
Saat ini aku tengah berkeliling bersama dengan jie jie Yuan di kediaman baruku yang berada di istana kekaisaran Han. tadi setelah aku selesai membersihkan diri dan mengenakan pakaian, aku langsung saja keluar dari kamar lalu menemui jie jie yang memang sedang berkumpul bersama dengan yang lainnya termasuk Gege han, Gege xi dan Gege mo yang sebelumnya aku suruh untuk membangun kediaman,.. sudah ikut masuk dan bergabung bersama yang lainnya. aku langsung saja mengajak jie jie Yuan untuk keluar dari ruang dimensi setelah aku sampai ke tempat mereka tapi sebelum itu, aku menyapa mereka lebih dulu dan mengucapkan terimakasih kepada Gege han, Gege mo dan Gege xi karna telah membangun kediaman yang baru untukku.
aku langsung saja melangkahkan kaki bersama dengan jie jie Yuan untuk memasuki rumah itu setelah kami keluar dari ruang dimensi. karna memang tadi saat kami keluar, kami berada di halaman yang kami singgahi sebelum kami memasuki ruang dimensi. aku berjalan melewati ruangan ruangan yang tampak sama dengan ruangan yang berada di pinggir hutan tengkorak. kami terus melangkah hingga kami tiba di lapangan belakang kediaman. aku menghentikan langkahku bersamaan dengan tatapanku yang menatap penuh takjub Dengan apa yang menghiasi lapangan itu. bagaimana tidak takjub, selain karna lapangan itu dua kali lebih luas dari lapangan yang kami punya di hutan tengkorak, aku juga bisa melihat bahwa di setiap sudut lapangan itu telah ditanam beberapa pohon yang sudah besar dan rindang. ada tumbuhan bunga juga yang dapat mengeluarkan aroma yang menenangkan, serta beberapa tanaman herbal yang ku duga mereka ambil dari ruang dimensi lalu di tanam ulang di lapangan ini.
" wah, mei mei.. lapangan ini indah sekali yah. ada pohon yang sudah besar, ada bunga yang harum, serta tanaman herbal nya juga." ucap jie jie jie Yuan sambil menatapi lapangan itu
" iya jie jie, lapangan ini indah sekali. Gege Gege kita pasti sudah sangat bekerja keras untuk membangun dan menanam semua tanaman tanaman ini kemarin." ucapku sembari mengarahkan tatapanku kesekeliling lalu berhenti tepat di samping kananku dimana disana terdapat dua buah pohon besar dan dibawah pohon itu telah terdapat sebuah meja bulat kecil dengan empat buah kursi yang mengitari meja itu.
" jie jie mari kita duduk di kursi itu saja." ucapku sembari menarik tangannya.
aku melangkahkan kakiku menghampiri meja itu bersama dengan jie jie Yuan. namun sesaat sebelum kami sampai kesana, aku sudah mendengar adanya teriakan dari arah depan kediaman yang menyuruh kami untuk keluar. aku menolehkan pandanganku kesamping kananku dimana disana jie jie Yuan juga sudah menatapku. " Mungkin mereka adalah putri pertama dan putri kedua, mei mei." ucap jie jie Yuan sembari menatapku.
" Oh, jadi yang datang adalah saudara tiriku. baiklah, mari kita kedepan dan memberikan mereka sedikit sambutan." ucapku sembari melangkahkan kakiku dan diikuti oleh jie jie Yuan yang berjalan di belakangku menuju ke arah pintu depan. aku terus melangkahkan kakiku hingga pada akhirnya kami sampai di depan pintu masuk dan mendapati ada beberapa orang yang sedang berdiri di luar gerbang.
" Apa yang kau lakukan didalam gubuk tua dan reyotmu mu itu hingga kau berani untuk membuat putri ini menunggumu lama, ha.." ucap seorang perempuan yang berpakaian merah menyala. dengan nada membentak.
aku menatap ke arah perempuan yang membentak ku barusan. lalu menundukkan pandanganku untuk menilai penampilannya yang bisa dibilang, er... lumayan mengerikan, bagaimana tidak mengerikan, dengan pakaiannya yang merah menyala, lalu bedaknya yang sangat tebal, dia bahkan bisa dibilang lebih seram dari badut yang berada di dunia modren. aku menatapnya cengo, antara bodoh dan bingung. "jie jie, mereka siapa, apa mereka badut kerajaan yang kesasar..??" ucapku sembari menatap jie jie Yuan yang tampak sedang menahan tawa.
" hei kau sampah, mana hormat kepada putri ini, aku adalah putri pertama di kekaisaran ini. apa kau tidak menghormatiku sebagai putri pertama sekaligus putri yang sangat disayangi oleh ayahanda..?? dan lagi beraninya kau mengatai putri ini sebagai sampah,.. apa kau sudah bosan hidup ha.." ucap perempuan itu kembali dengan berteriak keras.
" oh, jadi kau adalah seorang putri. tapi, mengapa dandananmu seperti seorang badut yang ingin melakukan sebuah pertunjukan??" ucapku sembari menatapnya datar.
" kau.. beraninya kau,.. aku akan membunuhmu.." ucap perempuan yang mengaku sebagai putri pertama itu sambil mengeluarkan sebuah bola api kecil berwarna merah dari tangan kanannya lalu melemparkannya ke arahku." terbakar lah bersama dengan pelayan dan kediaman busukmu itu sekarang juga." ucap nya lagi.
aku hanya menatap bola api itu sekilas sebelum akhirnya bola api itu lenyap begitu saja dari pandangan.
" ba.. bagaimana mungkin, kemana bola apinya.. apa karna kekuatan yang ku masukkan ke dalam bola api itu masih kurang besar ya, makanya bola api itu menghilang secara tiba tiba" ucap putri pertama kebingungan sembari membuat bola api itu kembali lalu melemparkannya ke arahku.
kali ini aku mengangkat tangan kananku lalu mengibaskan pelan lengan hanfu yang ku pakai ke arah bola api itu. yang membuat bola api itu langsung kembali lenyap seperti sebelumnya.
" heh, serangan lemah barusan ingin kau gunakan untuk membakar ku dengan jie jie ku..?? cih, semut saja kurasa tidak akan mati bila terkena seranganmu barusan." ucapku sembari menatapnya sinis.
" baiklah bila serangan itu tidak mempan terhadapmu, bagaimana dengan ini" ucap wanita yang satunya lagi sembari mengeluarkan bola bola petir dari tangan nya lalu melemparkannya ke arahku. aku bisa menebak bahwa dia adalah putri ke dua di kekaisaran ini karna jika di lihat dari tampilannya, mereka itu sangat mirip yaitu sama sama seperti badut.
aku menatap bola bola petir sekilas sebelum pada akhirnya aku mengangkat jari telunjukku dan mengarahkannya pada bola bola petir itu. bola bola petir itu langsung saja meledak di udara begitu aku selesai menunjuknya.
" ba,.. bagaimana bisa..??" ucap putri kedua sembari menataku dengan tatapan ingin membunuh.
" sudah ku bilang, serangan kecil seperti serangan kalian itu tidak akan mempan terhadapku." ucapku sembari menatap perempuan itu.
" baiklah, karna kalian sudah menunjukkan kekuatan kalian masing masing, maka aku juga akan menunjukkan sedikit kekuatan ku." ucapku sembari mengangkat tangan kiriku lalu mengeluarkan dua buah angin yang berputar dari sana. aku menatap mereka sekilas sebelum pada akhirnya ku lepaskan angin angin kecil itu kearah mereka. "lemparkan" ucapku pelan sembari menatapi angin yang sedang melesat cepat itu ke arah beberapa orang yang berdiri di luar gerbang. aku menatap mereka semua yang langsung saja terlempar beberapa meter begitu angin itu sampai dan menghempaskan tubuh mereka.
.
.
.
.
.
.
jangan lupa tinggalkan jejak ya🙏🙏😇🥺