My Life Journey

My Life Journey
part 37



Sudah sekitar lima menit selir meng menangis sambil memelukku dan jie jie dengan erat. aku menghela nafas lega, ketika tangisannya itu sudah perlahan lahan mereda dan pelukannya itu semakin melonggar hingga terlepas.


" maaf." ucapnya dengan lirih ketika ia sudah melepaskan pelukannya.


" tidak apa apa yang mulia, mengapa yang mulia sampai menangis begini, hal apa yang membuat mulia hingga sesedih ini." ucapku kepadanya ( pura pura tidak tau)


" bisa kah kita duduk terlebih dahulu..?" ucap selir meng


" bisa, mari yang mulia, disebelah sana terdapat sebuah kursi sebaiknya kita duduk di sana saja." ucapku sambil menuntunnya ke sebuah kursi yang berada tak jauh dari kami.


aku mendudukkan diriku di samping kanan selir meng dengan jie jie Yuan duduk di samping lainnya. " jadi yang mulia, maaf jika saya lancang, bukan maksud saya untuk memasuki kehidupan pribadi yang mulia, namun saya hanya sangat penasaran saja, mengapa yang mulia bisa menangis sampai seperti tadi." ucapku sambil menatapnya.


aku menatapnya yang menarik nafas dalam lalu menghembuskan nya keluar berkali kali hingga akhirnya ia menghentikannya lalu menatap ke arah permaisuri dan kedua pangeran berada. sesaat pandangannya hanya terpaku kesana sebelum terdengar suara lirih dari selir meng.


" aku hanya merasa iri, melihat jie jie permaisuri dengan kedua pangeran bercanda seperti itu, aku juga ingin merasakan hal yang sama, namun aku tidak bisa....


aku tidak memiliki seorang anak, andai rahimku tidak rusak dan bayiku yang masih berada di dalam kandungan dan tidak gugur aku pasti bisa merasakan hal yang sama. aku selalu berdoa kepada dewa agar aku di kirimkan seorang anak, tapi sampai sekarang doaku itu tidak terkabul. aku sangat sedih ketika melihat anak anak yang berlari kedalam gendongan ibunya, atau ketika anak itu menangis lalu mengadu kepada ibunya seperti Putra mahkota dan pangeran Fei. aku sungguh mendambakan hal seperti itu, namun apa lah daya aku tidak bisa. aku sangat merasa sakit di dada ini ketika aku melihat seorang anak yang akan menikah dan meninggalkan ibunya dengan tangisan kebahagiaan. aku sangat menginginkan hal seperti itu terjadi padaku suatu saat nanti, namun hingga saat ini aku masih belum bisa menggapainya." ucapnya sambil berlinangan air mata.


aku terhenyak ketika mendengar kata kata yang keluar dari mulut selir meng. tanpa sadar air mataku mengalir begitu saja, kata kata selir meng juga berhasil membuatku mengingat kepada ibundaku yang telah pergi. aku mengingat baik dikehidupan ku yang dulu, kehidupanku dimasa modern hingga di kehidupanku yang sekarang, aku tidak pernah merasakan yang namanya kasih sayang seorang ibu. entah takdir seperti apa yang ku miliki, namun itu lah kenyataannya.


aku segera menghapus air yang mengalir dari kedua sudut mataku sebelum jie jie Yuan dan selir meng menyadari nya.


" Bagaimana jikalau kami berdua jadi Putri angkat yang mulia selir saja? lagian kami berdua sudah tidak memiliki sosok seorang ibu karna ibu kami berdua sudah meninggal." pertanyaan itu lolos begitu saja dari mulut jie jie Yuan. aku bahkan sangat terkejut ketika perkataan itu keluar begitu saja dari mulutnya. tapi yang membuatku lebih terkejut adalah reaksi dari selir meng. beliau langsung menangis sangat keras tangisan nya itu terdengar berbeda dari tangisan yang tadi. entah mengapa aku merasakan tangisan nya yang sekarang menggambarkan sebuah harapan dan kebahagiaan.


aku mengalihkan tatapan ku pada jie jie Yuan yang kini ikut meneteskan air mata. namun pandanganku segera teralihkan saat aku mendengar sebuah suara nyaring yang berasal dari hadapan kami.


" ada apa ini..?" tanya permaisuri diikuti oleh kedua pangeran yang berdiri di sisi kanan dan sisi kiri permaisuri.


ya, suara itu berasal dari permaisuri. tadinya disaat permaisuri dan kedua pangeran sedang asik bercanda, mereka tiba tiba saja di kejutkan dengan suara tangisan selir meng yang lumayan keras hingga permaisuri dan kedua pangeran langsung mencari asal suara itu dan menemukan tempat dimana selir meng, xi Yuan, dan Han Yuna duduk.


" itu... " ucapanku terhenti begitu saja ketika selir meng segera berdiri dari duduknya dan langsung berlari untuk memeluk permaisuri.


" jie jie, akhirnya aku memiliki anak, aku memiliki anak jie jie, aku memiliki anak." ucapnya kepada permaisuri disertai dengan tangisannya yang semakin kuat.


aku menatap permaisuri yang langsung sigap menangkap tubuh permaisuri yang berlari kepadanya lalu mengelus elus punggung itu lembut dengan menggunakan kedua tangannya.


" ada apa hmm, coba jelaskan pada jie jie mu ini, apa yang terjadi. dan anak apa yang kau maksud. apa kau sedang mengandung??" pertanyaan itu keluar dengan lembut dari mulut permaisuri.


pertanyaan itu tidak dijawab oleh selir meng, melainkan selir meng langsung melepaskan pelukan itu dan langsung berlari kesisiku dan jie jie Yuan. ia segera menarik tangan kami berdua dan menggenggamnya erat di depan dadanya. " mereka jie jie, mereka berdua sudah jadi putriku sekarang." ucapnya sambil berlinang air mata lalu menarik kami kembali kedalam pelukannya.


" wah, benarkah kedua nona ini sudah menjadi putri mu,..? itu artinya mereka akan menjadi putriku juga. akhirnya, aku akan memiliki putri juga." ucap permaisuri yang kini kurasakan ikut menghambur kedalam pelukan yang kamu lakukan sambil meneteskan air mata bahagia.


seminggu setelah kejadian itu aku dan jie jie diangkat menjadi putri resmi di kekaisaran ini, acara penobatan Putri dan putri mahkota diadakan dengan sangat meriah walau yang menghadirinya hanya anggota keluarga kekaisaran dan para pejabat, namun acaranya berlangsung dengan meriah. ditambah para rakyat langsung mengadakan pesta lampion untuk menyambut putri baru mereka.


dan tiga Minggu sisanya kami habiskan untuk menghabiskan waktu bersama. banyak hal yang kami habiskan selama tiga Minggu itu, mulai dari berbelanja kepasar bersama dengan ibunda selir meng dan ibunda permaisuri, berburu di hutan yang berada di kekaisaran lu bersama dengan pangeran Fei dan putra mahkota dan membantu kaisar mengerjakan laporan laporan yang datang silih berganti ke istana. aku bahkan sampai kasihan melihat ayahanda yang harus bekerja siang dan malam di ruang kerja karna banyaknya laporan laporan tentang kekaisaran. dan yang lebih terkesan lagi adalah ketika aku meminta kepada ibunda selir meng untuk mengepang rambutku. tapi bukannya di kepang yang ada malah ibunda selir meng harus bertengkar dengan permaisuri karna pada saat itu permaisuri ada di situ. ibunda permaisuri juga ingin mengepang rambutku, tapi ibunda selir meng juga ingin mengepang, dan tidak mau mengalah. mereka berdebat lumayan lama, hingga saat itu jie jie Yuan yang berdiri di sampingku akhirnya menawarkan diri untuk di kepang juga, jadi lah pertengkaran itu berakhir dengan aku yang dikepang ibunda selir meng, sedangkan jie jie Yuan di kepang oleh ibunda permaisuri.


dan jika kalian penasaran tentang wajah kami apakah sudah diketahui oleh mereka atau belum, maka jawabannya adalah sudah. karna setelah kejadian itu, aku dan jie jie Yuan ingin memperkenalkan diri lebih lengkap. dan ketika mereka melihat Wajah kami, kalian pasti sudah tau kan apa yang terjadi?? ketika mereka melihat wajah kami, mereka terkejut bukan main, bahkan putra mahkota dan pangeran Fei sampai menganga dan mematung cukup lama. dan mulai saat itu juga, aku dan jie jie Yuan dipaksa untuk selalu mengenakan cadar yang memang sudah kami kenakan sejak berada didalam hutan tengkorak.


flashback off....


.


.


.


.


.


.


.


.


hai hai hai, flashback nya udahan ya, besok klo bisa up author akan melanjutkan ceritanya seperti biasa. trimakasih bagi kalian yang selalu dan mau untuk menunggu author yang serampangan ini untuk up. dan kalau ada typo mohon di beri tahu ya, jangan lupakan untuk selalu like karna belakangan ini, likenya sangat merosot drastis,😏 author nggak tau, mengapa demikian. apa karna cerita nya kelamaan up nya atau karna cerita nya udah nggak menarik lagi, aku tidak tau. aku sungguh berharap like nya agak naik sedikit. bukannya karna apa, author nulis ini tidak digaji, author nulis hanya untuk menyalurkan rasa penat yang ada di kepala ini. jadi author mohon sama kalian, untuk selalu nge like koment. author minta maaf jika ada kata kata yang menyinggung.


*jangan lupa ya buat


like


koment


rate bintang lima


and vote yahhh πŸ™πŸ™πŸ₯ΊπŸ₯Ί


see you in the next chapter πŸ™πŸ™*