
Sebulan sudah kami tinggal di Istana kekaisaran ini, dan banyak sudah pengalaman pengalaman berharga yang aku dan jie jie Yuan lalui selama kami berdua tinggal disini. dan untuk alasannya sendiri mengapa aku dan jie jie tinggal sampai selama itu di kekaisaran ini padahal batas waktu perjanjian yang kami buat hanya sampai satu Minggu saja adalah karna sekarang aku dan jie jie Yuan sudah diangkat menjadi putri di kekaisaran ini. dengan jie jie Yuan sebagai putri pertama dan aku sebagai putri kedua sekaligus menjadi putri mahkota. kalian pasti bertanya mengapa bisa aku dan jie jie yuan bisa menjadi putri di kekaisaran terbesar yang berada di benua Zona ini kan...???
...itu semua karna......
...flashback......
Tiga hari terakhir kami tinggal di kekaisaran ini, aku dan jie jie selalu melakukan tugas kami dengan baik dan rutin. kami selalu memastikan dan menjaga kesehatan tubuh permaisuri dengan memberikan obat obat yang selalu ku ambil dari ruang dimensi ku.
mengajari dan membantunya dalam berolahraga hingga kini tubuhnya sudah benar benar pulih seutuhnya. dan malam ini tepat dimalam ke enam kami tinggal disini, yang mana saat ini aku dan jie jie Yuan sedang mengemas barang barang yang akan kami mau bawa kembali ke rumah kami yang berada di pinggir hutan tengkorak.
" jie jie, apa semuanya sudah beres..?"tanyaku kepada jie jie Yuan
" sudah mei mei, tinggal kau masukkan saja ke dalam ruang dimensi mu agar kita tidak perlu kerepotan besok saat kita akan membawa nya kembali." ujarnya sambil melipat sisa kain terakhir yang akan kami bawa.
" baik lah jie jie," ucapku sambil mendekat kearahnya yang sedang duduk di atas ranjang dengan kain kain hanfu yang sudah dilipat rapi di depannya. lalu ku sentuh kalung yang berada di leherku menggunakan tangan kanan dan ku kibaskan tangan kiriku ke udara sambil memandang kain kain itu setelah aku sampai di samping jie jie Yuan.
"sudah jie jie." ucapku sambil menatapnya yang telah berdiri dari posisi nya yang dibalas anggukan kepala olehnya.
" baiklah mei mei, karna sekarang belum terlalu larut dan besok kita akan kembali, bagaimana jikalau kita berkeliling di istana ini untuk yang terakhir kalinya..?" ujar jie jie Yuan
" hmm, ide yang bagus. mari jie jie, kita kelilingi istana ini untuk yang terakhir.. ucapku kepadanya yang disambut dengan gembira olehnya.
" mari mei mei, ucapnya dengan gembira sambil langsung menarik tanganku menuju pintu keluar dari kamar yang kami tempati yang memang sengaja kami buka.
Kami mengelilingi istana dengan bahagia, mulai dari lapangan latihan, taman kerajaan, aula kerajaan dan bahkan kami masuk kedalam dapur kerajaan yang sangat besar dan luas. kami menyapa orang orang yang kami lalui, baik itu para pelayan, pengawal, para menteri, dan pejabat pejabat istana lainnya. kami terus melangkahkan kaki sambil sesekali tertawa saat kami berhasil mengejutkan para pengawal yang sedang berjaga hingga mereka terlonjak kaget, bahkan ada yang sampai pingsan dikala kami berjalan mengendap endap dan tiba tiba berdiri didepannya sambil mengeram atau sambil menirukan gerakan harimau yang sedang mengeram, hingga tanpa sadar kami telah sampai ke sebuah taman yang dekat dengan kediaman permaisuri, disana kami bisa melihat adanya permaisuri dan kedua pangeran yang sedang duduk dan sesekali bercanda dan tertawa lepas, atau kadang permaisuri yang marah marah kepada putra mahkota sambil menjewer telinganya dikala putra mahkota berhasil membuat adiknya atau pangeran Lu feilong marah dan kejadian itu berhasil membuat aku dan jie jie Yuan tertawa dikala melihat raut wajah putra mahkota yang memerah sambil meminta ampun pada permaisuri.
aku mengalihkan pandanganku ke arah lainnya atau lebih tepatnya mengitari taman yang sedang permaisuri dan kedua pangeran gunakan untuk bermain, hingga mataku berhenti pada seseorang yang berdiri pada sisi lain taman. seseorang itu tak lain yaitu selir meng. aku bisa melihat raut sedih dan air mata yang mengalir dari kedua sudut matanya. ntah apa yang membuatnya hingga mengeluarkan air mata namun yang jelas aku bisa melihat bahwa selir meng sedang menatap kearah dimana permaisuri dan kedua pangeran bercanda.
aku kembali mengalihkan pandanganku ke arah jie jie yang sedang asik menatap kearah permaisuri dan kedua pangeran.
" jie jie, lihat itu.." ucapku kepadanya sambil menunjuk dimana selir meng berada.
" eh, itu selir meng kan...?? mengapa beliau menangis...??" ucapnya sambil menatap kearah selir meng lalu kembali menatapku.
" aku tidak tau jie jie, yang jelas aku bisa melihat bahwa selir meng sedang sangat sedih, entah apa yang di tangis kan. tapi dari tadi tatapannya tak bisa lepas dari permaisuri dan ke dua pengeran" ucapku sambil menatapnya.
" sepertinya aku bisa mengerti mei mei, mari kita hampiri beliau." ucapnya sambil langsung menarik tanganku ke arah dimana selir meng
berdiri.
"Hormat kami kepada yang mulia selir," ucapku dan jie jie bersamaan dikala kami sudah sampai ditempat selir meng berada.
" Eh nona, apa yang kalian berdua lakukan disini...? ucapnya dengan sedikit nada terkejut.
" kami hanya sedang berkeliling di istana ini yang mulia, besok kami akan kembali, jadi kami ingin berkeliling untuk yang terakhir kalinya sebelum kami akan pulang" ucapku kepadanya
" oh, jadi besok kalian akan pulang ya.." ucapnya yang terdengar lirih di telinga.
" iya yang mulia, besok kami akan pulang. "
ucapku kembali...
" aku hanya sedang mencari udara segar nona." ucapnya kembali.
" oh baiklah, tapi maaf jika saya lancang, saya hanya ingin bertanya, mengapa anda kelihatan sangat sedih...? " tanya jie jie Yuan..
aku menatap ke arah selir meng yang tiba tiba terdiam malu menatap langit yang memang sedang sangat cerah, dimana bintang bintang sedang bertaburan di langit dan bulan purnama yang bersinar dengan gagahnya.
aku bisa melihat airmatanya kembali mengalir dan kini terdengar suara Isak tangis pelan yang keluar dari bibirnya.
" mengapa anda menangis yang mulia," aku menatapnya dengan bingung lalu mengalihkan pandanganku ke arah jie jie Yuan yang ikut juga menampilkan raut wajah sedih.
" sebenarnya ada apa ini, tadi selir meng yang menangis. lalu kini mengapa jie jie juga nampak kelihatan sedih..?" batinku sambil menatap mereka berdua bergantian.
" boleh kah aku memeluk kalian.."? aku terhentak ketika pertanyaan itu meluncur dengan lirih dari mulut selir meng.
namun, belum sempat keterkejutanku hilang, aku kembali di kejutkan dengan selir meng yang tiba tiba saja memelukku dan jie jie Yuan dengan erat. aku hanya bisa membelalakkan mata dan berdiri diam mematung.
aku terhenyak saat tiba tiba tangisan selir meng semakin keras, bahunya bergetar dan aku bisa merasakan kesedihan yang sangat mendalam yang dia keluarkan melalui tangisannya itu. aku mengangkat tanganku perlahan hingga berada di punggungnya dan menepuk nepuk pelan punggung itu, sambil melirik ke arah jie jie Yuan yang melakukan hal tersebut lebih dulu.
aku mencoba berfikir hal apa yang bisa membuat wanita nomor dua di kekaisaran terbesar ini menangis hingga seperti ini. hingga mataku terbelalak dikala aku baru menyadari suatu hal. aku melirik jie jie Yuan dan mencoba memastikan hal yang kupikirkan benar apa tidak dan sepertinya jie jie Yuan mengerti dengan apa yang kupikirkan karna aku bisa melihat adanya anggukan pelan dari kepalanya...
.
.
.
.
.
.
.
ceritanya Bakal aku percepat, jadi kalau nanti si next chapter kalian menemukan adanya kata beberapa bulan kemudian atau kata flashback, itu artinya aku sedang mempercepat jalannya cerita ini.
jangan lupa ya buat,
like
koment.
rate bintang Lima
and vote yahhh
see you in the next chapter 🙏😇