My Life Journey

My Life Journey
Part 67



waktu kembali berlalu setelah barang yang terakhir ditawarkan, sudah terlelang dengan harga yang cukup tinggi.


Aku kembali menolehkan kepalaku ke panggung, dimana disana masih tersisa tiga buah kotak hitam yang masih belum terbuka bersama dengan Su zia yang tampak sedang menarik nafas dalam. Aku terus memperhatikannya hingga akhirnya ia kembali berucap dengan suara yang cukup lantang.


" Baiklah semuanya, berhubung barang yang sebelumnya sudah selesai terlelang, maka mari kita lanjutkan acara kita dengan melanjutkan pelelangan barang selanjutnya." Ucapnya sembari langsung membuka satu dari tiga kotak yang tersisa dan mengeluarkan sebuah botol kecil yang berisi pil yang sebelumnya ku serahkan ke tuan Xiang untuk dilelangkan.


"ini adalah pil herbal salju. pil yang terbuat dari tanaman herbal yang sudah sangat langka.


Pil ini memiliki fungsi yang sangat luar biasa. yaitu, bisa meningkatkan tingkat kultifasi seseorang hingga dua tingkat, jika masih berada di tingkat grand master ke bawah. dan akan menambahkan energi Qi seseorang hingga penuh jika yang menggunakannya adalah tingkat alam atas dan kaisar langit." ucapnya sembari menampilkan senyuman yang sangat lebar dan Mengangkat tinggi botol kecil itu.


" Ba.. bagaimana mungkin ada pil yang sehebat itu disini.."


" Apa,.. jika benar khasiat pil itu sehebat itu, maka apapun yang terjadi, aku harus mendapatkannya."


" Pil ini, bahkan lebih hebat dari hasil penyulingan yang di buat oleh master alkemist yang ada di benua ini. maka dari itu, aku harus mendapatkannya bagaimana pun caranya."


Aku segera mengedarkan pandanganku ke seluruh ruangan setelah aku mendengar berbagai tanggapan dari orang orang yang ada di ruangan setelah Su Zia mengakhiri penjelasannya. Berbagai perkataan, tatapan tidak percaya, bahkan niat membunuh mulai kurasakan ikut keluar dari orang orang yang hadir dalam pelelangan ini.


" Akhirnya para tikus pun sudah mulai menunjukkan taringnya." Segera ku tolehkan kepalaku ke arah samping, setelah gumaman kecil dari Gege Mo terdengar.


" Benar sekali. apalagi ini baru satu pil dan mereka sudah mulai mengeluarkan niat membunuh. bagaimana jika pil yang satunya lagi keluar, kurasa pertarungan bisa saja terjadi." Gumaman kecil lainnya terdengar dari Gege Xi yang menimpali perkataan dari Gege Mo sebelumnya.


" Sudah lah, kalian lihat saja apa yang terjadi selanjutnya. aku berharap nya sih, ada tontonan yang menarik yang terjadi disini selain persitegangan yang terjadi akibat tawar menawar." ucap Gege Han yang membuat ruangan tempat kami kembali menghening.


" Baiklah, Tanpa menunda waktu lagi, mari kita mulai saja tawar menawarnya. harga awal dari pil ini, kami buka dengan lima puluh ribu koin emas. dan setiap kelipatan penawaran nya, kami beri harga lima ribu koin emas." Ucap Su Zia yang berada di panggung sembari menatap para penghuni ruangan tempat lelang.


" Tujuh puluh ribu koin emas." Belum juga sempat Su Zia menarik nafas, seseorang telah mengeluarkan harga yang lumayan fantastis.


Aku segera menatap ke salah satu ruangan yang berada dilantai dua lebih tepatnya Ruangan yang sedari tadi diam saja.


" wah mei mei,.. sepertinya kali ini kita akan benar kaya dari hasil penjualan empat butir pil yang kau buat." Gege Mo berucap melalui pikiranku yang hanya ku balas dengan senyuman tipis.


" Sembilan puluh ribu koin emas." aku berucap setengah berteriak untuk melakukan penawaran.


" mei mei,.. sepertinya kau bersemangat sekali." Gege Han segera membalas penawaran ku tadi melalui pikirannya. yang hanya ku balas dengan senyuman.


" sembilan puluh lima ribu koin emas." ruangan nomor lima menyahut yang membuat senyum di wajahku melebar.


" Seratus ribu koin emas." ruangan nomor lima belas menyahut, melakukan penawarannya.


" seratus sepuluh ribu koin emas." ruangan nomor dua puluh dua melakukan penawaran.


" Dua ratus ribu koin emas." ruangan seketika menghening setelah penawaran yang terakhir terdengar. aku bahkan langsung mengarahkan pandanganku ke ruangan nomor tiga belas, dimana penawaran yang sebelumnya berasal dari sana. lalu mengarahkan Indra spritualku guna untuk memastikan siapa penghuninya sebelum pada akhirnya aku menoleh ke arah jie jie Yuan yang juga telah menoleh ke arahku.


" itu suara dari putra mahkota dari kekaisaran Lu kan mei mei ??" tanyanya melalui pikiranku yang hanya ku balas dengan anggukan samar.


" Haiss,.. mengapa mereka malah ikut menawar." ucapnya lagi sembari menggeleng lemah.


" semoga penawaran tidak berhenti di mereka." batinku sembari menatapi sekeliling berharap ada lagi yang mau menawar.


Beberapa saat telah berlalu, namun sampai saat ini belum juga ada suara penawaran lagi. entah apa yang terjadi, Entah koin mereka yang tidak mencukupi lagi, atau karna mereka tau kalau yang menawar itu seorang putra mahkota dari kekaisaran terkuat yang ada di benua ini. jadi mereka takut. aku pun tidak tau.


" Dua ratus lima belas ribu koin emas." aku segera menghela nafas lega setelah penawaran itu terdengar. " sepertinya mereka memang hanya merasa takut sebelumnya." gumamku dalam hati.


Aku Kembali mengarahkan Indra spritualku ke ruangan nomor tiga belas, ruangan tempat dimana putra mahkota dan pangeran Fei berada. dan aku mendapati mereka yang sedang saling pandang dan hendak melakukan penawaran lagi.


" Gege, jangan lakukan penawaran lagi. karna aku bisa memberikanmu pil yang sama. kali ini, biar mereka yang mendapatkannya. aku tak ingin, Gege kehilangan banyak koin emas hanya untuk pil yang bisa ku berikan cuma cuma untuk kalian." ucapku melalui pikiran kepadanya. Aku bisa melihat keterkejutan yang kentara dari wajahnya.


" kau siapa,.. apa kau mei mei ku??" Ucapnya tanpa sadar setelah mendengar suaraku barusan.


" Ada apa yang mulia,.." Aku bisa melihat pangeran Fei dan jendral Xin yang langsung menoleh ke arah putra mahkota setelah ucapannya barusan terdengar.


" Tidak ada." ucapnya pelan sembari menetralkan kembali raut wajahnya.


" iya Gege, aku yuna'er mu. jadi jangan lakukan penawaran lagi." ucapku melalui pikiran kepadanya.


" benarkah, kau disini.. lalu kau dimana?? kenapa aku tidak melihatmu sedari tadi, kau ada di ruangan mana??" ucapnya kali melalui pikirannya.


"Aku ada di salah satu ruangan yang tidak bisa ku katakan ke Gege. tapi yang jelas, aku akan menemui kalian nanti. jadi untuk sekarang, jangan lakukan penawaran lagi." ucapku sembari menarik kembali Indra spritual yang ku edarkan sebelumnya.


Aku kembali mengedarkan pandanganku ke sekeliling setelah aku memutus pembicaraan dengan putra mahkota dari kekaisaran Lu itu. Dan aku mendapati bahwa penawaran sudah berhenti di angka dua ratus tiga puluh ribu koin emas. Dan Su Zia tengah menghitung angka pemberhentian penawaran.


" Huh, untung lah..." gumamku pelan sembari memijit pangkal hidungku yang sedang tertutup topeng itu.


.


.


.


.


.


.


***Note: saya yakin kalian pasti marah dan kecewa terhadap saya karna up-nya kelamaan. janjinya dua Minggu, tapi up-nya baru tiga bulan kemudian. saya juga tau kalau kalian pasti banyak yang sudah tidak tertarik lagi dengan cerita yang memang sedari awal kurang di persiapkan ini. jadi untuk itu, saya mau membuat dua pilihan untuk kalian.


1.Yang pertama, saya akan menghentikan novel ini dan menulis novel lain yang genre nya sama kayak gini.



saya akan melanjutkan novel ini, dan yang pasti, mungkin saya akan sering telat up karna banyaknya tugas, kerjaan dan pikiran yang saat ini bergelantungan. tapi yang pasti, saya akan usahakan untuk tetap up.



sekarang pilihan ada di tangan kalian. saya akan menunggu bagaimana jawaban dari kalian.


Dan sebelum itu juga, saya ingin meminta maaf yang sebesar besarnya ke kalian karna saya belum bisa menjadi author yang konsisten dengan perkataan saya sebelumnya. saya juga minta maaf karna tulisan saya ini masih banyak kesalahan. mulai dari huruf, tanda baca.. dan masih banyak lagi. 🙏🙏


saya tunggu jawaban dari kalian.😊🙏***