
Pagi telah tiba, matahari pun telah keluar dari persembunyiannya dan kini, cahayanya telah menerangi dan menembus beberapa celah dedaunan yang berada disekitar kediaman kami. saat ini, aku dan jie jie Yuan sedang mempersiapkan diri untuk berangkat menuju menuju ruangan makan keluarga kekaisaran yang berada tidak jauh dari aula kekaisaran.
" Apa kau sudah siap jie jie..?" tanyaku kepada jie jie Yuan saat aku baru keluar dari kamarku dan mendapati bahwa ia dan Yi, sedang berdiri didepan pintu masuk kediaman dengan pakaian yang rapi dan cadar yang melekat di wajah nya.
" iya mei mei, aku sudah siap. bagaimana denganmu apa kau sudah siap..?? " tanyanya kepadaku sembari menatapku.
" seperti yang kau lihat jie jie, aku juga sudah siap." ucapku membalas perkataannya sembari membetulkan cadar tebal yang melekat di wajahku.
" kalau begitu, mari kita berangkat sekarang. karna hari juga sudah semakin siang. takutnya nanti kita tiba disana, namun mereka telah menyelesaikan sarapannya." ucap nya kembali.
" iya, baiklah jie jie. kita berangkat sekarang.
Yi, kau tetaplah disini dan awasi kediaman ini. aku tidak mau nanti saat aku pergi, ada yang datang kesini dan melakukan hal hal aneh disini" ucapku sembari melangkahkan kaki meninggalkannya yang berdiri di depan pintu rumah.
" Baik ratu.." ucapnya sembari membungkukkan tubuhnya.
kami melangkahkan kaki kami melewati ruangan ruangan yang berada di kekaisaran Han ini, hingga kami berhenti tepat didepan sebuah bangunan yang tampak besar dan ditutup oleh dua buah pintu yang besar serta dijaga oleh beberapa pengawal yang berdiri didepan pintunya.
" buka pintunya" ucapku kepada para pengawal itu saat kami telah sampai dan berdiri tepat di depan bangunan itu.
" kalian siapa,.. apa kalian tidak tau bahwa disini adalah ruangan makan para anggota kekaisaran?? dan apa tujuan kalian datang ke sini." ucap salah satu pengawal yang berdiri didepan pintu sembari menatapku dengan heran
" aku siapa,.. itu bukan urusanmu. yang aku mau, kau buka pintunya agar aku bisa masuk kedalam" ucapku sembari menatapnya tajam
" maaf kami Nona, tapi kami benar benar tidak dapat membukakan pintu untuk anda, karna ruangan ini merupakan ruangan khusus untuk anggota kekaisaran." ucapnya kembali
" kau kenapa, dan siapa mereka.. ?? mengapa kau berbincang bincang dengan para pelayan disaat sedang berjaga??" aku mengalihkan pandanganku kearah samping dan menatap seorang pengawal yang baru saja datang dan langsung menegur pengawal yang berbicara denganku barusan.
" maafkan aku senior, tapi kedua nona ini, memaksa untuk masuk kedalam ruangan." ucapnya sembari menatap pengawal yang baru saja menegurnya barusan.
" kalian pelayan yang baru masuk ya, makanya kalian tidak tau, bahwa ini adalah ruangan makan khusus keluarga kekaisaran dan untuk para pelayan kecil seperti kalian, kalian tidak pantas dan tidak bisa masuk kedalam ruangan dengan sembarangan." ucap pengawal yang dipanggil senior oleh penjaga yang tadi sembari menatap kami sinis.
aku menatap pengawal yang baru tiba itu dengan dingin dan mengeluarkan sedikit aura membunuhku kearahnya." aku dan jie jie ku bukanlah pelayan disini. kami adalah salah satu anggota kekaisaran. jadi bukakan pintu untuk kami sebelum aku mematahkan leher kalian semua." ucapku dengan dingin.
aku menatapnya yang mulai berkeringat dingin karna aura yang kukeluarkan kearahnya.
" ka.. kau anggota kekaisaran..?? tapi didalam sudah berkumpul semua anggota kekaisaran. la..lalu kau si,..siapa?? " tanyanya dengan sedikit terbata.
" apa kau pikir di kekaisaran ini hanya memiliki seorang putra makhota saja??" ucapku dengan semakin menguatkan aura membunuhku kearahnya.
" ma,.. maksudmu, kau adalah putri mahkota dikekaisaran ini??" ucapnya sekali lagi sembari menatapku dengan bingung.
" Aku tidak mau meladeni orang orang bodoh seperti kalian. sekali lagi ku bilang, buka pintunya agar aku dan jie jie ku bisa masuk sebelum kesabaranku benar benar habis." ucapku kembali.
" Ta,.. tapi.."
ucapannya terpotong ketika aku melambaikan tanganku kearah mereka semua yang sedang berjaga dan langsung menggunakan kekuatan ku untuk mengangkat dan melemparkan mereka semua dari depan pintu itu hingga sepuluh meter jauhnya dari pintu tempat mereka berdiri sebelumnya.
" sudah kubilang sebelumnya kepada kalian untuk membukakan pintu untukku. tapi kalian semua tidak mau. ya jadi mau bagaimana lagi..??" ucapku pelan sembari melangkahkan kakiku menuju pintu itu dan menendangnya hingga pintu itu terbuka dengan lebar.
aku melangkahkan kakiku memasuki ruangan itu sembari menarik tangan jie jie Yuan agar masuk bersamaku dan mengedarkan pandanganku kesekeliling. kudapati mereka semua menatap kearah pintu yang tiba tiba saja terbuka dengan lebar atau kearahku dan jie jie Yuan lebih tepatnya.
" siapa kau,..?? apa kau tidak menghargai Zhen disini yang sedang makan bersama dengan para anggota keluarga kekaisaran, hingga kau dengan lancangnya masuk tanpa permisi dahulu?? kutatap kaisar Han yang langsung berdiri dari duduknya dan menatapi kami dengan sorot mata tajam.
" ka,.. kau,.. apa yang kau lakukan disini." ucapnya sembari menatapku yang sedang melangkahkan kakiku sembari menarik tangan jie jie Yuan.
" Apa lagi yang bisa kulakukan, Tentu saja makan. apa kaisar pikir aku akan datang kesini untuk menari??" ucapku sembari meraih dua kursi kosong yang berada di ujung meja.
" kau, apa kau tidak punya sopan santun.. siapa yang menyuruhmu untuk datang kesini." ucap nya lagi
" tidak ada. aku datang kesini karna perutku lapar. aku dan jie jie ku sudah sampai dua hari di kekaisaran ini, tapi sekalipun makanan tidak dikirimkan ke gubuk ku. jadi apa kaisar pikir, aku dapat hidup tanpa makanan??" ucapku lagi sembari duduk di kursi yang telah ku raih tadi.
" kau jangan duduk dikursi itu, dan kembalilah ke gubuk tuamu itu, aku akan menyuruh para pelayan untuk mengirimkan makanan setelah kami semua selesai makan nanti." kutatap laki laki yang duduk di kursi kanan dekat kaisar Han. "itu pasti putra mahkota dilihat dari posisi duduk dan kemiripannya denganku." batinku sembari menatapnya.
" memang ada peraturan yang melarang untukku datang kesini dan makan bersama kalian?? lagipula nanti setelah kalian selesai makan, bukannya itu hanya tersisa remahnya saja yang akan putra mahkota kirimkan ke gubuk tuaku?? " ucapku sembari meraih sebuah mangkok kecil dan sumpit yang berada di tengah tengah meja.
" kau jangan meraihnya, pergi dari sini sudah saya katakan." ucapnya dengan nada yang tinggi.
aku melepas mangkok kecil dan sumpit yang berada di tanganku sembari menatapnya dengan dingin. " apa kau pikir aku itu hanyalah anjing peliharaan hingga makanan ku saja harus makanan sisa dari kalian??"
" kau bahkan tidak pantas untuk dijadikan sebagai hewan peliharaan" ku arahkan pandanganku ke arah samping kiri dan mendapati bahwa ada dua dari pangeran di kekaisaran ini yang duduk disana dan baru saja mengeluarkan kata kata barusan.
" aku menatapnya dengan tajam. " jaga mulutmu, karna walaupun kau seorang pangeran di kekaisaran ini dan usiamu lebih tua dariku, tapi kau jangan lupa bahwa statusmu masihlah lebih rendah dari padaku. ingat statusmu yang hanya sebagai anak dari seorang selir" ucapku sambil menatapnya yang langsung terdiam dan menatapku dengan geram setelah mendengar kata kataku barusan.
" tutup mulut busukmu itu, dasar jalang kecil.. jangan berani beraninya kau menghina putraku di hadapanku." kutatap selir pertama yang langsung menatapku dan membentak ku
" oh, jadi dia adalah pangeran pertama, pantas saja dia tidak memiliki etika dan memiliki mulut yang busuk. ternyata karna dia adalah putramu" ucapku sembari menatap selir pertama yang langsung melotot geram kearahku sembari menunjuk nunjuk wajahku.
.
.
.
.
.
.
.
.
hai hai hai, aku up lagi nih, jangan lupa ya untuk
like,
koment,
rate bintang lima,
and vote yahhh 🙏
** see you in the next chapter 🙏😇