My Life Journey

My Life Journey
part 23



Hari sudah larut malam, tubuh para laki laki yang tadi kami tolong sudah masuk dan di baringkan di dalam tiga kamar yang tersisa, yang berada di dalam gubuk yang aku dan jie jie yuan tinggali. Han Gege juga sudah kembali ke ruang dimensi setelah membantuku membawa mereka kedalam gubuk.


aku membaringkan tubuhku terlentang di atas ranjang yang berada di dalam kamarku dan mencoba untuk memejamkan mataku, namun rasa kantuk belum juga datang menghampiriku.


"Huft,.. mata ayolah,.. kenapa kau belum juga mengantuk sih..." gumamku menggerutu.


"coba aja ada guan disini. pasti aku bisa tertidur dalam dekapannya yang hangat." gumamku lirih. entah mengapa tiba tiba saja aku mengingat dirinya.


"sudahlah,..nyatanya dirinya tidak berada disini." gumamku kembali sambil memejamkan mataku. namun tak beberapa lama aku memejamkan mata, aku merasa ada sesuatu yang menarik dan memiringkan posisi tubuhku yang tadinya terlentang. aku membuka mataku, dan menangkap sosok yang begitu aku rindukan sedang menatapku sambil merebahkan dirinya dengan cara menyamping dan menghadap ke arahku, lalu tangan kanannya di gunakan sebagai penyangga di kepalanya.


"Gu,.. Guan kau disini...??" ucapku sambil mengerjakan mataku berkali kali, memastikan bahwa yang apa yang ada di hadapanku sekarang ini adalah nyata dan bukan halusinasiku saja.


aku mendekat ke arahnya, lalu mengangkat tangan kananku untuk menyentuh wajahnya. "ja..jadi kau memang Guan, dan kau berada disini." ucapku setelah tangan ku berhasil menyentuh rahangnya yang kokoh. aku menarik tanganku kembali dan langsung menghambur memeluk tubuhnya yang masih dalam posisi yang tadi.


"aku sangat merindukanmu." ucapku sambil menghirup dalam aroma pohon Cendana yang begitu aku rindukan di dalam tubuhnya.


"ya, ini aku. dan aku berada disini karna aku juga sangat merindukan mu permaisuri ku."


ucapnya sambil melingkarkan tangan kirinya di punggungku dan mencium puncuk kepalaku.


"tidurlah, aku aku akan menemanimu malam ini." ucapnya sambil mengelus elus punggungku.


"Hm,.. trimakasih karna sudah datang." gumamku sambil memejamkan mataku dan memeluknya semakin erat.


****


Matahari belum menampakkan dirinya dan masih bersembunyi di balik pegunungan yang mengelilingi gubuk kami. aku mengerjakan mataku dan menoleh kesamping ranjang ku, mencari seseorang yang tadi malam memberikan kenyamanan dan kehangatan sehingga aku bisa tidur terlelap. namun sosok yang ku cari sudah tidak berada lagi di sampingku. "cepat sekali dia pergi." gumamku sambil bangun dan melangkah menuju pemandian yang berada di samping kamarku untuk mencuci wajah.


aku melangkahkan kakiku kembali keranjang setelah aku mencuci wajahku dengan air dingin di pemandian. "hari masih terlalu pagi, matahari saja belum terbit, sebaiknya aku olahraga saja, supaya otot otot yang berada di dalam tubuhku sedikit melemas." ucapku sambil melangkahkan kakiku keluar dari kamar dan menuju halaman belakang yang memang sengaja ku buat luas untuk olahraga dan latihan beladiri ataupun ber pedang.


****


Aku menghembuskan nafasku parlahan dan menyeka keringat yang mengalir di pelipis ku


"huh,.. sudah hampir dua jam aku olahraga dan sudah hampir semua olahraga yang kutahu baik di kehidupanku sebelumnya ataupun di kehidupan modren aku peragakan. jadi sudah cukup olahraga untuk hari ini." gumamku sambil menatap matahari pagi yang mulai menampakkan dirinya.


"mei mei,.. kau dimana...??"


saat aku masih menatap dan menikmati sinarnya sang Surya yang mulai menerpa kulitku tiba tiba aku mendengar suara jie jie yuan berteriak di dalam rumah dan memanggil namaku


"aku di belakang jie jie." ucapku setengah berteriak membalas panggilannya barusan.


aku mengarahkan pandanganku ke arah pintu belakang dan menangkap sosok wanita yang ku panggil jie jie itu tengah berlari ke arahku dan langsung memeluk tubuhku dengan bahu yang agak bergetar.


"jie jie kenapa..??" ucapku sambil melepaskan pelukan dan menangkup wajahnya di kedua tanganku. "dan mangapa jie jie menangis..??" ucapku sambil menghapus air matanya yang mengalir di pipinya itu.


aku sudah memeriksa setiap sudut rumah, namun kau tidak ada di sana.


aku menjadi panik, dan khwatir. tadi juga aku sudah memanggil manggil namamu berkali kali namun tidak ada jawaban. jadi


aku pikir kau sudah pergi meninggalkan ku sendirian lagi." ucapnya sambil menundukkan kepalanya dan menyeka air matanya sendiri.


aku menghela nafas dalam mendengarnya. "mengapa jie jie bisa berpikir kesitu, aku tadi hanya bangun terlalu pagi dan akhirnya memutuskan untuk berolahraga supaya otot otot dalam tubuhku ini sedikit melemas dan tidak kaku lagi jie jie." ucapku sambil menatapnya yang masih menunduk.


"lagi pula bukankah aku sudah berjanji pada jie jie bahwa aku tidak akan pergi meninggalkan jie jie lagi..??" ucapku sembari mengangkat wajahnya yang tertunduk.


"maaf kan aku mei mei, tadi aku hanya terlalu panik dan khwatir sehingga pikiran ku menjadi kacau." ucapnya sembari menatapku begitu aku mengangkat wajahnya.


"iya jie jie tidak apa apa. aku mengerti tapi lain kali jangan pernah berpikiran seperti itu lagi. sebaiknya kita masuk jie jie, karna aku mau mandi. badanku rasanya sudah sangat lengket." ucapku sambil menatap pakaianku yang sudah basah oleh keringat. "lalu setelah itu, jie jie harus mengajari aku bagai mana caranya memasak makanan yang enak seperti masakan jie jie." ucapku sambil menarik tangan nya masuk kedalam rumah


.


.


.


.


.


.


.


.


*hai hai hai....maaf ya, karna sampai sekarang author masih belum bisa menepati janji author untuk up secara rutin...🙏🙏🙏😣


jangan lupa buat


like


koment


rate lima


and vote ya....


see you in the next chapter....😊😊😊*