
Hari sudah berganti siang, dan matahari sudah naik hingga ke tengah tengah langit yang membentang biru dan bersiap untuk turun kembali ke arah barat. saat ini aku dan jie jie Yuan tengah berada di ruang tamu dan duduk di antara kursi yang berada disana setelah kami baru saja selesai makan siang. kami membicarakan hal hal kecil disana sebelum Yi tiba tiba saja muncul di hadapan kami dengan tubuh yang membungkuk dan melaporkan bahwa ada dua orang yang datang mendekat ke arah rumah yang kami tempati.
" Salam hormat hamba ratu, hamba datang untuk melapor bahwa sebentar lagi akan ada dua orang yang akan datang untuk mengunjungi kediaman ratu." ucapnya
" Ya, aku sudah tau. aku bisa merasakan melalui Indra spritualku bahwa ada dua orang yang sedang berjalan menuju kemari." ucapku sembari menatapnya.
" siapa itu mei mei..??" tanya jie jie Yuan sembari menatapku.
" sepertinya mereka adalah selir ketiga dan pangeran ke empat jie jie." ucapku sembari balas menatapnya.
" apa perlu hamba menghalangi mereka untuk masuk, ratu..??" tanya Yi kembali.
" Tidak. tidak perlu, biarkan saja mereka datang dan masuk dan jangan halangi jalan mereka. karna aku merasakan tidak ada niatan buruk dalam diri mereka." ucapku sembari menatapnya
" Baiklah Ratu, kalau begitu hamba pamit undur diri terlebih dahulu." ucapnya sembari menghilang dari pandangan.
aku menatap jie jie Yuan yang nampak bersemangat begitu tau siapa yang akan datang. " tampaknya jie jie senang sekali karna selir ketiga dan pangeran ke empat akan datang berkunjung kemari." ucapku
" tentu saja aku senang mei mei, karna sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan mereka. lagipula mereka dulu sangat baik pada kita. jadi apa salahnya jika kita menyambut kedatangan mereka dengan baik." ucapnya sembari tersenyum.
aku balas tersenyum melihatnya lalu bangkit berdiri " lalu, tunggu apa lagi jie jie, mari kita keluar dan menyambut kedatangan mereka seperti yang jie jie inginkan karna aku merasakan mereka sudah hampir sampai." ucapku sembari melangkahkan kakiku menuju pintu.
" benarkah, kalau begitu ayo mei mei.." ucap jie jie Yuan sembari bangkit berdiri dan langsung berlari menuju pintu. aku menatapnya sembari tersenyum kecil dan menggelengkan kepalaku pelan. " iya jie jie tapi hati jati jangan lari lari seperti itu juga, jie jie seperti anak kecil yang sedang menyambut kepulangan ayahnya setelah habis perang saja." ucapku kembali sambil terkekeh kecil.
" he he he, iya mei mei.." ucapnya sembari berhenti tepat di depan pintu dan tersenyum lirih kearahku. kutatap ia yang sedang tersenyum itu lalu ia langsung membuka pintu dan ternyata diluar sudah berdiri seorang wanita cantik yang tampaknya seumuran dengan ibunda selir meng dan ibunda permaisuri yang berada di kekaisaran Lu dengan seorang laki laki yang tampak masih remaja berdiri di sampingnya. aku menatap mereka sejenak sebelum pada akhirnya aku berjalan keluar dari pintu itu dan mendekati mereka yang berdiri di depan gerbang dan diikuti oleh jie jie Yuan yang berjalan dibelakangku.
" Hormat hamba kepada yang mulia selir ketiga dan pangeran ke empat, semoga anda selalu diberi kesehatan dan umur yang panjang." aku menoleh kebelakang dan mendapati jie jie Yuan yang tengah membungkukkan tubuhnya ke arah selir ke tiga dan pangeran ke empat setelah ia mengucapkan kata kata penghormatannya barusan.
" Bangunlah Yuan' er, jangan begitu. bukankan sudah kukatakan kepadamu sebelum nya untuk tidak terlalu formal denganku..??" kutatap selir ketiga yang baru selesai bicara " mungkin dia benar benar baik. karna sangat jarang ada orang yang mau mengatakan hal seperti itu kepada seseorang yang hanya dianggap pelayan oleh orang lain." ucapku dalam hati sembari menatapnya.
" Bagaimana kabar kalian selama disana..?? apakah disana ada yang menggangu kalian dan bagaimana kehidupan kalian selama di tempat pengasingan..?? maafkan aku karna aku tidak bisa membantu kalian saat itu." ucap selir ketiga sembari menitikkan air mata dan memegangi tanganku.
" kami baik baik saja ibunda selir ketiga, dan tidak ada yang mengganggu kami selama kami berada di tempat pengasingan." ucapku sembari balas menggenggam tangannya.
kutatap selir ketiga yang langsung melepas genggaman dan langsung meraih tubuhku kedalam pelukannya. " syukurlah, karna kalian baik baik saja. aku sangat mengkhwatirkan kalian selama dua tahun terakhir ini. maafkan aku karna aku tidak bisa membujuk yang mulia kaisar untuk menarik hukumannya kepada kalian saat itu.." ucapnya kembali sambil terisak didalam pelukanku. aku mengangkat ke dua tanganku dan meletakkan nya di punggung selir ketiga. " Ini semua bukanlah kesalahan ibunda, jadi jangan minta maaf begitu kepada kami." ucapku sembari menepuk nepuk punggungnya pelan.
aku menghela nafas lega setelah selir ketiga melepas pelukannya dari tubuhku. dan kini aku beralih menatap pangeran ke empat yang sedari tadi hanya diam saja. " bagaimana kabarmu selama kami tidak berada disini Lian'er" ucapku kepadanya sambil menatapnya yang kini sudah menundukkan kepalanya dalam.
" Ak..aku baik baik saja jie jie, harusnya aku yang menanyakan hal seperti itu kepadamu." ucapnya sembari mengangkat kepalanya dan menatapku. kutatap matanya yang sudah berkaca kaca dan siap untuk mengeluarkan air yang sudah terbendung didalam sana.
" Hei, kau menangis..??" ucapku sembari berjalan mendekatinya.
" Ti,.. tidak, siapa yang menangis..??" ucapnya sembari memalingkan wajahnya dariku begitu aku sampai dan berdiri dihadapannya.
" baiklah jika kau memang tidak menangis,.. lalu mengapa kau memalingkan wajahmu dariku, apa kau tidak ingin melihat ku??" ucapku sembari menatapnya.
" Tidak, bukan begitu jie jie hanya saja.. hanya saja.." ucapnya terhenti
" hanya saja apa..??" tanyaku kepadanya sembari menatapnya.
" Ha,.. hanya saja aku.." ucapnya kembali terpotong namun kali ini dia sudah menatapku dan langsung memeluk tubuhku erat. kutatap ia yang langsung saja memelukku erat. aku bisa mendengar bahwa ia terisak tepat di bahuku. " "Tidak menangis apanya, kau bahkan sudah terisak sekarang." ucapku sembari membalas memeluknya.
" Maafkan aku jie jie, karna aku tidak bisa membantu jie jie saat itu. aku terlalu lemah dan takut hingga untuk membujuk ayahanda saja aku tidak berani." ucapnya terdengar lirih Disela sela tangisnya
" sudahlah, sudah kubilang kan bahwa ini bukan salah kalian.. jadi jangan menyalahkan diri seperti ini. lagian kan aku juga tidak apa apa." ucapku sembari melepas pelukan dan menghapus air matanya.
" Shut.. tidak ada tapi tapian, jangan menangis kau ini laki laki kan, dan sebagai laki laki, tidak seharusnya kau menangis hanya karna hal sepele seperti ini. dan juga sudah kubilang bahwa ini bukanlah kesalahan kalian. jadi jangan merasa bersalah begini kepadaku. aku tidak apa apa bahkan aku merasa bersyukur karna dengan diasingkan nya aku dan jie jie Yuan, kami jadi bisa merasakan bagaimana rasanya hidup dialam dengan bebas tanpa diatur oleh peraturan peraturan kekaisaran yang membosankan." ucapku sembari menatapnya dan menyeka air mata yang berada si wajahnya.
" benarkah, tapi siapa itu jie jie Yuan, jie jie dan dimana dia sekarang??" tanyanya kembali.
" Itu jie jie Yuan." ucapku sembari menunjuk ke arah jie jie Yuan yang sedang berdiri di samping selir ketiga.
" oh, jadi dia adalah jie jie nya, jie jie baiklah kalau begitu, berarti sekarang dia adalah jie jie ku juga." ucapnya sembari tersenyum ke arah jie jie Yuan.
" mengapa begitu,.." ucapku sembari menatapnya penasaran.
"karna akan sangat tidak mungkin jika orang yang jie jie ku panggil sebagai jie jie, pangeran ini panggil sebagai orang asing." ucapnya kembali.
" oh jadi begitu.. adikku yang sekarang sudah mulai dewasa ya..?? ucapku sembari mengangkat tangan kananku dan mencubit pipinya.
" aduh jie jie, sakit.. lepas" ucapnya sembari berusaha melepaskan tanganku dari pipinya.
" baiklah, baiklah padahal aku tidak menggunakan tenaga loh tadi untuk mencubit pipimu,.. tapi kau langsung saja meringis kesakitan begitu..." ucapku sembari menatapnya yang sedang mengelus elus pipinya
" tidak pake tenaga apaan jie jie, aku bahkan merasa pipiku akan segera copot bila jie jie tidak segera melepaskannya." ucapnya kembali
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***hai hai hai, apa kabar semua...?? maaf ya karna author baru up sekarang. untuk saat ini author sedang UAS, jadi author fokuskan untuk belajar dulu. jadi author harap kalian dapat memakluminya.🙏🙏😌😌
Jangan lupa ya buat
like
koment
rate bintang lima
and vote yahhh 🙏🥺
see you in the next chapter 🙏😇🥺***