My Life Journey

My Life Journey
part 15



aku tidak tau sudah berapa lama waktu berlalu, yang aku tau saat ini ialah, aku merasakan sesuatu masuk ke dalam kepalaku. sesuatu berupa ingatan seseorang yang berputar putar layaknya sebuah film, yang rasanya memenuhi kepalaku hingga membuatnya hampir meledak.


aku mengigit bibirku kuat mencoba untuk tidak mengeluarkan suara saat aku menahan rasa sakit yang menjalar di kepalaku


aku masih mencoba menahan rasa sakit itu saat tiba tiba aku merasakan seluruh tubuhku bergetar, aku bisa merasakan bahwa dantian ku yang hampir setiap saat semakin melebar itu sudah mencapai batas kapasitas akhirnya hingga


BOOMM...


aku merasakan tubuhku meledak, tidak bukan tubuhku. melainkan Dantian ku yang meledak lalu kembali membentuk dantian yang lebih besar dari sebelumnya.


aku merasakan tubuhku melayang seiring ingatan ingatan yang memenuhi kepalaku itu perlahan terhenti. dan rasa sakit yang menjalar di kepalaku itu perlahan memudar.


namun tiba tiba aku merasakan rasa sakit yang teramat sakit. rasa sakit yang melebihi rasa sakit yang pernah aku alami sebelumnya , aku merasakan nyeri yang teramat nyeri pada tulang tulang yang ada di punggungku, nyeri seperti ada yang mematahkan dan mencabut keluar tulang dari punggungku. aku merasakan tubuhku seakan dibakar dan koyak oleh api yang membara.


"Aaahhhhh...." teriakku dikala aku merasakan rasa perih, panas dan dingin secara bersamaan. aku merasa ada sesuatu yang mengoyak dan memaksa keluar dari punggungku.


*****


sementara itu di pinggir kolam, Bai han dan yang lainnya merasakan seluruh goa bergetar, air surgawi yang tenang tiba tiba bergejolak.


xi Yuan yang masih berkultivasi pun terbangun dari kultivasi ya dikala mendengar adanya jeritan yang amat keras.


"Aaahhhhh...."


"suara siapa itu,.." ucap nya sambil mengedarkan pandangan sekeliling dan pandangannya terjatuh pada ke empat laki laki yang menatap lekat ke arah tempat dimana Han Yuna berkultivasi


"Lang Gege ada apa, dan suara siapa itu.." tanyanya sambil bangun dari posisi bersilanya dan menghampiri mereka.


"sepertinya Ratu sudah mendapatkan kembali kekuatannya." ucapnya sembari masih menatap ke arah teriakan tadi dan tersenyum lebar.


xi Yuan menatap ke arah mana mereka menatap, dan betapa terkejutnya ia mendapati seseorang yang selama ini ia jaga, sedang melayang di atas udara dengan sepasang sayap berwarna merah dan hitam di punggungnya. rambut nya yang tadinya berwarna hitam kini berubah warna menjadi merah menyala, serta terdapat sebuah mahkota berbentuk seperti naga yang mengitari matahari terdapat diatas kepalanya, hanfu yang tadinya berwarna putih polos itu pun ikut berubah menjadi hanfu berwarna merah layaknya api yang sedang mengelilingi dan membalut tubuhnya.


Ge,.. Gege Meimei ke,.. kenapa" ucap nya terbata.


" Ratu baik baik saja mei mei. itu adalah bentuknya aslinya sebagai penguasa neraka jadi jangan terlalu terkejut." ucap Bai Han tanpa mengalihkan pandangannya.


********


rasa sakit di punggungku perlahan memudar seiring dengan rasa hangat dan nyaman perlahan memasuki tubuhku.


aku menitikkan air dari mataku yang masih terpejam dikala aku mengingat seorang laki laki yang selalu menemani dan menjagaku di kehidupanku sebelumnya, seorang laki laki yang menjadi suami sekaligus menjadi guruku.


"Guan,.. " ucapku lirih sembari membuka mataku yang tadi terpejam.


mataku terbelalak dan kembali mengeluarkan air mata dikala ketika aku membuka mata hal pertama yang aku lihat adalah seseorang yang sangat ku rindukan.


"Guan,.. hiks.. hiks.. maaf,.. maaf karna aku sudah pergi meninggalkanmu." ucapku lirih sembari mengeluarkan air mata. kutatap ia yang langsung meraih tubuhku dan mendekap nya ke dalam pelukannya "shutttt,.. tak apa. tak apa. ini bukan salahmu." ucapnya seiring semakin eratnya ia memeluk tubuhku. yang segera kubalas dengan melingkarkan tanganku ke punggungnya.


"maafkan aku Guan, aku janji, aku janji di kehidupan ku kali ini aku akan mencapai tahap keabadian, supaya aku tidak pergi meninggalkan mu lagi hiks..hiks..." ucapku sembari semakin membenamkan wajahku di dadanya.


"ya,.. aku sangat yakin. aku akan pastikan jika di kehidupanku kali ini aku akan menghadapi ujian dari langit dan mencapai tahap keabadian supaya aku bisa terus bersamamu." ucapku sembari balas menatapnya.


"tapi, lebih baik aku menunggumu dari pada aku harus kehilanganmu selamanya. karna kau tau kan apa yang akan terjadi jika kau gagal dalam menghadapi ujiannya.." ucapnya kembali sembari menatapku dengan lekat.


"aku tau,.. aku tau jika aku gagal dalam menghadapi ujiannya maka aku akan mati dan jiwaku akan dihancurkan untuk selamanya agar aku tidak dapat bereinkarnasi lagi, tapi aku yakin bahwa kali ini, aku akan berhasil dalam menghadapinya. aku yakin aku akan sanggup menjalaninya asalkan ada kau yang selalu berdiri di sampingku dan mendukungku." ucapku kembali.


kutatap ia yang langsung menghela nafas dan terdiam, lalu ia menarikku kembali dalam pelukannya. " baiklah,.. aku percaya bahwa kau bisa, aku akan selalu mendukung apapun keputusan mu ucapnya sambil mencium pucuk kepalaku dan memelukku semakin erat.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


...** see you in the next chapter 🙏😇***...