
"Be,.. benarkah." ucapku sambil menyeka air mataku sendiri.
"itu benar mei mei, kau dan mei mei Yuan sudah kami anggap menjadi bagian dari hidup kami. jadi jangan pernah lagi mengeluarkan air matamu, karna kami tidak suka melihat kau menangis." ucap bai long sambil mengeratkan pelukan.
" Ehemm,.. apa kalian telah puas memeluk permaisuri ku..?? kudengar Guan yang mengeluarkan suaranya dan memandang ke arah kami dengan sorot mata tajam nya.
"ehh,. ma.. maafkan kami tuan,.. karna kami telah lancang memeluk Me,.. Ratu... ucap ke kempat laki laki yang memeluk ku itu sembari langsung melepaskan pelukan dan menundukkan kepalanya masing masing.
Namun kutatap Guan yang tak menggubrisnya. dan malah memilih untuk mengarahkan pandangan ke arah jie jie Yuan yang masih tetap memeluk ku itu dengan erat. aku bisa melihat raut wajah tidak suka ketika menatap bahwa jie jie Yuan masih belum melepaskan pelukannya.
"jie,.. jie lepaskan, aku sesak." ucap ucapku kepadanya untuk menghindari sesuatu yang buruk terjadi.
ku tatap Yuna jie jie yang langsung melepaskan pelukannya setelah mendengarkan kata kata ku barusan lalu ia menatap wajah ku dengan lekat. " kau cantik sekali mei mei, kulit mu yang tadinya menghitam dan di penuhi oleh bentolan bentolan bernanah kini telah berubah menjadi kulit yang putih bersih seputih telur rebus, bentolan bentolan yang memenuhi wajah mu dulunya pun telah sepenuhnya hilang dan kini telah digantikan dengan kulit putih halus." ucapnya sembari mengelus wajahku.
"bentuk hidung mu pun sangat sempurna dan matamu sangat jernih dan agak besar hingga membuat kecantikanmu semakin bertambah." ucapnya kembali.
"mei mei, kau terlalu cantik untuk ukuran benua ini, mungkin kalau ada pemilihan gadis tercantik di seluruh benua ini, kuyakin bahwa kau lah yang akan jadi pemenangnya. untuk itu mungkin nanti setelah kita selesai dengan pengasingan, kau harus kembali mengenakan cadar karna aku takut dengan tampilan mu yang sekarang kau akan membuat adanya pertarungan pertarungan yang tidak penting."
ucap jie jie Yuan sembari menatapku lekat dan tampak kekhawatiran di wajahnya.
aku mengerutkan dahi bingung. "mengapa begitu jie jie..?? " ucapku sembari menatapnya bingung.
"apa mei mei tidak sadar, bahwa kecantikan yang kau miliki sekarang itu sudah melebihi batas kecantikan pada umumnya, aku saja sampai kehabisan kata kata untuk mengungkapkannya." ucapnya disertai dengan kekehan kecil yang keluar dari bibirnya.
"ah,.. baiklah aku juga tidak suka jika nanti menjadi sorotan umum di setiap aku melangkah." ucapku lagi sembari menatapnya dengan lekat
"kenapa kau menatapku seperti itu mei mei..?? " tanya jie jie Yuan bingung.
" tidak apa apa jie jie, aku hanya kagum saja pada jie jie selain karna rupa jie jie yang sangat cantik, jie jie juga sangat hebat karna telah berhasil menembus hingga tingkat kultivasi alam atas tahap ke tujuh dalam waktu yang terbilang sangat singkat." ucapku sembari menatapnya dengan binar.
" jangan terlalu memujiku mei mei,.. aku seperti ini juga berkat Sumber daya yang kau berikan dan bantuan dari Gege Gege kita." ucapnya kembali sambil menundukkan wajahnya yang telah memerah malu.
aku mengalihkan pandangan dan menatap ke arah empat laki laki yang berdiri tak jauh dari ku itu." trimakasih Gege, karna telah melatih dan membantu jie jie berkultivasi hingga bisa seperti sekarang." ucapku tulus
"tentu mei mei,.. lain kali jangan berterimakasih kepada kami. karna kami hanya melakukan apa yang menurut kami baik. dan kami melakukannya juga karna kami ingin agar mei mei Yuan bisa melindungi dirinya sendiri tanpa mengandalkan orang lain." ucap Bai Han sambil tersenyum.
aku hanya mengganggukan kepala membalas perkataan mereka lalu kembali menatap ke arah jie jie Yuan kembali.
"lalu apa rencana mu selanjutnya mei mei" ucap Gege mo yang membuat aku kembali menoleh ke arah mereka.
"benarkah mei mei, kalau begitu kami ikut ya,.. karna kami juga sudah sangat merindukan serigala bodoh itu." ucap mereka dengan antusias.
"Baiklah kita akan pergi sebentar lagi,.. tapi sebelum itu, Guan,.. apa kau ingin ikut bersama dengan kami..??" tanyaku sembari menatapnya yang sedari tadi diam dan hanya menatapi ku saja.
"Tidak,.. kalian saja yang pergi..aku memiliki beberapa urusan penting yang harus segera ku selesaikan." ucapnya..
aku menatapnya sembari menghela nafas. " baiklah, pergilah jangan lupa beristirahat dan mengunjungiku bila kau ada waktu." ucapku sembari menatapnya sendu.
seakan mengerti dengan tatapanku, ia lalu melangkah mendekatiku dan memelukku kembali. " aku paham, aku tidak akan memaksamu untuk ikut kembali denganku sekarang. aku tau kalau kau masih memiliki banyak urusan yang belum kau selesaikan disini. dan aku janji, aku akan sering sering datang mengunjungimu di sini." ucapnya kembali sembari perlahan menghilang dari pelukanku.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
segini dulu yah buat hari ini....jangan lupa buat like komen vote dan rate lima....🙏🙏
salam hangat dari author buat kalian...😇😇