
Kami terus melangkahkan kaki hingga berhenti tepat di suatu bangunan yang besar dan megah. bangunan itu merupakan sebuah kediaman yang terdiri dari satu bangunan utama yang nampak besar dan megah dan beberapa bangunan yang tampak lumayan besar dan lumayan megah yang berjejer di belakang bangunan tadi.
" Bangunan ini namanya kediaman poenix, merupakan tempat dimana permaisuri dan selir selir yang mulia kaisar tinggal." ucap ibunda selir ketiga sembari menunjukkan bangunan yang berdiri kokoh di depan kami.
" lihat bangunan yang berdiri paling besar itu Yuna'er, bangunan itu merupakan tempat dimana ibundamu dulu tinggal sebelum beliau pergi meninggalkan kita semua. sedangkan bangunan yang berdiri di belakangnya itu, merupakan tempat tinggal kami yang merupakan selir selir ayahandamu." ucap ibunda selir ketiga dengan lirih sembari menatapku dan mengelus kepalaku dengan pelan.
" aku menatap bangunan itu intens dan bergumam dalam hati. " jadi di sini ibundaku dulu tinggal,.. aku harus bisa masuk ke dalam ke diaman ibuku itu nanti. karna siapa tau didalam sana ada suatu barang yang ibunda sengaja tinggalkan untukku. atau ada sebuah barang bukti untuk menguatkan barang bukti yang sudah ku pegang saat ini." ucapku sembari menatapi bangunan itu..
kami berhenti sejenak disana dan mengamati secara intens sebelum kami kembali melangkahkan kaki menuju bangunan yang lainnya. " kalau ini namanya kediaman melati. tempat dimana para putri dan pangeran di istana ini tinggal." ucap ibunda selir ketiga kembali setelah kami melangkah beberapa saat dan berhenti tepat di depan beberapa bangunan yang berjejer rapi dan tampak sama dan yang membedakan nya hanyalah warna dari bangunan itu.
aku mengedarkan pandanganku pada bangunan yang berjejer rapi itu sebentar sebelum pada akhirnya aku menghela nafas kasar dan melangkahkan kakiku meninggalkan mereka yang masih tampak berdiri di depan bangunan itu. aku terus melangkahkan kakiku hingga berhenti tepat di depan dua buah bangunan yang tampak sangat megah dan dijaga ketat oleh para penjaga.
" bangunan ini namanya kediaman anggrek. kediaman yang merupakan tempat dimana para putra dan putri mahkota di kekaisaran ini seharusnya tinggal. dulu, waktu kau masih kecil kau tinggal di sini bersama dengan putra mahkota. sebelum pada akhirnya putra mahkota menyampaikan rasa tidaksukaanya untuk tinggal berada di dekatmu kepada kaisar. " terdengar suara lirih dari ibunda selir dari arah belakang tubuhku.
aku membalikkan tubuhku dan mendapati bahwa ibunda selir ketika sedang menatapku dalam. " aku tidak apa apa ibunda,.. aku baik baik saja. bahkan merasa sangat baik saat ini." ucapku kepadanya saat ku tatap matanya yang sudah mulai berkaca kaca.
" maaf kan ibunda mu yang tidak berdaya ini, karna tidak dapat berbuat apa apa untuk mengembalikan mu ke kediaman ini. ibunda tidak punya kuasa apa apa disini. makanya ibunda tidak dapat berbuat banyak untuk membantumu saat itu." ucapnya sembari meneteskan air mata dan menggenggam tanganku erat.
" sudahlah ibunda,. sudah kubilang kan sebelumnya pada ibunda bahwa aku baik baik saja. ibunda tidak perlu merasa bersalah begini kepadaku karna ini semua bukanlah kesalahan ibunda." ucapku sembari menghapus air yang keluar dari sudut matanya itu.
aku menatap lagi ibunda selir ketiga sekilas sebelum pada akhirnya aku memalingkan wajahku dan kembali menatapi bangunan yang tampak megah tadi.
" jadi dulu waktu kecil, disinilah aku tinggal. baiklah, tidak masalah jika sekarang aku hanya tinggal di sudut istana ini saja, lagi pula aku merasa bahwa tinggal di tempatku yang sekarang sudah sangat nyaman. jadi tidak perlu lagi untuk pindah kesini. lagian aku tidak terlalu suka gaya bangunan tempat ini,.. memang dari luar bangunannya tampak bagus dan megah, tapi bagian dalamnya aku merasa bahwa tempat ini akan biasa biasa saja dan tidak terlalu luas. dan yang terpenting, aura tenaga dalam di tempat ini tidak padat dan sangat tipis jadi jika aku ingin berkultivasi untuk mengembalikan energi tenaga dalam ku yang hilang, maka itu akan memakan waktu yang sangat lama. jadi lebih baik ku biarkan saja bangunan ini hancur dimakan rayap. atau nanti sebelum aku kembali meninggalkan istana ini, aku akan membakarnya saja. supaya sekalian tidak ada orang yang bisa menempatinya." ucapku dalam hati sembari tersenyum tipis di balik cadar yang ku kenakan.
Hari sudah semakin sore dan matahari sudah hampir kembali ke peraduannya, namun kami masih saja mengelilingi istana ini. hingga pada akhirnya ibunda menyuruh kami untuk kembali ke kediaman masing masing dan menyuruh kami untuk membersihkan tubuh dan makan malam setelah kami sampai.
aku berjalan dan menghela nafas lelah sepanjang perjalanan menuju ke tempat di mana aku tinggal dengan di ikuti oleh jie jie Yuan yang berjalan di sampingku yang Juga melakukan hal yang sama seperti yang ku lakukan. " Yi,.. apa kau mendengarku..?? " ucapku dalam pikiranku sembari terus melangkahkan kakiku.
" Hormat hamba Ratu, hamba mendengarkan" terdengar suara balasan yi di dalam pikiranku. " Bisa kah kau keluar sebentar dan membelikan kami makanan untuk makan malam..?? saat ini. aku sudah sangat lelah, Begitu pula dengan jie jie Yuan. jadi tidak memungkinkan bagi kami untuk memasak makanan lagi setelah kami sampai di kediaman." ucapku kembali dalam pikiranku kepadanya.
" Baiklah Ratu, hamba pamit untuk pergi sebentar kepasar yang berada di dekat istana ini untuk membelikan permintaan ratu." ucapnya kembali membalas perkataanku barusan di dalam pikiranku.
" Baiklah, tapi hati hati dan jangan lama lama. hindari membuat masalah dan kekacauan. karna aku tidak ingin, kita mendapat masalah disini. dan lagi, apa kau punya koin untuk membelikan kami makanan..?? soalnya saat ini, aku tidak memilikinya.." ucapku sembari menghela nafas kasar dari dalam mulutku. ya, memang saat ini aku sama sekali tidak punya uang atau koin emas. yang ku punya hanyalah pil pil langka dan senjata senjata legendaris yang ku simpan rapi di dalam kalung dimensi ku.
" Hamba memilikinya ratu, beberapa waktu yang lalu sebelum Tuan pergi untuk melaksanakan tugasnya, Tuan memberikan kepada hamba sebuah cincin penyimpanan yang berisi Koin koin emas dan perak, Tuan berkata, bahwa koin koin itu di gunakan untuk memenuhi keperluan Ratu selama Tuan pergi." ucapnya kembali
" hah,.. untung saja aku punya suami yang pengertian, sehingga tanpa ku minta, dia sudah langsung tahu apa yang ku perlukan." ucapku didalam hatinsembari tersenyum di balik cadar ku. " Baiklah, kalau begitu pergilah" ucapku kembali sembari berhenti melangkah karna kami sudah tiba di depan kediaman.
" baiklah jie jie, mari kita masuk terlebih dahulu dan membersihkan badan. karna aku merasa badanku sudah sangat lengket oleh keringat." ucapku sembari mendorong gerbang dan melangkah masuk kedalam kediaman setelah gerbangnya terbuka.
" baiklah mei mei, tapi sebaiknya kau membersihkan tubuhmu terlebih dahulu. karna jie jie akan memasak makan malam kita terlebih dahulu." ucapnya sembari melangkahkan kakinya mengikutiku.
" benarkah, wah,.. kau memang yang terbaik mei mei." ucapnya sembari menepuk pundak ku
" aku tau bahwa kau lelah jie jie, begitu pula denganku. makanya aku menyuruh Yi saja untuk keluar dan membelikan kita makanan." ucapku sembari menatapnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Maaf, karna author baru bisa up sekarang. belakangan ini, kerjaan author semakin banyak. belum lagi kadang author kehilangan inspirasi untuk merangkai kata Kata. ππ kuharap kalian maklum ya, karna bagaimana pun, author tetap lah manusia biasa yang sangat sering melakukan kesalahanπππππ .
.
.
.
.
...jangan lupa untuk meninggalkan jejak ya....
......**see you in the next chapter ππ*** ......