
Aku menatap jie jie yuan yang berada di belakang tubuh permaisuri, lalu mengambil pil berwarna hijau gelap dan memasukkannya ke dalam mulut permaisuri yang sedikit terbuka. aku menggunakan tenaga dalamku untuk mencarikan pil yang telah masuk kedalam mulut permaisuri itu lalu mendorongnya hingga pil itu masuk ke dalam tenggorokan permaisuri.
" jie jie bisa bantu aku untuk mengalirkan energi Qi jie jie melalui punggung permaisuri supaya obatnya cepat bekerja,.." ucapku sambil fokus mengontrol tenaga dalam ku supaya obat yang barusan di telan bisa memasuki setiap saraf saraf yang berada di dalam tubuh permaisuri.
"Bisa mei mei,.." ucap jie jie yuan sambil mengalirkan energi Qi yang dimilikinya ke dalam tubuh permaisuri melalui punggung seperti yang ku ucapkan tadi.
setelah beberapa saat aku mengalirkan energi Qi ku kedalam tubuh permaisuri, aku menghentikannya dikala aku melihat tubuh permaisuri yang mulai mengeluarkan keringat dan ter batuk batuk. sedetik setelahnya ku raih mangkok yang tadi ku ambil dari dalam dimensi. lalu ku arahkan tepat ke arah mulut permaisuri yang mulai muntah dan mengeluarkan darah berwarna hitam pekat dan sangat berbau busuk.
"Jangan terpengaruh oleh baunya jie jie, tetap fokus mengalirkan tenaga dalam mu supaya pil nya bereaksi dengan cepat dan sempurna,.." ucapku ketika kutatap jie jie Yuan yang mulai tidak nyaman duduk dibelakang tubuh permaisuri setelah ia muntah barusan.
"Baik mei mei,.." ucapnya sembari menghela nafas panjang.
aku kembali menatap permaisuri yang sudah berhenti mengeluarkan muntahan dan dapati wajah serta bagian tubuh yang tadi sempat membiru kini telah kembali hampir seperti semula.
"Sudah jie jie, berhentilah." ucapku sambil menaruh mangkok yang berisi muntahan itu ke lantai dan mengambil kain kecil yang ku ambil dari dimensi tadi lalu mengarahkan nya ke area mulut permaisuri untuk membersihkan sisa sisa darah yang masih menempel di sana.
kini aku beralih ke yang pil berwarna merah. kutatap pil itu sebentar sebelum kumasukkan kembali kedalam mulut permaisuri. dengan menggunakan cara yang sama seperti yang tadi. " gunakan kembali energi Qi jie jie, karna kali ini, kita akan membersihkan racun yang telah menyumbat pembuluh darah yang berada di dalam tubuh permaisuri." ucapku kembali sembari mengalirkan tenaga dalamku juga ke dalam tubuh permaisuri.
Aku meraih kembali mangkok yang satu lagi setelah aku mengalirkan energi Qi ku kedalam tubuh permaisuri lumayan lama. lalu mengarahkannya tepat ke mulut permaisuri yang sudah mengeluarkan darah yang berwarna ke coklatan dan berbau agak busuk
"apa kau masih kuat jie jie,.." ucapku ke jie jie Yuan karna ketika aku menatapnya, aku mendapati ia yang telah mengeluarkan keringat sebesar biji jagung dari dahinya dan wajahnya sudah agak pucat. walaupun setengah wajah nya tertutup oleh cadar yang cukup tebal, namun aku masih bisa menatap wajahnya yang pucat melalui pelipis dan matanya yang sudah mulai sayu.
"aku masih bisa bertahan sebentar lagi mei mei." ucapnya sambil tetap mengalirkan tenaga dalamnya.
"Bertahanlah jie jie, sebentar lagi ini akan selesai." ucapku sembari menatapnya.
aku kembali menolehkan tatapanku ke permaisuri ketika kurasa racunnya sudah keluar semua. lalu aku menghembuskan nafas lega ketika kutatap permaisuri sudah berhenti mengeluarkan muntahan nya, wajahnya pun sudah mulai segar dan matanya perlahan lahan terbuka.
aku menarik mangkok itu dari depan mulutnya lalu meletakkannya di tempat mangkok yang pertama tadi. lalu beranjak dari atas tempat tidur yang di ikuti oleh jie jie yuan.
"si.. siapa kalian." ucap permaisuri dengan suara yang sangat lemah ketika ia melihat kami berdua.
"kami bukan siapa siapa. " ucapku membalas perkataannya sembari meraih tubuhnya yang lemah dan membantunya untuk berbaring kembali. " aku akan memanggilkan kaisar dan putra mahkota. mereka pasti sedang sangat mengkhwatirkan permaisuri sekarang." ucapku sembari menatapnya yang sudah kembali berbaring. lalu aku membalikkan tubuhku hendak mendekati pintu ruangan itu, tapi langkahku terhenti saat kudengar suara jie jie yuan yang lemah memanggil ku sebelum ia terjatuh tepat di samping ranjang permaisuri.
" jie jie,.." ucapku sembari berbalik dan segera menghampiri jie jie yuan yang sudah terjatuh tepat disisi ranjang permaisuri dengan wajah yang sangat pucat dan keringat yang sudah memenuhi seluruh area wajahnya bahkan aku bisa merasakan hanfu bagian belakang tubuhnya pun sudah sangat basah oleh keringat. ketika aku membantunya untuk duduk. "telan pil ini jie jie,.. pil ini akan memulihkan tenaga dalam mu." ucapku sembari menyingkapkan cadarnya sedikit ke atas lalu memasukkan pil itu kedalam mulutnya yang sudah sedikit terbuka.
aku menghela nafas lega ketika jie jie Yuan menelan pil yang barusan kuberi. aku menatap kembali wajahnya yang kini berangsur membaik. lalu aku mengangkat lengan hanfu kiriku ku untuk mengelap keringat yang tadi membanjiri wajah jie jie yuan Hinga kering.
"Apa jie jie sudah sudah merasa baikan sekarang..??" tanyaku kepadanya yang dibalas anggukan kepala pelan olehnya.
" apa jie jie sudah kuat untuk berdiri,.." ucapku lagi kepadanya
" kurasa sudah mei mei,.." ucapnya sembari meraih salah satu penyangga ranjang yang permaisuri tempati lalu berdiri dengan perlahan sembari memegangnya.
" kami baik baik saja." ucapku membalas perkataannya.
aku kembali menghela nafas lalu aku menatap jie jie Yuan yang kini sedang menyeimbangkan posisi berdirinya sembari memegangi penyangga ranjang yang tadi ia gunakan sebagai pembantunya untuk berdiri.
" aku keluar sebentar jie jie." ucapku sembari menatapnya yang dibalas anggukan kepala olehnya.
aku kembali melangkahkan kakiku menuju pintu ruangan yang tadi sempat tertunda untuk memberi kabar kepada kaisar dan yang lainnya bahwa kini permaisuri sudah sembuh, dan tinggal menunggu beberapa hari lagi supaya keadaannya benar benar pulih.
namun sebelum aku benar benar sampai, aku kembali menolehkan kepalaku kebelakang, ke tempat dimana jie jie yuan tengah berdiri tadi. lalu aku kembali menghela nafas lega saat mendapati jie jie yuan yang juga tengah menatapku dan menganggukkan kepalanya pelan kepadaku.
.
.
.
.
.
.
.
.
*hai hai hai apa kabar para readers ku tersayang ...?? semoga kalian dalam keadaan baik ya...😊😊😇
jangan lupa ya buat
like
koment
rate bintang lima
and vote yahhhh 🙏🙏🙏😁
see you in the next chapter 😊😊😇*