
Hari sudah gelap, pertanda bahwa sang mentari telah kembali ke peraduan nya dan berganti tugas dengan sang rembulan. aku menghela nafas kasar di atas ranjang yang aku dan jie jie yuan tempati saat ini. kami masih berada di istana kekaisaran Lu. tadi setelah aku dan jie jie yuan mengobati permaisuri dan memberi tahukan tentang bagaimana keadaan permaisuri saat ini,.. aku langsung minta kepada kaisar supaya kami beristirahat dan memulihkan tenaga terlebih dahulu. karna jujur saja, aku sedikit lelah hari ini dan yang lebih penting lagi, aku masih sedikit menghawatirkan kondisi jie jie yuan yang nampak masih sedikit lemas.
Aku lagi lagi menghela nafas kasar, karna lagi lagi, aku kesulitan untuk tidur.
" mataku, ayo terpejam dan terlelap lah,.. apa kau tidak tau, tubuhku saat ini sudah lelah dan ingin segera di istirahatkan. tapi mengapa kau belum mau terlelap juga." gumam ku kesal sambil memukul mukul mataku pelan.
aku menoleh kesamping kiriku, kearah dimana jie jie yuan yang sudah tidur terlelap sedari tadi. aku mengangkat tangan kananku dan mengelus pipinya yang sudah tidak mengenakan cadar itu, ya tadi sebelum kami berbaring, kami membuka kain yang menutupi separuh wajah kami itu terlebih dahulu. alasannya, supaya tidur kami tidak terganggu dengan adanya penghalang yang mungkin saja sedikit membuat pernafasan kami terganggu, apalagi kami memakai cadar yang agak tebal.
"ada apa mei mei...??" tanya jie jie jie yuan tiba tiba sambil membuka matanya dan berbalik dan tidur menghadap ke arah ku.
"eh, maaf jie jie gara gara aku jie jie jadi bangun."ucapku sambil menarik kembali tanganku yang menempel di pipinya itu.
"Tidak apa apa mei mei, mengapa kau belum tidur,.. ini sudah sangat larut. apa ada yang mengganggu tidurmu..??" tanyanya sembari menatapku.
"tidak ada jie jie, hanya saja mataku belum mau terpejam." ucapku membalas perkataannya.
"Mendekat lah..." ujarnya
aku memandang bingung ke arah nya namun aku tetap menurut dan menggeser tubuhku yang masih tidur terlentang itu hingga jarak di antara kami hanya sekitar lima centi meter.
"Hadap ke sini.." ujarnya kembali. aku menurut, aku menghadap ke kiri dimana jie jie yuan sedang berbaring dan menghadap ke arahku
Aku tertegun dikala tangan jie jie yuan tiba tiba sudah berada di punggungku dan menepuk nepuk pelan punggungku dan mengucapkan " "Tidurlah,.. Tidurlah,.."
" aku jadi mengingat Guan jika sudah seperti ini." batinku sambil melingkarkan tanganku di punggung jie jie yuan." ternyata pelukan jie jie sangat nyaman dan hangat." ucapku pelan setelah tanganku berhasil melingkar di punggungnya.
******
Matahari telah naik kepermukaan. mungkin karna tadi malam aku agak kesulitan tidur dan karna hangatnya pelukan jie jie membuatku dan jie jie bangun agak ke siangan
"selamat pagi mei mei.." ujar jie jie yuan tepat di hadapanku sambil merapikan anakan rambut yang menutupi wajahku ketika aku baru saja membuka mata
"trimakasih dan selamat pagi juga jie jie.."
ucapku membalas sapaannya sambil tersenyum kecil ke arahnya.
aku menoleh ke kanan dan ke kiri lalu memutar mutar kepalaku ketika aku telah duduk lalu merenggangkan ke dua tanganku ke samping guna untuk sedikit merenggangkan ototku.
"trimakasih untuk tadi malam jie jie, pelukan jie jie nyaman dan hangat sekali hingga mampu membuatku terlelap." ujarku kembali setelah aku menghentikan aktifitas merenggangkan ototku...
Aku menatap jie jie yuan yang juga menatapku sambil tersenyum lembut ke arahku. "bukan apa apa mei mei. lain kali, bila kau mengalami kesulitan untuk tidur datang lah kepada jie jie." ujarnya kembali..
Aku menganggukkan kepalaku berulang kali mendengar penuturannya barusan. apalagi memang akhir akhir ini aku agak kesulitan untuk bisa tidur dan tidak mungkin juga aku selalu menunggu Guan untuk membuat ku tidur yang jelas jelas ku tau bahwa Guan itu adalah sosok yang sangat sangat sibuk.
"sudahlah mei mei, mari kita membersihkan diri terlebih dahulu. mereka pasti sudah menunggu kita." ucap jie jie yuan kembali sambil melangkahkan kakinya untuk turun dari ranjang yang kami tempati.
"baik jie jie, tapi lebih baik jie jie saja yang terlebih dahulu membersihkan diri karna aku akan masuk terlebih dulu kedalam dimensi untuk memilihkan hanfu yang akan kita pakai selanjutnya. tidak mungkin bukan kita mengenakan hanfu ini lagi.." ucapku
"baiklah mei mei..." tapi kau harus cepat." ujarnya kembali sambil melangkahkan kakinya menuju pemandian yang memang berada di dalam kamar yang kami tempati.
.
.
.
.
.
.
.
.
*hai hai hai, jangan lupa tinggalkan saran dan jempolnya ya🙏😇
**see you in the next chapter 😊😊😇*