My Life Journey

My Life Journey
Part 41



Matahari sudah bersinar dengan cerahnya sedari tadi. dan saat ini kami tengah duduk di ruang tamu sembari mengobrol ringan." jie jie, mungkin sebentar lagi orang suruhan dari kaisar Han akan datang untuk menjemput kita, tadi aku sudah memasangkan perisai ilusi di luar gubuk ini. jadi semuanya sudah beres. sekarang tinggal...." ucapku terpotong ketika aku mendengarkan teriakan beberapa orang dari luar yang menyuruh kami untuk keluar.


"hei putri sampah keluar kamu,.. jangan membuat waktu kami terbuang sia sia hanya dengan berdiri di gubuk tua dan jelek mu ini."


ucap suara seorang wanita dari arah luar...


" huh.. ternyata mereka sudah tiba jie jie, mari kita keluar dan memberi mereka sambutan yang meriah, supaya mereka tidak berbuat semena mena lagi dengan kita." ucapku sambil bangkit dari dudukku dan melangkahkan kakiku keluar dari ruangan itu.


" baiklah mei mei, aku juga sudah tidak sabar untuk membuat mereka berlutut dan minta maaf di hadapanmu." ucap jie jie sambil mengikuti langkahku


aku berjalan keluar dari rumah kami dan mendapati dua orang wanita dengan berpakaian merah muda dan dua orang laki laki yang bisa ku tebak adalah supir dari kereta kuda yang telah berdiri di belakang punggung mereka berempat.


" Apa istana kekaisaran Han tidak mendidik dan mengajarkan sopan santun dan bagaimana bertindak kepada majikannya di istana, hingga kalian bisa dengan seenaknya memaki dan meneriaki kunjungan nya..??" ucapku kepada mereka dengan tatapan tajam.


" Ha ha ha.. apa katamu, sampah seperti dirimu ingin mendapat hormat dari kami..?? ha ha ha... jangan mimpi asal kamu tau ya.. kamu itu hanya aib dan hama pengganggu di istana. jadi jangan sok dengan bertindak seolah olah kamu itu adalah putri yang sangat di sayangi oleh yang mulia kaisar." ucap seorang pelayan yang nampak masih lumayan muda.


" oh, jadi aku hanyalah seorang putri sampah dan hama pengganggu ya di istana. baiklah jika begitu, biarkan lah putri sampah ini yang memberikan kalian pelajaran bagaimana cara bertindak dengan junjungan yang benar." ucapku sambil mengangkat tangan kananku ke atas dan menampar wajah pelayan yang baru berbicara tersebut hingga dia terlempar beberapa meter. aku tidak menggunakan tenaga dalam ku untuk menamparnya, aku hanya menggunakan tenaga fisikku saja karna menurutku itu sudah lebih dari cukup untuk membuatnya terlempar dan diam.


" bagaimana.. apakah itu sudah cukup untuk membuatmu belajar bagaimana cara bersikap kepada junjunganmu, atau pelajaran barusan masih kurang untukmu..?? ucapku sambil menatapnya tajam.


" Kamu,.. kamu berani menamparku... apa kau tidak tau siapa aku hah..??" ucap wanita itu sembari memegangi wajahnya dan berjalan ke arahku dengan mata melotot.


" memang kau siapa hingga mei mei ku harus takut kepadamu..??" kini jie jie Yuan yang bicara.


" kamu,.. kamu pasti xi Yuan kan, pelayan rendahan yang mau melayani seorang sampah di istana. pelayan yang bahkan mau di pukuli hanya untuk membela seorang hama. cih... kalian memang sungguh pasangan yang serasi. dan tunggu, mengapa dengan wajahmu itu, apa sekarang penyakit si sampah ini telah menular kepadamu hingga kau mengenakan cadar sama seperti nya...??" ucap pelayan itu kembali


" kau.. apa yang kau katakan.. tarik kembali perkataan mu itu sebelum kepalamu yang sangat kau jaga itu terlepas dari tubuh mu.. ucap jie jie Yuan sembari mengeluarkan aura membunuh yang lumayan pekat dari tubuhnya.


" ka.. kamu.."


aku menatap ke empat orang yang datang menjemput kami itu yang kini telah jatuh berlutut di hadapan kami dan mereka memegangi dada mereka masing masing.


" Tarik kembali kata kata mu, dan minta maaf lah kepada mei meiku sekarang. sebelum kesabaranku habis dan aku memenggal kepalamu." ucap jie jie Yuan sembari menambahkan tekanan pada auranya.


" ak..aku tidak ma.. mau. lebih baik aku mati dari pada aku harus minta maaf kepada sampah seperti di..dirinya." ucap wanita itu sambil terbata.


" oh,.. jadi kau lebih memilih untuk mati ketimbang menarik kata katamu dan meminta maaf kepadaku..?? baiklah, aku akan menuruti perkataanmu. sepertinya kau juga sudah bosan untuk hidup. ucapku sambil menyeringai di balik cadarku. aku melangkahkan kakiku mendekatinya sembari mengeluarkan bola api kecil berwarna biru dari tangan kananku.


" ka.. kau mau melakukan apa padaku..??" ucap wanita itu sambil menatap api yang berada di dalam genggamanku.


" menuruti perkataanmu, bukankah kau sudah bosan hidup dan lebih memilih untuk meninggalkan dunia ini lebih cepat..?? ucapku sambil menyeringai dan menatapnya dengan tajam ketika aku telah sampai dihadapannya. aku mengangkat tangan kananku yang berisi api tadi, ku arahkan tangan ku itu ke keningnya dan memasukkan bola api itu ke dalam kepalanya melalui pori pori yang berada di keningnya itu.


" arghhh... panas, sakit.. apa yang kau lakukan kepadaku.." ucapnya sembari memegangi kepalanya yang mulai terbakar dan meleleh.


" aku hanya mengabulkan permintaanmu. apa aku salah..??" ucapku membalas perkataannya sembari kutatap ia yang telah ambruk di tanah dengan kepala mencair. " kau cepat sekali mati. padahal aku masih ingin mendengar nyanyian merdu yang akan kau keluarkan." ucapku kembali.


aku mengangkat kepalaku dan menatap tiga orang pelayan yang masih tersisa." ini lah hal yang akan terjadi kepada kalian ketika kalian menghina dan mencoba bermain denganku dan jie jie ku. jadi, jangan pernah mencoba untuk berpikir melakukan hal bodoh seperti yang teman kalian lakukan tadi. atau kematian yang akan menghampiri kalian. dan satu hal lagi, kejadian ini jangan sampai kalian bawa ke istana. karna kalian tau kan apa resiko yang akan kalian dapatkan bila hal yang terjadi di sini di ketahui oleh pihak kekaisaran." ucapku sembari menatap mereka yang masih berlutut.


" ba.. baik putri " ucap mereka serempak.


" baiklah, kalau begitu mari kita kembali." ucapku sembari melangkahkan kakiku memasuki kereta yang tadi dibawa oleh mereka di ikuti oleh jie jie Yuan yang berdiri di samping kereta. " masuk lah jie jie, kita akan menaiki kereta ini bersama. biar mereka saja yang mengemudi" ucapku sembari menarik tangannya memasuki kereta.


*********


" kita sudah sampai mei mei." ucap jie jie Yuan sambil menyentuh pundak ku.


" baiklah, mari kita turun." ucapku sambil melangkahkan kakiku menuruni kereta yang kami gunakan di ikuti oleh jie jie Yuan di belakangku. jika kalian bertanya tentang ada tidaknya acara penyambutan yang di lakukan oleh anggota ke kaisaran yang lain untuk menyambut kepulangan Han Yuna dan xi Yuan..?? maka jawabannya, TIDAK. jangankan di sambut sekedar di tatap saja tidak. 😏😏


aku melangkahkan kakiku tepat di sebuah bangunan yang bisa di bilang lebih kecil dari rumah yang kami tempati di pinggir hutan tengkorak. tempatnya sangat kotor dan sangat tidak terawat. " apa ini rumah kita jie jie..??" ucap ku sembari menoleh dan menatap wajah jie jie Yuan yang telah tertunduk sembari menghembuskan nafas kasar.


" i.. iya mei mei, ini rumah kita di sini." ucapnya sembari menatapku.


" huh... apa istana kekaisaran ini sangat miskin hingga tempat tinggal untuk seorang putri mahkota saja hanya merupakan sebuah gubuk reyot..." ucapku sembari menghela nafas.


" bukan begitu mei mei, sebenarnya tempat tinggal untuk seorang putri mahkota atau untukmu yang sebenarnya berada di dekat kediaman putra mahkota. dan tempat itu kini masih ada dan bahkan tidak di huni oleh siapapun." ucap jie jie Yuan.


" jadi kalau tempat untuk ku memang ada, lalu mengapa aku harus tinggal di sini..??" tanyaku sembari mengernyit bingung.


" itu berawal dari putra mahkota yang tidak ingin tinggal berada di dekat kediaman mu mei mei hingga beliau meminta kepada yang mulia kaisar untuk memindahkan mu ke sini.


ucap nya kembali.


" kalau dia yang tidak suka tinggal berdekatan denganku, lalu mengapa bukan dia yang pindah...?? dan lagi di istana ini kan pastinya banyak kediaman kediaman lain yang lebih layak untuk di tinggali selain gubuk ini, lalu mengapa aku harus di pindahkan ke sini?? ucapku penasaran.


" it.. itu, karna putra mahkota merasa bahwa putri tidak layak untuk menerima gelar sebagai putri mahkota untuk kekaisaran ini dan hal itu terjadi karna rupa dan kemampuan mei mei dulu yang... ucap jie jie Yuan terhenti


" iya iya aku tau. tapi kan hal itu bukan salahku, itu semua kan karna racun racun sialan yang hampir menyumbat suruh pembuluh darah yang berada di dalam tubuhku.. "ucapku sambil menghela nafas.


" ada satu lagi alasan mengapa mei mei di pindahkan ke sini oleh putra mahkota dan kaisar. yaitu karna putra mahkota dan kaisar menganggap bahwa mei mei lah yang membuat yang mulia permaisuri meninggal.


ucap jie jie Yuan sambil menatapku sendu.


" huh.. sungguh pemikiran yang dangkal." ucapku sambil menghembuskan nafas kasar.


.


.


.


.


.


.


.


.


*hai hai hai... jangan lupa tinggalkan jejak ya🙏🙏😇😇


**see you in the next chapter 🙏😇*