My Life Journey

My Life Journey
Part 55.



Pagi kembali tiba. udara lembab dan suhu udara yang dingin khas pagi hari, tidak membuat ku untuk bermalas malasan di atas peraduan. Pagi ini, sama seperti pagi pagi sebelumnya yaitu setelah bangun dari tidur, aku langsung bergegas ke pemandian untuk mencuci wajahku lalu berjalan kebelakang kediaman untuk berolahraga.


setelah aku sampai di taman belakang, aku langsung merenggangkan tanganku keatas lalu menghirup udara dalam sebelum pada akhirnya aku menghembuskan ya kembali. aku melakukan gerakan itu berulang sebanyak lima kali, sebelum pada akhirnya aku menghentikannya dan memilih berlari mengelilingi taman itu. cukup lama aku berlari, dan kini,.. nafasku sudah sedikit terengah dan aku memutuskan untuk berhenti. aku kembali menarik nafas dalam di tempat ku berhenti barusan lalu membentuk pedang dari energi Qi yang kumiliki setelah kurasa nafasku kembali beraturan.


aku menebaskan pedang yang barusan ku bentuk dari energi Qi ku ke arah kanan lalu menariknya dengan tajam ke arah depan dan menusukkannya dengan cepat. aku kembali menarik pedang itu setelah aku menusukkannya lalu aku melemparkannya ke udara sebelum pada akhirnya aku melompat dan meraih pedang itu sembari melakukan gerakan menusuk ke arah kiri tubuhku.


aku melakukan berbagai gerakan dalam berpedang yang pernah ku pelajari pada kehidupanku sebelumnya sampai matahari mulai keluar dari peraduannya dan memancarkan sinarnya yang seketika memberikan rasa hangat pada tubuhku ketika sinarnya itu menerpa kulitku.


aku melangkahkan kakiku ke arah meja dan kursi yang berada di bawah pohon yang tak berada jauh dari ku saat ini lalu mendudukkan tubuhku di atas kursi itu saat aku sudah mencapainya sembari menghilangkan pedang yang tadi ku bentuk. " untuk hari ini, cukup sampai segini dulu. besok baru aku melanjutkan gerakan selanjutnya" batinku sembari mengelap keringat yang mulai meluncur dari dahiku dan tepat mengenai bibirku.


aku kembali menghirup udara dalam setelah aku mengelap keringatku hingga kering lalu bangkit berdiri dan melangkahkan kakiku untuk memasuki dapur kediaman.


" Kau sudah selesai olahraga mei mei..??" pertanyaan itu kudapatkan dari jie jie Yuan setelah aku baru saja memijakkan kakiku di dapur.


" sudah jie jie,.." ucapku menjawab pertanyaan nya berusan sembari menatapnya yang berjalan ke arahku dan membawakan segelas air minum.


" ini.. minum lah dulu karna kau baru saja olahraga dan pastinya kau haus." ucapnya sembari menyodorkan gelas itu ke arahku yang segera ku raih dan ku tenggak isinya hingga tandas.


" trimakasih jie Jie,.." ucapku sembari melangkahkan kakiku menuju meja makan dan meletakkan gelas yang sudah kosong itu di atasnya.


" sama sama mei mei,.. sekarang lebih baik kau kembalilah ke kamarmu terlebih dahulu dan segera membersihkan tubuhmu yang sudah penuh oleh keringat itu.. setelah itu datang lagi kesini untuk makan. karna aku sudah menyiapkan makanan untuk kita tadi sewaktu kau berolahraga. " ucapnya kembali.


" baiklah jie jie." ucapku sembari melangkahkan kakiku menuju kamarku lalu memasukinya setelah aku sampai.


****


Aku kembali melangkahkan kakiku kearah dapur kediaman setelah aku selesai membersihkan tubuhku lalu segera mendudukkan tubuhku diatas kursi yang jie jie Yuan duduki di meja makan.


" ini makananmu mei mei,.." kutatap jie jie Yuan yang menyodorkan mangkok yang sudah di isi dengan makanan ke arahku lengkap dengan sumpitnya


" Trimakasih jie jie." ucapku sembari menerima nya lalu menggerakkan sumpitku untuk memakannya.


" makanan nya enak jie jie,.." ucapku sembari meletakkan mangkok dan sumpit yang sudah kosong itu setelah aku menandaskan isinya.


" trimaka..." ucapan jie jie Yuan terpotong ketika kami mendengar adanya suara yang memanggil namaku dari arah depan kediaman.


" siapa itu mei mei.." kutatap jie jie Yuan yang bertanya kepadaku sembari menyerngitkan alisnya.


" aku juga tidak tau jie jie,.. mari kita kesana untuk melihat siapa yang datang berkunjung di pagi pagi begini." ucapku sembari bangkit dari duduk yang di ikuti oleh jie jie Yuan.


" aku membuka pintu depan kediaman setelah aku sampai di depan dan melihat adanya seorang pria paruh baya yang berpakaian seperti seorang Kasim istana yang berdiri di depan gerbang.


" hormat hamba Putri,.. hamba adalah Kasim kekaisaran yang diutus oleh yang mulia kaisar kesini untuk mengundang Putri makan bersama dengan anggota kekaisaran yang lainnya di ruang makan kekaisaran."


Aku menyerngitkan alisku setelah mendengar kata katan barusan yang ia lontarkan lalu aku menolehkan kepala ku kearah jie jie Yuan untuk meminta penjelasan tapi yang dia balas hanya gelengan kepala.


" apa kau tidak salah orang Kasim,.. untuk apa kaisar mengundangku untuk makan bersama sedangkan semalam saja aku diusir dari sana." ucapku menatapnya bingung.


" Hamba tidak tau putri,.. kaisar hanya mengutus hamba ke sini untuk mengajak anda makan bersama dengan anggota kekaisaran yang lainnya. Tapi beliau tidak mengatakan apa alasannya." ucap Kasim itu kembali.


aku menatap ke arah jie jie Yuan kembali dan mendapati bahwa ia juga sedang menatapku dengan bingung. aku menghela nafas kasar lalu menatap ke arah Kasim itu kembali.


" Katakan kepada kaisar mu itu, bahwa aku menolak undangannya. aku tidak ingin kesana dan juga tidak ingin menemui mereka. katakan juga bahwa aku tidak memerlukan makanan sisa dari mereka. karna aku masih sanggup untuk menghidupi diriku bersama dengan jie jie ku tanpa makanan sisanya itu." ucapku sembari menatap Kasim itu dengan dingin.


" pergilah,.. dan jangan coba coba untuk datang kesini lagi." ucapku memotong perkataannya.


" Ta,. tapi "


" pergilah selagi aku memintamu pergi dengan cara baik baik." ucapku sembari mengeluarkan sedikit aura membunuhku kearahnya.


" ba,.. baik putri, hamba pergi sekarang." ucapnya lagi sembari membungkukkan tubuhnya sedikit lalu berbalik dan melangkahkan kakinya meninggalkan kediaman yang kami tempati.


" menurutmu mengapa si kaisar itu mengundang kita untuk makan bersama dengan mereka jie jie.." kutatap jie jie Yuan yang masih berdiri di sampingku.


" aku juga tidak tau mei mei,.." ucapnya membalas perkataanku.


" sepertinya ada yang tidak beres dengan mereka." ucapku sembari memandang ke arah pohon dimana biasanya Yi bersembunyi untuk mengawasi kediaman yang kami tempati.


" Yi,.. kemari lah,.." ucapku sembari menatap bayangan yang tiba tiba muncul di hadapan ku.


" Hormat hamba ratu,.. apa ada yang bisa saya kerjakan untuk ratu..??" ucapnya sembari membungkukkan tubuhnya di hadapan ku.


" bangkitlah,.. aku ada sedikit tugas untukmu. kau lihat kan laki laki yang barusan datang kesini,.." ucapku lagi


" ya,.. hamba melihatnya ratu." ucapnya sembari bangkit berdiri.


" aku ingin kau mengawasi nya dan mengetahui apa alasan mengapa kaisar sampai repot repot menyuruh orang lain untuk mengundangku makan bersamanya." ucapku sembari menatapnya yang telah berdiri


" baik ratu, akan hamba laksanakan sekarang juga." ucapnya kembali sembari membungkuk kan tubuhnya ke arahku lalu menghilang.


" kuharap kaisar tidak sedang merencanakan sesuatu yang membuat aku harus membunuhnya di masa depan." ucapku sembari mendongkakkan kepalaku ke atas sebentar lalu menurunkannya dan membalikkan tubuhku untuk masuk kembali ke kediaman.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


...*Apa kabar kalian semua,.. kuharap kalian dalam keadaan baik ya.😇...


...jangan lupa untuk meninggalkan like dan sarannya ya*,.....


*** see you in the next chapter 🙏😇***