
"Jadi sekarang bisa kalian jelaskan mengenai keadaan yang ku alami sekarang,.. terus terang. aku sangat bingung.
dan di tambah dengan perbuatan kalian yang tadi, sudah semakin menambah kebingungan ku. tapi sebelum itu, alangkah lebih baiknya jika kalian memperkenalkan diri terlebih dahulu."
setelah bersama-sama duduk di kursi yang berada di bawah pohon, kini Han Yuna meminta penjelasan dari keadaan yang menimpanya.
"Nama hamba adalah Shi Qing. Anda bisa memanggil hamba sebagai,..."
mengambil inisiatif memperkenalkan diri terlebih dahulu, namun belum selesai ucapan nya, sudah di sela oleh Han Yuna.
"aku akan memanggil mu sebagai kakek Shi saja." ucapnya memotong perkataan lelaki tua itu.
"Baiklah, itu terserah Ratu saja." ucapnya.
Han Yuna lalu menatap kakek itu yang langsung terdiam setelah memperkenalkan diri.
lama di tatapnya kakek itu, sampai akhirnya kakek Shi itu menghela nafas berat dan kembali membuka suara.
"sebenarnya Anda adalah sosok reingkarnasi dari sang penguasa neraka pada 1000 tahun lalu.
Dan anda adalah seorang penguasa neraka atau sering disebut sebagai ratu neraka yang terkenal karna kekejaman serta kebengisan nya ketika sedang berhadapan dengan orang orang yang menentang perintah. sedangkan
hamba adalah seorang bawahan yang dulu ratu tugaskan untuk membawa sosok reingkarnasi anda setelah terlahir kembali, ketempat dimana anda dulu berkuasa."
"Apa maksud kakek,.. Aku adalah reingkarnasi dari ratu neraka??
hahaha,.. jangan bercanda kek. aku bukan lah seorang anak kecil yang bisa tertipu dengan cerita seperti itu." Terkejut dan semakin bingung, Han Yuna tersenyum sinis sembari menatap orang tua itu.
" Hamba sedang tidak menipu Anda ratu,.. hamba tidak memiliki keberanian sebesar itu, hingga mampu untuk menipu Anda. Yang hamba katakan adalah suatu kebenaran. bahkan Ratu bisa bertanya pada langit jika ratu ingin membuktikan kebenaran dari kata kata yang hamba katakan barusan."
"Bertanya kepada langit,.. omong kosong apalagi itu... jangan bercanda deh kek.. langsung saja ke intinya. aku dimana dan mengapa aku bisa terbangun di tubuh ini."
Han Yuna hanya bisa menghembuskan nafas kasar, setelah mendengar perkataan yang di ucapkan oleh kakek Shi barusan.
" Hamba tidak sedang bercanda Ratu.. hamba bahkan bisa melepas kepala hamba di hadapan ratu bila hamba ketahuan sedang menipu Anda." menunduk kan kepala dalam, kakek Shi tampak gemetaran setelah mengucapkan kata kata berusasan.
"Aku masih tidak percaya dengan apa yang kakek ini maksud. tapi melihat dari tindakannya, aku bisa yakin bahwa dia sedang tidak menipuku. tapi, apakah aku harus percaya..??" Sembari bergumam dalam hati, Han Yuna fokus memperhatikan ekspresi kakek yang ada di hadapan nya itu.
" Aku masih belum mengerti dengan maksud kakek yang mengatakan bahwa aku adalah sosok reinkarnasi dari sang Ratu neraka. sedangkan seingatku, aku hanyalah seorang gadis dari masa depan yang tiba-tiba berada di tempat aneh ini."
" Hamba juga mengetahui hal itu. hamba tau bahwa ratu adalah sosok manusia yang hidup dari masa depan. karna hamba sendirilah yang membawa ratu ke tempat ini" Terkejut, Han yuna langsung mengangkat pandangan nya dan menatap dalam kakek yang kini masih gemetaran itu.
"Apa maksud kakek dengan mengatakan bahwa anda lah yang telah membawaku kesini..
dan lagi, bagaimana bisa kakek mengetahui bahwa aku berasal dari masa depan sedangkan aku belum mengatakan apapun.."
"Tentu saja hamba mengetahui nya. karna hamba sudah mengawasi ratu semenjak ratu di lahirkan." ucap kakek itu kembali sambil menatap Han Yuna dan berkedip beberapa kali.
" Kau sudah mengawasiku semenjak aku di lahirkan,.. itu artinya kau juga mengetahui segala yang terjadi di kehidupan ku sebelum nya.."
" Benar, hamba mengetahuinya. hamba tau segala yang terjadi pada ratu di kehidupan ratu sebagai Meira putri alviano. dimulai dari anda lahir sampai anda dibuang oleh keluarga anda saat masih berumur 9 tahun. kemudian anda
di pungut oleh seorang lelaki paruh baya dari jalanan yang kemudian menjadikan ratu sebagai gantinya untuk memimpin organisasi mafia nya."
"jadi kakek sudah mengetahui semuanya sedari awal. tapi bagaimana caranya.."
" itu hal yang sangat mudah untuk hamba kulakukan, karna tuan sendiri yang menunjuk tubuh yang akan anda gunakan di masa depan setelah tubuh asli anda meninggal dulu." ucapnya kembali.
" Tuan, siapa tuan mu, dan bagaimana bisa dia mengatur tubuh yang akan ku gunakan..? "
" Mohon ampuni hamba Ratu, karna pertanyaan itu, hamba tidak berani untuk menjawabnya." ucap kakek itu dengan wajah tertunduk.
" Kakek tidak berani menjelaskan siapa tuan mu itu. haih.. ada-ada saja. tapi baiklah, aku tidak akan memaksa mu untuk memjawab.
Tapi, ada satu hal yang harus kakek jawab. berhubung kakek bilang bahwa anda sudah mengawasi ku sedari dulu, maka sudah pasti kakek tau bagaimana kakiku tiba tiba tergelincir tepat sebelum aku mati. sedangkan saat itu, tempat yang sedang ku pijaki itu tidak sedang basah atau dalam kondisi yang berbahaya."
" Untuk hal itu, ham.. hamba memang mengetahuinya. tapi sebelum itu, hamba akan memohon ampun kepada anda." ucap kakek itu sembari tiba tiba bersujud di hadapan Han Yuna.
"Eh, apa yang kakek lakukan, mengapa kakek tiba tiba bersujud dihadapan ku. memang kesalahan apa yang kakek perbuat padaku hingga kakek bersujud begini..?"
terkejut, Han Yuna langsung bangkit dari duduknya dan membantu kakek itu berdiri dan mendudukkan nya kembali.
"apa, bagaimana mungkin..?? "
"Itu benar ratu, hamba lah yang telah membuat kaki Anda tergelincir." ucap kakek itu dengan suara yang terdengar semakin menipis diikuti dengan gerakan kepalanya yang semakin tertunduk dalam.
"mengapa, maksudku kenapa kakek membunuhku, kesalahan apa yang telah ku perbuat hingga anda harus membuat aku terjatuh dari hotel berlantai seratus itu?" ucap Han Yuna sembari menatap kakek tua itu dengan tajam.
"Hamba mohon ampun ratu, Anda tidak pernah melakukan kesalahan apapun terhadap hamba."
" Lalu, coba anda jelaskan, alasan apa yang bisa membuat kakek untuk membunuh ku."
"Alasan nya,.. karna hamba hanya melaksanakan tugas ratu."
"Tugas,.. Tugas dari siapa?"
"Eh.. itu anu.."
Han Yuna kembali menatap kakek itu yang langsung gelagapan setelah mendengar kata kata terakhir yang Han Yuna ucapkan.
"Itu, tugas dari anda sendiri.."
" Tugas dariku.. bagaimana mungkin aku menyuruhmu untuk membunuh diriku sendiri.. lagi pula kita baru bertemu hari ini. jadi tugas yang mana kah yang anda maksud?"
" Tugas ini, anda berikan kepada hamba pada 1000 tahun lalu. tepat sebelum anda meninggal. tugas itu berisi, untuk membawa kembali jiwa anda yang telah bereinkarnasi ke tubuh asal ratu.
dan untuk melaksanakan perintah itu, maka hamba harus memisah kan antara jiwa ratu yang telah bereinkarnasi dengan tubuh yang ratu tumpangi di masa depan."
" apa maksud kakek,.. tubuhku yang dimasa depan bukanlah tubuhku yang asli?
kalau memang begitu, lalu dimana tubuhku yang asli, dan tubuh yang dulu ku tempati itu milik siapa?? tanya Han Yuna penasaran.
"itu benar ratu, tubuh ratu yang di masa depan hanyalah tubuh kosong tanpa jiwa dari seorang bayi yang telah meninggal."
" kalau begitu, lalu dimana tubuh asliku.
apa jangan-jangan..."
ucap Han yuna terhenti sambil sebelah tangan nya terangkat untuk menutup mulut karna terkejut. lalu di arahkan nya tatapan kearah kakek shi, untuk memastikan apa yang ada dipikiran nya itu benar atau salah dan ternyata, kakek itu malah tersenyum dan mengangguk sambil menatapnya.
"what, bagaimana mungkin..
jadi tubuh yang penuh dengan racun itu adalah tubuh asliku...??" tanyanya terkejut
"Itu benar, tubuh yang anda tempati sekarang, barulah tubuh asli anda."
"I..ini.. bagaimana bisa jadi begini." sembari langsung menoleh ke perempuan yang sedari diam di samping nya.. Han Yuna lalu menatap nya tajam.
" Ampuni hamba ratu. Hamba tidak bisa melindungi dan menjaga tubuh ratu dengan baik. Ampuni hamba yang tidak bisa melawan saat mereka menyiksa dan melukai tubuh anda.
ampuni hamba yang hanya bisa menangis dan memohon ampun pada mereka agar mereka tidak menyiksa tubuh anda.
ampuni lah hamba ratu. bukannya hamba tidak mau untuk melawan mereka. tapi hamba hanya takut ketika hamba mencoba untuk melawan mereka maka mereka akan semakin melukai dan menambah racun dalam tubuh mu." sambil menangis, wanita yang duduk di samping Han Yuna itu langaung berlutut dan melipat tangan nya didada untuk memohon pemgampunan kepada Han Yuna.
"Bangkitlah, aku memakluminya. terimakasih karna telah menjaga tubuhku dengan baik. untuk kedepannya aku tidak akan membiarkan siapapun diantara mereka untuk menyentuh tubuhku lagi." sambil menahan amarah, Han Yuna akhirnya menghembuskan nafas kasar.
" Terimakasih atas kebaikan anda ratu."
"Baiklah, sekarang aku ingin tau.
siapa kau, dan bagaimana kau bisa menempati tubuh asliku."
" Ampuni kelancangan hamba yang tidak memperkenalkan dari terlebih dahulu Ratu,.. sebenarnya hamba hanyalah seorang pelayan di istana neraka yang tuan perintahkan untuk menjaga tubuh asli ratu."
" Tuan lagi.. tuan lagi. sebenarnya Tuan yang kalian maksud itu siapa, hingga dia bisa mengatur kehidupanku seenaknya." ucap Han Yuna kesal bercampur penasaran.
" Ampuni kami ratu, tapi kami memang benar benar tidak memiliki hak untuk menjawab pertanyaan itu."
"Kenapa,.. memang nya siapa dia sehingga kalian harus mendapat perkenanan nya dulu baru bisa menjawab."
"Kembali kami mohon ampun ratu, Tapi hamba benar-benar tidak bisa menjawab pertanyaan ratu di bagian yang itu. tapi yang jelas, Tuan yang kami maksud adalah sosok yang paling berharga bagi anda, di kehidupan anda sebelumnya. Tapi bila anda masih penasaran terhadap tuan yang kami maksud, maka anda harus bersabar dan lebih berfokus untuk meningkatkan dan mengembalikan kekuatan anda. karna jika kekuatan anda telah kembali maka ingatan tentang orang itu, akan datang dengan sendirinya."