hal itu sekarang. kau pasti akan menolak bila aku memintanya untuk sekarang." ucapnya setengah berbisik di telingaku sembari memelukku dengan erat dan menelungkup kan kepalanya di ceruk leherku.
" maafkan aku, bukan nya aku tidak mau. tapi untuk sekarang keadanku sedang tidak memungkinkan. urusanku di sini belum selesai. kau paham kan maksudku...?? ucapku pelan sembari membalas pelukannya.
" aku tau itu. untuk itu, segera lah selesaikan urusanmu itu. agar aku bisa membawamu ketempat seharusnya dirimu berada." ucapnya yang terdengar parau sembari menghela nafas kasar...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
hai hai hai... author kembali lagi nihπ
jangan lupa untuk meninggalkan jejak berupa like, koment, rate bintang lima, and vote yahhh ππ₯Ίπ€
** see you in the next chapter πππ**