
Aku melangkahkan kakiku kembali memasuki kediaman setelah aku menyuruh Yi untuk pergi dan mengawasi pergerakan kaisar. ku dudukkan tubuhku diatas kursi yang berada di ruang tamu setelah aku sepenuhnya memasuki kediaman lalu menatap ke arah jie jie Yuan yang juga telah memasuki kediaman.
" jie jie,.. menurutmu apa rencana kaisar makanya dia sampai menyuruh Kasim yang tadi datang kesini hanya untuk mengundang kita untuk makan bersama dengan yang lainnya." ucapku sembari memandang ke arahnya.
" aku juga tidak tau apa alasannya mei mei,.. karna sejauh yang ku tau,.. baru kali ini kaisar mau mengundang mu untuk bersama dengan yang lainnya. karna selama ini, kaisar selalu
merasa risih saat berada di dekatmu. bahkan dulu sewaktu kau masih kecil, kaisar selalu mengusirmu saat kau datang ke ruang makan kekaisaran untuk makan bersama dengan yang lainnya." kutatap jie jie Yuan yang berbicara sembari memijat alisnya.
" lalu kalau begitu,.. mengapa sekarang tiba tiba saja dia mau mengundangku untuk makan bersama dengannya,.. apa ada sesuatu yang dia rencanakan terhadapku..." ucapku lagi.
" aku juga tidak tau dan bingung akan hal ini mei mei,.. karna kejadian kaisar mau mengundangmu untuk makan bersama dengan yang lainnya, ini merupakan yang pertama kalinya."
" lalu,.. kenapa sekarang,.. huft, memikirkannya jadi membuat kepalaku pusing jie jie." ucapku sembari memijit alisku.
" kepala ku juga sama pusingnya denganmu mei mei." ucapnya. aku menarik nafas dalam setelahnya dan kami terdiam selama beberapa saat dan asik dengan pikiran kami sendiri sampai Yi tiba tiba saja muncul dihadapan kami sembari membungkukkan tubuhnya.
" Hormat hamba ratu,.. hamba datang untuk melapor."
" Bangunlah, dan duduk di kursi itu, setelah itu baru katakan apa yang kau lihat." ucapku sembari menatapnya yang langsung bangkit dan berjalan menuju kursi yang barusan ku tunjuk.
" Tadi setelah hamba pergi, hamba langsung saja mengikuti kemana Kasim itu pergi. dan hamba melihat bahwa Kasim itu pergi ke sebuah ruangan yang di jaga ketat oleh para penjaga. menurut yang hamba dengar ruangan itu merupakan ruang kerja kaisar. lalu setelah Kasim itu memasuki ruangan itu, hamba mendengar bahwa Kasim itu mengatakan apa yang ratu katakan tadi kepadanya. setelah mendengar kata kata yang Kasim itu katakan, hamba melihat bahwa kaisar langsung terdiam cukup lama sebelum pada akhirnya kaisar itu menyuruh Kasim yang tadi datang ke sini untuk pergi dan meninggalkannya sendiri." ucapnya
" hanya itu,.. apa kaisar tidak mengatakan apapun.." aku menatapnya sembari menyerngitkan alisku
" kaisar tidak mengatakan apapun kepada Kasim itu ratu, tapi tadi setelah Kasim itu pergi,.. hamba mendengar bahwa kaisar mengatakan " apa semuanya sudah terlambat lien' er " hanya itu ratu,.. setelah itu kaisar hanya terdiam lagi lalu setelah itu hamba melihatnya keluar dan melangkahkan kakinya menuju ruangan yang menurut penglihatan hamba merupakan ruang makan kekaisaran. " ucapnya lagi.
" apa maksudnya,.. bukankan Lien itu nama ibunda,.." ucapku bingung.
" aku juga tidak tau mei mei,.. tapi menurut pemikiran ku, sepertinya kata kata yang kau ucapkan semalam waktu di ruang makan itu, mengena ke hati kaisar." kutatap jie jie Yuan yang juga sedang menatapku dengan pandangan rumit.
" maksud jie jie, kata kata yang asal ku ucapkan kemarin waktu di ruang makan bisa membuat kaisar sadar dan menyesali perbuatannya kepada ku selama ini,.. " ucapku lagi
" kurasa begitu mei mei.."
" akh,.. kalau benar begitu, ha ha ha,.. apa dia sedang bermimpi,.. apa dia berfikir bahwa aku ini adalah seorang boneka yang bisa dia buang lalu dia pungut kembali dengan sesukanya,.. apa menurut nya jika dia memperlakukan ku dengan baik sekarang, aku akan memaafkannya dan mau memulai hidup baru dengan nya. cih,.. bahkan dalam mimpinya sekalipun, aku tidak akan mau memaafkannya. lagipula, apa artinya dia menyesali perbuatannya sekarang... bukankah semuanya sudah terlambat, karna Yuna yang dulu telah pergi, dan kini aku Yuna penghuni asli dari tubuh ini, telah kembali. dan aku tidak akan mau memaafkan mereka dan membiarkan perbuatan mereka terhadap tubuhku selama ini berlalu begitu saja tanpa mereka mendapatkan pembalasan yang setimpal." ucapku sembari tersenyum dingin.
" mei mei,.. " kutatap jie jie Yuan yang menatapku dengan pandangan sedih.
" maafkan aku karna dulu, aku tidak bisa menjaga tubuhmu dari siksaan mereka." ucapnya lagi sembari tersenyum getir.
" ini bukanlah kesalahanmu jie jie,.. jadi jangan pernah merasa bersalah begini kepadaku." ucapku sembari menarik tangannya lalu mengelusnya dengan pelan.
" Ratu, sepertinya ada orang yang datang ke sini." kutatap Yi yang tiba tiba saja menyela pembicaraan kami sembari mengedarkan Indra spritualku ke luar kediaman.
" siapa mereka mei mei,.. "
" mereka adalah ibunda selir ketiga dan pangeran ke empat." ucapku sembari menarik kembali Indra spritualku ke dalam tubuhku.
" ada apa mereka datang mengunjungi kediaman kita pagi pagi begini." ucapnya lagi.
" hamba pergi dulu ratu,.." ucapnya sembari menghilang dari hadapanku.
aku menghela nafas pelan setelah Kutatap bayangan Yi yang telah sepenuhnya hilang lalu aku menatap jie jie yuan kembali yang telah bangkit dari duduknya setelah ia mendengar suara dari ibunda selir ketiga dan pangeran ke tiga memanggil nama kami dari luar.
" mari kita keluar dan melihat mereka jie jie." ucapku sembari mengikuti nya bangkit berdiri lalu melangkahkan kakiku menuju pintu yang memang sudah terbuka sedari tadi.
" Hormat hamba kepada yang mulia selir ke tiga dan yang mulia pangeran ke empat,.." kutatap jie jie Yuan yang langsung membungkukkan sedikit tubuhnya ke arah ibunda selir ketiga dan pengeran ke empat setelah kami keluar dari kediaman dan sampai di depan gerbang.
" Bangunlah Yuan'er kan sudah ku bilang sebelumnya untuk tidak terlalu formal kepada kami,.." ucap ibunda selir ke tiga sembari mengangkat bahu jie jie Yuan.
" benar jie jie, kan sudah kukatakan juga sebelumnya untuk jie jie memperlakukan kami seperti bagaimana jie jie memperlakukan jie jie Yuna saja. dan satu lagi, kalau perlu mulai saat ini, aku ingin jie jie memanggilku seperti jie jie Yuna memanggilku saja. dan memanggil ibunda seperti cara kami memanggilnya juga." aku mengalihkan tatapan ku dari arah jie jie Yuan lalu menatap pangeran ke empat yang sedang menatap ke arah ibunda dan jie jie Yuan.
" itu,.. tapi, itu tidak mungkin pangeran, karna bagaimana pun, hamba hanyalah seorang pelayan di kekaisaran ini." aku segera menarik tatapanku dari pangeran ke empat, setelah mendengar kata kata yang keluar dari mulut jie jie Yuan. lalu kuarahkan tatapanku dengan tajam ke arahnya. " kau menjadi pelayan siapa di sini jie jie..??" ucapku kepadanya
" eh,.. maksudku bukan begitu mei mei,.." ucapnya dengan cepat.
" lalu, apa maksud dari perkataan jie jie barusan. apa selama ini jie jie berada di sampingku hanya karna jie jie merasa bertanggung jawab untuk mengurus ku dan merawat ku sebagai pelayan ku saja."
" Bu,.. bukan begitu mei mei,.. aku tadi mengatakan hal itu, hanya karna merasa tidak pantas jika aku harus memanggil yang mulia selir ketiga dan pangeran ke empat sebagaimana kau memanggil mereka." ucapnya lagi.
" apa nya yang membuat mu merasa tidak pantas jie jie, kau saja bisa memanggil Yuna jie jie yang statusnya lebih tinggi dari kami sebagai mei mei mu. apalagi kami yang hanya...." ucapnya menggantung.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
*hai hai hai,.. apa kabar kalian wahaii umat manusia๐ sehat kan..?? semoga saja begitu.
jangan lupa untuk selalu meninggalkan like dan saran ya*,..
*** see you in the next chapter ๐๐***