My Life Journey

My Life Journey
Pelelangan berakhir.



Pelelangan kembali berlanjut setelah barang terakhir selesai terlelang.


dan kini, Shu Zia tampak menghela nafas dan hendak menarik Penutup kotak hitam kedua terakhir.


" Baiklah, mari kita melanjutkan lelang nya. kali ini yang kami lelang adalah..."


Menghentikan ucapan nya dan langsung menarik penutup dari kotak.


" Ini.!! bukan kah ini adalah pil yang sama dengan pil yang terakhir dilelang??"


" Bagaimana bisa,.. apa mereka sebelum nya punya lebih dari satu??"


" Ini, adalah..."


" Bagaimana bisa.."


" Ah, ini pasti cara yang sama dengan yang mereka buat di awal tadi. Dimana mereka memiliki lebih dari satu pil, tapi mereka menahan nya supaya bisa ter lelang dua kali.."


Begitu kotak itu terbuka, seluruh ruangan langsung gempar oleh tatapan dan ucapan tak percaya dari orang-orang.


Berbagai reaksi mereka keluarkan. Ada yang menatap tidak percaya, namun ada juga yang langsung mengangguk-anggukkan kepala.


Sungguh pemandangan yang er,.. sudah bisa di tebak oleh Han Yuna dan orang-orang yang di bawanya.


" Baiklah, ini adalah barang kedua terakhir dari daftar barang lelang hari ini. Dan seperti yang kalian lihat, pil ini adalah jenis pil yang sama dengan pil yang sebelum nya di lelang.


Fungsi pil nya masih sama, jadi untuk mempersingkat waktu, kami tidak akan mengulang nya dua kali.


sedangkan untuk harga lelang awal nya, kami buka sama seperti harga pil sebelum nya. Yaitu, lima puluh ribu koin emas. Dan untuk harga kelipatan penawaran nya, kami beri harga lima ribu koin emas."


Ruangan menghening saat Shu Zia berbicara. Seluruh orang tampak mengangguk-anggukan kepala saat mendengarkan penjelasan shu Zia.


" Karna kalian sudah tau harganya, maka mari langsung kita mulai saja lelang nya."


Ruangan Semakin menghening saat suara keputusan bahwa barang itu resmi dilelang di serukan. Banyak tatapan mata yang terlihat lapar saat memandangi pil itu. Mereka tampak ingin mengeluarkan penawaran nya. Namun entah karena mereka sadar kalau mereka tidak akan berhasil untuk mendapatkan nya, atau karna apa, tapi yang jelas banyak kepala yang langsung menunduk saat harga pil itu di keluarkan.


Sedangkan di ruangan nya, Han Yuna tampak menatap penasaran pada siapa yang akan memenangkan pil yang di lelang nya kali ini. Dia menunggu dengan harap-harap cemas. Berulang kali ia mengedarkan pandangan nya ke sekeliling, Namun ia hanya bisa mendapati sekelompok orang-orang yang hanya sekedar berbisik atau menunduk saja. ,


Hingga...


" Dua ratus lima puluh ribu koin emas..!!" Satu suara penawaran kemudian terdengar. dan suara itu langsung membuat semua yang berbisik-bisik sebelumnya terdiam.


Han Yuna sendiri yang sedari tadi masih menunggu langsung tersenyum senang. Ia tak menyangka bahwa harga penawaran untuk pil ini bahkan lebih tinggi dari pil yang telah di lelang sebelum nya. Padahal mereka memiliki jenis yang sama.


Ruangan yang tadinya sudah sangat hening, langsung semakin menghening. semua mulut langsung bungkam, tidak ada lagi suara bahkan mungkin bila ada jarum yang jatuh, suara dentingan nya akan langsung terdengar.


Tidak ada suara balasan untuk pewarnaan sehabis suara itu keluar. Jadi sudah bisa di pastikan bahwa orang yang menawar barusan itu adalah pemenang akhir nya.


Shu Zia disisi lain, langsung tersenyum lebar dan menatap ruangan yang mengeluarkan harga barusan. Itu adalah ruangan nomor empat belas.


Tidak tau entah tuan muda atau pangeran dari kekaisaran mana yang mengeluarkan harga yang bisa langsung mematikan semangat orang lain itu.


Tapi yang jelas, Shu Zia bisa menebak bahwa suara pertama penawaran ini, merupakan suara terakhir dari orang yang mengeluarkan harga nya.


Shu Zia menunggu sebentar setelah suara itu keluar. Seakan memberi orang lain kesempatan, walau ia tau bahwa tidak akan ada orang yang mau menawar lagi. Tapi, ia masih sedikit memberi mereka waktu jeda.


Setelah menunggu sekitar seperempat dupa, akhirnya Shu Zia mengeluarkan suara yang sedari di tahan nya.


" Sungguh tidak dapat di percaya, bahwa barang kali ini akan langsung jatuh pada penawaran pertama." Tersenyum sejenak sembari menatap ruangan empat belas lalu melanjutkan.


" Untuk ruangan empat belas, saya ingin mengucapkan selamat karna telah memenangkan barang ini tanpa adanya lawan atau hambatan. Dan untuk barang nya, akan segara kami serahkan ke tangan anda." Tersenyum tulus tanpa niat menyinggung sama sekali.


Han Yuna tampak sangat bahagia karna semua barang nya terlelang dengan harga yang sangat memuaskan hari ini.


Senyum lebar yang jarang di tampilkan tampak terlukis di wajah nya yang setengah nya tertutup oleh topeng itu.


Ia sudah puas sekarang. Jadi ia rasa ia tidak perlu lagi memperhatikan barang apa yang akan di lelang terakhir itu. Toh, ia rasa itu tidak akan penting lagi.


Yang penting barang nya sudah selesai di lelang. Jadi, untuk apalagi ia memikirkan barang lain. lagipula barang yang di lelang itu belum tentu di butuhkan nya.


Jadi, sembari menatap semua orang yang di bawanya itu, ia langsung berucap." Mari kita kembali. Hari ini cukup sampai disini." Ia berucap setelah meredakan senyum yang sebelum nya tercetak jelas di wajah nya.


" Kembali?? Lalu bagaimana dengan penghasilan kita hari ini mei-mei,.." Seru Xi Yuan sembari menatap Han Yuna.


" Biar Tuan Xiang, Bai Long Gege dan Yi saja yang mengurus nya. Sedangkan yang lain, ikuti saja aku. Karna kita masih punya keperluan lain yang harus di urus." Menghentikan ucapan nya lalu menatap Bai Long yang tampak langsung hendak protes.


" Tapi mei-mei,.. bukan kah Tuan Xiang dan Yi saja sudah cukup?? Lalu untuk apa lagi aku mengikuti mereka.."


Dan benar saja, setelah ucapan Han Yuna terdengar, Bai long tidak dapat menahan dirinya dan langsung mengucapkan ketidakpuasan nya.


Bai Long tidak dapat mengerti, mengapa ia harus pergi bersama dengan Yi dan tuan Xiang. Karna menurut nya, kalau hanya untuk mengurus uang yang mereka hasilkan hari ini. Bukan kah Yi saja sudah cukup?? Lalu untuk apa dirinya harus pergi bersama dengan Yi, sedangkan yang lain nya bisa dengan enak nya mengikuti Han Yuna.. sungguh tidak adil.


Bukan ia tak suka di perintah. Hanya saja, ia tak mau berpisah dengan Han Yuna. Itu saja.


" Aku hanya ingin Gege pergi untuk membantu dan menemani Yi saja. Karna bagaimana pun, akan sangat sedikit canggung bila hanya Yi dan tuan Xiang saja yang pergi untuk mengurus nya."


" Tapi mei-mei.. kenapa harus aku. Kan bisa saja kau menyuruh..


" Menyuruh siapa?? Menyuruh ku, atau Yuan mei-mei, Bai Han atau Bai mo??" Belum juga Bai Long menyesuaikan kata-katanya, ucapan nya sudah di potong lebih dahulu oleh Bai Lang.


" Lagipula apa susah nya sih pergi dengan Yi. Bukan kah kau hanya perlu diam dan mendengarkan perhitungan yang akan terjadi saja..??"


" Ka..kau... Dasar saudara yang tidak punya hati."


(Kalian tidak lupa kan, kalau Bai Lang dan Bai long itu kembaran??)


Han Yuna di sisi lain hanya bisa memutar bola mata malas mendengar perdebatan mereka.


Ia merasa jengah. Bukan kah ia hanya menyuruh Gege nya itu untuk menemani Yi saja.. Lalu mengapa perlu ada penolakan...


" Keputusan ku sudah bulat. Aku ingin Gege pergi untuk menemani Yi. Jangan ada bantahan lagi. Adapun yang lain, kita akan pergi sekarang." Langsung bangkit berdiri dan tak lupa memberi salam penghormatan terakhir kepada tuan Xiang yang sedari tadi hanya diam dan mendengarkan.


" Tuan Xiang, Saya rasa urusan kita sudah selesai. Untuk masalah harga penjualan pil, saya menyerahkan nya untuk di urus Bai long Gege dan Yi saja." Sembari menagkupkan tangan hormat, Han Yuna tampak menatap tuan Xiang yang juga balas berdiri dan juga ikut menagkupkan tangan.


" Baik tuan, saya akan membicarakan nya dengan para saudara tuan yang akan ikut dengan ku ini. Dan untuk kedepan nya, kalau ada urusan soal penjualan pil, saya harap tuan yang agung ini segera menghubungi saya." Sembari tersenyum, tuan Xiang tampak menatap penuh harap kepada Han Yuna.


" Baiklah tuan. Lain kali, kalau saya ingin menjual pil lagi, saya akan segera menghubungi anda.


saya senang bekerja sama dengan anda. Dan sekarang, berhubung saya dan saudara-saudara saya masih memiliki urusan lain, maka kami akan langsung pamit undur diri. Mohon tuan dapat memaklumi."


" Baik, Hati-hati di jalan tuan..


Begitu selesai berbicara, han Yuna langsung saja keluar dari ruangan nya. Mengabaikan segala keributan yang ada, ia terus saja melangkah keluar dari bangunan yang di gunakan sebagai tempat pelelangan itu.


~•°•~


Heii,... I'm back... hehe.


Maaf lama. Sebenarnya novel ini belum selesai di revisi. hanya saja, aku ingin melanjutkan nya sekarang. aku nggak tau kedepan nya aku akan rajin update atau nggak, karna aku juga lagi sibuk di dunia perkuliahan. hihi,..


jadi, mohon bersabar ya dengan sifat author yang plin-plan ini.. >.<^_^