My Life Journey

My Life Journey
Hutan Tengkorak II



Karna terkejut, Han Yuna tertegun sejenak sebelum pada akhirnya ia bergerak mencoba untuk melepaskan diri.


"Siapa kau??" ucap nya di sela-sela usaha nya itu.


"Hiks.. Ratu, akhirnya Anda kembali ke dunia ini setelah 1000 tahun pergi meninggalkan kami di hutan ini." Bukan nya melepaskan, sosok itu tampak malah semakin memeluk Han Yuna erat.


"Lepaskan aku.. dan apa maksud mu dengan 100 tahun.." Mendorong dengan sekuat tenaga, akhirnya sosok yang memeluk nya itu terlepas.


Mendapati penolakan itu, setelah terdiam sesaat sosok yang memeluk Han Yuna itu tiba-tiba saja berlutut di tanah dan berkata "Ampuni kelancangan hamba Yang mulia,.. hamba terlalu senang karna anda telah kembali setelah 1000 tahun, hingga hamba melupakan status hamba sendiri dan dengan lancang nya, menyentuh anda.." Seolah telah melakukan kesalahan yang teramat fatal, sosok itu bahkan mengucapkan kata-kata itu dengan sekali tarikan nafas.


Mendengar penuturan sosok yang sedang berlutut di hadapan nya itu,.. Han Yuna semakin terkejut.


" Ka..kau siapa,.. dan bagaimana kau bisa memeluk orang dengan seenak nya begini.." Setelah tenang sedikit, Han Yuna langsung berucap sembari mengamati penampilan dari sosok yang memeluk nya barusan itu.


Di depan Han Yuna saat ini, telah berlutut seorang laki-laki tampan berkulit putih halus dengan rambut putih panjang, bermata biru, hidung mancung dan memiliki rahang yang tegas.


Semakin menyerngit bingung setelah melihat penampilan luar biasa dari laki-laki di hadapan nya, Han Yuna tiba-tiba saja merasakan sakit kepala saat melihat laki-laki tampan itu malah berlutut dengan air mata yang masih setia menetes dari sudut matanya.


"Kau sebenar nya siapa?? berhentilah menangis, bangkit lah dahulu.." Kembali mengulang pertanyaan yang sama karna sosok yang di hadapan nya itu, tidak menjawab nya sedari awal.


"Na.. nama hamba Bai Long yang mulia,.. hamba adalah jelmaan dari harimau bulan yang tadi berdiri di hadapan anda." Akhirnya, laki-laki itu berucap juga,.. walau sedikit terbata.


" Ka..kau adalah jelmaan dari harimau besar sebelum nya?? Bagaimana bisa??" Langsung mengitari sekeliling, han Yuna tampak mencari sosok mahkluk berbulu sebelum nya.


"Hamba berkata benar Yang mulia,.. Hamba memang adalah jelmaan dari harimau sebelum nya.. jika yang mulia tidak percaya, hamba bisa berubah kembali ke penampilan asli hamba."


"Tidak usah. melihat dari gayamu mu dalam bentuk ini dan dalam bentuk harimau sebelum nya, aku bisa percaya. karna kalian tampak mirip." Langsung menjawab sembari mengangguk tiga kali setelah mencari harimau Yang ada sebelum nya, namun tidak di temukan.


"Tapi sebelum itu, berdirilah terlebih dahulu. karna aku tidak suka melihat ada orang lain yang berlutut di hadapanku. Apalagi orang itu adalah seorang laki laki." ucap Han Yuna lagi.


"Tapi yang mulia,.. Hamba bukanlah manusia sungguhan, hamba hanyalah jelmaan dari harimau bulan." ucap sosok itu sembari bangkit berdiri dengan ragu ragu.


" Menurut lah. karna aku tidak menerima bantahan."


ucap Han yuna sambil menatapnya yang langsung berdiri namun kepala nya masih saja tertunduk.


"Sekarang bisa kau jelaskan kepadaku mengapa kau memanggilku dengan sebutan Yang mulia sebelum nya??"


" Itu.. Hamba memanggil Anda dengan yang mulia, karna anda adalah Ratu kami."


" Itu benar yang mulia,.. Anda adalah reinkarnasi dari Ratu kami yang telah Meninggal pada seribu tahun yang lalu. dan untuk daerah kekuasaan sendiri, anda berkuasa di dunia bawah. atau lebih tepat nya, di dunia neraka" Menjelaskan dengan antusias.


" Bagaimana ini bisa terjadi,.. mengapa ucapan mu dan kakek yang menjumpai aku sebelum nya bisa sama?? apa kah kalian telah bekerja sama untuk mengerjai ku??" Curiga, Han Yuna menatap Bailong dengan tajam.


" Ham..hamba tidak berani yang Mulia.. Bagaimana mungkin Hamba bisa sampai mengerjai Tuan hamba sendiri??" menjelaskan dengan sedikit panik.


" Tuan?? Aku adalah Tuan mu?? Bukan kah sebelum nya kau mengatakan bahwa aku adalah ratu kalian??"


(N.T


DISINI PENGGUNAAN KATA TUAN DAN RATU AGAK AKU BEDAKAN. WALAU MENJURUS KE ARAH YANG SAMA, TAPI AKU MENGARTIKAN NYA DENGAN SEDIKIT BERBEDA. TUAN DISINI LEBIH MASUK KE ARTI MAJIKAN. SEDANGKAN RATU LEBIH MASUK KE ARTI PEMIMPIN NYA.


ARTI NYA SAMA SIH,.. CUMA AKU BEDAKAN AJA SEDIKIT.)


" Benar yang mulia,.. Anda memang adalah Ratu kami. namun lebih dari itu, hamba juga merupakan hewan kontrak atau bisa di simpulkan sebagai mahluk pelindung Anda. dan bukan hanya hamba saja. masih ada tiga mahluk lain yang sedang menunggu Anda di tempat lain."


" Ini... bagaimana ini bisa terjadi,.. maksudku, bagaimana mahkluk sepertimu bisa jadi hewan kontrakku...


Aih,.. jadi ini adalah maksud dari perkataan kakek Shi sebelum nya.."


.


" Itu benar yang mulia.. jika si tua bangk.. eh, maksud hamba orang tua itu ada memberi tahu tantang sosok yang menunggu Anda di tempat ini, maka itu adalah saya dan beberapa makhluk lain yang sedang menjaga gua air surgawi.."


" Gua air surgawi,.. eh iya.. itu lah tujuan ku kemari."


menatap dengan antusias, karna pencarian nya akhirnya mendapat titik terang, Han Yuna tanpa sadar mengguncang bahu sosok laki-laki tampan yang berada di hadapan nya itu.


" Bisakah kau tunjukkan padaku letak dari Gua itu? karna alasan sedari awal aku memasuki hutan ini, adalah karna aku mengikuti perintah dari kakek Shi yang mengatakan agar aku memasuki hutan ini."


" Sangat bisa yang mulia,.. karna bagaimana pun, itu adalah tugas hamba untuk membawa anda ke air surgawi. tapi sebelum itu, ada baiknya kalau kita pergi menemui saudara-saudara ku yang lain dahulu. karna bagaimana pun, mereka itu sama seperti saya yang sangat merindukan kedatangan anda kembali."


" Baiklah,.. mari kita pergi untuk menemui mereka dulu. karna aku juga penasaran dengan bentuk mereka saat ini."


" Baik yang mulia,.. kalau begitu mari ikuti saya." Bai long langsung Melangkah ke arah yang berlawanan dengan Han Yuna yang mengikuti dari samping nya, mereka tampak berjalan menelusuri hutan hingga akhir nya hilang dari pandangan.