
Pelelangan sudah berlangsung Sejak dua jam jam yang lalu. dan kini barang barang yang akan dilelang pada sesi pertama sudah selesai dilelangkan. Tidak ada barang yang istimewa dalam barang sesi pertama itu. semuanya hanyalah senjata dan sumber daya yang tingkatnya sangat rendah.
aku kembali menatap panggung tempat dimana Su Zia berada. yang kini sedang memerintahkan orang orang yang tadi membawa kotak hitam sebagai tempat barang lelang pada sesi pertama. untuk mengambilnya kembali. dan menyuruh orang lain untuk mengantar barang yang akan dilelang pada sesi ke dua.
aku terus menatapnya hingga akhirnya semua orang, baik yang akan mengambil kotak dan mengantar kotak lainnya pergi dan menyisakan Su Zia seorang di panggung.
" Baik, karna barang pada sesi pertama sudah selesai dilelangkan, maka kini kita akan melanjutkan pelelangan pada sesi kedua.
barang pertama yang akan dilelang pada sesi kedua ini adalah sebuah kitab kuno yang ditemukan oleh seseorang di sebuah tempat reruntuhan kuno. kitab ini berisi jurus ilmu beladiri yang sangat luar biasa, dan dilengkapi dengan jenis sumber daya apa saja yang dapat mengembangkan jurus di kitab itu ketika sudah mulai mempelajarinya. dan untuk harga lelangnya, kami membuka harga lelang dimulai dari harga tiga ratus lima puluh koin emas. dan setiap kelipatan penawarannya adalah tiga puluh koin emas."
kutatap Su Zia yang terus berbicara sembari memamerkan senyum menggodanya.
" Tiga ratus delapan puluh koin emas." aku mengalihkan perhatianku dari Su Zia ketika aku mendengar suara penawaran dari kamar nomor satu.
" empat ratus empat puluh koin emas." itu suara penawaran dari kamar nomor tiga.
" lima ratus koin emas." aku mendengar kembali suara penawaran. dan dahiku langsung menyerngit ketika mendengar suara barusan. seperti tidak asing dengan suara itu, aku langsung saja mengedarkan Indra spritualku untuk memasuki kamar nomor lima. karna memang suara itu berasal dari sana. dan benar saja,.. disana merupakan ruangan tempat para anggota keluarga kekaisaran Han berada. semua nya ada disana. kecuali kaisar Han, ibunda selir ketiga dan pangeran ke empat.
Diam diam aku tersenyum licik dibalik cadarku.
" sepertinya akan asik kalau aku bermain sedikit dengan mereka." batinku sembari menoleh kearah jie jie Yuan ketika kurasakan tangannya tiba tiba saja menyentuh pundak ku.
" suara barusan seperti milik pangeran pertama mei mei." ucapnya pelan dan hampir berbisik sembari menoleh kearahku.
" itu memang suaranya jie jie.." jawabku singkat sebelum menyerukan harga untuk kitab yang menurutku tidak berguna itu.
" enam ratus koin emas." ucapku sembari tersenyum tipis di balik cadarku.
" astaga mei mei,.. apa kau menginginkan kitab yang tak berguna itu,.." aku segara menolehkan kepalaku kesamping kananku ketika ku dengar Gege long berseru.
" aku tidak menginginkan nya Gege, aku hanya ingin bermain sedikit,.." aku berucap langsung kepada seluruh orang yang kubawa sebelumya dari kediaman ku dalam pikiran mereka.
" bermain apa mei mei,.. aku sama sekali tidak mengerti dengan permainan yang kau maksud" aku hanya mengabaikan ucapan Gege long ketika ia membalas nya dalam pikiranku. lalu aku fokuskan kembali perhatianku pada suara putra pertama yang kini sudah mengucapkan harga penawarannya kembali.
" enam ratus lima puluh koin emas." ucapnya kembali kudengar.
" tujuh ratus koin emas." aku mengalihkan pandangan ku ke ruangan nomor empat ketika kudengar orang yang menghuni ruangan itu ikut menawar.
" seribu koin emas." aku kembali menyerukan harga setelah kudengar ruangan nomor empat itu hening.
" seribu lima ratus koin emas." aku tersenyum puas dibalik cadarku ketika aku berhasil membuat pangeran pertama kembali menyerukan penawaran dengan harga yang terbilang cukup besar. apalagi setelah pangeran pertama mengajukan penawaran, semuanya langsung diam dan tidak ada lagi yang menawar. aku semakin tersenyum puas di balik cadarku ketika aku kembali mengedarkan Indra spritualku untuk memeriksa mereka yang berada di ruangan nomor lima itu, dan kudapati semua penghuni ruangan itu sedang menatap kesal ke arah pangeran pertama. aku bahkan bisa melihat kalau selir pertama yang langsung saja memukul kepala putranya yang bodoh itu ketika ia barusaja selesai menyerukan harga penawaran.
" baiklah, untuk barang kedua dalam sesi ini adalah sebuah kipas tangan yang bisa digunakan sebagai senjata. kipas ini di desain dengan indah oleh seorang master penempa yang hebat agar pemakainya tidak keberatan dalam membawanya kemana mana. karna selain kipas ini dapat digunakan saat bertarung, kipas ini juga bisa digunakan sebagai pelengkap aksesoris yang akan kalian gunakan. Tingkat kekuatan senjata ini berada di tingkat Langit. maka dari itu, kalian bisa bayangkan bukan, seberapa hebat kipas yang sangat indah ini ketika digunakan saat bertarung,.." aku kembali memperhatikan Su Zia yang kini menjelaskan sembari membuka sebuah penutup kotak dan tampak lah sebuah kipas tangan berwarna biru langit dengan beberapa gambar bunga sakura ditengahnya.
" Hebat apanya,.. kipas itu bahkan hanya akan bertahan beberapa jam saat ku gunakan untuk mengusir rasa panas." aku mendengar suara gerutuan dari Gege mo saat kipas itu dibuka. dan aku hanya menggelengkan kepala saat
mendengarnya.
Penawaran demi penawaran terus terdengar saat barang barang yang akan dilelangkan juga dibuka, aku hanya menggelengkan kepala melihat mereka semua yang sangat memperebutkan barang barang yang bahkan dalam dimensi ku hanya dijadikan barang rongsokan oleh Xie Yu. Aku juga berulang kali memprovokasi penghuni kamar nomor lima dengan cara yang sebelum nya saat kudengar suara salah satu dari mereka ikut menawar dan semuanya berakhir dengan mereka yang mendapatkan barang itu tapi dengan harga yang cukup fantastis. dan sejauh ini juga, pil yang sebelumnya ku serahkan ke tuan Xiang belum ada yang keluar. dan kupikir, pil yang ku buat dengan susah payah itu akan dilelang pada sesi ke tiga.
" baik, ini barang terakhir dalam sesi kedua ini. kali ini kami akan melelang sebuah tanaman herbal yang bisa dibilang tanaman herbal langka. herbal ini bernama melati emas. mengapa dinamai demikian,.. itu dikarenakan setiap kelopak bunga yang muncul tidak berwarna putih, sama seperti jenis melati pada umumnya,.. melainkan berwarna putih ke emasan. fungsi dari herbal melati emas ini adalah untuk mengubah tampilan wajah, dan menyamarkan tingkat kultivasi ketika herbal ini diubah menjadi pil dengan benar. sedangkan ketika belum menjadi pil, herbal ini hanya bisa digunakan untuk menyamarkan aura tubuh.
dan untuk usianya sendiri, tanaman ini sudah berusia sembilan ratus tahun lebih, dan mungkin hanya perlu beberapa tahun lagi maka tanaman ini akan berusia genap seribu tahun.
tanaman herbal ini kami lelang dimulai dengan harga sembilan ratus koin emas. dan untuk setiap kelipatannya kami berikan dengan harga lima puluh koin emas." aku menarik nafas dalam ketika kutatap tanaman herbal yang dibilang langka itu dilelang dengan harga yang cukup tinggi. " langka apanya,.. di dalam kebun yang berada dimensiku tanaman itu bahkan tumbuh banyak dengan sangat subur. bahkan kadang kala Xie yu harus membuang sebagian anak tanaman itu ketika tanaman nya mulai merambat kemana mana." aku bermonolog dalam hatiku sendiri sembari menatap tanaman herbal yang di namai sebagai melati emas itu dengan menyerngitkan kedua alisku lalu menggelengkan kepalaku pelan berulang kali.
" Tuan Xiang, apa memang tanaman herbal yang sedang dilelang itu, merupakan tanaman langka di benua ini." aku menolehkan kepalaku kearah kiri dan mendapati tuan Xiang yang baru saja menolehkan kepalanya kearahku.
" iya tuan, tanaman herbal yang sedang dilelang itu adalah tanaman yang sudah langka dan sangat jarang ditemui dalam benua ini." ucapnya sembari terus menatapku.
" lalu jika itu memang tanaman langka, mengapa tuan Xiang tidak ikut menawar tanaman itu,.. kan tuan juga memiliki toko, yang menjual dan mengelola tanaman herbal seperti itu,.. " aku menoleh ke arah kananku ketika jie jie Yuan tiba tiba saja ia melontarkan pertanyaan.
" Bukan aku tidak mau tuan,,.. tapi toko kami sedang tidak membutuhkannya. lagipula aku yakin, kalau pun aku ikut memperebutkan tanaman itu, aku tidak akan menang dan mendapatkannya.. karna mengingat persaingan ditempat ini sangat keras. sekarang saja harganya sudah sampai ke dua ribu koin emas, dan ku yakin tak lama lagi, tanaman itu akan tembus hingga lima ribu koin emas." aku kembali menatap tuan Xiang yang barusan bicara lalu ku arahkan kembali pendengaran dan tatapanku ke luar ruangan dan betul saja, saat ini harga dari penawarannya sudah mencapai empat ribu tujuh ratus koin emas. dan hanya butuh beberapa saat lagi, mungkin angka yang tuan xiang sebut barusan akan tembus.
" memang hanya sekumpulan orang orang bodoh." aku menolehkan kesamping ketika ku dengar Gege Han yang berbicara pelan seperti hanya berbisik saja.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan saran dan jempol ya,..🙏😁
** see you in the next chapter 🙏😇