My Life Journey

My Life Journey
Part 66



Pelelangan pada sesi ke tiga sudah berlangsung sejak lima belas menit yang lalu, dan kini harga pil yang sebelumnya dilelang dengan harga tiga ribu koin emas, sekarang sudah mencapai harga sembilan ribu delapan ratus koin emas. aku terus memperhatikan orang orang yang menawar, baik itu dari lantai satu maupun orang-orang yang berada di dalam ruangan di lantai dua. hampir semuanya berebut, dan menawarkan harga yang kian melambung. aku terus memperhatikan mereka, hingga suara penawaran mulai sepi dikala harganya sudah memasuki angka sepuluh ribu koin emas.


" sepuluh ribu koin emas,.." aku kembali mendengar suara dari ruangan nomor delapan. memang ruangan ini sudah mengeluarkan harga penawaran semenjak pil ku itu resmi di lelang tadi.


" Empat belas ribu koin emas." suara itu berasal dari ruangan nomor lima. ruangan dimana para anggota kekaisaran Han berada. dan yang barusan menawar itu adalah suara dari selir kedua. para penghuni dari ruangan ini memang juga sudah mengeluarkan penawaran harga sedari lima belas menit yang lalu. dan yang menjadi lawan nya menawar adalah ruangan delapan. mereka sedari tadi terus saja memperebutkan pil itu dan tidak henti hentinya mengeluarkan penawarannya hingga ruangan delapan mengeluarkan angka penawaran yang membuat para penghuni ruangan nomor lima menghening.


" Dua puluh ribu koin emas." Aku tersenyum lebar dibalik cadarku karna yang mendapatkan pil ku bukan para bajingan itu dan yang lebih membuatku semakin memperlebar senyumanku adalah, ketika aku mengedarkan Indra spritualku untuk memeriksa ruangan itu, aku mendapati bahwa seisi dari ruangan ini sedang menampilkan raut wajah marah. dan aku juga mendengar umpatan-umpatan yang mereka keluarkan untuk para penghuni ruangan nomor delapan.


" Baiklah, setelah melewati serangkaian penawaran yang panjang tadi, akhirnya kita menemukan pemenangnya,.. selamat ya, untuk ruangan momor delapan." aku kembali menatap Su Zia yang kini tampak bertepuk tangan sembari memandang ke arah ruangan nomor delapan.


" Selamat ya mei mei,.. akhirnya salah satu pil mu terlelang dengan harga yang tinggi." aku menolehkan pandanganku ke samping kanan. dikala aku merasakan tangan jie jie Yuan menepuk punggungku dengan pelan.


" Terimakasih jie jie, tapi apa tidak terlalu cepat untuk mengucapkan ucapan itu sekarang,.." ucapku sembari memandangnya dengan tersenyum kecil.


" Tidak ada yang terlalu cepat dan terlalu lambat mei mei,.. karna kalau menurutku, semua ungkapan dan perasaan bisa langsung diucapkan asalkan orang yang mau kita ucapi itu ada di depan kita." balasnya dan aku bisa melihat lewat sudut matanya yang melengkung yang menandakan, bahwa ia juga sedang tersenyum kepadaku.


" Terserah kau lah jie jie." ucapku pada akhirnya sembari menghela nafas lalu menoleh lagi ke arah panggung dikala kudengar kembali suara dari Su Zia.


" Baiklah, karna barang kedua sudah terlelang, maka mari kita masuki barang yang ketiga. barang yang ketiga ini, mungkin akan membuat kalian sedikit terkejut, dan senang di saat yang bersamaan. mengapa aku mengetakan begitu, itu karna barang ini merupakan barang yang sama seperti barang yang kedua tadi. yaitu, sebuah pil mutiara salju yang sengaja kami lelang secara terpisah. Kalian mungkin yang bertanya- tanya, mengapa kami pihak lelang memisahkan pil ini dan tidak menyatukannya saja saat dilelang,.." aku bisa melihat Su Zia yang menarik nafas pelan lalu menghembuskan nya dengan pelan pula saat ia mengucapkan kata-kata barusan, lalu ia menambahkan.


" itu karna kami ingin kalian merasa adil, kenapa aku berkata begitu, alasannya ada beberapa yaitu, yang pertama, kalau kami melelangnya secara bersamaan, maka otomatis, harga lelang awalnya akan sangat tinggi, dan otomatis akan membuat banyak diantara kalian yang langsung mengundurkan diri karna sudah tidak sanggup. yang kedua, kami ingin yang menikmati pil ini tidak dari satu pihak saja, melainkan kami ingin pihak lain juga ikut merasakannya.. Apa kalian paham sekarang mengapa kami melelangnya secara terpisah,.."


" Sudah nona."


" Sudah nona, kami sangat paham dan berterimakasih kepada kalian para pihak lelang, karna kalian begitu adil dalam membuat keputusan." aku bisa melihat banyaknya orang yang antusias setelah melihat dan mendengar penjelasan dari Su Zia barusan. dan aku hanya menggelengkan kepala melihat mereka yang begitu mudah ditipu.


" Alasan yang begitu konyol untuk dipuji. apa mereka benar benar begitu bodoh, hingga mereka bahkan tanpa sadar telah memuji orang yang menipu mereka dengan mengatas namakan keadilan. padahal para pihak lelang hanya ingin mendapatkan keuntungan yang berlipat dari hasil pelelangan pil itu,.." aku segera menarik pandanganku dari panggung begitu aku mendengar suara dari Xie yu yang menggerutu.


" Apa kau tidak tau Xie yu, bahwa dengan pihak lelang yang menjual pil itu dengan terpisah, dan dengan orang orang bodoh itu yang menyambut nya dengan antusias maka keuntungan yang akan kita dapatkan akan lebih banyak,.." aku hanya menghela nafas begitu ku dengar Gege Long menimpali perkataan dari Xie yu sebelumnya.


" Aku bukannya tidak tau akan hal itu, tapi aku hanya merasa bahwa mereka itu memang benar benar sangat bodoh saja, hingga hal seperti ini saja mereka tidak menyadarinya dan malah menganggap sebagai perbuatan mulia." ucap Xie yu lagi sembari menatap Gege long.


" Baiklah, karna kalian sudah mengerti, maka dengan ini, pil mutiara salju ini resmi kami lelang kembali. harga awalnya masih sama dengan pil yang pertama tadi, yaitu tiga ribu koin emas. dan setiap kelipatan nya juga sama yaitu dua ratus koin emas." aku segera menolehkan kepalaku ke panggung kembali setelah suara Su Zia kembali terdengar.


" Delapan ribu koin emas." Aku terhentak saat suara penawaran yang lantang langsung terdengar dari ruangan nomor lima begitu Su Zia membuka harga penawarannya.


" Tawar pil itu dengan harga yang tinggi Gege, aku tidak ingin kalau para bajingan itu yang mendapatkan pil itu. dan kalaupun mereka yang akan mendapatkannya, aku ingin mereka mengeluarkan harga yang sangat tinggi untuk sebutir pil itu." ucapku melalui pikiranku langsung ke semua orang yang kubawa melalui pikiranku.


" Kau masih ingin bermain mei mei,.. baiklah, aku akan memainkannya untukmu." kudengar suara dari Gege mo yang membalas ucapanku barusan.


" Sebelas ribu koin emas." ucapnya langsung dengan tak kalah lantangnya setelah aku menyuruhnya barusan.


" Lima belas ribu koin emas." aku langsung menatap ruangan nomor satu setelah mendengar suara penawaran yang berasal dari ruangan itu.


" Delapan belas ribu koin emas." Aku langsung menatap Gege xi setelah ia mengeluarkan penawarannya barusan.


" Jangan terlalu tinggi Gege,.. takutnya nanti mereka malah mengalah dan pilnya malah jatuh kekita." ucapku sembari menatapnya.


" kau tenang saja mei mei,.. aku tau dengan apa yang ku kerjakan." ucapnya membalas perkataanku.


" sembilan belas ribu koin Emas." aku langsung tersenyum di balik cadarku setelah aku kembali mendengar suara penawaran dari ruangan nomor lima.


" dua puluh satu ribu koin emas." senyum di bibirku semakin lebar setelah setelah aku mendengar kembali suara penawaran dari ruangan nomor satu.


"cukup Gege,.. jangan ada yang menawar lagi." ucapku dalam pikiran mereka yang langsung diangguki oleh mereka.


" wah,.. luar biasa sekali, ternyata harga untuk pil yang ke dua ini lebih tinggi sedikit dari yang pertama. selamat ya untuk ruangan satu." ucap Su Zia lagi setelah ruangan satu mengeluarkan penawarannya dan setelah itu tidak ada lagi yang mengeluarkan penawarannya.


" Baiklah, karna barang yang ke tiga sudah terlelang maka mari kita memasuki barang lelang ke empat. barang yang akan dilelang kali ini adalah sebuah Pedang yang tingkatannya berada di tingkat legenda. pedang ini adalah salah satu tempaan dari seorang master penempa dari kekaisaran tetangga. untuk kekuatan dari pedang ini kurasa kalian tidak perlu meragukannya lagi. karna pedang ini akan sangat dasyat ketika digunakan dalam sebuah pertarungan." aku segera menarik Indra spritualku dari ruangan tempat keluarga kekaisaran itu berada dan langsung mengarahkan tatapanku ke arah Su Zia ketika aku mendengar perkataannya barusan. dan aku mendapatinya yang sedang membuka kotak yang berada di depannya yang menunjukkan sebuah pedang dengan gagang berwarna hitam dengan ukiran kepala naga di gagang itu.


"Untuk harga dari pedang ini, kami mulai dari harga tiga ribu lima ratus koin emas. dan setiap kelipatan nya kami beri harga dua ratus koin emas." ucapnya lagi sembari menampilkan senyumnya yang menggoda.


" Pedang yang lumayan bagus." aku menolehkan kepalaku ke tuan Xiang ketika aku mendengarnya bersuara barusan.


" Bagus dari mananya,.. pedang itu bahkan lebih buruk kualitasnya dari panah yang sebelumnya di lelang." Aku langsung menolehkan kepalaku ke gege Xi ketika ku dengar ia membalas perkataan dari tuan Xiang barusan.


" Benarkah,.. tapi menurutku, dari ukiran naga di gagang pedang itu, sudah menunjukkan bahwa pedang itu sangat hebat." Balas tuan Xiang lagi.


" Mengapa tuan bisa menilai kualitas sebuah pedang hanya dari ukiran gagangnya saja. bukankah itu terdengar sangat konyol,.." Aku segera melirik tajam ke arah Gege xi ketika kudengar ia berbicara dengan nada yang sedikit sinis ke tuan Xiang.


" Maksudku bukan pedangnya yang hebat tuan, tapi ukiran naga yang berada di gagang pedang itu yang hebat." ucap tuan Xiang lagi.


" Maksud tuan,.."


" Haih,.. maksudku tadi, Apa tuan tau kalau naga itu merupakan mahluk agung yang layak di puja. Naga itu merupakan mahluk yang keberadaanya sangat misterius tapi walau begitu semua orang tau kalau Naga itu sangat hebat, kehebatannya sangat luar biasa, dan asal tuan tau ya, sekali mahluk yang agung itu marah dan mengeluarkan api dari mulutnya, maka bersiaplah, karna satu kekaisaran bisa lenyap. hanya dengan sekali semburan api itu." aku langsung menatap tuan Xiang dengan datar setelah mendengar perkataannya barusan.


" Cukup tuan, khayalan tuan terhadap mahluk terkutuk itu sudah sangat tinggi. aku mengenal mahluk yang tuan katakan. bahkan bisa dibilang kalau aku sangat mengenalnya. dan asal tuan tau, naga itu tidak sehebat itu. naga itu hanyalah mahluk terkutuk yang hari harinya hanya dilalui dengan tidur dan makan, memerintah orang seenaknya dan membunuh orang seenaknya juga. Aduh sakit,.." aku segera mengalihkan tatapanku ke Gege Han ketika ia langsung saja memukul kepala Gege xi dengan keras.


" apa yang kau lakukan,.. sakit tau." ucap Gege xi sembari mengelus elus kepalanya yang tampak benjol karna di pukul dengan keras oleh Gege Han.


" Itu hukuman untukmu karna telah berani beraninya mengata-ngatai mahluk agung seperti naga itu. Dan asal kau tau ya, naga itu memang sehebat itu, dia bahkan bisa menghancurkan mu dan seluruh keturunanmu bila ia marah." ucap Gege han sembari tersenyum remeh menatap Gege xi.


" Mei mei,.. lihat si gila itu, ia bahkan berani memukul kepalaku hingga benjol begini hanya karna aku mengatai naga yang memang sangat terkutuk itu dengan kata terkutuk." Aku hanya menatap datar Gege xi yang barusan mengadu kepadaku itu.


" Lihat, mei mei saja tidak peduli padamu." aku hanya menatap mereka dengan menghela nafas kasar lalu berbicara.. " Tuan Xiang, Maafkan kelakuan para Gege ku ini yang membuat tuan kurang nyaman." ucapku sembari menatap tuan Xiang.


" Tidak apa apa tuan, aku bisa mengerti kalau mungkin saudara tuan yang ini tidak setuju dengan perkataan ku barusan." ucap tuan Xiang sembari tersenyum kecil menatapku.


" aku memang tidak setuju dengan perka,.." ucapan Gege xi terpotong di kala aku memelototkan mata ke arahnya.


" Selamat kepada ruangan nomor lima karna telah berhasil mendapatkan pedang yang sangat bagus ini dengan harga lima belas ribu koin emas." aku segera menolehkan kepalaku lagi ke panggung setelah aku mendengar suara dari Su Zia yang mengatakan bahwa ruangan nomor lima atau ruangan yang ditempati para keluarga kekaisaran Han, mendapatkan pedang itu dengan harga yang lumayan tinggi.


" memang kalian para orang rendahan hanya layak untuk mendapatkan barang yang kualitasnya rendahan seperti itu. dan pilku yang kualitasnya sangat tinggi, akan terlalu berharga untuk bila kalian mendapatkannya." ucapku dalam hatiku sembari menatap sinis ruangan nomor lima.


.


.


.


.


.


.


*hai hai hai,.. apa kabar kalian semua,..


jangan lupa untuk meninggalkan jejak dan saran ya*,..


** see you in the next chapter 🙏😇