My Life Journey

My Life Journey
part 60



Pelelangan merupakan suatu tempat dimana orang orang yang memiliki barang yang berkualitas dan banyak dicari oleh orang lain, menjual barang dengan harga yang tinggi. dan tempat dimana datangnya orang orang untuk mengadu keberuntungan dengan membawa koin koin emas mereka sebanyak yang mereka punya demi mendapatkan Benda berharga yang mereka impikan atau ingin dapatkan.


Begitupula denganku yang saat ini ingin menjual barang di pelelangan dengan harga yang tinggi sekaligus mencari barang yang ku anggap berharga dan memang layak untuk ku beli.


Hari sudah semakin siang, dan kini aku bersama dengan jie jie Yuan, Gege mo, Gege Han, Gege Lang, Gege long, Xie yu, dan terakhir Yi, sedang berjalan di pasar ibukota dan melangkahkan kaki menuju tempat dimana kami meninggalkan dua buah pil untuk dilelang sebelumnya.


Kalian pasti bingung mengapa aku malah membawa mereka semua ikut bersamaku kepelalangan kan,.. untuk itu mari ku jelaskan. tapi sebelum itu kalian jangan lupa, untuk mengambil kopi dan camilan ya, karna ini mungkin akan memakan beberapa bab. tapi sebisa mungkin akan ku jelaskan dengan singkatπŸ˜…πŸ˜.


jadi kejadian ini berawal mulai dari tadi pagi yaitu disaat aku sudah selesai melakukan aktifitas yang biasa kulakukan bersama dengan jie jie Yuan. dan saat itu, aku baru mengingat bahwa aku sudah ada janji dengan manajer dari "Toko alkemist" sebelumnya untuk mengikuti pelelangan bersama. jadi setelah aku mengingatnya, aku segera memanggil Gege mo dan Gege Han untuk keluar dari kalung dimensi untuk menemaniku pergi. karna pertemuan sebelumnya juga aku telah membawa mereka. tapi setelah aku menyuruh mereka untuk keluar, yang keluar malah bukan mereka saja, melainkan para penghuni dari kalung dimensi yang lain juga ikut keluar dengan tampilan mereka yang beda dari biasanya. atau mereka sudah mengubah penampilan mereka masing masing dengan cara mengubah warna rambut dan bola mata mereka menjadi hitam. dan disaat kutanya mereka, mengapa yang lain juga ikut keluar sedangkan yang kupanggil hanya Gege Han dan Gege mo,.. mereka malah memasang wajah paling menyedihkan dan menjawab bahwa mereka juga ingin ikut keluar bersama dengan kami karna mereka sudah bosan berada di dalam kalung dimensi terus. jadi mau tidak mau, aku harus menyetujuinya karna tidak mungkin juga kan aku menyuruh mereka masuk lagi, sedangkan mereka sudah keluar dan langsung mengganti warna rambut dan warna mata mereka menjadi seperti warna yang dimiliki oleh orang lain pada umumnya.


lalu setelah itu, aku langsung saja memanggil Yi dan berniat untuk menyuruhnya tinggal untuk mengawasi kediaman. tapi belum juga aku bicara, ia sudah datang dengan memasang raut wajah masam dan menyedihkan secara bersamaan. jadi aku pun tidak tega untuk menyuruhnya tinggal dan akhirnya aku mengatakan kepadanya bahwa kita akan berangkat bersama sama. jadi sebaiknya ia bersiap siap sebentar di ruangan yang sudah kutunjuk sebelumnya menjadi miliknya.


Yah,.. jadi begitulah cerita nya hingga mengapa saat ini, kami bisa bersama sama di pasar. dan untuk kediaman ku sendiri, aku membiarkannya saja tanpa ada yang mengawasinya. karna ku tau, untuk hari ini tidak akan ada yang datang setelah kejadian yang terjadi dengan putra mahkota semalam. lagipula para penghuni istana juga pasti datang ke pelelangan untuk mencari dan membeli barang yang dikatakan sangat rahasia itu sebelumnya.


" aku melangkahkan kakiku melewati bangunan bangunan dan para pedagang yang berada pasar ibukota, bersama dengan yang lain kami melangkahkan kaki menuju toko alkemist yang sebelumnnya pernah kami kunjungi. dan sepanjang perjalanan sama seperti perjalanan kami sebelumnya, banyak pasang mata yang menatap kearah kami. mulai dari para pedagang sampai ke para pejalan kaki.


aku sebenarnya bingung, mengapa setiap kami lewat mereka selalu saja menatapi kami. tapi mau bagaimana lagi mau bertanya alasan kepada mereka pun aku merasa malas. lalu ketika kutanya ke jie jie Yuan, ia malah hanya tersenyum sembari menatapku. jadi ya, pada akhirnya tatapan mereka hanya kuabaikan saja.


Mengabaikan tatapan mereka, tanpa sadar kami telah sampai di tempat yang hendak kami tuju dan saat ini kami telah berdiri di depan toko alkemist. dan ketika kami sampai, aku bisa melihat bahwa tuan Xiang Telah berdiri didepan toko bersama dengan pelayan yang datang menghampiri kami dikunjungan sebelumnya.


dan di belakang mereka berdua, telah tersedia dia buah kereta kuda lengkap dengan kusir yang sudah didepan kereta itu.


" Selamat siang dan selamat datang kembali tuan. senang melihat tuan kembali." ucapnya kepada kami begitu kami sampai dan menghampiri mereka.


" selamat siang juga tuan Xiang, apa kah semuanya sudah siap,..?" tanyaku kepadanya setelah membalas sapaannya barusan.


" sudah tuan, semua yang akan kita butuhkan untuk dibawa sudah saya siapkan semuanya. sekarang tinggal menunggu kita untuk berangkat menuju ke pelelangan nya saja." Ucapnya sembari menatapku.


" oh baguslah kalau begitu. Tapi sebelum itu, aku ingin menambah barang yang akan dilelang nanti disana. apakah tuan Xiang tidak merasa keberatan..??" tanyaku kembali


" ho ho ho,.. saya tidak merasa keberatan sama sekali tuan, justru saya akan sangat merasa senang bila tuan menambah barang yang akan dilelang nanti." ucapnya sembari tertawa senang


" baiklah, ini adalah pil yang akan ku lelang. Namanya pil Mutiara hijau. pil ini terbuat dari herbal mutiara dan embun dipagi hari. dan untuk kegunaan dari pil ini sendiri yaitu, bisa menetralisir berbagai jenis racun hingga ke tingkat tujuh puluh persen.


bisa membuat kulit semakin cerah bila yang menggunakannya adalah perempuan. dan fungsi terakhirnya adalah ampuh untuk menghilangkan atau menyembuhkan bekas luka." ucapku sembari mengambil sebuah botol kaca yang berisi dua buah pil berbentuk bulat dan berwarna hijau dari lengan hanfu yang ku kenakan lalu menyodorkannya kepadanya.


" ini,.. bagaimana bisa, bukankah herbal mutiara hanya hidup di alam dewa saja,.. dan untuk tempat kita saat ini tinggal tanaman ini sangat jarang bahkan hanya pernah ditemukan sekali di dalam hutan tengkorak." ucapnya sembari langsung meraih botol yang kusodorkan tadi lalu ia membuka tutupnya sedikit.


" Dari mana tuan bisa mendapatkan pil sehebat ini,.. eh bukan bukan maksudku, dari mana tuan bisa mendapatkan tanaman herbal yang sangat langka ini,..??" tanyanya sembari menatapku bingung dan aku bisa melihat tangannya bergetar saat memegangi botol yang ku serahkan tadi.


" sudahlah, Tuan tidak perlu tau dari mana aku mendapatkannya. yang jelas saat ini, aku ingin agar tuan Xiang menyerahkan pil ini ke pelelangan nanti, agar pil ini bisa di lelang." ucapku sembari menatapnya


" Baik, baik tuan yang terhormat, saya pasti akan menyerahkannya nanti. oh, apa ada lagi pil yang akan tuan lelang,..?? " tanyanya kembali.


" Tidak ada. aku hanya ingin melelangkan pil itu saja." ucapku lagi


" Baiklah, tapi sebelum itu, apa tidak masalah jika aku membawa beberapa orang lagi untuk ikut kepelalangan kan,.." ucapku lagi sembari menatap ia yang tampak menolehkan kepala ketempat dimana jie jie Yuan dan yang lainnya berdiri.


" mereka adalah Gege Gegeku." ucapku lagi ketika kutatap tampak kerutan di dahinya.


"Itu tidak masalah tuan,.." ucapnya sembari menarik tatapannya dari arah jie jie Yuan dan berkata lagi" tapi, saudara saudara tuan ini semuanya sangat tampan ya,.." ucapnya yang seketika membuatku tersenyum tipis


" Tuan Xiang ini terlalu memuji mereka." ucapku sembari mengalihkan tatapan ku dari tuan Xiang dan menolehkan ya ke tempat jie jie Yuan dan yang lainnya berdiri. dan kudapati mereka yang hanya menampilkan wajah datar menanggapi perkataan tuan Xiang sebelumnya.


" Saya tidak sedang memuji tuan, tapi saya mengatakan yang sebenarnya." ucapnya lagi yang hanya kubalas dengan gelengan kepala ringan.


" baiklah, karna semuanya sudah siap maka kita akan berangkat sekarang. saya sudah menyediakan dua buah kereta untuk kita naiki sebelumnya. tapi saya minta maaf karna sepertinya sebagian dari kita harus ada yang berjalan kaki karna jumlah kita terlalu banyak, dan kami tidak memiliki kereta yang lainnya lagi." kutatap tuan xiang yang berbicara barusan lalu ku anggukan kepalaku setelah mendengar penuturan nya.


"baiklah, tidak masalah tuan Xiang." ucapku lagi


" ji**e jie, mari ikut aku masuk kedalam kereta dan biarkan saja Gege Gege kita berjalan diluar.". ucapku melalui pikiran ku sembari menatap ke arah jie jie Yuan dan kutatap ia yang langsung menganggukkan kepala setelah mendengar ucapanku barusan.


" Gege, tidak masalah kan bila kalian berjalan saja diluar kereta dan mengikuti kami." ucapku sembari menoleh kearah para Gege Gege ku dan yang lainnya.


" Tidak masalah mei mei,.. lagipula kami juga ingin lebih mengenal kekasaran ini dengan cara menelusurinya secara langsung." kutatap Gege Xi yang membalas perkataan ku sebelumnya sembari menghela nafas.


" baiklah jika kalian tidak masalah." ucapku sembari berjalan menghampiri salah satu kereta lalu memasuki nya bersama dengan jie jie Yuan.


" kita berangkat sekarang tuan,.." ucap tuan Xiang yang berada di kereta yang satunya sembari menyuruh sang kusir untuk menjalankan kereta.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Hai hai hai,.. jangan lupa untuk meninggalkan jempol dan saran ya..


** see you in the next chapter πŸ™πŸ˜‡***