My Life Journey

My Life Journey
part 29



"kalau begitu mari kita pergi sekarang nona,.." segera tatapanku ku arahkan kepada putra mahkota dan kudapati bahwa ia nampak sudah tidak sabar untuk melihat ibundanya sembuh.


"Tidak, kita tidak akan pergi sekarang. kita akan berangkat besok pagi saja. karna keadaan kalian baru pulih dan tenaga kalian belum kembali seutuhnya. aku tidak mau nanti saat di tengah jalan kalian semua pingsan karna kehabisan tenaga dan itu akan semakin merepotkan ku dan jie jie ku." ucapku sambil menatap mereka kembali


aku menatap putra mahkota yang nampak menundukkan kepalanya dengan raut sedih


"tenang saja, aku hanya menunda perjalanan dan bukan menghentikan perjalanan. jadi tidak usah khwatir jika ibunda mu tidak akan selamat" ucapku


"maaf nona, tapi bisakah kami mengetahui nama nona berdua ini." kutatap salah satu dari laki laki yang memperkenalkan dirinya sebagai jenderal xin. lalu berkata "namaku adalah Yuna dan ini adalah jie jie ku Yuan." ucapku sembari masih menatapnya.


aku menatapnya kembali yang nampak menyerngitkan dahinya setelah mendengar perkataan ku barusan. " ada apa paman, apa ada yang salah dengan perkataan ku..??"


"tidak nona, hanya saja apa nona berdua ini tidak memiliki marga..??" ucapnya kembali sambil menatap ku dan jie jie yuan


aku menghela nafas panjang setelah mendengar perkataannya barusan. lalu kutatap ia lekat sambil berkata "kami memiliki marga. tapi marga kami tidak penting untuk Kalian ketahui." ucapku sambil menatapnya dingin karna jujur saja, pertanyaan yang barusan ia keluarkan membuatku menjadi sangat kesal karna ia menanyakan margaku yang membuatku teringat dengan perlakuan perlakuan buruk dari orang orang istana pada tubuhku sebelumnya.


"Ma,.. maaf nona jenderal tua ini hanya penasaran saja." ucapnya setelah ia melihat tatapanku Lalu langsung menundukkan kepalanya.


aku menoleh kesamping dimana jie jie yuan sedang berdiri dan menatapku ketika ia tiba tiba saja menepuk pelan bahu kiriku. lalu aku mendapatinya yang sedang menggelengkan kepala pelan dikala ia melihat aku yang menoleh kearahnya.


aku kembali menghela nafas panjang. dikala aku melihat gelengan kepalanya. lalu aku bangkit berdiri dan melangkah meninggalkan mereka menuju ke kamarku. tapi sebelum aku benar benar masuk kedalam, aku membalikkan lagi tubuhku dan menatap ke arah mereka dan berkata,.. "sebaiknya kalian kembali kekamar kalian masing masing dan berkultivasi disana. supaya tenaga kalian cepat kembali dan besok kita bisa berangkat dengan menggunakan ilmu peringan tubuh tanpa adanya kehabisan tenaga dalam." ucapku lalu aku melangkah memasuki ruangan ku sendiri setelah berkata barusan.


*****


# keesokan harinya #


Matahari sudah menyinari bumi sedari tadi, dan kami berdelapan saat ini tengah berlari sambil menggunakan ilmu peringan tubuh yang kami miliki menuju ke istana kekaisaran Lu. sebenarnya kami sudah berangkat sedari tadi sebelum matahari terbit, namun lambatnya laju lari dan tingkat kultivasi ke enam laki laki yang jauh dibawah ku dan jie jie yuan yang membuat perjalanan kami menjadi lambat, Aku menghela nafas lega ketika aku dan mereka bertujuh sudah sampai dan berdiri di depan sebuah bangunan yang sangat besar lebih tepat ya di depan istana kekaisaran Lu.


" akhirnya kita sampai juga ayahanda." aku menoleh ke samping kananku dimana putra mahkota berdiri dengan kaisar lu yang berdiri di sampingnya ketika suaranya terdengar ke telingaku


"iya, kita sudah sampai." ucap kaisar lu terdengar menimpali perkataan putra mahkota barusan.


aku kembali menatap ke arah depan dimana banyak orang yang berlalu lalang dengan mengenakan pakaian yang sama


"mungkin mereka prajurit di istana ini" gumam ku dalam hati karna aku melihat adanya perisai yang terbuat dari besi di genggamannya dan pedang yang tergantung di pinggang mereka masing masing


aku juga menatap mereka yang sesekali membungkukkan badan ke arah kami, tidak bukan ke arah kami melainkan ke arah kaisar lu dan putra mahkota.


aku mengalihkan pandanganku ke arah kiri tubuhku dimana jie jie yuan berdiri, kutatap ia yang masih menatap ke arah bangunan yang berada di depan kami itu tanpa mengedipkan mata nya. " jie jie,.." ucapku memangilnya yang seketika menolehkan pandangannya menjadi ke arahku.


"Ada apa Mei Mei,.." ucapnya sambil menatapku.


"Ternyata istana kekaisaran Lu sangat besar mei mei." ucapnya sembari menolehkan kembali tatapannya ke arah bangunan yang berdiri didepan kami itu.


" Iya jie jie, istana ini bahkan lebih besar dari istanaku yang berada di dimensi." ucapku sambil mengikutinya yang memandang kearah bangunan yang berada didepan kami itu.


"Tunggu apa lagi nona, mari masuk dan mengobati ibundaku." pandanganku seketika buyar ketika aku merasakan tangan kananku ditarik oleh putra mahkota setelah aku mendengar suaranya barusan.


"Hei hei,.. lepaskan tanganmu dari tanganku aku bisa jalan sendiri." ucapku sambil melepaskan tangannya yang mencengkram pergelangan tangan kananku itu. lalu aku berjalan di belakangnya mengikuti langkahnya dan kaisar lu yang telah berjalan di depan kami diikuti oleh jie jie yuan beserta ke empat jendral di belakang kami


.


.


.


.


.


.


.


.


.


*hai hai hai... masih ingat kan sama author yang jarang nongol ini..??😁😁 maaf kan author ya... 😣😔


jangan lupa ya buat


like


koment


rate bintang lima


and vote yahhhh 🙏🙏


see you in the next chapter 😊😊😇*