
" cih, baru mendapatkan serangan kecil begitu saja kalian sudah langsung terlempar jauh, bagaimana jika aku menyerang kalian dengan serangan yang sesungguhnya,.." ucapku sembari memandang mereka sinis.
" mungkin tubuh mereka akan terlempar hingga keluar dari kekaisaran ini jika kau menyerang Mereka dengan kekuatanmu yang sesungguhnya mei mei." ucap jie jie Yuan sembari menatapi mereka.
"ka,.. kau, bagaimana bisa sampah seperti dirimu memiliki serangan sehebat itu, apa yang kau lakukan di tempat pengasingan mu selama kau diasingkan bersama dengan pelayan yang tak tau dirimu itu..?? apa kalian mempelajari ilmu terlarang disana??" ucap putri pertama sembari berusaha bangkit berdiri dengan dibantu oleh beberapa pelayan yang sedari tadi hanya berdiri seperti batu di belakang mereka dan ikut terlempar ketika aku mengeluarkan kekuatanku tadi.
" iya jie jie, pasti manusia sampah seperti mereka mempelajari ilmu terlarang selama mereka di asingkan. kan tidak mungkin manusia yang bahkan tidak bisa berkultivasi sedari dia lahir tiba tiba saja bisa mengeluarkan serangan sehebat itu kalau tidak mempelajari ilmu terlarang." ucap putri ke dua seraya memandang ku dan jie jie Yuan sinis.
aku melangkahkan kakiku mendekati mereka, menatap mereka dengan tajam, dan mengeluarkan sedikit aura membunuh yang langsung ku arahkan kepada mereka. " jaga ucapanmu sebelum mulutmu itu di renggut dari mu. jangan asal bicara. karna aku bukanlah manusia serendah itu yang bahkan harus mempelajari ilmu terlarang hanya untuk mengeluarkan jurus rendah seperti yang ku keluarkan barusan." ucapku sembari menguatkan aura membunuh yang ku keluarkan tadi setelah aku sampai di hadapan mereka. aku menatap mereka yang langsung saja jatuh berlutut di tanah setelah aku menambahkan sedikit aura membunuh tadi.
.
"dan lagi, jangan pernah menunjukkan sikap sok hebat kalian itu di hadapanku. karna untuk saat ini, kalian hanya lah seekor semut di hadapanku. jangan membuat batas kesabaranku habis. karna itu akan membuat dampak paling buruk di hidupmu ataupun orang yang kau sayang." ucapku sembari mengapit rahang putri pertama dengan menggunakan tangan kananku.
" pergilah,.. selagi aku masih berbaik hati ke kalian " ucapku sembari menghempaskan wajahnya yang ku apit tadi dan menarik kembali aura membunuhku. aku menatap kembali mereka yang langsung saja berdiri dan berlari menjauhi ku. namun belum jauh mereka pergi aku bisa melihat putri ke kedua yang membalikkan tubuhnya di ikuti oleh putri pertama dan berteriak kepadaku bahwa mereka akan mengadukan perbuatan yang ku lakukan hari ini kepada kaisar Han. " yah, adukan saja kepada ayahanda kesayangan kalian itu. aku bahkan tidak peduli akan hal itu." ucapku sembari menatap mereka yang masih berlari.
aku menghela nafas lega, karna setidaknya aku sudah memberikan sedikit pelajaran kepada mereka. aku membalikkan tubuhku dan hendak melangkahkan kakiku memasuki rumah namun aku kembali di kejutkan dengan munculnya sosok laki laki bertopeng di hadapanku. kutatap ia yang langsung membungkukkan tubuhnya setelah aku menatapnya.
" hormat hamba Ratu, selamat karna anda sudah kembali lagi ke dunia ini. Nama hamba adalah Yi. dan hamba adalah seorang bawahan yang tuan perintahkan untuk menjaga Ratu di dunia ini selama tuan pergi." ucap laki laki yang memperkenalkan diri sebagai Yi itu.
" oh, jadi kau adalah orang yang di perintahkan Guan untuk menjagaku. bangkitlah salammu aku terima. dan mari kita masuk ke dalam rumah ku dulu." ucapku sembari melangkahkan kakiku.
" Terimakasih atas tawarannya ratu, tapi hamba di larang oleh tuan untuk masuk ke dalam rumah yang ratu tinggali." ucapnya sembari memperdalam bungkukannya.
" kenapa kau di larang olehnya untuk memasuki rumahku..??" ucapku sembari menatapnya bingung.
" Hamba tidak mengetahui alasannya ratu, tapi Hamba memang dilarang tuan untuk memasuki rumah ratu dan memandang wajah ratu dari dekat." ucap laki laki itu kembali.
" memangnya kenapa dengan rumah dan wajahku..?" ucapku sembari menyerngit bingung dan menatapnya yang masih saja membungkukkan badannya itu.
" Mungkin suamimu takut akan suatu hal mei mei,..??" aku menatap jie jie Yuan yang tiba tiba saja bicara dan sambil menahan tawanya.
" Takut akan apa jie jie, bukannya dia hanya orang yang Guan utus untuk melindungi ku, jadi apa yang dia takutkan??" ucapku sembari menatapnya bingung.
" Bukan apa apa mei mei, mungkin saja dia memiliki kekhwatiran tersendiri didalam hatinya." ucap jie jie kembali.
aku menghela nafas bingung sembari menatap mereka berdua. " huh, baiklah. aku tidak mengerti apa yang membuat Guan sampai membuat peraturan aneh seperti itu. dan aku juga tidak mengerti apa maksud dari perkataan mu jie jie. tapi yasudah lah mau bagaimana lagi." ucapku lagi.
" nona bisa memanggil hamba dengan nama hamba." ucapnya menjawab pertanyaan jie jie Yuan barusan.
" baiklah yi, aku ingin bertanya..?? kalau kau di larang oleh tuanmu untuk memasuki rumahnya mei mei, lalu dimana kau akan tinggal??" ucap jie jie Yuan sembari menatapnya bingung.
aku menatapnya yang terdiam setelah mendengar pertanyaan dari jie jie barusan. "hamba akan tinggal di tempat yang bisa dekat dengan ratu, tapi agak jauh juga." ucapnya
" oh, baiklah jika begitu." ucap jie jie Yuan sambil menganggukkan kepalanya.
" kalau begitu hamba pamit dulu ratu." ucap Yi kembali.
" baiklah, pergilah." ucapku sembari menatapnya yang langsung saja menghilang bagaikan angin setelah dia mendengar kata kata ku barusan. aku menghela kembali menghela nafas setelah dia pergi." baiklah jie jie, mari kita masuk." ucapku sembari melangkahkan kakiku memasuki gerbang dan langsung memasuki rumah.
note: rumah Han Yuna yang sekarang sama seperti yang di dalam hutan tengkorak, tapi Bai Han, Bai xi, dan Bai Mo, membuat arrai pelindung dan sebuah perisai ilusi yang membuat rumah yang di tempati oleh Yuna sekarang tidak berubah. atau lebih tepatnya menurut penglihatan orang lain,.. rumah yang Yuna tempati sekarang sama seperti gubuk tua sebelum dibangun kembali oleh Bai Han dkk.
.
.
.
.
.
.
.
.
***hai hai hai, apa kabar semuanya..?? author kali ini hanya mau ngingatkan, untuk jangan lupa selalu menjaga kesehatan dan jangan lupa meninggalkan jejak ya.. dan kalau ada kata typo, author minta maaf.
see you in the next chapter 🙏😇🥺***