
Matahari telah menampakkan dirinya dengan malu malu, sinarnya sudah mulai memasuki celah celah dedaunan yang berada di dalam hutan.
aku dan juga jie jie yuan saat ini tengah berjalan di dalam hutan tengkorak lapisan ke tiga dengan menenteng panah dan pedang yang berlumuran dengan darah hewan yang baru saja kami buru. ya setelah rencana yang semalam kami susun, kami memutuskan untuk berangkat pagi pagi sekali sebelum matahari terbit agar para hewan biasa maupun beast monster belum terbangun dari tidurnya. karna kalau mereka sudah terbangun, maka akan terjadi pertarungan yang tidak perlu. bukannya aku tidak sanggup untuk menghadapi mereka semua. cuman aku hanya tidak ingin mereka mati sia sia hanya karna bertarung denganku. karna walau bagaimana pun mereka itu tetap lah mahluk hidup yang tidak bisa seenaknya untuk di bunuh.
"mei mei, habis ini kau mau langsung pulang atau masih ingin berkeliling di hutan ini..??" kutatap jie jie yang berjalan di sampingku.
"aku mau langsung pulang saja jie jie.
karna badanku sudah sangat lengket karna dibanjiri oleh keringat dan darah hewan yang baru kita buru." ucapku sembari menghela nafas lalu melanjutkan. "oh ya jie jie, aku ingin belajar memasak pada jie jie. maukah jie jie mengajariku..??" tanyaku kembali kepadanya sambil menatapnya penuh harap karna jujur saja walaupun ini sudah bukan kehidupanku yang pertama dan aku juga sudah hidup di dunia modren cukup lama namun aku sama sekali tidak tau caranya memasak. bukannya tidak ingin belajar, namun karna selama di dunia modren dan di kehidupanku sebelum zaman modern, aku tidak punya waktu untuk belajar memasak.
kutatap jie jie yuan yang langsung menghentikan langkahnya dan menatapku dengan intens. "benarkah mei mei kau ingin belajar memasak..??"
"iya jie jie aku ingin belajar memasak." jawabku sembari terus menatapnya
"baiklah, aku akan mengajarimu caranya memasak nanti setelah kita sampai di kediaman." ucapnya sembari melangkahkan kakinya kembali untuk melanjutkan perjalanan.
"trimakasih jie ji" ucapanku terhenti saat ku rasakan adanya beberapa orang yang tergeletak tak jauh dari tempat kami saat ini berada.
"tunggu jie jie." ucapku sembari menghentikan langkah dan menarik tangan jie jie Yuan agar ikut berhenti.
"ada apa mei mei,.." ucapnya sembari menatapku dengan bingung.
" lihat ke depan jie jie." ucapku sembari menunjuk ke arah yang ku lihat tadi.
"astaga mei mei, ada orang yang terluka." ucapnya setelah ia melihat ke arah yang ku tunjuk tadi.
"apa mereka cuman terluka saja atau sudah meninggal mei mei." ucapnya lagi.
"aku tidak tau jie jie, mari kita periksa mereka." ucapku sembari berjalan menghampiri orang orang yang tergeletak itu.
"To,.. tolong se.. selamatkan yang mu.. mulia dan putra mahkota." Aku terkejut saat tiba tiba saja salah satu dari orang yang tergerak itu berbicara dengan terbata setelah kami menghampiri mereka.
"ehh mei mei, mereka masih hidup." ku tatap jie jie Yuan yang langsung berjongkok di hadapan orang yang berbicara tadi.
"hei,.. bangun. apa kau masih bisa mendengar ku..??" ucap jie jie yuan kepada laki laki yang berbicara tadi sembari menepuk nepuk pipi laki laki itu.
"to.. tolong selamatkan ya.. yang mulia dan put.. putra mahkota" segera ku tatap kembali laki laki itu yang langsung saja tidak sadarkan diri setelah berbicara barusan.
"hei,.. apa maksudmu..??" kutatap kembali jie jie Yuan yang mencoba menyadarkan laki laki itu.
"sudahlah jie jie, 'dia sudah tidak sadarkan diri." ucapku kepadanya lalu ku edarkan pandanganku ke sekeliling dan mendapati adanya beberapa laki laki lainnya yang sudah tidak sadarkan diri. aku berhenti mengedarkan pandangan saat pandanganku terjatuh lada seseorang laki laki yang tampak lebih muda dari yang lainnya. lalu kulangkahkan kakiku untuk menghampiri laki laki itu lalu berjongkok dihadapannya. aku menatapnya sebentar sebelum pada akhirnya aku meraih pergelangan tangannya lalu memeriksa detak nadinya yang ternyata masih berdetak walaupun tinggal nampak samar.
"mungkin laki laki ini sedang di kritis atau hampir di ambang batasnya." ucapku pelan sembari melepas tangannya itu.
aku beralih pada laki laki lain yang nampaknya berumur empat puluh tahunan. kuraih pergelangan tangannya dan kuperiksa denyut nadinya. " aih, laki laki ini juga nampaknya tidak sampai tiga menit lagi akan mati bila tidak segera di tolong" gumamku setelah memeriksa detak jantungnya.
"baiklah jie jie, karna kita kebetulan lewat dari sini dan menemukan mereka, maka aku ingin menolong mereka." ucapku sembari bangkit dari posisi jongkokku.
" jie jie, bisa bantu aku untuk menyenderkan tubuh mereka di pohon pohon itu supaya aku bisa mengobati mereka, karna kalau mereka tidak segera kita tolong. maka mereka semua akan segera mati. ucapku lagi.
"bisa mei mei,.." ucapnya sambil bangkit dan meraih tubuh pria yang berbicara sebelumnya dan menyenderkan nya ke batang pohon yang memang terletak di samping nya
aku menghembuskan nafas pelan menatapnya lalu aku beralih pada kalung yang berada di leherku. ku sentuh kalung itu lalu berkata.
"Gege han, bisa Gege keluar dan membawa beberapa pil penyembuh luka dalam maupun luar dan beberapa herbal untuk menutup luka..??"
lalu tak berselang lama kutatap Gege Han yang keluar sambil membawa satu botol berisi pil berwarna biru dan beberapa tanaman herbal yang sudah di tumbuk halus.
"ini mei mei," ucapnya sambil menyerahkan botol dan herbal yang sudah di masukkan ke dalam suatu wadah menyerupai mangkok berwarna hitam
"trimakasih Gege," ucapku kepadanya sambil meraih botol dan mangkok yang ia sodorkan..
"sudah mei mei," aku mengalihkan tatapanku dari Gege Han lalu beralih ke jie jie Yuan yang berjalan menghampiri kami.
"Gege bantu aku untuk memasukkan pil ini kedalam mulut mereka satu persatu, sambil menggunakan tenaga dalam untuk membantu mereka menelannya supaya pil pil ini segera bekerja." ucapku sembari menolehkan kembali pandangan ke arahnya.
" Baik mei mei." kutatap Gege Han yang langsung meraih botol yang berada di tanganku lalu membawanya pergi ke arah orang orang yang terluka tadi
kini aku beralih ke arah jie jie Yuan yang masih berdiri didepanku itu.
" jie jie, tolong bantu aku untuk mengoleskan ramuan ini ke luka mereka agar pendarahannya segera berhenti dan luka nya sembuh dan tak meninggalkan bekas." ucapku sambil menyerahkan mangkok yang kupegang kepadanya.
"baik mei mei," ucapnya sambil meraih mangkok yang ku sodorkan tadi lalu pergi menghampiri salah satu laki laki yang berada pohon yang berada di sampingku.
aku berjalan menghampiri laki laki yang sempat berbicara kepada kami setelah melihat jie jie Yuan dan Gege Han melakukan pekerjaannya dengan baik lalu kuraih pergelangan tangannya dan ku periksa nadinya. mataku terbelalak saat merasakan bahwa nadinya hampir tidak bersetak lagi. "Gege berikan aku satu pil, karna laki laki ini harus segera di tolong. kalau tidak maka nyawanya akan melayang saat ini juga." ucapku sambil berlari kecil menghampiri Gege Han.
"ini mei mei." ucap Gege Han sembari menyodorkan sebuah pil kepadaku saat aku sudah berdiri di hadapannya. lalu ku ambil pil yang ia sodorkan tadi kepadaku dan langsung berjalan menghampiri laki laki tadi.
kubuka mulut laki laki itu begitu aku sampai di hadapannya menggunakan tangan kananku lalu kumasukkan pil itu kedalam mulutnya sambil menggunakan tenaga dalamku untuk mendorong pil itu supaya langsung masuk ke dalam tenggorokannya dan langsung bekerja.
"huft,.. untunglah nyawanya masih terselamatkan." ucapku sambil mengecek kembali detak jantungnya yang berangsur angsur berdetak walaupun masih lemah.
"jie jie berikan aku sedikit ramuan itu. agar aku bisa menutup luka laki laki ini." ucapku sambil berjalan menghampiri jie jie Yuan
"ini, ambillah." ucapnya sambil menyodorkan ramuan herbal itu kepadaku.
"trimakasih jie jie..." ucapku sambil mengambil ramuan itu dari tangannya lalu berjalan kembali menghampiri laki laki yang tadi itu.
"aku sudah selesai mei mei." ucap Gege han lalu menghampiriku.
"aku juga sudah selesai mei mei." ucap jie jie Yuan menyahuti perkataan dari Gege Han
"baiklah Gege, jie jie setelah ini bantu aku untuk membawa mereka ke kediaman kita. karna akan sangat tidak mungkin bagi kita untuk meninggalkan mereka saat ini disini dengan kondisinya yang seperti ini. karna dengan kondisi mereka yang sekarang, dan dengan pil yang kuberikan tidak memiliki tingkatan yang terlalu tinggi, akan membutuhkan waktu setidaknya dua hari untuk sadar." ucaoku lagi.
"baiklah mei mei, tapi mengapa kau hanya menggunakan pil embun biru untuk mengobati mereka, bukankah kau memiliki pil yang jauh lebih hebat dan bekerja tanpa memakan yang lama seperti pil ini..?" tanya Gege han sembari menatapku bingung
"apa Gege lupa bahwa pil pil yang lain yang kumiliki bisa menaikkan kultivasi seseorang walau hanya satu sampai tiga tingkat..?? lagi pula setiap pil yang ku miliki terbuat dari bahan bahan yang mahal. aku tidak ingin pil pil berhargaku mereka pakai begitu saja." ucapku lagi.
.
.
.
.
.
.
.
jangan lupa untuk
like
komen
rate bintang lima
and vote ya...🙏🙏
see you in the next chapter....😊