My Life Journey

My Life Journey
part 12 (revisi)



( Masih dalam tahap revisi)


setelah sekian lama aku berjalan mengikutinya, akhirnya langkah kakiku terhenti dikala aku melihat ia menghentikan langkah kakinya dan ia berdiri tegak memunggungi ku. aku belum dapat melihat apa yang ada di depan karna penglihatan ku terhalang oleh punggungnya yang tegap dan lebar. ku langkahkan kakiku menyamping agar tubuhku bisa berdiri di samping laki laki itu


aku tertegun mataku kembali terbelalak dikala aku melihat dihadapan ku terdapat sebuah gua yang besar, di mulut gua itu terdapat seekor naga berwarna merah menyala layaknya api yang berkobar yang menutupi seluruh tubuhnya. dan di samping kiri naga itu terdapat seekor singa berwarna putih bersih dengan sepasang sayap di punggungnya sedangkan di samping kanan naga itu terdapat seekor harimau yang mirip atau sama persis seperti bai long hanya saja harimau yang ini tidak mempunyai tanduk di di dahinya.


aku melirik ke sampingku dan menatap laki laki yang sedari tadi diam dan memandangi mereka dengan tajam,..


"hei,.. apa yang kalian lakukan bangunlah kalian para pemalas." ucap bai long keras bahkan suaranya sampai terdengar menggema di seluruh hutan.


aku mengalihkan pandanganku ke arah mereka yang masih saja tidur dan tak bergeming dari tempatnya jangankan bergeming, membuka matanya saja tidak. mereka seakan bersikap tidak mendengar apa apa. "hei, bangunlah kalian semua. apa kalian tidak ingin menemui ratu.??" ucapnya kembali namun kali ini suaranya lebih keras dari sebelumnya.


"diamlah. jangan ganggu tidur siangku yang sangat berharga ini." kali ini sang naga angkat suara namun matanya masih saja terpejam.


"lancang bangunlah kalian semua apa kalian tidak menghargai kehadiran ratu disini" ucapnya menggema kali ini disertai dengan auranya yang begitu menyesakkan keluar dari tubuhnya.


"he,.. hentikan. apa kau ingin membunuh ku dengan auramu itu.." ucapku terbata di kala aku merasakan nafasku tercekat.


"eh,.. ampuni hamba ratu hamba lupa bahwa kekuatan ratu belum kembali." ucapnya sambil menarik kembali auranya.


aku menarik nafas dalam setelah ia menarik kembali auranya "tidak masalah" ucapku sembari menatap ke arah ketiga mahkluk mitologi kuno yang sedang tidur itu. aku kembali menarik nafas sebelum aku melangkah sedikit maju dari samping tubuh bailong dan menatap ketiga mahluk itu kembali dengan ragu. " baiklah, aku akan mencoba membangunkan mereka. siapa tau dengan mendengar suaraku ini mereka terbangun." batinku.


"hei, bangun apa kalian sudah melupakanku..??" ucapku dengan sedikit ragu.


namun, baru beberapa saat aku selesai bersuara, ketiga mahluk mitologi itu langsung terbangun dengan pandangan mata antara bingung dan terkejut. aku mengarahkan tatapanku kearah mereka yang langsung mengarahkan pandangannya juga ke arahku dan bai long. lama kami saling bersitatap sebelum pada akhirnya pandangan ketiga mahluk itu berubah menjadi tatapan mata yang tidak bisa ku artikan. bulu kudukku seketika meremang ketika mendapat tatapan seperti itu dari mereka. aku langsung berjalan mundur selangkah dan menyembunyikan tubuhku ku di belakang tubuh Bai long.


aku memerengkan kepalaku sedikit dan mencoba untuk sedikit mengintip dari balik tubuh bai long tapi anehnya, tatapan mereka bertiga masih tetap sama. aku kembali menarik kepalaku dan menyembunyikannya kembali di belakang tubuh laki laki yang menjadi jelmaan dari harimau bulan tersebut.


"Hei,.. hei.. ada apa dengan tatapan kalian itu, kalian membuat ratu takut." ucap bai long sembari menatap mereka dengan tajam.


aku kembali memerengkan kepala ku kesamping dan mengintip mereka dengan perlahan setelah mendengar kata kata Bai long barusan. tapi aku malah terkejut dikala aku malah mendapati mata mereka yang langsung berkaca kaca setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh bai long barusan. aku menatap ngeri ke arah mata sang naga yang ternyata tidak hanya tubuhnya saja yang berwarna merah layaknya api namun matanya pun sama apa lagi dengan tatapan berkaca kaca seperti itu, matanya itu seakan ingin meluncurkan lava yang mendidih.


aku semakin menyembunyikan badanku di belakang bailong, menutup mataku dan tidak berani menatap mereka lagi.


"ratu,.." aku tersentak dikala aku mendengar ada suara laki laki lain selain suara bai long yang terdengar. segera ku buka mataku dan mendapati ada tiga pria asing yang menatapku dengan mata berkaca kaca. tidak,.. bukan berkaca kaca lagi tapi sudah mengeluarkan air mata aku terkejut dikala ketiga laki laki itu langsung memelukku erat sampai sampai membuat nafasku sesak.


"ap.. apa yang kalian lakukan. le,.. lepaskan aku. ucapku Ter bata di kala aku merasakan pelukan mereka yang semakin erat sehingga aku ke sulitan bernafas.


"apa yang kalian lakukan bodoh, apa kalian ingin membunuh ratu..??" kali ini bai long ikut bersuara dan berusaha untuk melepaskan mereka dari dari ku namun bukannya mereka mereka melepaskan tapi malah mereka memelukku semakin erat hingga membuat nafasku semakin sesak.


"to.. tolong lepaskan a..ku.." ucapku kembali dengan suara nyaris tak terdengar.


"lepaskan bodoh.." ucap bailong berteriak dan berusaha melepaskan aku dari pelukan mereka.


kutatap mereka satu persatu mulai dari seorang laki laki yang berambut merah berkulit kuning Langsat dengan mata berwarna merah dan berjubah merah terang, lalu aku mengalihkan tatapanku kearah laki laki yang berlutut di samping kiri nya. laki laki itu berambut putih, berkulit putih dengan mata berwarna hitam pekat mamakai hanfu putih polos. sedangkan laki laki yamg duduk di samping kanannya itu tidak perlu ku jelaskan lagi dia sangat mirip dengan bai long. bedanya hanya di warna rambutnya yang berwarna hitam sedangkan Bai long berwarna putih dengan hanfu berwarna biru yang melekat di tubuhnya. aku menghela nafas dalam menatapi mereka. "berdirilah. aku tidak suka melihat ada orang lain yang berlutut di hadapanku." ucapku sembari menghembuskan nafas pelan.


"tapi ratu kami layak untuk di hukum." ucap laki laki berambut merah. "siapa namamu,..? ucap ku sambil menatap pria berambut merah itu dengan tajam. "nama hamba Bai Han ratu." ucapnya dengan kepala tertunduk. "kalau namamu..??" ucapku sambil menatap pria yang berambut putih. "nama hamba Bai xi ratu." ucapnya di ikuti gerakan kepalanya yang langsung tertunduk juga. kini mataku tertuju pada laki laki yang mirip seperti bai long itu. seakan mengerti dengan tatapan ku laki laki itu segera memperkenalkan dirinya "nama hamba Bai Lang ratu, hamba adalah saudara kembar dari laki laki yang berdiri di samping ratu itu. ucapnya sambil menunjuk Bai long.


"baiklah, Han gege, xi Gege dan Lang Gege bisakah kah kalian berdiri..??soalnya aku tidak nyaman saat melihat kalian berlutut di hadapanku seperti ini. aku mengerti dan dapat memaklumi perbuatan kalian yang sebelumnya. aku tau kalian sangat merindukanku makanya kalian sampai memelukku erat begitu. yah,.. walaupun aku belum mengingat apapun." ucapku menatap mereka.


"Eh, Ra,..ratu memanggil kami Gege..??" ucap ke tiga laki laki yang berlutut itu dengan nada tidak percaya sambil bangkit dari posisi berlutut nya.


"iya. apa ada yang salah dengan itu..??" ucapku menatap mereka dengan alis terangkat.


"Tapi kami tidak layak untuk menjadi Gege mu ratu." ucap bai han sembari tertunduk.


"siapa bilang, usia kalian jauh lebih tua dari usiaku. atau apa perlu aku memanggil kalian dengan kakek karna ku yakin usia kalian sudah lebih dari 1000 tahun atau mungkin lebih dari 10000 tahun." ucapku sambil menatap mereka dan tersenyum kecil.


"eh, tidak bukan begitu maksud kami ratu, maksud ku tadi adalah, kami hanyalah hewan kontrak yang bertugas untuk melayani ratu. jadi kami tidak akan layak untuk menjadi seorang kakak untuk ratu. ucap Bai Han kembali.


"hah,..sudah lah aku bilang Gege ya berarti Gege. aku sudah tidak menerima bantahan. lagian mendengar kalian mau menungguku selama 1000 ini sudah membuatku kehilangan kata kata trimakasih. karna apa yang kalian perbuat ini sudah tidak dapat dibayar lagi hanya dengan kata kata trimakasih makanya mulai sekarang aku akan mengangkat kalian semua sebagai keluargaku." ucapku memotong perkataan laki laki yang berambut merah itu. "dan mulai sekarang panggil aku dengan Meimei atau panggil namaku saja. oh ya aku lupa memberi tahu namaku adalah Han Yuna. ucapku sembari menatap mereka satu persatu.


"hiks,.. hiks.. trimakasih ratu, karna sudah mau mengangkat kami menjadi keluarga mu." ucap mereka bertiga serempak. kedepannya kami berjanji akan melayani dan menjaga ratu lebih baik lagi." ucap mereka penuh tekad.


"lalu bagaimana denganku, apakah ratu melupakanku..?? ucap bai long sembari menatapku dengan penuh harap.


"aku tidak melupakanmu Gege long, kau pun sama seperti mereka. mulai sekarang kita adalah keluarga. dan sebagai keluarga, kita di wajibkan untuk saling melindungi dan menyayangi. jadi kedepannya ku harap tudak ada lagi kecanggunan yang terjadi di antara kita. ucap ku kepada mereka berempat yang dibalas dengan anggukan kepala oleh mereka.


.


.


.


.


.


.


*hai hai hai... jangan lupa tinggalkan jejak ya 🙏🙏


** see you in the next chapter 🙏😇***