My Life Journey

My Life Journey
part 21



Saat ini aku dan jie jie yuan sedang berjalan di dalam hutan tengkorak dan hampir sampai ke tempat gubuk kecil yang kami huni sebelumnya. sambil sesekali aku berhenti untuk mengambil buah yang berada di pohon di dekat ku saat aku melewatinya, dan memasukkan nya ke dalam kantong besar yang tadi ku ambil dari kalung dimensi untuk makan siang kami nanti setelah sampai di gubuk


"mei mei, lihat itu gubuk kita,.. kita sudah sampai. tapi,.." kutatap jie jie Yuan yang menggantung ucapannya ketika ia melihat kondisi gubuk yang sudah kami tinggalkan selama enam bulan ini."


"hah,.. aku sudah menduga bahwa gubuk kita akan jadi seperti ini setelah kita tinggalkan selama enam bulan lamanya jie jie." ucapku lirih setelah aku melihat keadaan gubuk yang kami tinggali ini sebelumya. kini, tanaman tanaman liar sudah tumbuh subur di mana mana. dan atapnya pun sudah banyak yang hilang.


"jadi bagaimana ini mei mei..??" kutatap jie jie Yuan yang bertanya lalu kusinggangkan senyumku kepadanya


"tenang saja jie jie, aku akan menyelesaikannya dalam sepuluh menit." ucapku sembari tersenyum menatapnya


" maksudmu mei mei,.." kutatap ia yang kebingungan setelah mendengar kata kata yang ku ucapkan barusan.


" Lihat dan tunggu saja jie jie." ucapku sembari melangkahkan kakiku menuju gubuk yang sudah hampir roboh di depan kami itu.


aku melangkahkan kakiku mendekati gubuk tersebut, lalu menghentakkan kakiku kuat setelah aku berada di depan gubuk tua itu.


kutatap gubuk beserta tanaman liar yang tumbuh itu yang seketika roboh dan tercabut setelah aku menghentakkan kakiku.


ku angkat tangan kananku ke atas, seketika tanaman dan gubuk tadi terangkat dan terbakar lalu lenyap tak menyisakan apapun setelah aku mengeluarkan api dari tangan kiri ku. lalu aku megedarkan pandanganku ke sekeliling menatapi pohon pohon yang besar dan menjulang tinggi yang berada di sekitar ku lalu aku menatap kembali tanah kosong tempat gubuk tua itu tadi berada. aku menutup mataku lalu mengucapkan kata "Herete" lalu duduk bersila di atas tanah yang kupijaki tadi.


kubuka kembali mataku setelah aku duduk bersila selama lima menit dan menatap adanya bangunan baru yang terbuat dari papan dan ukurannya tiga kali lebih besar dari gubuk yang kami tempati sebelumnya.


"akhirnya jadi juga." gumamku sambil bangkit berdiri.


"jie jie, kemari lah." ucapku ketika kutatap ia yang masih berdiri mematung sambil menatap ke arah bangunan baru itu.


"wah, he.. hebat... kau hebat sekali mei mei."


ucap nya sambil melangkahkan kakinya mendekatiku.


"itu bukan apa apa jie jie. itu hanyalah hal kecil bagiku." ucapku kepadanya sambil menarik tangannya setelah ia berada di sampingku ke arah bangunan baru itu.


"mari kita lihat bagaimana isinya." ucapku kembali.


aku membuka pintu bangunan baru itu perlahan dan menatap seluruh isinya.


bangunan itu berisi sebuah ruangan yang luas berupa ruang tamu yang berisi kursi kursi kayu tersusun melingkar, dan terdapat sebuah meja kayu bulat di tengah tengahnya, sebuah dapur yang lumayan luas dan lima kamar kamar yang terletak di samping ruang tamu itu.


"wah,.. bagus sekali mei mei." ucap jie jie Yuan setelah melihat isi dari ruangan yang kami pijaki saat ini.


"ini adalah kamar jie jie, dan ini adalah kamarku." ucapku kepadanya sambil menunjuk dua buah kamar yang bersebelahan setelah kami memasuki kediaman yang baru ku bangun itu.


"iya mei mei, trimakasih." ucapnya kepadaku


"oh ya jie jie, mana buah yang tadi kita kumpulkan dari dalam hutan itu, aku sudah lapar dan mau memakannya." ucapku kepadanya sambil memegangi perutku yang sudah berbunyi pertanda minta di isi.


"eh iya, buahnya ada di luar mei mei tadi buahnya tertinggal di tempat aku melihatmu membangun kediaman ini." kutatap ia berbicara lalu berlari ke luar.


aku melangkahkan kakiku ke arah kursi kayu yang berada di ruang tamu saat kurasa jie jie Yuan tak kunjung kembali dan langsung mendudukkan badanku disana sembari menunggu jie jie yuan kembali.


"ini mei mei buahnya, maaf lama soalnya tadi buahnya jie jie cuci dulu di sungai supaya bersih dan bisa langsung bisa dimakan." ucapnya sambil meletakkan buah tadi di meja


"iya jie jie trimakasih ya, mari kita makan buahnya." ucapku sembari mengambil salah satu buah


"mau ngapain mei mei, jie jie ikut ya..." ucap jie jie Yuan sembari ikut mengambil buah lalu menggigitnya.


"tidak usah jie jie, aku hanya ingin berburu hewan saja. hewan yang bisa kita jadikan makanan." ucapku kembali sembari menggigit kembali buah yang berada di tanganku.


"aku ikut. aku tidak ingin mei mei tinggal lagi aku ingin menemani mu kemanapun kau pergi." aku menghentikan kegiatan mengunyah ku ketika aku mendengar kata katanya barusan lalu ku hembuskan nafasku kasar sembari menatapnya. " baiklah jie jie


besok kita pergi berburu bersama sama." ucapku pada akhirnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


*hai hai hai... aku double up nih hari ini...😁


semoga ceritaku bisa menghibur kalian semua yah.


dan jangan lupa juga buat ...


like


koment


rate bintang lima


and vote yahhhh🙏🙏🙏😁


** see you in the next chapter 😊**