
Hari ini adalah hari ke empat dimana aku dan jie jie Yuan tinggal bersama di kerajaan lu.
Dan seperti yang kalian semua ketahui, bahwa hari ini adalah hari dimana permaisuri harus mulai berolahraga, supaya otot-ototnya yang sempat kaku akibat racun yang telah memenuhi hampir seluruh bagian tubuhnya selama beberapa waktu ini kembali melemas.
Aku melangkahkan kakiku menuju belakang kediaman permaisuri dengan diikuti oleh jie jie Yuan yang membantu memegangi tangan permaisuri untuk berjalan dibelakang ku.
kenapa kami malah melangkah kebelakang kediaman permaisuri dan bukan kedalam lapangan yang berada di kekaisaran ini, itu semua karna dibelakang kediaman permaisuri terdapat sebuah halaman yang lumayan luas, yang dipinggir pinggir halaman itu telah ditumbuhi oleh beberapa pohon dan tanaman bunga.
Aku menghela nafas lega ketika langkah kami telah berhenti tepat di depan sebuah pintu besar yang mengarahkan langsung ke belakang kediaman kediaman permaisuri.
Aku menolehkan pandanganku kekanan dan kekiri sambil memindai area tempat dimana kami akan mulai melaksanakan olahraga pagi kami,. " lumayan" gumamku pelan ketika aku telah selesai memindai halaman itu dan menemukan beberapa jenis tanaman bunga seperti, mawar, lili, dan beberapa jenis tanaman bunga lainnya yang sedang mekar dengan indahnya.
" Baiklah, mari kita mulai olahraga kita. jie jie tolong bawa yang mulia permaisuri ke tengah tengah halaman itu, supaya kita lebih leluasa untuk melatih dan membantu permaisuri dalam berolahraga," ucapku sambil menatap jie jie Yuan dan permaisuri yang berada di samping ku.
" baiklah mei mei,... mari yang mulia, ikuti aku" ucap jie jie yuan sambil menggenggam tangan permaisuri dan menuntunnya ke tengah tengah halaman tempat dimana aku telah sampai dan berdiri sebelum mereka sampai.
" baiklah, karna kalian telah sampai maka mari kita mulai olahraganya. untuk permaisuri, karna ini baru permulaan maka aku tidak akan memberikan olahraga yang berat berat terlebih dahulu. aku hanya ingin permaisuri melakukan shit up sebanyak dua puluh kali, supaya peredaran darah dan otot otot yang terdapat di paha, betis dan lutut Anda perlahan lahan kembali seperti sedia kala." ucapku sambil menatap nya yang tah berdiri di hadapanku bersama dengan jie jie Yuan.
" dan untukmu jie jie, tolong bantu yang mulia permaisuri untuk melakukan olahraganya. karna kuyakin yang mulia permaisuri pasti belum pernah melakukan gerakan shit up sebelumnya." ucapku sambil belalu karna aku akan melakukan lari mengelilingi lapangan, sebelum pada akhirnya aku melakukan gerakan shit up itu juga.
" baiklah mei mei"... ucapnya sambil menatapku yang telah berlalu.
( kalian pasti bingung kan, dari mana xi Yuan tau istilah kata shit up, yang pasti bukan dari author, tapi dari han Yuna yang telah memberitahukan dan memperkenalkan beberapa olahraga dari masa depan, seperti shit up, push up, pull up, dan beberapa jenis olahraga lainnya. )
Aku telah berlari mengelilingi halaman sebanyak dua puluh lima kali putaran, dan kurasa itu sudah cukup sebagai pemanasan untuk olah raga selanjutnya. aku berjalan dan menghampiri permaisuri dan jie jie Yuan yang tampak masih bersemangat untuk melakukan shit up, walaupun keringat sudah tampak mengalir di dahi permaisuri.
" sudah berapa kali jie jie..?" tanyaku ketika aku telah berada di samping mereka.
" sudah enam belas kali mei mei." ucapnya sambil terus mengajari dan memantau permaisuri.
" hmm... baiklah" ucapku aku menatap pada permaisuri Sejenak, sebelum pada akhirnya aku membalikkan badan melakukan gerakan yang sama seperti yang telah dilakukan oleh permaisuri.
Aku menghirup nafas dalam sebelum akhirnya kukeluarkan melalui mulutku sambil menyeka keringat yang telah menetes dari dahiku. fyuhh, ucapku sebelum akhirnya kuhentikan gerakan shit up ku setelah aku melakukan gerakan itu sebanyak lima puluh kali. Aku mengalihkan pandanganku ke sekeliling dan terhenti tepat di sebuah pohon besar dan rimbun daunnya. dibawah pohon itu terdapat sebuah meja kecil dan sebuah teko besar yang berisi air mineral lengkap dengan gelas yang tersusun rapi di pinggir teko itu. aku menatap meja itu dan menemukan permaisuri dan jie jie Yuan yang sudah duduk di kursi yang terdapat disisi meja tersebut. aku melangkahkan kakiku dan menghampiri mereka berdua yang telah menatapku sambil tersenyum.
" ini airnya, silahkan diminum " ucap permaisuri ketika aku telah sampai dimeja itu dan mendapati jie jie Yuan yang telah menyodorkan satu gelas berisi air yang telah diisi sebelumya oleh jie jie Yuan.
" trimakasih jie jie" ucapku sambil meraih gelas itu dari tangannya dan meneguknya hingga tandas.
" apa masih kurang..? " tanya jie jie Yuan lagi kepadaku Yang ku balas dengan gelengan kepala.
" jadi bagaimana perasaan anda sekarang,
" iya, sekarang perasaan dan keadaan ku sudah lebih baik, trimakasih nona atas bantuan anda." ucap permaisuri sambil menari tanganku yang memang kuletakkan diatas meja dan ia menggenggamnya erat.
aku menatap tanganku yang berada di dalam genggaman tangan permaisuri, entah mengapa aku merasakan sebuah kehangatan dan sebuah kenyamanan yang berbeda saat tanganku berada di dalam genggaman itu.
" syukurlah jika anda memang merasa lebih baik" ucapku sambil menarik tanganku yang berada didalam genggaman tangan nya itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***hai hai hai... kembali lagi bersama author.
sekali lagi author ingin minta maaf ni pada pembaca sekalian. bukannya author nggak Niat buat nulis atau gimana, cuman beberapa hari belakangan ini author lagi sibuk Banget, bukannya author nggak mau ngusahain buat nulis, tapi memang urusan author nggak bisa ditinggal, belum lagi sekitar seminggu yang lalu draf yang author buat kehapus semua. jadideh authornya benneran nggak bisa up lagiππ
jangan lupa ya buat,...
like
koment
rate bintang lima
and vote yahhh πππ₯Ί
by... see you in the next chapter***.