My Life Journey

My Life Journey
Tuan??



"Meningkatkan dan mengembalikan kekuatan?bagai mana caranya sedangkan tubuh yang sekarang ku tempati saja sangat lemah. dan bukan hanya itu saja. bahkan pembuluh darahnya hampir semua tersumbat oleh racun."


Balas Han Yuna.


"Itu perkara mudah Ratu, anda hanya perlu masuk dan berkultivasi ke dalam air surgawi untuk membersihkan racun sekaligus untuk mengembalikan kekuatan anda." Kali ini, kakek Shi yang menyahut.


"Air surgawi, air apa itu,.. dan bagaimana caraku untuk mendapatkannya?" Antara antusias dan penasaran, Han Yuna kemudian bertanya.


"Air surgawi adalah air yang berasal dari alam dewa, air ini merupakan suatu sumber daya langka yang akan di perebutkan oleh para kultivator bahkan dewa sekalipun kalau mereka mengetahuinya. karna selain berfungsi untuk mengeluarkan racun dan mempercepat peningkatan kultivasi, air surgawi ini juga bisa digunakan sebagai obat untuk berbagai macam penyakit. termasuk menyelamatkan nyawa seseorang yang nyawanya sudah berada di ujung tanduk."


" Benarkah, ada air sehebat itu di dunia ini.. wah, sungguh luar biasa.


jadi, dimana aku harus mendapatkan air itu? apa aku harus pergi ke alam dewa..??


dan kalau pun aku harus pergi kesana, tapi bagaimana caranya, dan yang lebih penting dimana itu alam dewa?" tanya Han Yuna beruntun kepada kakek itu..


"Tidak Yang mulia,.. anda tidak perlu pergi ke alam dewa hanya untuk mendapatkan air itu.


karna air itu sudah tidak ada lagi disana.


air itu sudah dipindahkan oleh salah seorang dewa terkuat dari alam dewa, ke alam yang tidak di ketahui oleh siapapun."


"Dipindahkan,.. bagaimana bisa, dan kenapa air itu harus dipindah kan dari sana.."


"itu semua terjadi akibat keserakahan dan keegoisan dari sebagian dewa yang ingin menguasai air itu untuk diri mereka sendiri. sehingga memicu terjadinya peperangan antar para dewa.


saat itu sebagian dari serangan para dewa mengenai alam manusia. hingga menimbulkan bencana berupa gunung meletus serta gempa di dunia manusia.


dan saat itu pula salah satu dewa terkuat yang melihat hal itu menjadi murka dan menghentikan peperangan serta memberi hukuman bagi para dewa yang serakah itu.


dan untuk mengantisipasi kejadian itu berulang kembali, dewa itu kemudian memindahkan air surgawi itu kesuatu tempat yang tidak diketahui oleh siapapun. bahkan hingga saat ini pun belum ada yang tau dimana letak air itu berada." ucap kakek shi sambil menghela nafas.


" Jadi kalau kakek tau air itu tidak diketahui keberadaanya oleh siapapun hingga saat ini, lantas mengapa kakek memberi tahunya padaku


apa kakek menyuruhku untuk mencari keberadaan air itu?" tanya Han Yuna sembari mengarahkan pandangan nya ke arah kakek Shi dengan bingung.


hamba mengatakan itu karna hamba mengetahui dimana letak keberadaan air itu."


"Kakek mengetahuinya,.. Bagaimana bisa anda mengetahuinya, sedangkan sebelum nya anda berkata bahwa tidak sorang pun yang mengetahui dimana letak keberadaan dari air itu. apakah anda yang menjadi dewa terkuat itu, hingga anda bisa mengetahuinya..??"


" Bukan,.. kekuatan hamba tidaklah sekuat itu, hingga mampu untuk melawan para dewa dan memindahkan air itu."


" Lalu kalau begitu, bagaimana kakek mengetahuinya.."


"Itu.. anu, hamba mohon ampun Ratu,


se..sebab hamba tidak bisa menjawab pertanyaan ratu kali ini." ucap kakek itu sedikit terbata.


" Kakek tidak bisa menjawab nya,.. apa karna hal ini berhubungan dengan Tuan mu itu.."


" Benar ratu.."


"Baiklah kalau begitu. aku tidak akan bertanya lebih jauh lagi. yang ingin ku ketahui sekarang adalah, dimana letak air itu." Sembari menghela nafas lelah, Han Yuna lanjut bertanya.


"Tempat itu berada di lapisan terakhir dari Hutan tempat anda tinggal sekarang. lebih tepatnya di dalam sebuah goa, yang berada di dalam hutan itu."


"hutan tempat dimana aku tinggal sekarang, berarti air itu berada di tempat aku diasingkan saat ini?"


" Benar, dan juga hamba menyarankan agar anda segera kesana. karna semakin cepat kekuatan anda pulih, maka semakin cepat pula ingatan Anda tentang tuan kembali.


Dan satu hal lagi, di hutan itu sudah ada beberapa sosok yang sedang menunggu mu.


jadi apapun nanti yang terjadi, hamba harap anda tidak terlalu terkejut.." ucap kakek itu sambil tersenyum.


Han Yuna menatap bingung ke arah kakek yang sedang tersenyum dan menimbulkan kesan misterius itu..


"Apa maksud kakek..??" tanya Han Yuna kembali yang hanya dibalas dengan gelengan kepala oleh kakek itu...


" Haih,.. kenapa kakek malah membuat ku jadi semakin penasaran. tapi baiklah, aku tidak akan memaksamu.."