My Life Journey

My Life Journey
part 43



Aku membaringkan tubuhku di atas ranjang sambil menghela nafas pelan bersama dengan Guan yang ikut merebahkan tubuhnya di sampingku. tadi setelah kejadian itu, aku langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku yang sudah sangat lengket.


" Yuna'er, mungkin untuk beberapa waktu ke depan kita akan sedikit sulit untuk bertemu. aku memiliki beberapa tugas penting yang harus segera ku selesaikan. maka dari itu aku akan mengutus seorang bawahan ku yang akan selalu melindungi dan menjagamu hingga aku kembali. apa kau tidak apa apa dengan hal itu..??" ucap Guan sembari meraih dan mengecup tangan kananku.


" sepertinya kau akan pergi dalam jangka yang lumayan lama ya, makanya kau sampai mengutus seorang bawahan mu untuk menjagaku." ucapku sembari menghela nafas dan meliriknya.


" Mm, aku akan pergi cukup lama. mungkin sekitar setahun atau dua tahun atau bisa juga lebih lama dari itu." ucapnya kembali.


" memangnya tugas sepenting apa yang bisa sampai membuatmu pergi selama itu..??"ucapku


" kau akan tau hal itu nanti. tapi untuk sekarang aku ingin menghabiskan waktuku denganmu sebelum aku pergi." ucapnya sembari menarik tubuhku kedalam dekapannya.


" Eh, ehm... baiklah, tapi kau tidak perlu mengutus bawahanmu untuk melindungi ku. karna aku sudah memiliki beberapa orang yang sangat Kuat yang akan selalu ada disaat aku membutuhkan bantuan." ucapku sembari membenamkan wajahku di dadanya.


" Tidak, aku akan tetap mengutusnya untuk menjaga dan melindungi mu. aku tau bahwa kau memiliki beberapa hewan kontrak yang sudah berada di puncak kultivasi yang bisa melindungi mu. tapi kau adalah istriku dan sudah kewajiban ku untuk selalu melindungi dan memastikan keselamatanmu. maka dari itu, jangan menolak pemberianku." ucapnya sambil menepuk nepuk pelan punggungku.


" Baiklah baiklah, aku tidak akan menolaknya lagi." ucapku sembari memejamkan mataku yang sudah mulai berat untuk dibuka.


********


Aku menggeliat membuka mataku secara perlahan, aku menatap ke kanan dan mendapati Guan disana yang sedang menatapku dengan posisi badan menyamping dan tangan menahan kepala.


"selamat pagi permaisuri ku." ucapnya dikala aku menoleh kepadanya.


" selamat pagi Guan. kau masih disini..?? kupikir kau sudah pergi setelah aku tidur tadi." ucapku tanpa sadar bahwa Guan menyebutkan kata pagi. sembari bangkit dari posisi tidurku dan duduk diatas tempat tidur.


" Aku berencana pergi setelah kau bangun." ucapnya


" oh, baiklah.. tapi sudah jam berapa ini, apa hari sudah gelap...?? tanyaku kepadanya sembari menghubungi Gege han yang berada di dunia luar dan menanyakan apakah kediaman yang kupesan sudah siap atau belum.


" ini bukan hanya gelap lagi yuna'er tapi hari sudah berganti dengan pagi." ucap Guan sembari menatapku dan tersenyum.


" Apa.. ini sudah pagi, ba..bagaimana bisa..?? kau tidak sedang mengerjaiku kan?? ucapku sembari menatapnya dengan mata yang terbelelak.


" Tentu saja, ini memang sudah pagi. tadi malam kau tidur sangat nyenyak. jadi aku tidak tega untuk membangunkanmu." ucapnya kembali.


" Tapi mengapa tidak ada orang yang membangunkan ku,.. bahkan Gege han pun tidak menghubungiku untuk membaritahukan bagaimana keadaan kediaman yang ku pesan sebelumnya. ucapku sembari menghela nafas kasar.


" Untuk hal itu, sebenarnya tadi malam naga itu sudah membaritahukan bahwa kediaman yang kau pesan sebelumnya telah selesai di bangun. tapi karna aku melihatmu yang tidur sangat nyenyak, jadi aku menyuruhnya untuk memberitahukan kabar itu besok saja ketika kau sudah bangun." ucapnya dengan tersenyum sambil menatapku.


" Pantas saja,..." ucapku sambil menatapnya.


" apa jie jie Yuan atau penghuni dimensi yang lainnya tidak ada yang datang untuk sekedar membangunkan atau menemuiku..?? ucapku kembali.


" tadi malam wanita yang kau panggil jie jie itu datang kesini bersama dengan dua jelmaan harimau mu. tapi aku menghalangi mereka untuk masuk dan membangunkanmu." ucapnya kembali dengan wajah tanpa dosa.


" huh, kau ini ya.. mengapa kau tidak membiarkan mereka masuk saja dan membangunkanku,.. padahal tadi malam aku sudah berencana untuk melakukan sesuatu didalam istana itu..." ucapku sembari beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju pemandian.


" Tidak, aku tidak marah padamu. tapi aku hanya sedikit kesal saja. ucapku sembari berjalan dan meninggalkannya diatas ranjang.


" Huft... Baiklah baiklah, aku salah. maafkan aku permaisuri ku. tapi tadi malam itu kau memang tidur seperti bayi. kau bahkan memelukku sangat erat, jadi bagaimana bisa aku tega untuk membangunkan mu..??"ucapnya disertai dengan langkahnya yang berjalan menyusul ku...


" Eh, be.. benarkah,.. tapi mengapa aku tidak mengingat apapun..?? ucapku sembari tertunduk. aku bisa merasakan bahwa pipiku sedikit memanas. dan suara Guan yang terkekeh pelan terdengar di telingaku karna saat ini dia sudah berada di belakangku dan sedang memelukku dari belakang.


" Bagaimana bisa kau mengingatnya sayang. sedangkan kau tadi malam tidur sangat nyenyak,.." ucapnya disertai dengan tangannya yang sedang melingkar di perutku itu mengelus perutku. " sudah lupakan saja. saat ini aku harus segera pergi. maaf karna aku belum memiliki waktu yang cukup untuk menemanimu. tapi nanti saat kau akan pergi untuk menyempurnakan tingkat kultivasimu, aku berjanji bahwa aku akan berada disana untuk menemani dan membimbingmu." ucanya sembari membalikkan tubuhku menjadi menghadapnya.


" baiklah tapi berjanjilah, bahwa saat waktu itu tiba, kau akan berada di sampingku." ucapku sembari menatap wajahnya.


" aku janji" ucapnya sembari menarikku kedalam pelukannya dan mencium puncuk kepalaku. " aku pergi, dan bawahanku yang akan menjagamu akan datang sebentar lagi." ucapnya sembari perlahan menghilang dari pelukanku. aku menatap bayangan Guan yang perlahan menghilang sembari menghela nafas.


" Kuharap kau baik baik saja. selama menjalankan tugasmu" ucapku sembari melanjutkan langkahku dan memasuki pemandian.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


hai hai hai... apa kabar semua, kuharap kalian dalam keadaan yang baik ya... author mau minta maaf nih karna telat up, tugas kampus author untuk beberapa Minggu ini numpuk, jadi kemaren itu author fokus dulu untuk mengerjakan itu. sekedar info ya, untuk part - part selanjutnya, Yuna akan fokus ke balas dendamnya jadi kalau ada sedikit kejadian atau proses pembunuhan yang menurut kalian tidak pantas untuk ditulis dan dibaca, author minta maaf...πŸ™πŸ˜ŒπŸ˜ŒπŸ˜‡πŸ˜‡


***jangan lupa ya buat...


like


koment


rete bintang lima.


and vote yahhh πŸ™πŸ™πŸ₯ΊπŸ€­


** see you in the next chapter πŸ™πŸ˜‡πŸ˜‡***