
Penginapan Bulan sabit adalah penginapan yang di tempati oleh Han Yuna bersama dengan Xi Yuan saat ini. Mereka tidak berada di dalam kamar. Tapi berada di lantai satu. Yang mana di sana merupakan restoran.
Penginapan ini memang di bagi menjadi dua lantai. Yang mana di lantai satu menjadi tempat makan untuk orang-orang dan lantai dua menjadi tempat penginapan bagi yang mau bermalam.
Lalu kemana ketiga saudara angkat atau hewan kontrak Han Yuna yang lain??
Tentu saja mereka sudah memasuki gerbang dimensi sedari tadi.
Kenapa??
Karna Han Yuna dan Xi Yuan masih harus bertemu dengan kedua saudara angkat nya, yaitu putra mahkota dan pangeran Fei dari kekaisaran Lu.
Kenapa Bai Han, Bai Lang, dan Bai Mo, tidak ikut saja dan bertemu dengan ke dua saudara angkat dari Han Yuna itu??
Karna belum waktunya. Mereka baru saja berpisah hampir sebulan. Jadi akan sangat tidak mungkin bila Han Yuna langsung membawa dan memperkenalkan orang-orang yang menurut kedua saudara angkat nya itu baru.
Belum lagi karna tampang dari ke empat saudara angkat sekaligus hewan kontrak nya itu yang lumayan bagus. Jadi bisa-bisa Han Yuna di anggap aneh nanti karna mengoleksi empat sekaligus pria tampan.
Eh, bukan empat deh,.. tapi lima. Jangan lupakan Yi juga. Yah, walaupun wajahnya selalu tertutup topeng, tapi setidaknya di dalam topeng itu, orang orang pasti sudah bisa menebak seberapa bagus nya wajah nya itu.
" Bagaimana tampilan ku sekarang Meimei??"
Xi Yuan bertanya. Karna saat mereka tiba di penginapan ini, mereka langsung saja mengubah tampilan mereka dari tampilan seorang laki-laki yang mengenakan topeng di setengah wajah, ke tampilan biasa yang selalu mengenakan cadar dan baju yang tak terlalu mewah.
Mendengar pertanyaan Jie jie nya itu, Han Yuna langsung mengarahkan pandangan nya ke seluruh pakaian yang di kenakan oleh Xi Yuan. Dari atas ke bawah, dan dari bawah keatas. Han Yuna menatap nya berulang kali sebelum mengatakan." Sudah kembali seperti sediakala Jie jie..
Cantik dan manis." Sambil tersenyum lembut di balik cadarnya yang lumayan tipis.
Xi Yuan menanggapi ucapan dari Han Yuna dengan sedikit tersipu malu. Pipinya tampak sedikit bersemu merah dan Xi Yuan langsung menutupi nya dengan mengangkat kedua tangan nya ke wajah nya.
" Kau juga sangat cantik dan sangat manis hari ini." Ucapnya pelan untuk membalas pujian dari Han Yuna itu.
" Oh ya Meimei, setelah ini apa rencana kita untuk selanjut nya. Apakah kita akan membiarkan mereka untuk menikmati waktu nya sebentar lagi atau kita akan langsung bertindak dalam bulan ini."
Yang di maksud Xi Yuan adalah para orang di istana yang selama ini sudah berbuat sesuka hatinya ke Han Yuna dengan ibunya.
" Kita berikan saja sedikit waktu untuk mereka jiejie. Lagipula, sesuatu yang di lakukan dengan terburu-buru itu tidak baik. Kita biarkan saja dulu mereka menikmati ranjang empuk nya sebentar lagi. Sebelum pada akhirnya aku mengirim nya Ke neraka dan menyerahkan nya ke para hantu di sana."
" Aku sudah tidak sabar untuk menunggu waktu itu Meimei. Aku ingin segera melihat betapa menderita nya mereka." Raut ketidaksabaran tercetak jelas di wajah Xi Yuan.
" Sabar lah sebentar lagi Jiejie. Aku juga sama sepertimu. Aku sudah tidak sabar untuk membuat mereka di makan hidup hidup oleh para hantu kelaparan yang ada di neraka sana." Ucap Han Yuna sembari menepuk pelan tangan Xi Yuan yang berada di atas meja.
" Lalukan sesukamu jie jie. Aku juga sedang menantikan bagaimana permainan yang akan kau lakukan nanti.
Oh,.. mereka datang Jiejie."
Han Yuna segera menghentikan ucapan nya saat ia merasakan pergerakan dua orang dengan aura yang sangat di kenal nya mendekat ke arah mereka.
Itu adalah Putra mahkota dan pangeran Fei.
Dan Han Yuna sudah menunggu kedatangan mereka sekitar setengah dupa. Sedikit lama memang. Tapi itu juga Han Yuna yang menginginkan nya.
Tadi, Han Yuna dan Xi Yuan selesai mengubah penampilan dan berdebat dulu dengan ke empat saudara angkat nya yang lain sebelum pada akhirnya menghubungi ke dua orang ini dan mengatakan letak lokasi menunggu mereka.
" Kalian sudah sampai Gege.."
Xi Yuan lebih dulu menyapa saat melihat kedua bersaudara itu mendekati meja tempat nya Han Yuna duduk.
" Iya Meimei kami sudah sampai. Apa kalian terlalu lama menunggu kedatangan kami??" Ucap putra mahkota begitu ia dan pangeran Fei sampai dan langsung mendekat ke meja kedua adik angkat nya itu. Ia langsung saja menempati kursi kosong yang berada di sebelah kursi Xi Yuan saat ia melihat pangeran Fei sudah duduk di sebelah Han Yuna.
" Tidak Gege. Tidak terlalu lama. Hanya saja sedikit lama."
" Maaf kan kami Meimei. Tadi, kami mengalami sedikit kendala. Makanya datang agak terlambat."
" Iya jie jie.. tadi kami memang mengalami sedikit kendala. Jendral Xin dan beberapa pengawal yang membawa kami melarang kami untuk bepergian ketempat lain. Mereka memerintahkan kami untuk segera menyusul ayahanda dan ibunda yang sudah pergi duluan ke istana yang ada di kekaisaran ini."
Raut penyesalan tampak tercetak jelas di kedua wajah itu. Dan tidak tau kenapa, Xi Yuan yang melihat wajah itu menjadi semakin bersemangat.
" Tidak apa-apa pangeran. Tadi kami memang menunggu sedikit terlalu lama sampai ada beberapa orang yang datang dan mengganggu kami. Mereka menggoda kami dengan tubuh nya dan memaksa kami untuk ikut dengan nya."
Xi Yuan mengatakan nya dengan ekspresi yang sangat sedih. Ia mengatakan nya dengan lemah, seakan hal itu memang benar-benar terjadi.
" Be..benarkah.. sampai seperti itu?? Dimana mereka. Biar langsung ku penggal kepala nya karna telah lancang berbuat demikian ke kalian berdua."
Putra mahkota yang mendengarnya menjadi naik pitam. Ia segera bangkit dari duduk nya dan mengeluarkan pedang yang berada di pinggangnya hingga aura membunuh langsung memenuhi seluruh ruangan.
" Dimana mereka jiejie.. aku juga akan ikut menghajar mereka dan memberikan tubuh nya untuk di makan oleh hewan kontrak yang berada kekaisaran Kita." Pangeran Fei ikut mengeluarkan pedangnya dan menambah rasa sesak akibat aura pembunuh yang bertambah.
~Bersambung~
•°•Dirgahayu Indonesiaku yang ke 77 Tahun.. •°•