My Life Journey

My Life Journey
part 28



saat ini aku sedang duduk di ruang tamu bersama dengan jie jie yuan dan ke enam laki laki yang tadi pagi sarapan bersama ku, ya tadi pagi setelah kami selesai sarapan bersama, aku langsung meminta untuk menceritakan tentang siapa mereka berenam dan apa tujuan mereka datang dan masuk kedalam hutan tengkorak.


dan dari cerita mereka aku mengetahui bahwa mereka adalah sekelompok orang yang terdiri dari seorang kaisar bernama kaisar Lu Yang Xi dan seorang putra mahkota yang bernama Lu Guang sedangkan ke empat orang lainnya bernama Xin Mao, Cu zhao, Chen ming, dan Liu Yang. mereka berempat adalah jendral jendral dari kekaisaran Lu atau kekaisaran yang dipimpin langsung oleh sosok yang saat ini sedang duduk di kursi yang tak jauh dari tempatku dan jie jie yuan duduk. sedangkan tujuan kedatangan mereka ke dalam hutan ini adalah untuk mencari tanaman herbal poenix, tanaman herbal yang kata mereka sudah tidak dapat di temukan lagi di setiap kekaisaran yang berada di benua yang kami tinggali saat ini. dan kemungkinan satu satunya hanyalah, tanaman itu berada di dalam hutan tengkorak walau belum ada yang pernah melihatnya, namun mereka percaya bahwa tanaman itu memang masih ada dan tumbuh di dalam hutan tengkorak.


mereka mencari tanaman ini karena permaisuri kekaisaran Lu saat ini sedang kritis. ia terkena racun dari seekor hewan kecil berbentuk serangga namun mamiliki racun yang sangat mematikan dan penawar dari racun itu hanyalah tanaman herbal poenix saja.


" jadi kalian datang kesini dan bahkan sampai mempertaruhkan nyawa hanya untuk mencari tanaman yang belum kalian ketahui secara pasti bahwa tanaman itu ada didalam sana atau tidak.."


ucapku kepada mereka yang dibalas anggukan kepala oleh mereka serempak.


"apa sebelum kalian memasuki hutan itu kalian tidak mengetahui bahwa hutan itu akan sangat berbahaya bagi kalian semua, apalagi dengan tingkatan kultivasi kalian yang terbilang masih cukup rendah seperti ini bahkan kultivasi tingkat alam atas tahap akhir saja masih kesulitan dan hanya akan sanggup sampai pada lapisan ke lima nya saja." ucapku sekali lagi karna dari awal aku memang sudah melihat pada tingkatan apa saja mereka dan yang paling tinggi hanyalah laki laki paruh baya yang yang mengenalkan diri sebagai kaisar itu saja yaitu pada tingkat kultivasi alam atas tahap dua sedangkan yang lainnya masih berada di bawahnya.


"kami sudah mengetahuinya sejak awal nona, tapi kami memang sangat membutuhkan tanaman itu untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh yang mulia permaisuri." ucap jenderal liu salah satu dari ke empat jendral yang ikut ke dalam hutan ini.


aku menghela nafas panjang lalu menatap mereka berenam yang sedang duduk terdiam dan memancarkan aura kesedihan yang mendalam dan itu tampak jelas dari tatapan mata mereka yang sendu.


" aku jadi penasaran seperti apa sosok permaisuri yang kalian bicarakan itu sehingga kalian bahkan rela untuk mempertaruhkan nyawa hanya untuk mencari tanaman yang belum kalian ketahui keberadaanya dengan jelas..." ucapku kepada mereka sambil menatap mereka...


"Ibundaku itu sosok yang sangat luar biasa, beliau adalah sosok yang sangat lemah lembut dan tegas, baik dan tulus, selalu tersenyum dan adil. ibundaku juga orang yang tidak pernah memandang status orang lain. karna menurut ibundaku itu semua orang itu sama saja, bedanya hanya terletak pada hati manusia itu sendiri... namun sekarang senyuman itu akan segera hilang selamanya bila kami tidak bisa menemukan tanaman itu secepatnya." kutatap Lu Guang atau laki laki yang memperkenalkan dirinya sebagai putra mahkota itu, dengan intens dan ku dapati ia yang menyeka air yang keluar dari matanya.


aku menatap laki laki yang berbicara barusan bersama dengan telapak tangan kaisar lu yang menepuk nepuk pelan bahu laki laki itu. "tenanglah, kita pasti akan segera menemukan tanaman herbal itu dan mengeluarkan racun dari dalam tubuh ibunda mu." ucap kaisar lu mencoba menenangkan laki laki yang duduk disampingnya itu. tapi aku bisa melihat dari matanya itu terpancar kesedihan dan ketidak berdayaan yang mendalam ketika kami tidak sengaja bersitatap.


"aku jadi iri pada keberuntungan mu yang memiliki ibunda dan ayahanda yang sangat menyayangimu." gumamku lirih sambil tersenyum getir. aku menoleh kesamping ketika kurasakan tangan jie jie yuan sedang menepuk nepuk pelan punggung ku sambil tersenyum


" tenanglah, masih ada jie jie di sini" ucap wanita itu sambil terus menepuk pelan punggungku. aku membalas senyuman nya itu sambil mengangguk pelan kepadanya.


aku kembali menoleh kearah mereka dan menatap mereka berenam sekilas sebelum kembali menatap jie jie yuan seakan minta pendapat. sedangkan jie jie yuan yang melihat tatapan ku itu menjadi tersenyum dan menganggukkan kepalanya pelan membalas tatapanku itu.


aku menghela nafas pelan sebelum kembali menatap mereka dan menangkap raut kesedihan yang mendalam yang terlukis jelas di wajah maupun mata mereka.


" aku bisa membantu kalian" ucapku kepada mereka yang dibalas dengan tatapan bingung serta penjelasan oleh mereka.


"aku bisa membantu kalian untuk mengobati permasuri..." ucapku membalas tatapan mereka.


"Benarkah,.. apa nona memiliki tanaman herbal poenix yang sedang kami cari itu..??" ucap kaisar lu sembari menatapku dengan binar


"Anggap saja begitu." ucapku menjawab pertanyaan nya barusan.


"iya nona trimakasih atas bantuan anda, kami merasa sangat bersyukur karna kami bisa bertemu dengan orang sebaik kalian berdua." ucap putra mahkota menimpali perkataan kaisar lu.


aku menatap mereka berdua lalu kembali menghembuskan nafas panjang, " aku membantu kalian bukan karna aku menginginkan harta kalian sebagai balasannya, namun aku membantu kalian karna aku juga manusia yang memiliki perasan untuk membantu sesama yang memang layak untuk di bantu..." ucapku lagi sembari menatapi mereka yang tampak telah bisa tersenyum lega itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


*hai hai hai.. maaf ya buat jadwal up nya yang nggak teratur.. kumohon maafkan lah author yang banyak salah iniπŸ˜πŸ™


jangan lupa ya buat


like


koment


rate bintang lima


and vote yahhhh πŸ™


see you in the next chapter πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜‡*