My Life Journey

My Life Journey
Part 62



Perjalanan yang kami lalui tidak berlangsung lama, hanya sekitar satu jam. karna jarak antara toko alkemist ke Paviliun obat hanya berkisar tiga belas kilo meter. Sepanjang jalan yang kami lalui, aku bisa melihat banyaknya bangunan bangunan kokoh dan berjejer rapi. Dan ada banyak pula para pejalan kaki yang kami lalui dan mereka akan minggir hingga ke tepi jalan saat mereka melihat kereta yang kami naik i lewat.


Kereta yang kami tumpangi terus berjalan hingga berhenti tepat di depan gerbang bangunan berlantai lima yang tampak besar dan luas. aku menatap ke arah gerbang itu dan menemukan adanya dua orang laki laki yang berdiri di depan gerbang itu.


" Selamat siang tuan, mohon tunjukkan token identitasnya." ku tatap salah satu penjaga itu yang langsung saja berjalan menghampiri Gege mo saat kereta yang kami naiki berhenti.


" token iden,.."


" mereka adalah orang orangku." segera kutatap tuan Xiang yang langsung keluar dari dalam kereta yang di naikinya setelah penjaga itu meminta token identitas kepada Gege mo dan langsung memotong perkataan yang hendak Gege mo katakan.


" oh, jadi ini kereta anda tuan Xiang. maaf karna penjaga ini telah berani untuk menghentikan kereta yang tuan naiki." ucap penjaga itu sembari membungkukkan tubuhnya ke arah tuan Xiang.


" Tidak apa apa, kau kan hanya menjalankan tugasmu sebagai penjaga di tempat ini."


ucap tuan Xiang sembari menepuk bahu penjaga tadi.


" Trimakasih atas kemurahan hati tuan. sebaiknya tuan masuk kembali kedalam kereta dan ikuti hamba masuk kedalam. supaya tuan bisa dapat tempat untuk memarkirkan kereta." ucapnya lagi sembari melangkahkan kakinya dan berjalan memasuki gerbang tadi setelah tuan Xiang masuk kembali kedalam kereta.


Kami kembali melanjutkan perjalanan kami dengan pelan dan mengikuti penjaga yang tadi berbicara kepada tuan Xiang, hingga berhenti tepat depan sebuah bangunan yang tampak ramai oleh hilir mudik para penjaga.


" Kita sudah sampai Tuan." kudengar suara penjaga tadi berbicara. lalu kutatap jie jie Yuan yang sudah beranjak dari duduknya dan hendak keluar dari kereta yang kami naiki berdua itu.


" ayo turun mei mei." ucapnya sebelum ia benar benar benar keluar dari kereta.


aku menghela nafas pelan. lalu beranjak dari dudukku kemudian melangkahkan kakiku untuk menuruni kereta yang ku naiki sebelumnya.


" Tunggu sebentar disini ya tuan, soalnya saya mau pergi ke ruang penyimpanan barang lelang dulu, untuk mengkonfirmasi barang kita sebelumya dan untuk menambah barang baru ke manajer ditempat ini." kudengar suara tuan xiang yang berbicara begitu aku turun dari kereta dan menatapnya yang juga baru turun.


" Baiklah pergilah." bukan aku yang menjawab. melainkan Gege xi yang tiba tiba saja menjawab perkataan dari tuan Xiang itu. aku menatap ke arah Gege xi sebentar sebelum aku mengalihkan pandangan darinya dan memindai tempat kami berdiri sekarang.


Ada banyak kereta kuda yang berjejer rapi dan berdiri sejajar dengan kereta kuda yang kami naiki. dan ada banyak pula kuda yang terikat di dekat sebuah pohon yang berada tak jauh dari tempat kami berdiri.


aku terus memindai tempat itu hingga pandanganku berhenti tepat di sebuah kereta kuda yang baru saja masuk dan langsung berhenti tepat di samping kereta yang barusan kami tumpangi. aku menatap kereta itu sembari mengernyitkan dahiku " kereta ini, sepertinya sama dengan kereta yang biasa kunaiki saat berada si istana kekaisaran Lu." ucapku dalam hati.


aku terus memandangi kereta itu hingga aku tertegun saat melihat putra mahkota dan pangeran Fei keluar dari dalam kereta itu.


" jie jie,.. ada fei'er dan putra mahkota disini." ucapku melalui pikiranku kepada jie jie Yuan.


aku bisa melihat keterkejutan dari wajah jie jie Yuan saat mendengar perkataan ku barusan. lalu kutatap ia yang langsung mengarahkan pandangannya ke arah putra mahkota dan pengeran Fei. " Mei mei,.." ucapnya tertahan saat ia tiba tiba saja melompat dan bersembunyi dibalik tubuh Gege Han.


" ada apa mei mei,.." aku mengalihkan tatapanku kearah Gege Han yang bersuara barusan. lalu kudapati ia yang sedang berdiri menghadap ke arah putra mahkota dan pangeran Fei. "Sembunyikan aku sebentar Gege, soalnya didepan kita ada putra mahkota dan pangeran Fei. aku takut nanti mereka akan mengenaliku." ucapnya pelan sembari tetap bersembunyi dibalik tubuh Gege Han.


aku menatap ke arah Gege Han, Gege xi, gege Lang, Gege long, Gege mo, Yi dan xie yu yang saat ini tiba tiba saja menolehkan kepalanya ke arahku setelah mendengar perkataan jie jie Yuan barusan.


" maaf atas keterlambatan hamba putra mahkota, pangeran.. tadi hamba harus mengurus sesuatu dulu di depan bersama dengan penjaga yang berdiri di gerbang." aku kembali mengalihkan pandanganku ke arah putra mahkota dan pangeran Fei saat tiba tiba saja aku mendengar suara dari jendral Xin. jendral Xin adalah salah satu jendral yang ikut bersama dengan putra mahkota dan kaisar Lu ke hutan tengkorak dulu.


" Tidak apa apa jendral." aku mendengar putra mahkota dan pangeran Fei secara bersamaan menjawab perkataan dari jendral Xin barusan.


lalu aku melihat putra mahkota yang langsung mengitarkan pandangannya ke sekeliling setelah menjawab perkataan dari jendral Xin barusan. aku terus melihatnya hingga secara tidak sadar tatapan kami bertemu saat ia tiba tiba saja menoleh ketempat ku dan yang lainnya berdiri. aku segera menundukkan kepalaku dan menghindar dari tatapannya saat pandangan kami telah bertemu. lalu melirik nya kembali melalui ekor mataku yang tertunduk dan kudapati iya yang masih saja menatapku sembari menyerngitkan alis nya.


" apa dia bisa mengenaliku,.." batinku sembari terus menatapnya melalui ekor mataku.


aku terus melirik nya hingga suara jendral Xin yang menyuruh mereka untuk segera masuk membuatku kembali mengangkat kepalaku dan menatap kepergian mereka dengan menghela nafas lega. " ternyata memang benar, bahwa ia tidak mengenali. tapi, sedang apa mereka disini. apa yang akan mereka lakukan dikekaisaran ini. karna akan sangat tidak mungkin kalau mereka datang jauh jauh kesini hanya untuk mengikuti pelelangan saja." ucapku kembali dalam hati.


" maaf karna membuat tuan tuan ini menunggu lama. tadi saya mengalami sedikit kesulitan dalam membujuk manajer karna barang yang akan kita tambahkan untuk dilelang sedikit terlambat untuk diserahkan. tapi sekarang, semuanya sudah selesai. jadi, tuan tuan ini tidak perlu kawatir. dan untuk sekarang, mari kita masuk kedalam terlebih dahulu karna sepertinya, pelelangan akan segera dimulai." lamunanku langsung buyar setelah mendengar perkataan dari tuan Xiang, yang barusan datang.


" Tidak apa apa tuan Xiang, kami juga tidak terlalu menunggu lama disini." kudengar suara jie jie Yuan yang menjawab perkataan dari tuan Xiang.


" lalu tunggu apa lagi, mari kita pergi sekarang." aku segera mengalihkan tatapanku dan menatap kearah Gege Lang yang berbicara barusan.


" Baiklah, mari ikuti saya." aku menarik tatapanku dan kini menatap tuan Xiang yang telah berjalan mendahului kami.


kami terus melangkah hingga berhenti didepan sebuah ruangan yang sangat besar. ruangan itu berbentuk lingkaran dan terdiri dari dua lantai yang mana lantai satu merupakan lantai yang dibentuk seperti tangga tangga yang panjang dan tinggi dan bila dihitung, terdapat lima belas lingkaran tangga dan tangga itu telah dipenuhi oleh orang orang yang sedang duduk disetiap anak tangganya. sedangkan lantai dua sendiri terdiri dari banyak sekali kamar kamar yang melingkari tengah tengah bangunan. dan ditengah tengah bangunan itu, telah terdapat sebuah panggung melingkar yang bisa dilihat dari dalam kamar kamar, maupun lantai anak tangga.


" mari, tempat kita ada diatas tuan." kudengar kembali suara tuan Xiang yang bersuara sembari melangkahkan kakinya menaiki lantai dua melalui tangga yang berada di samping para tangga yang menjadi tempat duduk orang orang itu.


sesampainya di atas lantai dua, aku bisa melihat bahwa setiap kamar kamar telah terisi oleh orang orang. dan didepan kamar itu, aku bisa melihat adanya nomor nomor yang mengurutkan ruangan. kami terus melangkahkan kaki hingga terhenti kamar nomor dua puluh.


" ini adalah ruangan kita. jadi mari kita masuk tuan" ucap tuan Xiang kembali sembari memasuki ruangan itu.


.


.


.


.


.


.


Hai hai hai,.. jangan lupa untuk selalu meninggalkan like dan saran ya,..


** see you in the next chapter 🙏😇