
cukup lama mereka berdua memelukku, dan aku bisa mendengar isakan isakan kecil yang berasal dari mereka berdua.
"sudah,.. sudah lah Gege mo, Xie yu aku paham kalian sangat merindukanku. tapi bisakah kalian melepaskan ku dulu...?? kakiku sudah pegal karna kelamaan berdiri dan menahan berat tubuh kalian berdua," ucapku sambil menepuk nepuk kecil punggung mereka berdua.
"hei,.. kau serigala bodoh apa kau tidak mendengar apa yang di ucapkan mei mei kami...??" ucap Gege Han.
"lepaskan mei mei kami serigala bodoh..!!"
ucap Gege Lang menimpali.
"oi,.. kalian berdua, apa kalian tuli...??" ucap Bai long dan Bai xi dan mencoba menarik dan melepaskan mereka berdua dari ku.
"sudahlah Gege,.. apa kalian tidak mendengar bahwa mereka berdua sedang menangis...??" ucap Yuan jie jie melerai
"tidak,.. si.. siapa yang menangis.." kutatap Gege mo yang tiba tiba melepaskan pelukannya setelah mendengar suara dari jie jie Yuan.
"Buahahaha..' tawa Gege Han, Gege long, Gege Lang, dan Gege xi, seketika pecah dikala melihat tampilan wajah Gege mo. bagaimana tidak,.. wajahnya yang tadi putih bersih kini berubah menjadi merah, hidungnya yang mancung kini memerah dan mengeluarkan cairan bening kental yang banyak, mata yang tadi berwarna coklat bening kini nampak sembab, bengkak dan memerah.
"Dasar serigala bodoh ha..ha...ha...ha..
dari wajahmu yang sudah tampak seperti b*** itu saja nampak bahwa kau sedang menangis.." ucap Gege long.
"iya,.. wajahmu yang sudah jelek itu, semakin jelek saja sekarang ha..ha..ha" ucap Gege xi ikut menimpali.
"sudah lah gege, jangan meledeknya terus, kasihan dia. bukan kah tadi gege bilang bahwa kalian mau ikut kesini karna kalian merindukan Gege mo..?? ucapku kemudian yang langsung menghentikan tawa mereka.
"ti,.. tidak mana ada mei mei, kapan kami bilang bahwa kami merindukan serigala bodoh ini..??" sangkal mereka serempak.
"sudahlah Gege mengaku saja. aku juga tadi mendengar kok.." ucap Yuan jie jie yang seketika membuat mata mereka serempak melotot menatapi kami.
"ti.. tidak kapan kami mengucapkannya.." ucap mereka kembali.
"hiks..hiks.. ternyata kalian juga merindukanku, aku sangat merindukan kalian. seribu tahun aku di kurung ratu di tempat ini bersama dengan bocah yang sangat cerewet itu membuatku sangat tersiksa." kutatap Gege mo yang langsung melompat ke arah ke empat laki laki yang menyangkal tadi dan memeluk mereka berempat secara bersamaan.
"hei,..hei apa yang kau lakukan bodoh lepaskan." ucap mereka berempat namun tidak menolak pelukan tapi malah membalas pelukan dari Gege mo.
"ck,..lepas katanya. tapi malah membalas nya ucap Yuan jie jie mencibir....
"sudahlah jie jie,.. biarkan saja mereka." ucapku kepadanya sembari menghela nafas dan kini, aku mengarahkan pandanganku ke arah laki laki berambut biru yang masih tetap saja memelukku itu.
"hei Xie yu,.. apa kau tidak kasihan kepada kakiku ini..??" ucapku lagi.
"hiks,.. hikss ratu, mengapa kau tega sekali meninggalkan hamba sangat lama. dan yang yang paling tega lagi, mengapa kau meninggalkan serigala gila itu bersamaku. apa kau tau ratu,.. setiap hari dia selalu membuatku membersihkan semuanya, sedangkan dia hanya asik ber malas malasan saja. terkadang dia juga menyuruhku untuk memasak makanan untuknya padahal kan dia sudah berada di tahap keabadian, kalau tidak makan juga harusnya dia tidak akan mati. lalu yang paling menjengkelkan nya lagi dia selalu saja mengajakku buat latih tanding padahal kan sudah jelas bahwa dia lebih kuat dariku. hiks..hiks...ratu dia selalu saja menyiksaku." ucap laki laki itu sambil membenamkan wajahnya di pundakku.
aku terkejut mendengar penuturannya barusan. lalu kuarahkan tatapan ku ke arah Gege mo yang seketika itu juga melepaskan pelukannya dari ke empat laki laki yang ku bawa tadi.
"ti,.. tidak. itu tidak benar ratu, dia berbohong" ucapnya begitu ia melihatku yang sedang menatapnya dengan tajam.
" hamba tidak berani berbohong ratu,..
jika ratu tidak percaya pada hamba, maka ratu bisa melihat dan membuktikannya di dalam "cermin pembuktian" ucap Xie yu kembali
aku menghela nafas panjang lalu beralih menatap pria yang masih setia memelukku ini. "baiklah,.. baiklah, aku percaya kepadamu, aku janji akan memberikannya hukuman karna dia telah berani menyiksa mu. tapi bisakah kau lepaskan aku dulu, kakiku sudah sangat pegal karna sedari tadi berdiri sembari menyangga tubuhmu. dan satu lagi, namaku saat ini adalah Han Yuna jadi mulai sekarang jangan memanggilku dengan ratu lagi panggil namaku saja, ini juga berlaku untukmu Gege mo, mulai sekarang panggil saja aku dengan mei mei atau namaku saja." ucapku kepada mereka berdua
"trimakasih ratu,.. tapi kami tidak pantas untuk itu ratu."ucap Xie yu sembari melepaskan pelukannya
"aku tidak menerima bantahan,.." ucapku menatap tajam mereka berdua.
"baiklah ra,.. mei mei." ucap Gege mo
"trimakasih Yuna'er.." ucap Xie yu
"dan untukmu Gege mo, mulai sekarang sampai setahun kedepan, gege harus merawat dan menjaga dimensi ini sendirian, Gege juga harus menyiapkan makanan untuk Xie yu tiga kali sehari selama setahun itu dan Gege tidak di izinkan untuk keluar dari dimensi ini selama setahun itu." ucapku tegas sembari menatapnya.
" Ta,.. tapi mei mei.."
" Tidak ada bantahan. karna kalau Gege membantah satu kata lagi, hukuman Gege akan ku tambah menjadi dua tahun." ucapku lagi.
"Ba,.. baiklah mei mei aku akan menjalankannya." ucapnya dengan kepala tertunduk
"ha ha ha,.. trimakasih Yuna'er, walaupun hanya setahun,.. tapi itu sudah sangat cukup bagiku untuk beristirahat dan bermalas malasan." ucap Xie yu dengan mata binar.
"sekarang sudah tengah hari, sebaiknya kita makan siang dulu. dan untuk mu serigala gila, sebaiknya kau masuk ke dalam dapur istana untuk menyiapkan makan siang bagi kami bertujuh." ucap Xie yu memerintah Gege mo.
"ha ha ha itu benar, pergilah kedapur serigala bodoh, dan buatkan makan siang yang enak untuk kami semua." ucap Gege long sembari menatap Gege mo
"huh,.. baiklah, kalau saja aku tidak lagi di hukum, sudah ku pastikan untuk menendang bokong kalian satu per satu." ucapnya mendengus sambil melangkahkan kakinya menuju bangunan yang megah itu.
"ha ha ha masak yang enak dan banyak ya." ucap Gege Han berteriak saat Gege mo sudah hampir masuk ke dalam bangunan megah itu.
"sudah lah Gege, mari kita masuk juga, kaki ku sudah pegal karna sedari tadi berdiri." ucapku sambil menarik tangan jie jie yuan untuk mengikutiku dan menyusul langkah Gege mo memasuki bangunan megah itu.
.
.
.
.
.
.
.
.......
...***jangan lupa tinggalkan saran dan jejak ya.....
** see you in the next chapter 🙏😇***