My Life Journey

My Life Journey
Part 54



Aku melangkahkan kakiku meninggalkan bangunan yang bertuliskan toko Alkemist itu bersama dengan jie jie Yuan, Gege Han, dan Gege mo sembari mengedarkan pandanganku ke sekeliling untuk mencari rumah makan yang berada di dekat toko ini. namun aku tidak menemukannya. aku terus mengedarkan pandangan hingga pada akhirnya aku hanya menghela nafas kasar karna aku tidak menemukan apa yang ku cari.


" rumah makan ada dimana jie jie,.." ucapku pada akhirnya kepada jie jie Yuan sembari menghentikan langkah tepat di depan bangunan itu lalu berbalik dan menatap ke arah nya. kutatap ia yang tampak berfikir sebentar sembari menatapku setelah mendengar pertanyaan ku barusan. " seingat ku, rumah makan berada sekitar seratus meter dari sini, kalau kita berjalan ke arah kanan." ucapnya membalas pertanyaan ku barusan sembari menunjuk ke arah kanan.


" pantas saja barusan ku cari tidak ada, rupanya rumah makan nya berada di sana." batinku sembari mengarahkan pandanganku ke arah yang di tunjuk nya itu.


" baiklah, kalau begitu mari kita pergi kesana terlebih dahulu. karna perutku sudah lapar." ucapku sembari membalikkan tubuhku lalu melangkahkan kakiku mengikuti arah yang jie jie tunjukkan barusan. aku terus melangkahkan kakiku menapaki jalan yang kami lalui hingga berhenti di depan bangunan berlantai dua dan Dan didepan bangunan itu tertulis " rumah makan keluarga Shen."


" apa ini tempat yang jie jie maksud..??" tanyaku kembali kepada jie jie Yuan sembari tetap menatapi bangunan berlantai dua itu.


" iya mei mei,.. ini rumah makan yang jie jie maksudkan tadi." ucapnya membalas perkataanku.


" lalu tunggu apa lagi,.. mengapa kita masih berdiri saja disini mari masuk." kutatap Gege mo yang berbicara sembari langsung melangkahkan kakinya memasuki bangunan itu mendahului kami.


aku hanya menghela nafas melihatnya lalu ikut melangkahkan kaki menyusulnya sembari menarik tangan jie jie Yuan. hal pertama yang ku lihat ketika aku memasuki bangunan itu adalah banyaknya meja dan kursi yang tersusun rapi memenuhi ruangan itu bersamaan dengan banyaknya orang yang hampir menduduki semua kursi yang berada di sana.


aku mengedarkan pandanganku kesekeliling mencoba untuk mencari meja yang kosong untuk kami tempati lalu terhenti tepat di ujung ruangan dimana disana telah duduk Gege mo yang melambaikan tangannya ke arahku ketika aku menatap ke arahnya. aku mengalihkan tatapanku lalu menatap ke arah jie jie Yuan yang juga telah menatapku lalu kulangkahkan kakiku menuju tempat Gege mo berada bersama dengan jie jie Yuan dan Gege Han yang sudah berdiri di belakangku.


" silahkan duduk mei mei,.." ucap Gege mo kepada kami ketika kami sudah sampai ke meja tempat dia duduk.


" baik, terimakasih Gege. ucapku sembari menarik salah satu kursi lalu mendudukinya. aku mengedarkan pandangan ku ke sekeliling setelah aku duduk dan mendapati banyaknya orang yang menatap ke arah kami dengan pandangan yang sulit untuk ku artikan.


" mengapa semua orang menatap kearah kita jie jie.." ucapku pelan sembari menarik kembali tatapanku saat ada seorang pelayan yang datang menghampiri meja kami dan menanyakan apa yang hendak kami makan.


" aku juga tidak tau mei mei,.. mungkin karna mereka penasaran dengan kita." ucapnya menjawab ucapanku sembari menjawab pertanyaan yang di tanyakan oleh pelayan yang datang menghampiri meja kami barusan...


****


Hari sudah mulai gelap tapi kami masih saja berkeliling di pasar dan baru hendak pulang saat menyadari bahwa hari telah gelap. tadi setelah kami makan, kami langsung saja pergi meninggalkan tempat itu dan memutuskan untuk berkeliling keliling pasar. banyak yang kami lihat dan beli selama kami berkeliling, mulai dari hanfu yang langsung di jahitkan sendiri, gelang yang sama dengan jie jie Yuan, hingga aksesoris rambut. sedangkan untuk Gege mo dan Gege Han, mereka tidak membeli apapun karna tidak ada yang menarik menurut mereka.


kami melangkahkan kaki menapaki jalan yang sama seperti yang kami lalui tadi pagi. dan tepat setelah kami mencapai tembok antara pembatas hutan dan istana, aku menyuruh gege mo dan Gege Han untuk kembali ke ruang dimensi yang langsung di turuti oleh mereka. aku memejamkan mata sebentar setelah mereka memasuki ruang dimensi sebelum pada akhirnya aku membukanya lalu segera mengambil ancang ancang untuk melompati tembok itu. aku menghela nafas lega ketika aku telah berhasil memasuki istana kembali dan disusul oleh jie jie Yuan yang melompat tepat beberapa detik setelah aku melompat barusan.


" kita telah sampai jie jie,.. mari kita kembali ke kediaman dan membersihkan diri terlebih dahulu." ucapku kepada jie jie Yuan yang dibalas anggukan kepala olehnya.


Aku kembali melangkahkan kakiku untuk memasuki pintu kediaman yang berada tidak terlalu jauh dari tempat kami berdiri saat ini. lalu berhenti tepat di depan pintu kediaman saat yi tiba tiba saja muncul dan membungkukkan tubuhnya ke arahku.


" Hormat hamba ratu,.. akhirnya Ratu kembali setelah hampir seharian keluar." ucapnya


" bangkitlah Hormatmu ku terima." ucapku,.. kutatap ia yang langsung bangkit berdiri setelah mendengar kata kata ku barusan lalu aku memperhatikan raut wajah nya yang seperti ingin mengatakan sesuatu. " ada apa Yi,.. apa ada sesuatu yang kau kau laporkan...??" tanyaku.


" Ada Ratu.. Tadi setelah ratu pergi bersama yang lain,.. ada banyak sekali orang yang datang kesini dan memanggil nama ratu." ucapnya sembari menatapku.


" Banyak orang yang datang kesini,.. siapa saja mereka. apa kau pernah melihat mereka sebelumnya..??


" sebagian pernah hamba lihat ratu,.. tapi sebagian lagi tidak. sebagian yang hamba pernah lihat itu ialah orang yang anda panggil sebagai ibunda selir ketiga dan pangeran ke tiga. dan yang lainnya ialah, empat orang perempuan yang datang semalam pagi dan mengucapkan kata kata yang mengancam ratu." ucap nya lagi.


" yang hamba tidak kenali itu ialah, ada tiga orang pria muda yang datang kesini tadi sore. mereka datang kesini lalu memanggil manggil nama Ratu dan menyuruh ratu untuk keluar dari kediaman. hamba tidak tau siapa mereka, tapi tadi hamba sempat mendengar bahwa salah satu diantara pria itu, ada yang memanggil pria yang lainya sebagai putra mahkota." ucapnya kembali.


" pasti mereka adalah pangeran pertama, pangeran kedua dan putra mahkota. mau apa mereka kesini,.. apa mereka mau menghinaku lagi sama seperti saat aku belum diasingkan.." ucapku disertai dengan dengusan yang keluar dari mulutku.


" hamba kurang tau ratu,.. karna dari yang hamba dengar sejak mereka datang kesini, mereka hanya memanggil manggil nama Ratu lalu menyuruh ratu untuk keluar. tapi mereka tidak mengatakan apa tujuan mereka untuk menyuruh ratu keluar dari kediaman." ucapnya lagi.


" baiklah,.. apa ada lagi..??"


" ada Ratu,.. tadi siang dan sore ini juga, ada banyak sekali para pelayan yang datang kesini. mereka datang sambil membawa banyak sekali makanan. mereka memanggil ratu dan mengetok pintu gerbang berulang kali,.. tapi karna ratu tidak kunjung keluar, mereka akhirnya pergi dan membawa makanan itu kembali." ucapnya.


" makanan,.. ada apa dengan mereka, kemaren pada waktu aku kembali dari pengasingan, mereka bahkan tidak memberikan aku segelas air minum pun. tapi sekarang mengapa para pelayan itu datang kemari dan membawakan banyak makanan,.. apa mungkin para pelayan itu adalah suruhan dari selir pertama dan selir kedua, dan dimakanan itu telah di taruh racun untuk membunuhku,.. " ucapku dengan bingung.


" Entah lah mei mei,.. yang jelas untuk saat ini, kita harus lebih hati hati. karna kita tidak tau apa alasan dari orang orang istana yang begitu terhormat itu datang kemari. " kutatap jie jie Yuan yang tiba tiba ikut menimpali percakapan kami sembari menghela nafas.


" yah,.. memang untuk saat ini, kita harus lebih berhati hati jie jie, karna kita tidak tau apa saja isi hati dari seseorang itu." ucapku


" apa ada lagi laporan yang ingin kau sampaikan Yi..?? "


"tidak ada ratu,.. hanya itu yang mau hamba laporkan kepada ratu." ucapnya lagi.


" baiklah, kalau begitu mari kita masuk dan kembali ke kamar masing masing. karna hari juga sudah semakin larut. " ucapku sembari memasuki pintu dan segera memasuki kamarku sendiri.


.


.


.


.


.


.


.


.......


...*maaf, karna mungkin di chap ini, ada banyak kata yang kurang tepat dan rancu....


jangan lupa untuk meninggalkan like dan sarannya ya...


*** see you in the next chapter 🙏😇****