My Life Journey

My Life Journey
part 13



"baik lah,.. tapi apa yang kalian bertiga lakukan di depan goa itu..??" tanyaku kepada mereka sambil mataku berfokus ke menatap ke sekeliling goa yang ada di hadapan kami.


"kami sedang menjaga goa itu Ra,.. eh mei mei." ucap Han Gege menjawab pertanyaan ku barusan.


"mengapa kalian menjaga nya memangnya apa yang ada di dalam goa itu, apakah goa itu memang tempat dimana air surgawi di simpan..??" tanyaku memastikan sekali lagi


"itu benar ratu,.. air surgawi memang di simpan didalam goa itu." ucap long Gege


"lalu tunggu apa lagi, jika air surgawi memang di simpan di sana maka ayo masuk." ucapku.


" baiklah mei mei mari ikuti kami.." ucap han Gege sambil melangkahkan kakinya mendahului ku


aku mengikuti langkah laki laki berambut merah itu, di belakangku Lang gege, xi Gege,


dan long Gege mengikuti langkah kami untuk memasuki gua.


tak lama kemudian kami tiba di mulut goa. mulut goa itu tidak terlalu lebar hanya berukuran sekitar 10 meter.


aku melangkahkan kakiku memasuki goa itu, mengikuti langkah kaki Han Gege yang telah lebih dulu memasukinya.


setelah berjalan sekitar 10 meter, aku tercengang melihat banyak nya tanaman tanaman herbal langka yang sudah berumur ratusan bahkan ribuan tahun tumbuh subur di dalam goa itu.


"Gege ini tanaman siapa..??" tanyak penasaran.


" ini semua adalah tanaman milikmu mei mei." ucap laki laki yang menuntun kami memasuki goa itu.n


"tanamanku...??" ucapku dengan nada heran sembari menatapnya untuk meminta penjelasan lebih lanjut.


" iya, semua tanaman yang ada di sini adalah tanaman yang mei mei tanam dulu." ucapnya sambil terus melangkahkan kakinya memasuki goa itu semakin dalam


tanaman itu terus tumbuh di sepanjang jalan yang kami lalui sampai berakhir di sebuah,..


"kolam.."


"kita sudah sampai mei mei,.." ucap Han Gege sambil menghentikan langkahnya dan berbalik menatap kami.


aku melangkahkan kakiku mendekati kolam itu.


kutatap airnya yang berwarna sebiru air laut, ditengah tengah kolam itu terdapat beberapa pohon sakura tertanam membentuk sebuah lingkaran kecil,sedangkan di pinggir kolam itu terdapat batu batu kecil yang mengelilingi kolam. "sangat indah" gumamku tanpa sadar.


"ini adalah air surgawi yang kau cari itu mei mei,.." kutatap gege long yang bicara barusan yang juga menatapku dengan tersenyum.


" di tempat inilah Mei mei nantinya akan berkultivasi. lebih tepatnya di tengah tengah pohon itu" ucapnya kembali sambil menunjuk kearah pohon sakura tadi.


" jadi kapan rencana mei mei akan memulai kultivasimu mei mei,..??" kali ini Lang Gege yang bertanya.


" kalau bisa, aku akan memulainya sekarang. agar kekuatanku segera kembali. dan aku bisa mengingat semuanya. tapi ngomong ngomong di kehidupanku sebelumnya aku berada di tingkat kultivasi ke berapa..??" tanyaku sembari menatap mereka.


"mei mei berada si tingkat kultivasi kaisar langit tahap surgawi." ucap xi Gege menimpali.


"oh, jadi aku dulunya berada di tahap itu. baiklah, di kehidupanku kali ini, aku akan menembus alam keabadian." ucapku dengan penuh tekad.


" tidak semudah itu untuk bisa sampai kesana mei mei.." segera kutatap Han Gege yang juga menatapku dengan pandangan mata rumit.


"mengapa begitu,.." ucapku menatapnya sembari menyerngitkan alis.


" karna hanya orang orang yang dipilih oleh langit yang bisa berada di tahap itu " ucapnya kembali


"maksud Han Gege..??" ucapku semakin penasaran.


"maksudku adalah, kalau mei mei ingin berada di tahap itu, maka mei mei harus menjalani ujian dari langit untuk menentukan layak atau tidaknya mei mei berada di tahap itu.."


aku menatapnya semakin bingung.


ia tampak menghela nafas sambil melemparkan pandangan nya ke arah xi Gege dan meminta supaya laki laki itu saja yang melanjutkan penjelasannya.


"tidak sembarangan orang yang bisa berada di tahap keabadian mei mei, hanya orang yang memiliki hati yang benar benar tulus yang bisa memasuki tahap itu."


"hati yang benar benar tulus,.." ucapku pelan.


" iya mei mei, hati yang benar benar tulus maksudnya adalah hati yang rela menolong orang lain tanpa meminta balasan, hati ketika melihat ketidakadilan di depannya maka ia akan melakukan apapun untuk menegakkan keadilan itu, hati yang tidak tega ketika melihat orang orang yang lemah ditindas oleh orang lebih kuat dan berkuasa darinya." ucapnya panjang lebar.


"aku mengerti, dan aku memiliki hati itu. karna di kehidupanku di masa depan walaupun aku menjadi ketua mafia terkejam, aku tidak pernah menindas yang lemah, aku juga tidak pernah membunuh orang yang tidak bersalah." ucapku menatap mereka.


"jadi bisa kupastikan kalau persyaratannya hanya itu, maka aku akan lolos dan langit akan memilihku." ucapku bersemangat.


"aku tidak peduli ujian apapun itu karna aku akan tetap menjalaninya " ucapku menatap mereka mantap.


aku menatap tangan Han Gege yang telah berada di atas kepalaku dan mengusapnya lembut. "baiklah, semua terserah padamu." ucapnya pada akhirnya.


" hmm, aku akan melakukan yang terbaik agar aku bisa dipilih oleh langit, jadi kalian tidak perlu kwatir. oh ya Gege sebelum aku memulai kultivasiku bisakah aku minta tolong,.." ucapku menatap mereka penuh harap.


"hm, memang Meimei mau minta tolong apa...?? kutatap Gege Han yang menganggukkan kepala sembari menatapku.


" bisakah Gege menjemput jie jie ku yang berada di pinggir hutan ini..?? karna mungkin dia sedang kwartir sekarang. aku sudah seharian berada di dalam hutan ini dan belum kembali. jadi sekarang pasti dia sudah sangat cemas." ucapku melihat kearah luar yang sudah mulai gelap dari celah dinding goa itu.


"kalau hanya itu, tentu saja bisa mei mei, bagaimana jika aku saja yang pergi untuk menjemputnya." kutatap xi Gege yang barusan berucap dengan bersemangat dan segera mengubah tampilannya menjadi singa putih kembali dengan sepasang sayap yang ada di punggung nya.


" cantik.." gumamku tanpa sadar sambil melihatnya takjub.


"tentu saja aku cantik mei mei, aku adalah harimau surgawi yang hanya ada satu di dunia ini jadi wajar jika mahluk suci sepertiku mendapatkan bentuk dan rupa yang sangat cantik" ucapnya dengan membusungkan dadanya ke arah kami.


"cih,.. kalau aku tau xi Gege bisa senarsis ini,..


aku tidak akan mau untuk memujinya tadi." gumamku pelan yang masih bisa didengar yang lainnya. yang membuat ruangan yang kami huni seketika di penuhi oleh gelak tawa mereka.


"kenapa,.. apa ada yang lucu...??" tanyaku menatap mereka bingung.


"tidak,.. mei mei hanya saja kami merasa lucu dengan respon yang ratu berikan. tapi satu hal yang mei mei harus tau, Bai xi itu adalah sosok yang paling pantang untuk di puji. karna kalau dia di puji maka kepalanya akan bertambah besar."


ucap Lang Gege di sela sela tawanya.


"huh,.. lebih baik aku pergi saja. dari pada aku melihat wajah iri kalian menatapku.." ucapnya sambil mengepakkan sayapnya dan terbang keluar dari goa.


aku hanya menggelengkan kepala melihat aksinya barusan lalu aku mengedarkan pandanganku menatap seluruh tanaman yang berada di dalam gua itu. mataku mengarah pada tanaman yang daunnya berbentuk seperti helaian bulu poenix.


" itu adalah herbal poenix Meimei, tanaman herbal yang sudah tidak bisa di temui lagi di dunia luar. tanaman itu berfungsi untuk menaikkan kultivasi seseorang yang masih berada di tahap alam atas, kebawah selain itu tanaman itu juga berfungsi sebagai penawar dari 100 jenis racun" ucap Han Gege seakan mengerti dengan apa yang ada di pikiranku.


aku mendekat dan meraih helaian daun itu dengan hati hati. menatap dan mengamati bentuknya yang memang sangat mirip dengan helaian sayap burung poenix itu.


aku beralih menatap tanaman dengan daun bulat berwarna orange, terdapat bunga menyerupai mawar dengan warna keemasan di setiap ujung dahannya.


"itu adalah mawar besi emas mei mei,


tanaman ini adalah tanaman langka yang berfungsi untuk mempercepat penyembuhan


luka dalam maupun luka luar. selain itu, tanaman itu juga berfungsi untuk meningkatkan imunitas tubuh, dan memperkokoh pondasi beladiri seseorang.." ucap nya kembali.


aku memperhatikan tanaman itu dengan seksama, sampai sampai aku tidak sadar jika ada seseorang yang mendekat dan memelukku dari belakang dengan erat sambil menangis sesegukan.


"hiks,.. hiks,.. mei mei kau membuat ku sangat takut. kau pergi seharian hanya dengan meninggalkan sepucuk surat di atas tempat tidur untukku. hiks,.. kau tega sekali mei mei. kau meninggalkan ku lagi dan lagi. apa kau tau,..ketika aku selesai membaca suratmu. aku ingin langsung mencari mu ke dalam hutan saat itu juga tapi aku takut, aku takut ketika aku pergi mencarimu,.. kau akan kembali ke gubuk dan tidak menemukanku di sana." ucapnya sambil terus menangis di pelukanku


aku yang mendengarnya pun terhenyak tanpa sadar air mata yang sudah tidak pernah lagi menetes dari mataku sejak aku di buang keluargaku dulu kini menetes kembali hanya karna mendengar apa yang di ucapkan wanita yang memelukku erat ini. segera ku hapus air yang mengalir di pipiku itu lalu aku membalikkan tubuhku dan menatap ia lekat. segera ku peluk wanita yang masih menangis itu erat...


"maafkan aku jie jie,.. aku tidak tau bahwa akan begini jadinya." ucapku sambil memeluknya mencoba untuk menenangkan wanita yang masih menangis sesegukan itu.


"berjanjilah, berjanjilah untuk tidak pernah meninggalkan ku lagi. aku takut, aku takut jika kau pergi,.. maka kau tidak pernah kembali lagi. aku takut mei mei, aku tidak punya siapa siapa lagi di dunia ini. hanya kau yang aku punya selain kau tidak ada lagi, maka dari itu berjanjilah untuk tidak pernah meninggalkanku lagi. jika Meimei memang harus pergi, maka bawalah aku ikut bersamamu walaupun itu ke alam kematian sekalipun." ucapnya menangis sambil memelukku semakin erat.


"aku berjanji, aku berjanji jie jie,... aku tidak akan pernah meninggalkan jie jie lagi" ucapku sambil menitikkan air mata." karna jujur saja selama aku hidup belum pernah ada orang yang berlaku seperti ini padaku.


.


.


.


.


.


.


.


.


... ***jangan lupa untuk meninggalkan jejak ya .....


...see you in the next chapter 🙏😇***...