My Life Journey

My Life Journey
part 30



Aku melangkahkan kakiku mengikuti langkah putra mahkota yang berjalan di depanku melewati lorong lorong istana. Banyak pelayan pelayan wanita yang memakai hanfu merah muda dan prajurit yang kami lewati dan mereka semua menundukkan kepala ketika kami berjalan melewati mereka. Tak lama kemudian aku menghentikan langkahku dikala aku melihat putra mahkota dan kaisar lu menghentikan langkahnya di depan sebuah ruangan yang tampak megah. didepan pintu ruangan itu terdapat beberapa prajurit dan pelayan yang berdiri. dan mereka langsung membungkukkan tubuh nya ketika kami datang dan berdiri tepat di depan mereka.


"Mari masuk kedalam nona, ini adalah kamar tempat ibundaku berbaring." ucap putra mahkota kepadaku lalu menarik tanganku memasuki ruangan itu mengikuti langkah kaisar lu yang memang sudah melangkahkan kakinya duluan memasuki ruangan yang bernuansa emas itu.


"Ikuti aku jie jie,.." ucapku kepada jie jie yuan karna ketika aku menoleh kebelakang aku mendapati jie jie yuan diam sambil berdiri berdiri di depan pintu bersama dengan empat jenderal, pengawal dan pelayan yang tadi berjaga di depan pintu.


"Baik mei mei." ucapnya sambil melangkahkan kakinya memasuki ruangan megah itu mengikuti langkah ku yang telah ebih dulu memasukinya bersama dengan putra mahkota dan kaisar lu meninggalkan ke empat jenderal dan pelayan lainnya yang masih berdiri di depan pintu.


aku melangkahkan kakiku memasuki ruangan megah itu, bersama dengan putra mahkota yang telah melepaskan cekalan nya pada tanganku. aku menatap putra mahkota yang langsung berjalan cepat menuju sebuah ranjang besar yang terletak di tengah tengah ruangan. dan langsung menghampiri seorang wanita cantik bersama seorang laki laki muda yang nampak mirip sekali dengan putra mahkota. dan ia langsung membungkuk kan tubuhnya di depan wanita itu begitu ia tiba di hadapan nya. " salam ibunda selir" ucap putra mahkota sembari membungkukkan tubuhnya di depan wanita yang tadi ia panggil sebagai ibunda selir itu. lalu segera membangkitkan lagi tubuhnya sembari berkata. "bagaimana keadaan ibunda permaisuri sekarang." ucapnya.


"Kata tabib keadaannya semakin memburuk dan racunnya sudah hampir memasuki jantungnya." ucapnya dengan lirih menjawab pertanyaan dari putra mahkota barusan.


"Apa kalian mendapatkan tanaman itu..??" Kali ini aku mendengar laki laki yang mirip seperti putra mahkota itu yang berbicara.


"Kami tidak mendapatkannya, namun kami membawa dua orang perempuan yang katanya memiliki tanaman itu, dan mereka nantinya yang akan membantu ibunda untuk mengeluarkan racun yang berada di tubuh ibunda." ucap putra mahkota sambil mengarahkan pandangannya kearah dimana aku dan jie jie yuan berdiri. ya, ada jie jie yuan berdiri di sampingku. barusan ia datang dan langsung berdiri tepat di sampingku.


"Benarkah, dimana mereka,.." ucap laki laki itu lagi.


"Mereka berdiri di sana." ucap putra mahkota sambil menunjuk kearah dimana aku dan jie jie berdiri.


kutatap laki laki yang mirip putra mahkota, dan perempuan yang dipanggil ibunda selir, oleh putra mahkota itu yang langsung menoleh kan kepala mereka ke arah dimana putra mahkota menunjuk. aku menatap mereka yang langsung melangkahkan kakinya ke arah dimana aku dan jie jie berdiri. lalu laki laki itu langsung menarik tanganku dan jie jie yuan saat ia telah sampai tepat di hadapan kami berdua.


"benarkah kalian memiliki tanaman itu dan kalian bisa menyembuhkan ibundaku,.. " ucapnya sembari terus menarik tangan kami hingga kami telah sampai ke pinggir ranjang. tempat tidur dimana ada seorang wanita dengan wajah hampir setengah membiru dan kaisar lu duduk tepat di samping wanita itu sambil menggenggam tangan wanita itu yang telah ikut membiru.


aku menatap wanita itu dengan terkejut karna dengan sekali lihat saja, aku bisa melihat bahwa racunnya telah menyebar hingga ke jantungnya. dan kalau tidak segera di tolong, maka nyawanya akan segera melayang.


Aku bergegas menaiki tempat tidur dan merebut tangan permaisuri dari tangan kaisar lalu mengecek nadi dari permaisuri. aku merasakan bahwa racunnya sudah hampir memenuhi seluruh nadi permaisuri dan sudah menyumbat sebagian peredaran darahnya, aku kembali menarik tanganku lalu menatap mereka semua.


" racunnya sudah menyebar hingga ke jantung permaisuri dan kalau tidak di tolong sekarang maka nyawa permaisuri sudah tidak bisa di tolong lagi." ucapku sambil menghela nafas kasar.


"Tidak mungkin, tadi tabib kekaisaran baru saja memeriksa ibunda permaisuri dan katanya racun itu belum memasuki area jantungnya." ucap laki laki yang mirip putra mahkota itu sambil menatap ku dengan bulir air mata yang sudah mulai menetes di sudut matanya.


aku kembali menghela nafas menatap laki laki itu lalu beralih menatap mereka yang berada di ruangan ini satu persatu. "aku ingin agar kalian semua keluar dari sini. supaya aku dan jie jieku bisa segera mengobati permaisuri." ucapku sambil menatap mereka.


" Apakah kami tidak bisa tinggal disini untuk menemani ibunda." kutatap laki laki yang mirip putra mahkota itu bicara.


" Tidak bisa kalian harus keluar. karna untuk saat ini kondisi permaisuri sudah sangat kritis. jadi untuk mengobatinya memerlukan konsentrasi yang tinggi. dan kalau kalian tetap disini, aku takut nanti konsentrasi ku akan terganggu dan itu akan berakibat sagat fatal untuk permaisuri." ucapku lagi.


" kalian yang keluar sekarang atau aku yang keluar." ucapku sembari menatapnya dingin. aku berkata begitu agar aku bisa bekerja dengan leluasa tanpa mereka ganggu.


"Baiklah, tapi Zhen mohon supaya nona bisa mengeluarkan racun dari tubuh permaisuri. Zhen berjanji akan memberikan apapun kepada kalian jika nyawanya bisa terselamatkan." kali ini kaisar Lu yang tadi terus tertunduk tanpa mengucapkan sepatah kata pun berbicara. ia berbicara sambil turun dari ranjang dan menarik tangan laki laki yang sedari tadi protes itu lalu melangkahkan kakinya keluar dari ruangan yang langsung diikuti oleh yang lainnya.


aku menatap pintu yang langsung ditutup dari luar ketika mereka semua telah meninggalkan ruangan dan kini tinggallah Aku, Jie Jie Yuan, dan permaisuri di ruangan ini. aku menghela nafas lalu mengibaskan tanganku di udara yang seketika muncul dua buah pil berwarna merah darah dan satu lagi berwarna hijau gelap, dan dua buah mangkok bersama dengan sebuah kain kecil didalamnya.


"Bantu aku merubah posisi tubuh permaisuri menjadi duduk jie jie, supaya aku bisa memasukkan pil herbal poenix dan menggunakan energi Qi untuk membantu nya menelan dan mencerna pil itu supaya cepat bereaksi didalam tubuhnya." ucapku sambil menatapnya yang sudah menaiki ranjang dan duduk tepat di tempat kaisar Lu tadi.


" Baik mei mei." ucapnya sembari meraih tubuh permaisuri lalu mendudukkannya. dan ia duduk di belakang permaisuri untuk menyangga tubuh itu supaya tidak terjatuh lagi.


.


.


.


.


.


*hai hai hai.... apa kabar para readers ku tersayang.. semoga kalian dalam keadaan baik ya...


jangan lupa ya buat


like


koment


rate bintang lima


and vote yahhhh 🙏🙏🙏


see you in the next chapter 😊😊😊😇*