My Life Journey

My Life Journey
Hutan Tengkorak



Matahari baru saja terbit, Namun saat ini Han Yuna sudah berjalan di dalam hutan tengkorak lapisan ke empat. Ia menoleh ke kiri dan ke kanan mencoba untuk menemukan beast monster seperti yang di ucapkan Xi Yuan semalam tapi nihil. Ia tidak menemukan apapun selain tumbuhan tumbuhan herbal yang sudah banyak ia kumpulkan didalam kantong besar sedari ia memasuki ia memasuki hutan tadi.


ya, saat ini Han yuna sudah berada di dalam hutan tengkorak. Ia pergi diam diam dari gubuk tadi pagi-pagi sekali dan ia hanya meninggalkan sepucuk surat di atas ranjang untuk memberi tahu Xi Yuan bahwa Ia saat ini sedang berada di hutan tengkorak.


Han Yuna lebih memilih pergi sendiri, karna ia tahu, akan terjadi hal-hal yang tidak di inginkan saat ia memberitahukan hal ini kepada Xi yuan.


"Aku bingung, kata jie jie hutan ini sangat berbahaya dan tidak sembarangan orang yang bisa memasuki hutan nya. Tapi sampai saat ini aku bahkan sudah hampir memasuki hutan lapisan kelima tapi aku tidak merasakan adanya aura pembunuh seperti yang Ia katakan tadi malam. Jangankan aura pembunuh, Beast monster nya pun tidak ada yang keluar. Tapi tunggu, apa-apaan dengan aura ini.. kenapa semakin aku memasuki hutan ini, rasanya malah semakin nyaman.. kenapa rasanya seperti aku pulang kerumah.." sambil terus melangkah, sesekali Han yuna berhenti untuk mengambil tanaman herbal yang Ia lalui dan memasukkannya ke dalam kantung yang sudah hampir penuh.


Tanpa terasa Ia sudah memasuki lapisan terakhir hutan yang sedari tadi ia jelajahi itu dan saat ini, ia tengah mencari goa yang di ucapkan oleh kakek Shi yang ia temui dalam mimpi sebelum nya. Namun, disaat Ia sedang asik mencari, tiba tiba Ia merasakan adanya pergerakan dari arah semak semak yang berada tak jauh dari hadapan nya. segera ia arahkan pandangan nya ke arah semak semak itu dan tak lama setelahnya, muncullah sebuah mahluk yang sangat besar. Mahkluk itu menyerupai harimau dengan bulu berwarna putih terang disertai dengan loreng loreng biru dan merah di sekujur tubuhnya ada juga sebuah tanduk berwarna hitam yang terletak di tengah tengah dahi hewan itu.


Han Yuna yang melihat nya perlahan mematung. bukan karna takut melainkan karna bahagia karna setelah hampir seharian ia menjelajahi hutan ini dan akhirnya ia bisa bertemu dengan penghuninya. yah, walaupun hanya satu. tapi setidaknya Ia bisa mengetahui bahwa hutan ini memang berpenghuni.


Merasa dirinya di tatap oleh manusia di hadapan nya, dan manusia itu tampak berdiri diam, sang harimau pun perlahan mengeram dan menguarkan suaranya..


"Err... hei gadis kecil, apa yang kau lakukan di hutan ini." ucap harimau itu dengan suara yang sangat keras.


" Eh, kau bisa bicara..??" Terkejut karna melihat harimau aneh dan bahkan bisa bicara di hadapan nya, Han Yuna tanpa sadar bertanya.


"Tentu saja yang abadi ini bisa bicara. apakah kau tidak mengetahui tentang ku?" Merasa aneh dengan gan manusia di hadapan nya yang bahkan tidak bisa mengenalinya, sang harimau akhirnya menatap nya dengan intens.


" I.. ini.. memang kau siapa hingga aku harus mengetahui tentang mu??"


" Ka..Kau.. yang abadi ini adalah Harimau bulan yang sangat legendaris.. di setiap sejarah yang tecatat, pasti ada namaku dan tentang seberapa tinggi kekuatan ku. Tapi,.. kau gadis kecil, bahkan tidak tau tentang ku?? apa selama ini kau tidak pernah di ajari dan belajar tentang sejarah hingga bahkan kau tidak mengenali mahluk agung dan abadi seperti ku ini.." Sedikit meninggikan suara nya, sang harimau tampak menatap tajam Han Yuna.


Sedikit mencemooh, Han Yuna tampak memutar bola malas.


" Ka..kau..."


" Sudahlah tuan harimau yang abadi, sekarang bisakah kau memberitahuku mengenai tempat apa ini?? orang-orang mengatakan bahwa hutan ini sangat berbahaya dan tidak sembarang orang bisa memasuki nya. tapi bahkan dari awal aku memasuki nya hingga sekarang, aku bahkan tidak menemukan rintangan dan penghuni lain selain dari pada kau mahluk yang sangat narsis ini.."


" Apa... kau tidak menemukan sesuatu yang menghalangi mu sedari awal kau memasuki hutan ini??" Tampak terkejut, sang harimau akhirnya menunjukkan ekspresi yang serius.


" Ya.. aku tidak menemukan apapun sedari tadi selain tanaman-tanaman ini." Sembari mengangkat kantung nya yang hampir penuh dan menunjukkan nya ke depan sang harimau.


"Apa kau serius.. bagaiman dengan aura pembunuh nya.. apa kau tidak merasakan aura yang menindas mu sedari tadi??"


" Aura apa?? aura yang menekan apa,.. aku tidak merasakan aura menindas seperti yang kau bilang. aku bahkan hanya merasakan rasa nyaman sedari aku memasuki hutan ini. rasa yang seperti aku kembali kerumah. sangat nyaman dan menenangkan.." Sembari menutup mata untuk menikmati angin yang tiba tiba saja berhembus, Han Yuna tampak menarik nafas panjang.


Namun belum sempat semenit berlalu sejak ia menutup mata,.. Tiba tiba saja matanya terbelalak karna terkejut saat Ia merasakan adanya seseorang yang tiba tiba saja memeluk tubuhnya sambil menangis "Yang mulia, akhirnya Anda kembali setelah 1000 tahun. hiks hiks..." Ucap orang yang memeluk tubuh nya itu sembari meneteskan air mata.


.


**Bersambung**