My Life Journey

My Life Journey
Padang Rumput.



Di sebuah padang rumput yang sangat luas, terdapat seorang wanita yang sedang berbaring di atasnya dan tampak tertidur. dan disisi wanita itu, juga terdapat seorang wanita lain lagi yang terlihat sedang berusaha untuk membangunkan nya.


" Meira..."


"Meira......"


sembari menepuk-nepuk pelan pipi dari wanita yang tertidur itu, wanita yang terlihat berjongkok itu memanggil namanya...


" ughh.."


sembari mengerjab, wanita yang di panggil Meira itu berusaha membuka matanya dan menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam kornea matanya.


"Meira.."


" Siapa... siapa yang memanggilku.."


Kebingungan,Han Yuna menoleh ke samping dan mendapati ada seorang wanita yang berparas sangat cantik disana sedang menatanya.


" Kau siapa,.. dan di mana ini. bukan kah tadi aku berbaring di atas tempat tidur, tapi kenapa sekarang aku malah berbaring di atas rumput.."


" Aku adalah orang yang pertama menempati tubuh yang kau tempati sekarang..."


" Hah.. maksudmu, kau adalah Han Yuna yang asli?"


" Hmmmm, tidak juga.."


" Tidak juga.. maksud mu bagaimana"


semakin bingung, Han Yuna kemudian lebih memperhatikan wanita yang ada di hadapan nya ini..


Wanita itu berpenampilan sangat cantik. rambutnya hitam panjang sepinggang. matanya agak abu abu dan cenderung sedikit besar. hidung nya mancung serta bentuk bibir yang menawan.


"Sangat cantik" Batin nya kemudian.


" Kau akan tau nanti." kembali berujar, wanita itu kemudian tersenyum hingga menampilkan deretan gigi yang putih dan rapi.


" Apa maksud nya kata kau akan tau nanti. aku ingin tau saat ini. kau itu siapa, tempat apa ini, dan bagaimana aku bisa berakhir terbangun di dalam tubuhmu yang sangat menyedihkan itu." sedikit kesal karna pertanyaan nya tidak kunjung mendapatkan jawaban yang tepat, Han Yuna berujar dengan ketus.


" Baiklah, baiklah. aku akan menjawab segala pertanyaan mu itu. tapi sebelum itu, kita perlu menemui seseorang terlebih dahulu."


" siapa.. kenapa kita harus bertemu dia dulu?"


" orang itu ialah, orang yang sangat ingin menemui mu. dan juga orang itu yang akan menjawab sebagian besar dari pertanyaan yang hendak kau tanyakan."


" Siapa orang itu.. kenapa kau malah lebih suka menambah teka teki ketimbang menjawab langsung."


" Kau akan tau nanti. lebih baik sekarang kau bangun dan ikuti aku."


"..."


memilih diam... Han Yuna lebih memilih langsung berdiri dan mengikuti langkah dari perempuan yang sudah berjalan duluan itu.


" Itu disana.."


setelah berjalan beberapa saat, akhirnya perempuan itu berhenti dan menunjuk ke sebuah pohon lebat yang tumbuh di Padang rumput itu.


sedikit menyipitkan mata, Han Yuna akhirnya melihat pohon yang di tunjuk oleh wanita itu. pohon itu sangat besar dan lebat, daunya hijau dan besar. dan di bawah pohon itu, terdapat sebuah kursi panjang yang di atas nya, terdapat seorang lelaki tua yang sedang duduk dalam posisi lotus.


" Yang ingin kau kenalkan adalah laki laki tua itu.."


" iya.. dia adalah orang yang paling tepat untuk menjawab pertanyaan mu itu.


" baiklah. mari langsung temui saja dia."


langsung melangkah, Han Yuna berjalan menghampiri laki laki tua itu.


namun, sesaat sebelum ia tiba,


laki-laki tua itu tiba tiba saja membuka matanya, dan langsung bangkit dari posisi nya dan berjalan menghampiri Han Yuna.


"Selamat datang di dunia kecil hamba Ratu"


Sembari langsung berlutut, laki laki tua itu segera menangkupkan tangan nya dan menundukkan kepalanya.


" Apa maksud nya ini.."


Han yuna menatap bingung kearah pria tua itu. lalu segera mengalihkan tatapan nya ke perempuan yang telah membawanya kesini. tapi hal yang lebih mengejutkan terjadi, wanita itu kini juga telah ikut berlutut di belakang nya.


" Apa maksud nya ini.. kenapa kalian malah berlutut di hadapan ku.


dan kau,.. kenapa kau malah ikut berlutut. bukan kah katamu kau membawaku kesini hanya untuk menjelaskan semuanya,.. tapi kenapa sekarang kau malah ikut berlutut di sini.."


" Ampuni hamba Ratu, ampuni kelancangan hamba yang sebelumnya kurang mengormati anda."


" Apa maksud mu.. kurang menghormati apa.


bangkit lah. aku tidak membutuhkan hormat mu. yang ku butuhkan adalah penjelasan dari mu."


" Ta.. Tapi Ratu.."


" Bangkit lah. aku bukan ratumu. dan aku tidak tau apa maksud mu memanggilku dengan panggilan ratu."


" Ta.."


" Bangkit.. jangan buat aku semakin kesal.."


" Ba.. baik.. Ratu.. hamba akan melaksanakan perintah mu."


" Dan kakek juga, mengapa kakek berlutut di hadapan ku.. aku bukan lah siapa siapa mu. dan kalau melihat dari umur, seharusnya akulah yang lebih layak untuk berlutut di hadapan mu."


" Hamba tidak pantas untuk mendapat hormat mu ratu.


karna Anda adalah junjungan hamba, dan hamba hanyalah bawahan Anda. jadi, terimalah hormat hamba ini..."


" Aku tidak tau dan tidak mengerti dengan maksudmu. tapi yang ku tau sekarang, bangkitlah. aku tidak ingin ada seorang pun yang berlutut dihadapan ku."


"Baik Ratu,.. Hamba taat perintah."


Ucap laki laki tua itu sembari langsung bangkit dan menundukkan kepalanya.