
Dimana mereka jiejie.. aku juga akan ikut menghajar mereka dan memberikan tubuh nya untuk di makan oleh hewan kontrak yang berada kekaisaran Kita." Pangeran Fei ikut mengeluarkan pedangnya dan menambah rasa sesak akibat aura pembunuh yang bertambah.
Seluruh ruangan kini sudah sangat sesak. Semua orang yang sedang duduk dan menikmati hidangan nya langsung merasakan tenggorokan nya tercekat.
Tingkat kultivasi putra mahkota memang lumayan tinggi. Di usianya yang masih terbilang muda, itu sudah melewati kebanyakan orang seusianya. Bukan hanya yang seusianya saja. Tapi yang di atasnya juga tak kalah. Sedangkan tingkat kultivasi pangeran Fei memang tak setinggi kultivasi putra mahkota. Tapi, itu juga sudah melampaui beberapa orang yang seusianya.
Dan kini, kedua aura itu di satukan. Apakah mereka berdua ingin mengusir semua orang??
Sementara Han Yuna yang melihat keadaan menjadi tidak kondusif langsung menatap Xi Yuan. Ia tau bahwa Jiejie nya itu hanya sedang bermain. Tapi, permainan nya itu merugikan banyak orang.
" Jiejie.." akhirnya Han Yuna membuka mulutnya untuk menegur Xi Yuan.
" Hentikan itu, lihat lah keadaan sekarang." Tambahnya sembari menatap keseluruhan ruangan.
" I..iya Meimei. aku tak bermaksud membuat keadaan menjadi begini. Tadi aku hanya ingin mengerjai kedua pangeran ini. Tapi, tak ku sangka akan menjadi begini." Ucapnya dengan rasa bersalah. Ia langsung saja menatap putra mahkota dan pangeran Fei dengan tatapan penuh penyesalan.
" Maafkan aku Putra mahkota, pangeran. Tapi, bisakah kalian menyarungkan kembali pedang kalian dan menarik kembali Aura kalian itu??" Ucapnya dengan penuh permohonan.
" Tadi, aku hanya bercanda saja. Aku hanya ingin sedikit mengerjai kalian karma terlalu lama datang. Maafkan aku." Ujarnya lagi dengan kepala menunduk. Xi Yuan tau bahwa ia salah sekarang.
" Hah?? Ap..apa??"
Han Yuna bisa melihat raut ketidak percayaan yang terpancar kuat di wajah kedua saudara angkat nya itu.
" Pangeran, putra mahkota, jiejie kita ini hanya sedang bercanda tadi. ia tak bermaksud sedikit pun untuk menyinggung kalian." Han Yuna langsung membuka mulut nya begitu melihat raut cengo di kedua wajah yang tadi mengeluarkan amarah yang meluap-luap itu.
" I-iya.. Aku hanya sedikit bermain-main tadi." Xi Yuan kembali membuka mulutnya. kepalanya masih saja menunduk, hanya saja tak se tunduk tadi lagi.
Putra mahkota melihat Xi Yuan yang sedang tertunduk itu.
ia tau kalau Jiejie nya itu pasti merasa bersalah sekarang. jadi, dengan hembusan nafas pelan, ia langsung saja menyarungkan kembali pedang nya dan menarik aura pembunuh yang tadi ia keluarkan.
Pangeran Fei juga mengikuti langkah yang di ambil oleh putra mahkota.
jadi, sekarang ruangan kembali di penuhi oleh udara yang dapat melegakan tenggorokan.
Kerumunan orang langsung langsung menatap tajam ke arah meja mereka. ada beberapa orang yang ingin protes, namun mereka menghentikan nya mengingat seberapa sesak nya tadi ruangan saat kedua orang yang sekarang telah duduk tenang itu mengeluarkan auranya. mereka mengetahui kemampuan nya sendiri, jadi lebih baik diam supaya aman. pikirnya..
Namun ada pula beberapa orang yang tidak terpengaruh sama sekali dengan aura yang telah di keluarkan oleh kedua anak muda itu, tapi mereka hanya diam saja.
mereka tau kalau mereka berdua itu bukan orang biasa. dan itu bisa dilihat dari jenis pakaian ya g di kenakan.
Memang putra mahkota dan pangeran Fei tidak mengenakan jubah kebesaran nya ketika keluar, hanya saja jenis kain dan bentuk pakaian yang di kenakan masih lah jenis yang sangat bagus dan mahal.
" Lain kali jangan seperti ini lagi Jiejie.. aku tau kalau kau kesal karna menunggu kami terlalu lama. tapi jangan jadikan hal yang begini untuk menghukum kami.
kau tau seberapa Marahnya aku tadi?? aku bahkan sudah berfikir untuk langsung membantai semua orang yang ada disini." Putra mahkota langsung berujar setalah cukup tenang.
ia kemudian mengambil teh yang terletak di atas meja dan langsung menenggak nya tanpa menuangkan ke gelas dulu.
" Iya.. Maaf. aku tidak akan mengulangi nya lagi."
Sesaat keheningan langsung menyelimuti meja itu. Baik Han Yuna maupun putra mahkota tidak ada yang ingin mengatakan apapun hingga mereka hanya terdiam.
Melihat ini semua, pangeran Fei menjadi tidak tahan. pangeran itu kemudian menghela nafasnya dan berujar: "Tadi, sewaktu masih di pelelangan, aku masih sedikit ragu kalau itu adalah kalian. Mengingat surat terakhir yang sebulan lalu kalian kirimkan mengatakan kalau kalian akan pergi dan sementara tidak bisa berkunjung atau sekadar mengirim surat. namun sekarang, kita malah bertemu disini." Ada sedikit jeda karna pangeran Fei menarik nafasnya kembali.
" Tapi, apakah benar kalau pil itu memang jiejie yang jual??" Ucapnya kemudian melanjutkan.
" Hmm. pil itu memang aku yang jual." Han Yuna menjawab sembari merogoh lengan bajunya.
sebuah botol giok kecil langsung ia keluarkan setelah nya.
" Di dalam botol ini, ada sepuluh butir pil herbal salju. aku ingin memberikan ini ke kalian, dan jangan lupa meneruskan nya juga ke ayahanda, dan para jendral yang selama ini menjaga kekaisaran kita. Aku ingin kalian meningkatkan kekuatan supaya keamanan kekaisaran kita lebih terjaga." Han Yuna tersenyum saat menyodorkan pil itu.
Bisa ia lihat raut ketidakpercayaan di kedua wajah pangeran itu. Namun ia mengabaikan nya saja dan langsung menatap Xi Yuan setelah nya.
" Be..benarkah?? Dari mana kau mendapatkan pil sebanyak ini Meimei.. tadi bahkan saat di pelelangan, kau hanya memberikan dua pil untuk di lelang. namun sekarang, kau malah memberikan kami pil sebanyak ini.." Putra mahkota agak tergagap saat berbicara.
ia masih tidak percaya kalau tadi yang melelang memang adalah Meimei nya itu. namun sekarang setelah melihat pil dengan jumlah yang lebih banyak, ia tak bisa lagi untuk menutupi degupan jantung nya yang seakan ingin meledak karna kesenangan.
"Kalian tidak lupa kan dimana aku dan Jiejie tinggal, jadi tentu saja aku mendapatkan tumbuhan nya dari sana lalu mengolah pil nya kemudian.
Benarkan Jiejie..??" Masih menatap Xi Yuan, Han Yuna langsung memberikan pertanyaan yang mendukung ucapan nya barusan. iya ingin Jiejie nya itu menjawab dengan 'Iya. itu benar sekali' karna rasanya akan sangat panjang ceritanya bila ia harus menjadikan alasan yang lain.
Ini juga ia terpaksa berbohong..
" Benar.. itu benar sekali." Seperti yang di harapkan oleh Han yuna. jie-jie nya ini memang sangat bisa di ajak kerjasama.
" Lalu.. kenapa bisa sebanyak ini..??" Putra mahkota masih sedikit tidak percaya.
ia tau kalau masih banyak misteri yang tak ia ketahui tentang kedua saudara angkat nya itu. namun, kalau menjadi hal yang seperti ini, ini agak keterlaluan.
~Bersambung.