My Life Journey

My Life Journey
part 14



"ehhem,.. maaf mengganggu kalian berdua tapi mau sampai kapan kalian akan berpelukan seperti itu.." ucap Gege long yang seketika membuyarkan pelukan kami


"eh maaf,.." ucap Yuna jie jie sambil melepaskan pelukannya dan menyeka air matanya yang masih saja keluar..


" ya ya ya,..tidak apa apa. cuman tangisan kalian sudah terlalu lama, takutnya nanti kalau tidak segera di hentikan, tangisan kalian akan berlangsung sampai besok.." ucap long Gege kembali terdengar.


aku hanya menghiraukan ucapan Gege long barusan lalu menatap jie jie Yuan yang masih asik untuk mengusap wajahnya yang penuh dengan air mata nya sendiri.


"nah,.. sekarang karna jie jie sudah berada di sini maka aku ingin mengatakan sesuatu pada jie jie yaitu, untuk saat ini dan beberapa waktu kedepan, aku akan pergi untuk berkultivasi ke tengah tengah kolam itu, mungkin akan membutuhkan waktu yang lama. dan aku tidak tau pastinya kapan aku akan kembali. jadi aku ingin agar jie jie menungguku disini." ucapku


sembari menatap nya. yang menampilkan raut wajah kebingungan setelah mendengar apa yang barusan ku katakan.


" aku tau bahwa jie jie pasti kebingungan setelah mendengarkan apa yang ku ucapkan barusan. tapi untuk sekarang aku s dangbtidak bisa untuk menjelaskan semua secara rinci kepada jie jie, karna aku tidak memiliki banyak waktu untuk itu. jadi biar mereka yang menjelaskan semua pada jie jie nanti." ucapku lagi kepadanya dengan lembut lalu mengalihkan pandangan dan menatap ke empat laki laki yang sedari hanya diam sembari menatapi kami.


" Han Gege, xi Gege, long Gege, dan Lang Gege, aku ingin kalian semua memperlakukan nya dengan baik selama aku tidak ada. anggap ia sebagai adik kalian sendiri dan jangan sekalipun kalian membuatnya merasa tertekan apalagi sampai menangis.." ucapku sembari menatap mereka lekat lekat


"aku juga ingin agar kalian mengajarinya ilmu beladiri dan kultivasi setelah aku pergi. dan lagi jangan lupa untuk menjelaskan semua nya padanya mengenai identitas ku dan dimana kita berada sekarang. aku ingin dia mengetahuinya." ucapku kembali


" dan untukmu jie jie aku harap agar jie jie mau diajari ilmu bela diri dan kultivasi oleh mereka. karna aku ingin agar jie jie bisa melindungi diri sendiri setelah kita keluar dari sini dan kembali kekaisaran. jie jie mau kan, untuk mempelajarinya...??" tanyaku padanya


"tentu saja aku mau Meimei,.. karna aku harus kuat, agar aku bisa melindungimu dan memberi pelajaran pada para selir yang jahat itu saat kita kembali ke istana nanti.." ucapnya dengan penuh tekat.


aku tersenyum menatapnya setelah mendengarkan kata katanya barusan. " baiklah jie jie, tapi ingat satu hal. jangan terlalu memaksakan diri, karna itu bisa melukai diri jie jie sendiri." ucapku lagi sembari meraih tangannya dan mengelusnya


"mei mei,.. bisakah kami menggunakan sumber daya yang ada di sini untuk membantunya menaikkan kultivasi dengan cepat..??" kutatap han Gege yang barusan mengajukan pertanyaan.


"tentu saja boleh. tapi ingat, gunakanlah dengan baik, ambil seperlunya saja dan jangan sampai ada yang terbuang sia sia." ucapku membalas pertanyaannya barusan.


" baiklah, karna semua nya sudah selesai, maka aku akan pergi dan memulai kultivasiku sekarang. kuharap setelah aku pergi, kalian melakukan apa saja yang barusan ku ucapkan.." ucapku sembari menatapi mereka satu persatu lalu aku membalikkan tubuhku dan mulai melangkah kan kaki ku untuk memasuki kolam yang berisi air surgawi itu. aku merasakan suhu air yang sangat dingin ketika air itu mulai menyentuh kulit kakiku, tubuhku bergidik badanku seakan membeku karna dinginnya air ketika kedua kakiku telah masuk ke sepenuhnya ke dalam kolam. aku menggerakkan kakiku perlahan untuk melangkah dan mencoba melawan suhu air yang dapat membekukan tulang itu.


aku melangkah dan terus melangkah walaupun ketinggian air sudah mencapai bahuku. sampai pada akhirnya aku tiba di area dimana pohon sakura itu tumbuh. aku mengentikan kakiku dan menatap pohon itu lekat sampai pada akhirnya aku menghembuskan nafasku kasar lalu mulai masuk ke tengah tengah lingkaran pohon itu.


kutatap sebuah batu berwarna putih yang memancarkan cahaya agak kuning keemasan berada di tengah tengah lingkaran pohon itu yang aku segera mendekati batu itu, dan duduk dengan posisi bersila diatas batu yang menenggelamkan badan hingga leherku itu dan mulai memejamkan mata


selang beberapa saat, aku merasakan sakit yang teramat sakit di seluruh tubuhku. aku merasakan panas dan dingin menyatu hingga membuat seluruh tulangku rasanya hancur. aku menggigit bibirku kuat mencoba menahan rasa sakit yang sudah menjalar ke setiap inci dari tubuhku. aku merasakan perutku bergejolak seakan ingin mengeluarkan sesuatu, dan tanpa sadar aku segera mengeluarkannya dengan cara memuntahkannya. rasa busuk bercampur pedas dan pahit itulah yang lidahku rasakan ketika cairan itu keluar dari mulutku. lalu aku juga merasakan pori pori di seluruh tubuhku terbuka lebar setelah aku selesai memuntahkannya dan mengakibatkan rasa seperti kulitku dibakar oleh lava yang sangat panas. aku mencoba menahan jeritan dari mulutku saat semuanya itu di campurkan jadi satu, lalu aku kembali merasakan perutku bergejolak. kali ini aku merasakan seperti aku mengeluarkan semua organ dalamku, ketuka aku memuntahkannya. jantungku seakan di remas kuat dan tenggorokanku seakan hancur seiring ia mengeluarkan sesuatu seperti cairan pekat yang mengalir lewat sudut bibir hidung serta telingaku.


aku berusaha mempertahankan kesadaran ku saat kurasakan aku sudah berada di ambang batas kesadaran ku sendiri.


saat aku sedang berusaha mempertahankan kesadaran ku tiba tiba aku mendengar ada orang yang berbisik tepat di telinga kananku.


" Bertahan lah permaisuri ku,.." suara itu terasa sangat familiar bagiku, namun aku tidak bisa mengingatnya. aku hanya merasakan hatiku rasanya berdebar dan seperti ditusuk jarum disaat yang bersamaan ketika aku mendengar suara barusan. tanpa sadar air mata menetes dari sudut mataku yang masih terpejam, tapi aku juga tak tau apa penyebabnya.


aku berusaha menepis perasaan itu seiring kurasakan adanya energi dan kekuatan baru yang perlahan masuk lewat pori pori di tubuhku.


****


sementara di pinggir kolam, terdapat empat orang pria yang sedang berlutut di hadapan seorang laki laki. sedangkan di sisi lain kolam terdapat seorang wanita yang sedang duduk bersila. dan tampak sedang berkultivasi.


laki laki itu mengenakan hanfu hitam dengan jubah merah yang membalut tubuhnya. rambutnya hitam se pinggang


dengan mata merah menatap tajam ke empat pria yang sedang berlutut di hadapannya itu.


di sekitar pria itu terdapat aura agung yang membuat orang lain tidak berani untuk bersitatap dengannya.


"Aku ingin kalian berempat untuk melindungi dan menjaga istriku dengan baik. aku tidak ingin melihat dia terluka walau hanya sedikit pun. aku akan datang sesekali untuk melihat istriku, sampai kekuatan dan ingatannya kembali. aku akan selalu mengawasinya dari jauh." ucap laki laki itu tegas.


"ba,.. baik tu..."


BOMM...


BOMM...


BOMMM...


belum sempat laki laki itu menyelesaikan perkataannya tiba tiba terdengar ledakan ledakan yang keras berasal dari tempat Han Yuna berkultivasi.


ke lima laki laki yang sedang berada di pinggir kolam itu tampak tersenyum lebar. dan juga tampak binar yang terpancar dari mata mereka masing masing.


"Baiklah, aku pergi." ucap laki laki berjubah merah itu lalu menghilang tanpa jejak bagaikan ia tidak pernah ada di sana.setelah ia pergi tampak ke empat laki laki itu menghela nafas lega.


"Hahh,.. akhirnya aku bisa bernafas.." juga ucap Bai xi disertai dengan tarikan nafas nya yang panjang.


"Han,.. menurutmu berapa lama lagi ratu berkultivasi supaya kekuatan dan ingatannya kembali.." tanya Bai xi


"kalau menurut perkiraanku, mungkin sekitar empat atau tiga bulan lagi. karna untuk mencapai tingkatan kultivasi ratu yang dulu tidak sesulit ketika ratu baru akan mencapainya. bisa di bilang bahwa apa yang di lakukan ratu saat ini hanyalah mengisi kembali dantiannya yang sudah kosong sejak ia hidup kembali." ucap Bai Han sembari menatap Bai xi.


" kalau begitu waktu yang kita punya untuk melatih dan meningkatkan kultivasi dari Yuan Meimei hanya sedikit dong.. padahal aku ingin ketika ratu nanti membuka mata ia mendapati Yuan Meimei sudah berada tingkat alam atas tahap akhir." ucap Bai xi disertai dengan helaan nafas yang keluar dari mulutnya.


"kalau itu merupakan tujuanmu, bukankah itu sangat mudah, apa kau lupa kita sekarang berada dimana. apa kau tidak melihat banyaknya sumberdaya langka yang berada di sekitar kita,.. kali ini Bai Lang ikut menimpali.


"Ah iya, aku lupa bahwa di sekitar kita terdapat segala jenis herbal langka yang sangat bermanfaat bagi kultivasi seseorang." ucap Bai xi kembali bersemangat.


"baiklah kalau begitu, mari kita buat Yuan meimei menjadi kultifator yang sangat kuat di benua ini. agar nanti ketika ratu membuka matanya dan keluar dari sini, ia tidak menjadi beban bagi ratu, dan satu lagi aku ingin nanti ketika ratu kembali kesini, maka ia akan memuji kita karna telah membuat orang yang ia anggap keluarganya bisa berguna." ucap Bai long dengan semangat.


.


.


.


.


.


.


.


.


***jangan lupa tinggalkan jejak ya guyss


** see you in the next chapter 🙏😇***