My Life Journey

My Life Journey
Part 57



" huh,.. mengapa kita jadi bahas yang tidak perlu seperti ini sih,.. Dengar yah untuk kalian bertiga.. mulai sekarang, aku ingin kalian semua sama sama memanggilku sebagai ibunda, terutama untukmu yuan'er. dan aku juga ingin agar kalian memanggil putraku sebagai adik kalian. aku tidak ingin ada yang merasa tidak pantas. dan satu lagi, jika ada diantara kalian bertiga yang tidak menurut, maka kalian akan aku hukum." segera kutatap ibunda selir ketiga setelah aku mendengar kata katanya barusan. lalu ku hembuskan nafasku pelan sembari mengangguk " aku setuju ibunda.." ucapku.


" aku juga sangat setuju." ucap pangeran ke empat yang berdiri di sampingku.


" nah, sekarang bagaimana denganmu yuan'er, apa kau masih tidak ingin memanggil aku sebagai ibundamu..??


" itu,.. aku ma,.. mau yang mul,.. eh, ibunda." ucapnya terbata.


" nah,.. begitu dong,.. kalau begini kan sekarang aku jadinya punya tiga orang anak." ucapnya lagi dengan senang.


" kenapa hanya tiga ibunda,.. kan masih banyak putri dan pangeran yang berada di kekaisaran ini,.." ucapku lagi sembari masih menatapnya lalu kudapati ia yang langsung menghela nafas kasar setelah mendengar kata kataku barusan.


" mereka itu anak anak yang sangat nakal dan jahat. mereka tidak mau menurut dan selalu memandang status orang yang lebih rendah dari nya remeh. maka dari itu, apa menurutmu mereka mau menganggap aku sebagai ibundanya, lagipula kalau mereka mau sekalipun aku masih lah berfikir apa aku mau jadi ibunda dari mereka." ucapnya lirih.


" mengapa begitu ibunda,.." ucapku lagi.


" karna ibunda takut kepada mereka. mereka itu sangat jahat. aku takut nanti saat mereka sudah jadi anak anakku, mereka akan menjahati dan mengajak kalian terutama pangeran ke empat yang sudah ku didik sedari kecil dengan susah payah untuk melakukan kejahatan." ucapnya lagi


" oh, jadi begitu.. oh ya ibunda,


ada apa ibunda dan Lian'er datang kesini pagi pagi begini." ucapku


" ibunda datang kini bersama dengan Lian'er hanya untuk berkunjung saja yuna' er, soalnya kemaren ibunda datang ke sini tapi ibunda tidak melihatmu ada di dalam kediaman. makanya ibunda datang kesini. oh ya, kemarin kalian pergi kemana,..??"


" kami hanya pergi ke pasar yang berada di ibukota untuk mencari makanan ibunda." ucapku lagi.


" maafkan ibunda karna kemarin ibunda tidak bisa membantu kalian sewaktu di ruang makan keluarga kekaisaran ya,.." ucapnya lagi.


" tidak apa apa ibunda." ucapku.


" oh ya ibunda, bagaimana jika kita masuk ke kediamanku dan.."


ucapanku terpotong saat tiba tiba saja seorang pelayan wanita datang dengan tergesa gesa menghampiri ibunda selir ketiga.


" Hormat hamba yang mulia, ampuni hamba jika hamba lancang karna telah berani mengganggu waktu yang mulia. Hamba datang kesini karna hamba mau melapor bahwa saat ini didepan kediaman yang mulia, telah datang beberapa orang pelayan yang merupakan pelayan dari kediaman yang mulia selir pertama. mereka datang untuk menjemput yang mulia untuk acara minum teh bulanan." kutatap pelayan yang barusan datang itu dengan seksama. lalu kuarahkan kembali tatapanku kearah ibunda selir ketiga dan ku dapati bahwa ia sedang menepuk kening nya sendiri.


" Yuna'er, yuan'er maafkan ibunda karna ibunda tidak bisa berlama lama berada disini. saat ini ibunda harus pergi untuk menghadiri acara minum teh yang diadakan di kediaman selir pertama." ucapnya sembari menatapku


" tidak apa apa ibunda, pergilah dan jangan buat mereka menunggu lebih lama. karna itu bisa berakibat tidak baik nantinya." ucapku sembari menatapnya.


" kau benar Yuna'er,.. kalau begitu baiklah, ibunda pergi dulu. dan jangan lupa untuk datang berkunjung ke kediaman ibunda Jika kalian punya waktu ya,.." ucapnya lagi sembari membalikkan tubuhnya dan melangkah pergi meninggalkan kami dengan di ikuti oleh pelayan yang datang tadi setelah pelayan itu memberikan hormat kepada kami.


" oh ya jie jie, maafkan aku karna aku juga harus pergi saat ini. karna ada hal penting yang harus segera ku urus." segera kutatap pangeran ketiga yang barusan berbicara lalu kutarik nafas dalam sembari kuangkat tanganku keatas dan menepuk pundaknya pelan.


" baiklah, hati hati dan jangan lupa untuk segera datang lagi kesini setelah urusan mu itu selesai." ucapku


" baik jie jie, kalau begitu aku pergi dulu ya,.." ucapnya sembari membalikkan tubuhnya dan segera menjauh dari kediaman kami.


aku kembali menarik nafas dalam setelah Kutatap ibunda selir ketiga dan pangeran ke empat pergi. lalu kuarahkan tatapanku ke arah jie jie Yuan yang berdiri tak jauh dariku." baiklah jie jie, mari kita masuk dulu,.. Dan Yi ikutlah dengan kami untuk memasuki kediaman." ucapku kepada mereka sembari melangkahkan kakiku memasuki gerbang dan melangkahkan untuk memasuki kediaman.


.


.


.


.


.


.


.


.


***saya selaku dari author dari novel my life journey ingin mengucapkan selamat hari kenaikan bagi yang berumat kristiani dan selamat hari raya idul Fitri 1442 H bagi yang berumat muslim. 🙏🙏😇


*** see you in the next chapter 🙏😇****