My Life Journey

My Life Journey
part 52.



Aku terus melangkahkan kaki sembari menarik jie jie Yuan untuk menjauh dari ruangan terkutuk atau tempat makan para keluarga kekaisaran itu. " aku berjanji, jika waktunya sudah tiba, aku akan mematahkan kaki dari putra mahkota itu. aku akan memberikannya pelajaran bersama dengan anggota kekaisaran yang lain termasuk kaisar sendiri." gumamku pelan sembari berjalan. " tenanglah mei mei, aku juga ingin melakukan hal yang sama, apalagi kepada selir pertama dan selir kedua. aku akan merobek mulutnya itu nanti ketika waktunya sudah tepat." ucap jie jie Yuan sembari mengikuti langkah ku.


kami terus melangkahkan kaki melewati bangunan bangunan istana hingga langkah kami tiba di depan kediaman yang kami tempati. aku menghela nafas kasar setelah kami memasuki pintu pagar dan terhenti tepat di depan pintu.


"sekarang sudah mulai siang, dan kita belum makan apa apa. bagaimana menurutmu jie jie, apa kita perlu keluar istana untuk mencari makanan atau kita menyuruh Yi saja. karna kalau untuk memasak kurasa tidak akan sempat dan waktunya sudah semakin siang." ucapku sembari membalikkan tubuhku dan menatapnya yang berada di belakangku.


" menurutku, lebih baik kita keluar saja mei mei, karna makanan yang kita pilih sendiri itu, lebih enak dari pada makanan yang dipilihkan oleh orang lain." ucapnya sembari menatapku.


" baik lah jie jie, kita akan keluar. tapi sebelum itu, lebih baik kita mengganti pakaian kita menjadi pakaian laki laki dulu. agar perjalanan kita lebih mudah." ucapku lagi.


" baiklah mei mei, tapi pakaian siapa yang akan kita kenakan,.. bukan kah kita tidak memiliki pakaian laki laki??"


" tenang saja jie jie, aku memiliki beberapa pasang hanfu laki laki yang tersimpan di dalam ruang dimensi ku." ucapku sembari menyentuh kalung ku dan seketika muncul dua buah hanfu laki laki berwarna hitam ditangan ku bersama dengan dua buah topeng hitam setengah wajah bercorak naga. " ini untuk hanfu dan topeng untukmu jie jie, pakailah,.. setelah selesai, kita akan bertemu lagi disini." ucapku sembari melangkahkan kakiku meninggalkannya.


****


sepuluh menit telah berlalu dan kini, aku dan jie jie Yuan telah berdiri ditempat kami yang tadi dengan pakaian yang tadi ku berikan dan tak lupa dengan topeng hitam yang telah kami kenakan di wajah yang menutupi area mata dan hidung kami.


" mengapa kita tidak memakai cadar seperti biasanya saja mei mei,..??" kutatap jie jie Yuan yang berada di sampingku setelah mendengar pertanyaannya barusan. " agar kita tidak susah nanti makannya jie jie, kan tidak mungkin kita makan sembari melepas cadar atau kita makan sembari mengangkat cadar kita." ucapku pelan sembari tersenyum menatapnya.


" oh, iya juga. mengapa aku tidak memikirkannya ya.." ucapnya sembari menggaruk kepalanya dan membalas senyumanku dengan kaku.


aku hanya menggelengkan kepala melihat tingkahnya barusan.


" baiklah jie jie, apa kau sudah siap,.. kita akan pergi melalui tembok istana yang berada di belakang kediaman kita, karna akan sulit jika kita keluar melalui pintu gerbang." ucapku kembali.


" aku sudah siap mei mei,.." balasnya


" baiklah. Yi, kemarilah,.." ucapku sembari memanggil Yi yang sedari tadi berada di atas pohon yang berada di samping kediaman kami


" Hormat hamba ratu, apa ada tugas yang harus hamba lakukan sehingga ratu memanggil hamba,..??" kutatap Yi yang langsung menghilang dari atas pohon dan seketika muncul di depan kami dengan tubuh membungkuk.


" bangunlah, aku memanggilmu bukan karna ada tugas, tapi karna aku dan jie jie akan pergi keluar istana untuk mencari makanan sekaligus berkeliling. jadi aku ingin kau tetap disini dan mengawasi kediaman kami selama kami pergi. jika ada sesuatu yang mencurigakan, segera kabari. jangan tangani sendiri karna mereka tidak mengetahui keadaan ku yang sekarang." ucapku sembari menatapnya.


" tapi Ratu, hamba ditugaskan oleh Tuan untuk selalu berada dekat dengan ratu dan menjaga keamanan ratu, jika nanti ratu pergi dan ada sesuatu yang terjadi pada ratu, maka nyawa hamba akan segera menghilang." ucapnya sembari menatapku penuh permohonan.


" tenanglah, tidak akan ada sesuatu yang akan terjadi padaku, lagi pula dengan kekuatanku saat ini, tidak ada seorang pun yang berada di benua ini yang bisa melukaiku." ucapku lagi.


" tapi ratu, hamba ditugaskan tuan untuk selalu menjaga ratu dari bahaya sekecil apapun." ucapnya lagi.


aku hanya bisa menghela nafas kasar sembari menatapnya. " Gege mo, Gege Han, keluarlah." ucapku sembari menyentuh kalungku.


" tentu saja mei mei,.. aku sangat mau. apalagi perutku kini sedang lapar." ucap laki laki berambut putih atau gege mo yang memotong perkataan yang akan keluar dari mulut Gege Han. aku hanya menatapnya sembari menyerngitkan alis. " lapar..." ucapku.


" sudah lah mei mei, dia itu hanya berbual. bagaimana mungkin mahluk abadi seperti dia bisa lapar. itu hanya alasannya untuk mencari jenis makanan yang baru mei mei, karna dia itu sangat suka makan." gerutu Gege Han sembari menatapku.


" huh, baiklah..." ucapku sembari menghela nafas. sekarang kau bisa tenang kan Yi, aku tidak akan terluka atau apapun itu. karna aku sudah membawa dua Gege ku yang mungkin sama kuatnya denganmu." ucapku sembari mengalihkan tatapan dan menatapnya yang langsung menundukkan kepala itu


" ba,.. baiklah ratu, kini hamba bisa tenang." ucapnya dengan sedikit terpaksa


" baiklah kita berangkat sekarang. tapi,.. sebelum itu, aku ingin Gege mo dan Gege Han mengubah tampilan menjadi tampilan manusia biasa. karna kalau dengan tampilan begini kalian mengikutiku, maka kita akan menjadi pusat perhatian semua orang nantinya disana." ucapku sembari memandangi mereka berdua.


" hmm, baiklah mei mei,.." ucap mereka berdua sembari merapalkan sebuah mantra lalu seketika tampilan rambut dan warna mata mereka berdua berubah menjadi hitam.


" sekarang sudah kan..?? walau aku lebih suka tampilan asliku, tapi tampilan Ku yang begini juga tidak buruk." kutatap Gege mo yang berkomentar sembari memegangi rambut panjangnya itu.


aku hanya menggelengkan kepala ku melihatnya" baiklah, karna semuanya sudah siap, maka kita akan pergi sekarang. dan untuk mu Yi, aku harap kau bisa menjalankan perintahku yang tadi, jangan melakukan sesuatu yang membuat mereka curiga. karna aku belum mau identitas ku terbongkar sekarang. ingat jika ada sesuatu yang aneh, segera laporkan padaku. ucapku sembari menarik tangan jie jie Yuan menuju belakang kediaman yang di ikuti oleh Gege mo dan Gege han


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


...aku butuh jejak kalian gays, agar aku semakin semangat ngetiknya..😌...


**see you in the next chapter 🙏😇**