
Malam semakin larut, suara jangkrik yang saling bersahut-sahutan memenuhi Indra pendengaran kami yang saat ini sedang duduk di ruang tamu sembari mendengarkan laporan Yi, mengenai hal hal apa saja yang terjadi di kediaman selama kami berkeliling tadi dan apa saja yang terjadi di luar kekaisaran yang Yi sempat lihat dan dengar semasa dia pergi untuk membeli makanan tadi sore.
" Ratu, tadi siang selepas Ratu pergi untuk berkeliling, datang Empat orang wanita yang berbeda usia ke sini, mereka memanggil manggil nama Ratu dan menyuruh anda untuk keluar dari kediaman untuk menemui mereka." ucap Yi sembari berlutut didepan kami.
" oh, benarkah itu, siapa mereka,..? apa kau pernah melihat mereka sebelumnya??" ucapku sembari menatapnya dengan penasaran.
" ya ratu, hamba pernah melihat dua diantara mereka sebelumnya. dua orang itu adalah orang yang datang tadi pagi kesini dan mencoba untuk melukai Ratu. sedangkan dua orang lagi, hamba belum pernah melihatnya. tapi hamba tadi mendengar bahwa kedua orang yang datang tadi pagi itu, memanggilnya dengan sebutan ibunda." ucapnya kembali.
" wah benarkah itu,.. berarti yang datang tadi siang adalah putri pertama dan kedua berserta dengan selir pertama dan selir kedua. aku sungguh tidak menyangka, kalau selir pertama dan selir kedua mau dengan sukarela datang dan memijakkan kakinya didepan kediaman ku ini." ucapku sembari tersenyum tipis.
" mereka pasti datang untuk membalaskan dendam kepadamu mei mei, karna tadi pagi kau sudah melukai putri pertama dan putri kedua." ucap jie jie Yuan sembari menatapku.
" Benar ratu, karna tadi siang hamba juga mendengar bahwa orang yang anda sebut sebagai selir pertama dan selir kedua itu mengatakan bahwa mereka akan menghukum ratu karna telah berani melukai putri mereka. mereka juga mengatakan bahwa mereka tidak akan mengirimkan makanan ke kediaman ini selama seminggu penuh hingga Ratu datang untuk menemui mereka dan berlutut didepan mereka sembari mengucapkan kata maaf." ucap Yi
" oh, benarkah... ini semakin menarik saja. Mereka mengancamku dengan kata kata itu.. sungguh mereka harus ku berikan sedikit hadiah kelak sebelum aku membalaskan dendam ku yang sebenarnya." ucapku sembari semakin tersenyum lebar.
" apa ada lagi hal yang menarik lagi yang terjadi tadi siang??" ucapku kembali.
" tidak ada lagi Ratu, tadi siang hanya mereka saja yang datang kemari. dan setelah itu, tidak ada lagi hal yang terjadi sampai ratu kembali ke kediaman. Tapi, tadi sewaktu hamba keluar, hamba mendengar dari para pejalan kaki bahwa sebentar lagi akan ada sebuah pelelangan yang hanya berlangsung dalam lima tahun sekali, dan mereka juga mengatakan bahwa dalam acara lelang kali ini, akan ada benda yang sangat berharga yang akan dilelang. benda apa itu tepatnya, hamba tidak terlalu mengetahuinya ratu, karna menurut berita yang hamba dengar, benda ini masih sangat di rahasiakan nama dan bentuknya oleh pihak pelelangan." ucapnya lagi.
" benda yang sangat berharga,..?? benda apakah itu, hingga pihak yang mengadakan acara lelang sangat merahasiakan nya?? apakah itu benda yang berasal dari alam dewa dewi, atau alam neraka hingga mereka harus merahasiakannya." ucapku sembari berfikir.
" atau bisa jadi benda ini merupakan tanaman herbal langka mei mei, atau sebuah pil tingkat dewa." ucap jie jie Yuan menimpali.
" bisa jadi jie jie,.. kita harus menghadiri acara lelang itu karna aku sangat penasaran dengan benda yang sangat dirahasiakan itu. Yi, kapan acara lelang itu diadakan dan dimana tempatnya..??" ucapku sembari menatap yi kembali.
" dari yang hamba dengar, acara ini akan diadakan seminggu lagi ratu, dan acaranya akan diadakan di gedung Pavilium obat." ucapnya kembali.
" Gedung Pavilium obat, dimana itu jie jie??"
" gedung Pavilium obat berada di dekat sekte kelelawar surga mei mei, kalau dari sini kita harus bergerak ke arah barat sejauh lima belas kilo meter" ucap jie jie Yuan sembari menatapku.
" sekte kelelawar surga?? aku tidak menyangka, kalau dikekaisaran ini berdiri sebuah sekte." ucapku lagi.
" dikekaisaran ini bukan hanya mempunyai satu sekte saja mei mei, tapi dikekaisaran ini ada tiga sekte yang berdiri." ucapnya kembali.
" tiga sekte, lumayan banyak juga.. aku tidak menyangka bahwa di kekaisaran ini bisa berdiri hingga tiga sekte. tapi tak apa, aku juga tidak peduli. selama sekte ini tidak menggangguku, maka aku juga tidak akan mengganggu mereka." ucapku
" baiklah, kita akhiri pembicaraan kita sekarang karna malam sudah semakin larut, sebaiknya kita pergi istirahat sekarang. karna aku juga sudah mengantuk. Yi, sebaiknya kau istirahat di kamar yang berada di dekat pintu masuk. Jangan tidur di pohon seperti tadi malam." ucapku sembari berdiri dari duduk.
" Ta,.. tapi ratu, hamba tidak bisa. tuan melarang hamba unt...."
" jangan membantah, aku tidak suka jika ada yang penolak perkataanku. lagi pula, apa kau tidak takut terjatuh dari pohon pada saat kau tidur..?? ucapku memotong perkataan ya..
" sudah lah Yi, terima saja. jangan menolaknya. lagipula, apa kau tidak takut kau berubah jadi monyet Jika terus menerus tidur diatas pohon??" ucap jie jie Yuan sembari menahan tawa
" Ta,.. tapi tuan...
" sudah kukatakan bahwa aku tidak suka jika ada yang membantah perkataan ku,.. jangan takut. kalau masalah tuanmu itu.. biarkan itu menjadi urusanku nanti." ucapku kembali
Ba,.. baiklah ratu, hamba akan tidur disana." ucap Yi sembari menundukkan kepala
" huh, akhirnya. baiklah, mari kita masuk ke kamar masing masing." ucapku sembari melangkahkan kaki
" baik mei mei, selamat istirahat" ucap jie jie yuan kepadaku sembari ikut melangkah juga.
" apa kau yakin mei mei,.. apa kau tidak takut jika mereka melukai mu..?? " ucap jie jie Yuan ucap jie jie Yuan sembari menampilkan raut wajah khwatir
" apa jie jie lupa siapa aku?? aku adalah Han Yuna, sang penguasa neraka. jadi tidak akan mungkin terluka jika hanya berhadapan dengan para semut seperti mereka. " ucapku sembari tersenyum
" aku hanya khwatir saja mei mei, aku takut jie mereka akan menaruh racun di makanan mu nanti" ucapnya kembali sembari meraih tanganku .
" tenanglah jie jie, aku pastikan jika kita akan baik baik saja besok." ucapku sembari mengelus tangannya..
" apa kau yakin??" tanyanya sekali lagi..
" aku sangat yakin jie jie,.. Sudah sana. masuk kekamarmu. ini sudah sangat larut dan besok pagi kita harus bagun lebih pagi untuk berolah raga dan mempersiapkan diri lebih cepat dari sebelumnya." ucapku kembali sembari mendorongnya pelan hingga tubuhnya masuk ke kamarnya dan segera menutup pintunya dari luar.
" apa lagi yang kau tunggu Yi..?? apa kau menungguku untuk mendorongmu juga sampai memasuki kamarmu??" ucapku sembari menatap yi yang masih saja berdiri ditempatnya tadi.
" hamba hanya ingin memastikan bahwa Ratu memasuki ruangan ratu dan istirahat dengan tenang sebelum hamba memasuki ruangan hamba sendiri ratu." ucapnya sembari membungkukkan tubuhnya ke arahku.
" ah, sudahlah. itu terserah kau saja. aku sudah mengantuk. kau jangan lupa untuk tidur diruanganmu dan jangan berani untuk keluar kediaman dan tidur dipohon setelah aku masuk kamarku. karna jika sampai kau ketahuan seperti itu, aku tidak akan mengampunimu." ucapku sembari berlalu dan memasuki kamarku sendiri. dan meninggalkannya yang masih saja membungkuk itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
*hai hai hai,.. lama ya tidak bertemu. apa kabar kalian semua?? kalian pasti sehatkan...
maaf ya karna aku baru ada waktu sekarang๐
jangan lupa ya untuk
like
koment
rate bintang lima
and vote ya*.
** see you in the next chapter ๐๐**