
Aku menghela nafasku lelah dan bingung.
"jie jie,.. aku masih tidak paham, bagaimana cara membedakan merica dan apa itu jie jie,.." ucapku sambil menunjuk sesuatu berbentuk bulat kecil berwarna agak kecoklatan
"ketumbar mei mei,.."ucapnya sambil mengambil beberapa biji bumbu itu di tangannya. dengarkan dan pahami ya mei mei, ini sudah menjadi yang ke delapan kali aku mengulangnya. ini adalah merica." ucapnya sambil mengangkat tangan kanannya. "dan ini adalah ketumbar" ucapnya kembali sambil mengangkat tangan kirinya kepadaku.
"perbedaan nya adalah, ukuran merica itu sedikit lebih besar dari pada ketumbar, lalu kalau merica dan ketumbar di tekan seperti ini, maka ketumbar akan pecah. karna ketumbar itu lebih rapuh dari pada marica." ucapnya panjang lebar yang ku tanggapi dengan menggaruk kepalaku bagian belakang.
"apa kau sudah paham mei mei..?? kalau sudah biar jie jie menjelaskan bumbu bumbu dapur lainnya seperti kunyit, jahe lengkuas, dan bumbu dapur lainnya kepadamu." ucap jie jie yuan sambil meletakkan kembali ketumbar dan merica itu ke tempatnya.
"sudah jie jie, untuk saat ini aku sudah paham. jadi mari kita lanjutkan kembali, tapi nanti kalau aku lupa, aku bisa bertanya kembali kepada jie jie kan..??" ucapku sambil tersenyum lebar
"huh... baiklah mei mei, terserah kau saja. kau bisa bertanya kapanpun." ucapnya sambil terus menjelaskan bumbu bumbu dan alat alat apa saja yang berada di dapur dan bagaimana cara menggunakannya.
hari sudah semakin siang dan waktu makan siang sudah tiba. aku dan jie jie yuan saat ini tengah duduk di meja yang berada si dapur. meja yang berbentuk persegi panjang dan terdapat tujuh buah kursi yang mengitari meja itu. di atas meja sudah tersedia beberapa hidangan yang kami masak tadi.
"selamat makan jie jie,.." ucapku sambil menggerakkan sumpit yang berada di depanku dan mengambil beberapa hidangan kedalam mangkok yang berada di depannya lalu memasukkan nya juga ke dalam mangkok ku sendiri.
"makan lah yang banyak jie jie,.. lihatlah tubuhmu sangat kurus sekali." ucapku sambil menatapnya dan mengambil sebuah hidangan yang berada di dalam mangkok ku dan mengerahkan nya ke depan mulutnya...
"ini makanlah,.." ucapku sambil menggerak gerakkan sumpit itu didepan nya. aku bisa melihat matanya yang berkaca kaca ketika aku mengedarkan sumpit ke depan wajahnya. dan sedetik kemudian air itu jatuh ke pipinya saat ia mengedipkan matanya.
"trimakasih mei mei." ucapnya sambil menghapus air yang mengalir dari sudut matanya itu dan membuka mulutnya lebar lalu memakan hidangan yang ku sodorkan menggunakan sumpit tadi..
"mengapa jie menangis lagi..?? ucapku sambil menatapnya.
"aku tidak menangis mei mei, aku hanya terharu dan merasa beruntung karna aku bisa mendapatkan tuan sekaligus adik sebaik dan seperhatian dirimu." ucapnya sambil tersenyum dan mengunyah makanan yang berada di dalam mulutnya.
"aku tidak sebaik yang kau pikirkan jie jie, karna di luar sana banyak orang yang lebih baik dariku." ucapku sambil mengambil dan mengunyah makanan yang berada di dalam mangkok ku sendiri.
"aku tidak peduli dan tidak membicarakan orang lain itu mei mei, karna seumur hidupku, aku belum pernah menemukan orang yang kau maksud itu. lagi pula mau sebaik apa pun orang itu aku merasa bahwa ketulusan dan kebaikan yang sebenarnya hanya ada pada diri mei mei sendiri." ucapnya lagi
"mengapa jie jie bisa bicara seperti itu..?? apa jie jie tau dikehidupan ku dulu sudah berapa ratus atau bahkan berapa ribu nyawa yang sudah melayang di tanganku ini..??" ucapku sambil menatap sekilas kepadanya.
"aku tau mei mei, Gege Gege kita sudah menceritakan semua nya kepadaku. dan dari cerita mereka aku juga mengerti satu hal yaitu mei mei tidak pernah melakukan sesuatu yang hal yang sia sia. mei mei selalu melakukan hal hal yang menurut mei mei dapat membantu dan berguna bagi orang banyak. dan kalau pun mei mei harus membunuh itu karna kesalahan mereka sudah sangat fatal dan tidak bisa lagi di maafkan." ucapnya sambil merapikan alat alat makannya karna memang saat ini kami sudah menghabiskan seluruh hidangan yang berada di hadapan kami.
"sudah lah jie jie, intinya aku tidak sebaik yang jie jie katakan dan pikirkan. karna aku hanya akan melakukan hal hal yang menurutku benar saja." ucapku lagi sambil berlalu dan membawa beberapa peralatan yang kami gunakan makan tadi menuju tempat pencucian yang berada di samping dapur.
"oh ya jie jie, apa jie jie tadi sudah memeriksa dan mengoleskan herbal penutup luka yang kemarin ku berikan kepada jie jie kepada luka orang orang yang kita tolong kemarin..??" ucapku sambil mencuci peralatan makan kami tadi.
"sudah mei mei, tadi waktu kau membersihkan diri, jie jie sudah mengoleskan nya ke luka mereka." ucapnya sambil membilas peralatan yang sudah ku gosok menggunakan pasir halus itu.
"oh ya mei mei,kapan mereka sadar...??"
xmungkin nanti sore atau besok pagi jie jie,.." ucapku kembali sambil bangkit berdiri karna semua peralatan sudah selesai kami cuci.
aku melangkahkan kakiku menuju ruang tamu di ikuti oleh jie jie yuan di belakangku dan duduk di salah satu kursi yang berada di sana.
"Gege long, bisa kau keluar dan membawa
6 buah hanfu laki laki sederhana yang berada di dalam dimensi..??" ucapku sambil menggenggam kalung yang berada di leherku itu
"baiklah tapi tunggu sebentar,.." balas Gege long melewati di pikiranku
"untuk mengganti pakaian ke enam orang yang kita tolong kemarin. apa jie jie tidak mencium bau tidak sedap dari kamar yang di tempati oleh ke enam orang itu...??" ucapku sambil menatapnya.
"oh iya mei mei," ucapnya sambil cengir kuda
kau juga mei mei, setelah ini sebaiknya kau segera memakai cadar. aku tidak ingin nanti terjadi sesuatu yang tidak di inginkan saat mereka melihat wajahmu." ucapnya sambil menatap ku dalam
"iya, iya jie jie. aku akan memakai cadar setelah ini. tapi aku juga ingin jie jie memakai cadar sama sepertiku."
"mengapa begitu mei mei,.." ucapnya sambil menyerngitkan dahi
"apa jie jie tidak sadar, bahwa wajah jie jie juga sangat cantik..?? seandainya jie jie hidup di jaman modren, jie jie pasti sudah menduduki kursi "the most beautiful in asia""
ucapku sambil menatapnya.
"the mous apa mei mei...??"
"bukan the mous jie jie, tapi the most beautiful in asia yang artinya wanita tercantik se Asia." ucapku sambil tersenyum menatap wajah kebingungan nya yang menurutku menggemaskan itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
*hai hai hai...trimakasih udah mau mampir ke novel author yang masih serampangan ini ya...
jangan lupa juga buat truss
like
komen
rate bintang lima
and vote ya...🙏😊😇
see you in the next chapter...😇😊😊*