My Life Journey

My Life Journey
Part 58



Empat hari berlalu dengan cepat. dan dalam empat hari ini, banyak hal yang terjadi kepada ku. mulai dari para Kasim yang datang setiap hari kekediaman kami hanya untuk mengundang ku makan bersama dengan anggota kekaisaran yang lain, selir pertama dan selir kedua yang datang bergantian ke kediaman kami dan hanya kubalas dengan mengacuhkannya saja, dan terakhir saat ini. saat putra mahkota datang bersama dengan para pangeran lainnya mengunjungi kediaman kami. aku tidak tau apa tujuan mereka datang, dan aku sudah mencoba untuk mengacuhkan mereka dengan tidak keluar dari kediaman saat mereka memanggil. tapi saat ini sudah beberapa saat berlalu dan mereka masih saja berdiri di depan kediaman sembari memanggil manggil namaku dengan keras.


" Aku jengah jie jie, apa mereka tidak takut pita suara mereka akan putus jika mereka terus menerus memanggilku dengan suara yang keras begitu." ucapku kepada jie jie Yuan sembari menyilang kan kakiku karna saat ini kami berdua sedang duduk diruang tamu.


" aku juga tidak tau mei mei, bagaimana jika kita keluar saja untuk menemui mereka. " kutatap jie jie Yuan yang juga sedang menatapku sembari menghembuskan nafas pelan.


" Tapi aku sedang malas untuk menemui mereka jie jie, aku malas jika nanti saat aku keluar untuk menemui mereka yang akan mereka ucapkan hanya kata kata yang membuat aku semakin membenci mereka." ucapku lagi.


" Tapi kalau kita tidak keluar untuk menemui mereka, mereka akan terus berteriak didepan kediaman kita mei mei."


" tapi jie jie, aku sungguh sangat malas untuk menghadapi mereka saat ini." ucapku sembari menatap jie jie Yuan yang sedang menarik nafas dalam setelah mendengar kata kata ku barusan. " bagaimana jika aku saja yang keluar untuk menemui mereka,.. karna jika semakin dibiarkan, aku takut suara mereka akan semakin keras dan itu akan membuat keributan di istana." ucapnya setelah ia menghela nafas barusan.


" apa kau yakin jie jie.." ucapku lagi kepadanya yang ia balas dengan menganggukan kepalanya ringan.


" baiklah kalau begitu jie jie,.. kuharap pada saat diluar sana nanti, mereka tidak melakukan sesuatu kepada jie jie. aku akan mengawasi jie jie dari cermin mioly ini saat jie jie keluar nanti. jadi kuharap cepatlah kembali karna jika aku terlalu lama mengeluarkannya, maka energi Qi ku akan terpakai banyak." ucapku sembari membentuk sebuah cermin kotak dengan menggunakan energi Qi yang kupunya lalu ku lemparkan cermin itu keudara yang seketika cermin itu membesar dan menampilkan hal yang terjadi diluar kediaman.


" wah,.. hebat sekali cermin mu itu mei mei,.. bagaimana kau melakukannya." segera kutatap kembali jie jie Yuan yang saat ini sedang menatapku dengan tatapan binar.


" aku akan menjelaskannya nanti kepadamu jie jie. untuk sekarang, lebih baik jie jie keluar dulu dan menemui mereka." ucapku


" baiklah,.. baiklah, aku pergi dulu." ucapnya sembari bangkit dari duduk dan melangkahkan kaki menuju pintu kediaman.


****


sementara diluar kediaman tampak tiga orang pria yang sedang berdiri sembari berteriak teriak memanggil nama Han Yuna. mereka terus memanggil nama itu dengan keras hingga suara pintu yang terbuka mengalihkan perhatian mereka.


" Hormat kepada putra mahkota, pangeran pertama dan pangeran ketiga." ucap xi Yuan yang saat ini telah keluar dari kediaman dan melangkahkan kakinya untuk keluar dari gerbang dan menemui tiga orang yang sudah sedari tadi berdiri disana itu.


" Dimana Yuna'er berada...??" tanpa menghiraukan salam hormat dari Xi Yuan sebelumnya,.. langsung saja salah satu dari tiga pria yang berstatus sebagai pangeran dikekaisaran Han itu menanyakan keberadaan dari orang yang mereka panggil sedari tadi.


" Maafkan hamba pangeran, tapi saat ini Putri mahkota sedang tidak ingin ditemui atau menemui siapapun." ucap Xi Yuan sembari menatap mereka bertiga.


" kenapa ia tidak ingin ditemui dan menemui semua orang. apa ia tidak tau, bahwa kami sudah sedari tadi menunggunya untuk keluar dari kediaman dengan menahan teriknya panas matahari disini. tapi yang ia suruh keluar malah hanya pelayannya saja. " ucap pangeran pertama sembari menatap Xi Yuan dengan geram.


" Maafkan hamba pangeran pertama, tapi bukan semua orang yang hamba maksud, melainkan hanya pangeran bertiga ini saja." ucap Xi Yuan lagi.


" apa maksudmu,.. dimana dia sekarang suruh dia keluar, karna kami ingin berbicara dengannya." ucap pangeran ketiga dengan meninggikan sedikit suaranya.


" maksudku ialah, saat ini Putri mahkota sedang malas untuk berurusan dengan kalian orang orang yang tidak penting yang datang hanya untuk menggangu orang lain saja." ucap Xi Yuan sembari menatap mereka bertiga kesal.


" jaga mulut dan sopan santun mu. apa kau tidak tau dengan siapa kau sedang berhadapan saat ini,.." ucap pangeran pertama lagi sembari menatap Xi Yuan tajam.


" tentu saja aku tau dengan siapa aku saat ini sedang berbicara. apa perlu aku ulangi lagi salam ku yang kalian abaikan tadi, Karna di dalam salam ku itu, berisi identitas kalian masing masing." ucap Xi Yuan lagi


" apa kau tidak pernah diberi pelajaran etika pelayan ketika hendak memasuki istana, makanya kau sama sekali tidak menghormati orang yang statusnya jauh diatasmu,.." ucap pangeran pertama lagi.


" tidak, karna dulu ketika aku baru saja memasuki istana, aku langsung saja masuk kesini tanpa melalui pelajaran etika yang biasanya para pelayan istana dapatkan sebelum memasuki istana." ucap Xi Yuan lagi.


" ka,.. kau, karna menjawab dan membantah perintahku, Maka setelah ini, kau akan dihukum cambuk sebanyak seratus kali." ucap pangeran pertama lagi kali ini sembari menunjuk wajah di Yuan yang tertutup cadar itu.


" sudahlah lah pangeran pertama, buat apa meladeni pelayan rendahan yang bahkan tidak tau etika ini. sekarang lebih baik kita masuk ke dalam kediaman itu dan menemui mei mei


Yuna." ucap pangeran kedua sembari menatap sinis kearah Xi Yuan.


" suruh Han Yuna untuk keluar kediaman sekarang." kali ini laki laki yang sedari tadi diam yang berbicara.


" maafkan aku putra mahkota, tapi saat ini Putri mahkota memang sedang tidak ingin ditemui maupun menemui kalian. jadi lebih baik, kalian pergi saja dari sini untuk saat ini." ucap Xi Yuan kali ini suara nya dengan tegas mengatakan hal itu.


" apa kau tidak mengerti dengan apa yang kubilang barusan, bahwa saat ini Putri mahkota sedang tidak ingin menemui kalian. lagipula dengan tujuan apa kalian datang kesini hari ini. apa kalian ingin membuat nya bersedih lagi, atau apa kalian ingin mengusirnya lagi dari sini seperti pada saat kalian mengusirnya dari kediamannya dulu atau seperti pada saat kalian mengusirnya dari ruang makan lima hari yang lalu." ucap Xi Yuan sembari menatap mereka tajam yang langsung membuat mulut putra mahkota dan kedua pangeran lainnya terdiam.


" Kami datang kesini hari ini dengan tujuan yang baik. jadi biarkan kami bertemu dengan nya kali ini." ucap pangeran pertama lagi setelah ia terdiam barusan.


" apa kalian tidak mendengarkan apa kata kata ku barusan, sudah kubilang kan sebelumnya bahwa saat ini Putri mahkota sedang tidak ingin ditemui, jadi kenapa kalian tetap ngotot ingin bertemu dengannya hah,.." ucap Xi Yuan kali ini suaranya sedikit meninggi


" beraninya kau meninggikan suaramu didepan atasanmu hah,.. apa kau sudah bosan hidup, apa kau sadar bahwa kau itu hanyalah pelayan rendahan disini dan nyawamu itu hanya berada diujung pedang ku ini." ucap pangeran pertama sembari mengeluarkan pedang yang sedari tadi tersampir di pinggangnya dan mengarahkannya kearah Xi Yuan


****


Sementara didalam kediaman lebih tepatnya di tempat Han Yuna sedang mengawasi kejadian yang berada di luar kediaman, Tampak Han Yuna yang sedang mengepalkan tangannya erat. ia mengepalkan tangannya setelah melihat apa yang dilakukan oleh para pangeran itu kepada jie jie nya. mulai dari mereka yang menghinanya, hingga menghunuskan pedang kearahnya. Han Yuna tampak sangat marah hingga ia menarik kembali cermin yang sebelumnya ia keluarkan lalu bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu dengan langkah kasar.


BRAAKK...


Suara pintu yang dibuka dengan kasar mengalihkan perhatian ke empat orang yang sedang adu tegang di luar kediaman.


" mei mei,.." ucap Xi Yuan pelan ketika melihat bahwa Han Yuna keluar dari kediaman dan mengarahkan tatapan tajamnya kearah mereka.


" Apa yang kalian lakukan kepada jie jie ku hah..


apa maksudmu dengan menghunuskan pedangmu kearahnya sialan,.." ucapku kepada pangeran pertama sembari menatapnya tajam.


" mei mei,.. ini bukan seperti yang kau lihat...


tadi pelayan mu itu yang mencari gara gara kepada kami makanya aku sampai menghunuskan pedangku kepadanya." kutatap pangeran pertama yang langsung berbicara dan menarik pedangnya kembali setelah mendengar kata kata ku barusan.


" jangan panggil aku sebagai mei mei mu. karna kita tidak pernah sedekat itu. dan aku tidak pernah menjadi adikmu selama ini. dan lagi pelayan yang kau maksud itu adalah jie jie ku sendiri. jadi jangan pernah mengatakan bahwa dia adalah pelayan di istana ini. karna dia bukanlah pelayan ku apalagi pelayan kalian." ucapku lagi sembari berjalan menghampiri jie jie Yuan


" oh satu hal lagi, gara gara apa yang kau maksudkan itu. karna dari yang ku lihat dan ku dengar, dari tadi jie jie ku tidak ada menyinggung kalian. dia hanya menyuruh kalian untuk pergi dan itu aku yang menyuruhnya karna aku malas untuk bertemu dengan kalian." ucapku lagi.


" Tapi memang dia yang duluan me,.. putri, dia yang berbicara tidak sopan kepada kami dia sama sekali tidak menghormati kami." segera ku arahkan kembali tatapanku kepada pangeran pertama yang saat ini juga sedang menatapku.


" oh,.. jadi hanya karna rasa hormat yang kurang jie jie ku tunjukkan kepada kalian, hingga kalian tega untuk menghunuskan pedang kearahnya. dasar para penggila hormat.." ucapku lagi sembari mendengus dingin.


" Bukan begitu putri, tapi.."


" tapi apa,.. bukankah sudah jelas bahwa kalian ini memang sangat menggilai hormat,.." ucapku lagi.


.


.


.


.


.


.


.


***Jangan lupa untuk meninggalkan saran dan like nya ya... 🙏


*** see you in the next chapter 🙏😇***